alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
"Nikmatilah Lara" (inspired and experienced from my own life events)
4.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd36851c1d7707a2a8b4567/quotnikmatilah-laraquot-inspired-and-experienced-from-my-own-life-events

"Nikmatilah Lara" (inspired and experienced from true events.)

Hai Agan dan Sis semua, assalamualaikum dan salam sejahtera bagi kita semua dan alam semesta. 

For couple of years back till now, my personal life quite complicated yet turbulence. Jadi cerita ini ane buat sebenernya as a therapy for my insight pain and confuse. In which i hope it could relieve some of them out. Semacam proses Gandalf kalo lagi smoke pipe-nya di LOTR. Nah ane ibaratkan proses menulis ini juga seperti itu. 

Dont expect too much, from any persepective, of my writing, ini lebih seperti proses "muntah" ane atas segala hal yang ane rasakan dan sure, pasti akan ada kontroversi. "Exciting is easy, endurance is the hardhship" . Jadi kalo mendadak suka banyak update atau sebaliknya mohon dimaklumi ganemoticon-Smilie.

Timeline cerita mostly akan maju mundur ( time mark akan ditandai di tiap update thread, namun tahunnya sengaja ane acak biar tetep pseudo ceritanya..heheheemoticon-Malu (S) ). Ane masih newbie, baik dalam hal menulis maupun dalam hal ngaskus, jadi kritik dan saran yang membangun sangat ane harapkan. So enjoy dan semoga agan dan sis semua mendoakan yang terbaik yaa buat para tokoh didalamnya. Happy reading mates!


Warm Regards,


Ananta.

----------------------------------------------------------------------------------------------:----------------------------------------------------------------------------------------------

Pram: seorang pria, usia akhir 20an awal 30an, kulit sawo matang, a bit arabish in some perspective, 170an cm, berat cukup ideal, pada dasarnya orangnya jenaka dan senang membantu sesama, and love to to tell silly jokes on his mates. Tetapi Pram memilki insight yang kadang sulit di tebak dan some how overthingker and everytime his self in the crowd he feels like his energy is sucked. Oleh karena itu kadang teman-temanya melihat ia sebagai seorang yang moody, padahal sih dia hanya butuh waktu sendiri setelah dia sering berada di keramaian. Mostly dalam hidupnya dia merasa yang paling ngerti tentang dirinya cuma Ibunya. memilki hobi membaca sejarah dan politik serta musik (dengerin doang, mainin alat musiknya sih gak bisa ) Lulusan salah satu PTN di Jawa Barat, memiliki pekerjaan sebagai seorang In-house Legal Counsel dan karena ketertarikannya di bidang pertambangan dan energi dia memilih untuk berkarir di industri tersebut (walaupun pada saat kuliah tergila-gila dengan Ernesto Guevarra, Fidel Castro, Tan Malaka, namun kalau urusan cari duit, idealisme dikantongin dulu..hehe).

Mar: Seorang wanita ceria, sensitif serta meticulous, berusia kurang lebih sama dengan Pram, putih, dengan rambut sebahu (yang belakangan dicat bronzy) berkacamata, tinggi sekitar 160an, ideal weight for a lady. Tipikal wanita dengan senyum lebar (which means biasanya kalau perempuan bersenyum lebar seorang yang cheerful and sincere and loveable), cerdas dan ramah, wanita metropolitan with updated iOS phone, white-coloured car, balen and the ganks lover. kebalikan dari Pram, she hates read. berkarier di bidang fmcg as communication specialist. quite abitious, but in a positive mean ya, perfectionist, cerewet, Mostly hates to all her ex-es.

These two was quite have a lot of things in common in the past.

-Jakarta, Pertengahan Mei 2017-

Pram dan Mar terduduk disalah satu kedai kopi di suatu sudut mall di bilangan Jakarta Pusat. Jam sudah menunjukkan pukul 20:45 WIB, dan mereka masih belum mau beranjak pergi. Tidak ada yang berani biIang "yuk udah malem" duluan, karena waktu sangat berharga bagi mereka berdua walaupun saat ini keduanya sibuk dengan cellphone dan pikirannya masing-masing. Caramel Machiato Pram udah habis, sedangkan Hazelnut Latte Mar hampir tak tersentuh, tidak ada apetite untuk memasukan makanan ataupun minuman pada diri Mar saat itu. Sedangkan Pram disaat-saat seperti itu justru sebaliknya, he able to eat a whole turkey and barrells of beers while on stressfull mood. But anyhow, lately he already quit drinks. So he just took the machiato emoticon-Smilie

Beberapa kali cellphone Pram berdering, namun dengan sekali pencet dia menolaknya. Mar memperhatikannya dengan dingin dan alis mengkerut. Seakan tau siapa yang menelepon Pram. Pada saat cellphone berdering untuk yang ketiga kalinya, Mar berdiri dengan wajah ketus sambil menarik tasnya dari meja. Diikuti Pram berjalan cepat mengejarnya dari belakang.

