alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd54c2ede2cf24a778b456a/menyiapkan-kesempatan-pemuda-pada-era-digital

Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital

Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital
Pengunjung mengamati diorama W.R Soepratman di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).
Setiap pemuda pada tiap zaman memiliki tantangannya masing-masing. Pemuda yang hidup pada masa penjajahan akan berjuang dengan caranya untuk merebut kemerdekaan.

Begitu pula dengan pemuda yang hidup pada era transformasi digital seperti saat ini. Tantangannya paling nyatanya adalah bagaimana para pemuda menciptakan inovasi agar tidak tertindas pada ancaman otomatisasi.

Bank Dunia dan juga Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan dalam 20 tahun ke depan jumlah penduduk usia produktif makin bertambah, sekitar 0,8 persen dari saat ini yang berada pada kisaran 67,9 persen. Kondisi ini lazim disebut dengan bonus demografi.

Di Indonesia, kombinasi antara bonus demografi dengan perkembangan dunia digital bagaikan pedang bermata dua. Persaingan untuk merebut peluang dalam memiliki pekerjaan yang berkualitas serta sesuai dengan tantangan zamannya akan sangat sengit.

"Para calon tenaga kerja muda ini akan membutuhkan pekerjaan yang berkualitas. Inilah mengapa, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menerapkan reformasi struktural demi mendorong pertumbuhan. Sehingga Indonesia dapat menuai bonus demografinya sebelum berubah menjadi tua," tutur Carlo Grasso, Deputi Direktur Pelaksana IMF, di Nusa Dua, Bali, awal Oktober 2018.

Ada tiga poin yang disuguhkan IMF untuk pemerintah Indonesia dalam hal pemanfaatan bonus demografi ini.

Pertama, Indonesia harus terus memprioritaskan perbaikan infrastrukturnya. Rancangan 247 proyek strategis nasional yang dibuat pemerintah, empat tahun silam, dianggap sudah tepat.

Sebab jika proyek itu berjalan lancar, maka perbaikan kualitas manusia yang disokong oleh peningkatan logistik, perbaikan jaringan listrik, air, dan juga sanitasi.

Di samping itu, pembangunan infrastruktur juga akan memacu investasi--baik swasta maupun asing, dengan dampak terbesarnya adalah penciptaan kesempatan kerja yang lebih cepat bagi angkatan kerja muda.

Kedua, pemerintah harus mampu mengurangi hambatan dalam kegiatan perekonomian, dalam hal ini tentu saja penyederhanaan izin dalam memulai dan/atau menjalankan bisnis.

"Mengurangi kontrol negara, khususnya pada sektor listrik dan transportasi, serta menurunkan batasan-batasan investasi dapat membantu meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekspor," tulis laporan IMF.

Ketiga, meningkatkan kualitas pendidikan serta menyederhanakan peraturan ketenagakerjaan akan menjadi faktor penting dalam menyediakan kesempatan kerja yang baik bagi kaum muda.
Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital
Pemerintah masih perlu meningkatkan kualitas pendidikan untuk menyokong tenaga kerja berkualitas di Indonesia
Publikasi Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tahun 2017 yang dirilis Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menunjukkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai provinsi dengan persentase tertinggi, yakni 64,74 persen, di atas rata-rata nasional sebesar 50,17 persen.

Secara nasional bidang IPP yang memperoleh skor tertinggi adalah pendidikan. Hal ini antara lain dikarenakan tingkat partisipasi di jenjang pendidikan menengah yang relatif tinggi, nilainya 63,33.

Sementara itu, pada poin ketiga ini IMF juga menyarankan pemerintah perlu memperbaiki jaminan perlindungan kerja, seperti prosedur pemecatan dan pembayaran pesangon. Sebaliknya, pemerintah bisa meningkatkan pelatihan kerja serta layanan penempatan kerja untuk mengurangi penggunaan kontrak jangka pendek.

Terkait dengan perkembangan digital, IMF juga mengingatkan pemerintah untuk menyediakan jaringan internet yang meluas serta terjangkau hingga ke pelosok. Sebab, akan sulit bagi pemuda untuk berkembang di dunia digital jika mereka tak memiliki akses ke sana.

Tentu saja, kualitas pendidikan yang diajarkan juga harus bisa menjawab tantangan masa depan digital. Begitu juga dengan persaingan dunia usaha yang sehat sehingga mampu menciptakan inovasi yang terukur.

Yang paling penting adalah bagaimana sebuah negara menyiapkan jaringan pengaman (safety net) yang lebih kuat untuk melindungi pekerja dari ancaman otomatisasi.

"Kalau kita punya pedoman yang kuat, otomatisasi sebenarnya bukan ancaman yang menakutkan," ujar Achmad Zaky, CEO serta pendiri SENSOR, pada forum yang sama.

Jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan ASEAN, tingkat penetrasi internet di Indonesia bisa dikatakan tertinggal jauh.
Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital
Sebaran penetrasi internet di ASEAN.
"Nyaris semua penduduk di Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura sudah dapat mengakses internet. Tapi, hampir 70 persen penduduk di Kamboja, Indonesia, Laos, dan Myanmar masih berstatus offline sehingga sulit untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital," ungkap Jia Feng, peneliti IMF.

Untuk diketahui, nyaris 643 juta penduduk di ASEAN adalah pemuda--dengan rerata usia di bawah 30 tahun. Artinya, dengan dimulainya pakta Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), maka pertarungan merebut kesempatan kerja lintas-budaya akan semakin nyata.
Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...da-era-digital

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital Dolly Salim, gadis 15 tahun dalam Sumpah Pemuda 1928

- Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital Aduan limbah malah jadi modus suap DPRD Kalteng

- Menyiapkan kesempatan pemuda pada era digital Berharap gerak ekonomi dari penghapusan tarif tol Suramadu



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di