alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Berharap gerak ekonomi dari penghapusan tarif Suramadu
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd4fc061cbfaad7168b456e/berharap-gerak-ekonomi-dari-penghapusan-tarif-suramadu

Berharap gerak ekonomi dari penghapusan tarif Suramadu

Berharap gerak ekonomi dari penghapusan tarif Suramadu
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan) dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (keempat kanan) serta pejabat setempat dan para ulama berada di atas truk saat meresmikan pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018).
Mulai Sabtu (26/10/2018), semua jenis kendaraan yang melintas di ruas tol Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura, Jawa Timur, tak lagi dipungut biaya.

Langkah ini diambil pemerintah demi mendorong investasi serta pertumbuhan ekonomi, baik di wilayah yang dihubungkan maupun berada di sekitar jembatan terpanjang di Indonesia ini.

"Ini urusan ekonomi, urusan investasi, urusan kesejahteraan, urusan rasa keadilan. Jangan apa-apa dikaitkan dengan politik," kata Presiden Joko "Jokowi" Widodo di atas Jembatan Suramadu, Jawa Timur, yang diwartakan CNN Indonesia, Sabtu sore.

Sebelum digratiskan, kendaraan golongan I (sedan, jip, pickup/truk kecil, dan bus) dikenakan tarif sebesar Rp15 ribu, golongan II (truk dua gandar) sebesar Rp22.500, golongan III (truk tiga gandar) sebesar Rp30.000, golongan IV (truk empat gandar) sebesar Rp37.500, dan golongan V (truk lima gandar) sebesar Rp45.000.

Seiring berlakunya kebijakan baru, maka status Jembatan Suramadu akan beralih menjadi jalan umum, merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres). Dengan kata lain, seluruh tanggung jawab pemeliharaan serta operasional jembatan ini akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

"Selama ini operasi dan pemeliharaannya oleh PT Jasa Marga Tbk, dan sejak 2009 hingga saat ini, total pendapatan Jembatan Suramadu sekitar Rp1,5 triliun atau sekitar Rp100 sampai Rp200 miliar per tahun," ucap Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, dalam laporan AntaraNews.

Kendati diambil alih pemerintah, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitasi Jalan Daerah Kementerian PUPR Hedy Rahadian menegaskan tidak akan ada perubahan operasional berikut prosedur keselamatan di Jembatan Suramadu.

Hedy memperkirakan, dana operasional dan pemeliharaan (OP) Jembatan Suramadu pada kisaran angka Rp25 sampai Rp30 miliar per tahun. Dana itu turut memperhitungkan usia jembatan yang diresmikan Presiden Susilo "SBY" Bambang Yudhoyono ini.

Keputusan pemangkasan tarif tol Jembatan Suramadu ini sebenarnya bukan kebijakan baru. Pada 2015, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan serupa khusus untuk pengguna kendaraan roda dua. Keputusan ini dituangkan dalam Kepmen PUPR Nomor 321/KPTS/M/2015.

Berselang satu tahun setelahnya, melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor 60/KPTS/M/2016, tarif tol untuk jenis kendaraan lain juga dipangkas 50 persen. Sayangnya, kebijakan itu tidak membawa dampak yang signifikan atas tujuan yang dicari.

Hasil Kajian Ekonomi Regional (KER) Jawa Timur yang dikeluarkan Bank Indonesia, September 2017, menunjukkan selama kurun 2013-2015, Madura adalah daerah termiskin di Jawa Timur dengan persentase kemiskinannya mencapai 21,86 persen.

Angka ini bahkan lebih tinggi dari rerata kemiskinan nasional yang mencapai 9,86 persen. Angka kemiskinan di Madura cukup merata di beberapa kabupaten, seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur juga menunjukkan, persentase tingkat kemiskinan absolut di Jawa Timur pada 2012 dan 2014 masing-masingnya sebesar 13,08 persen dan 12,28 persen.

Pendapatan per kapita masyarakat Madura juga rendah, yakni kisaran Rp9 juta-Rp15 juta per tahun, dua kali lebih sedikit dari masyarakat di Surabaya sebesar Rp30 juta per tahun.
Pembangunan enam zaman
Catatan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) menyebut, rencana menghubungkan Surabaya dan Madura melalui jalur darat sudah dirangkai sejak 1960. Penggagasnya adalah Prof. Dr. Ir. Sedyatmo, tokoh insinyur sipil Indonesia pada era kepemimpinan Presiden Soekarno.

Ide awalnya adalah membangun hubungan langsung antara Pulau Sumatra, Jawa, dan Bali. Ide ini mendapatkan respons positif. Sekitar tahun 1965, Sedyatmo, yang merupakan lulusan Hollandsch-Inlandsche School (HIS) dan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB), membuat konsep pengembangan Jembatan Selat Sunda.

Februari 1986, ketika itu pemerintahan sudah berada di bawah kendali Presiden Soeharto, kajian awal studi ini dilakukan. Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT BJ Habibie dipilih sebagai ketua tim pengkaji.

Proyek ini diberi nama Tri Nusa Bima Sakti. BPPT ditugaskan melakukan studi terkait kondisi alam, sementara Kementerian Pekerjaan Umum ditugaskan melakukan studi sosio-ekonomi dan implementasinya. Proyek ini juga mendapat bantuan dari ahli Jepang.

Dari seluruh hasil analisis, ditemukan satu rekomendasi penting. Sebagai kota pelabuhan terbesar kedua setelah Jakarta, pengembangan ekspor dan impor di Surabaya penting dilakukan. Madura dianggap sebagai kunci pokok dalam perluasan kota metropolitan Surabaya.

Rekomendasi ini yang akhirnya menjadi titik penguat untuk melakukan studi teknis dan pendukung lainnya.

Rencana pembangunan berhenti saat Indonesia didera krisis moneter pada 1997-1998. Hingga akhirnya putri Soekarno, Presiden Megawati Soekarnoputri, mengesahkan rencana pembangunan jembatan ini pada 20 Juli 2003.

Proses pembangunan cukup panjang, sekitar enam tahun. Alhasil, ketika itu Presiden SBY-lah yang meresmikan jembatan dengan panjang 5,4 kilometer dan lebar 2 meter x 15 meter ini, tepatnya pada 10 Juni 2009.
Berharap gerak ekonomi dari penghapusan tarif Suramadu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...tarif-suramadu

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Berharap gerak ekonomi dari penghapusan tarif Suramadu Upaya meredam dampak insiden pembakaran bendera di Garut

- Berharap gerak ekonomi dari penghapusan tarif Suramadu Kemana aliran dana para calon jemaah haji

- Berharap gerak ekonomi dari penghapusan tarif Suramadu Freeport akan gali tambang baru tahun depan



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di