"Mar..tungguin!..ish!! jalannya cepet-cepet amat sih, heran aku sama perempuan gak hati gak fisik seneng bener self-harmful".

""Maksud lo?!!" Mar setengah menghardik.

"Ya itu, kamu pake hak setinggi itu, tapi jalannya udah macem lomba gerak jalan tingkat kecamatan, cepet benerr..hehe".

"Gak lucuk!!..malem-malem masih aja joke lo garing deehh!".

"....ngkhaayyy" kata Pram sambil mumbling.

Sesaat setelah sampe mobil, Mar meminta Pram untuk stay sebentar. "

"Aku masih kangen kamu, Pram" katanya.

Ok..we stay for while".

"But make sure your phone off ya Pram".

"Ya ga bisalah Mar, kamu tau kan..."

"Ok, atleast switch it to silent mode"

"biip.."

"Udah tuh".

2 Menit setelah Pram men-silent mode cellphone-nya, mereka masih aja diam. Pram juga gak sampe hati untuk segera menghidupkan mobil dan lanjut pulang mengantar Mar. Jauh didalam lubuk hatinya dia mau Mar selalu bersama dengannya. All of sudden suara Mar memecah keheningan diantara mereka.

"Pram, aku gak bisa nerusin ini lagi. Ini harus selesai saat ini juga. I want you to be a stranger, again!” .

"kog tiba-tiba begini sih?".

Care dan sayang yang kamu kasih ke akui tu kek racun, Pram. Its toxicating diri aku sendiri, the more i consume, the more i poisioned by those”.

"Kamu ke aku itu, ibarat dementor, Pram!”

"........."

"Udah? masih ada lanjutannya, gak?"

"If you still have anything in your mind, throw it all. I dont wanna tomorrow, when i call you, you give me another silent treatment. I hate it! and you know it from the very beginning".

"i'll do!..infact, i'll do it NOW!! RIGHT if front of your face!!!".

"Chill love, no need to scream. I hear you".

"I will not argue malem ini, bagaimanapun aku as*hole-nya. Yes! im the a*shole for the both side" .


Diubah oleh ananta.toer87
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5

Part 2 - I wanna hear your smile-


Setelah conversation tersebut, lagi-lagi senyap menyergap keduanya dan karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 22:00 WIB, Pram akhirnya memutuskan untuk menyalakan mobilnya, menunggu sebentar hingga mesin mobil menghangat, kemudian memasukan perseneling ke posisi “D” dan mobil pun perlahan berjalan meninggalkan Parkiran P2 pada Mall tersebut. Pram memang selalu memarkirkan mobilnya dilokasi yang sama setiap mereka ke Mall tersebut. “Biar kenangannya menyesap sempurna” katanya setiap Mar menanyakan apa alasan Pram selalu memarkirkan mobilnya di lokasi yang sama.

“I think you heard me wrong, I hear your eyes
I think it came out wrong, a pillow of lies
Mmm…
“I think you heard me wrong, I hear your eyes
I think it came out wrong, a pillow of lies
Oh, baby please I'm on my needs
(Oh my words are painful)
Oh, baby please I'm on my needs
(Oh my words seem hateful)
But we're building you and me
Don't cry that way
Oohhh, no need to hold your head so low
Don't let that devil get you down
The words I used are way too strong, unstable
Come on baby
Oh, baby please I'm on my needs
(Oh my words are painful)
Oh, baby please I'm on my needs
(Oh my words seem hateful)
But we're building you and me
Don't cry that way”
I wanna see your smile..”


Lagu “Please” dari “Rhye” mengalun lembut. Pram mendengarkan liriknya dengan seksama. Dalam hati bergumam “Ya Tuhan..i guess the devil not only already get me down, but also conquer my logic and mind”. Mar tetap diam seribu kata. Sambil sesekali mengecek her new cellphone. She always did that, every time her heart is trembling, she always do that shop-therapy, thou after shop, she still feel bad mood.

“Pram, besok aku bawa mobil ke kantor,kita ga ketemu ya besok”

tiba-tiba dia teringat besok ada janji untuk meet up dengan teman-temannya.

“Ok, besok juga aku kan rencana ke Ambon. Lupa ya?”

[I]“inget kog, that PR and sealed issue,kan? Ofcourse I remember. Don’t compare me, dong!”


“ishh, siapa yang banding-bandingin coba? I just recall.”

“What happened with you tonite?”

“Udah sini peluk aja!”


Pram kemudian merangkulkan tangannya ke bahu Mar, diikuti dengan Mar yang mendekat dan menjatuhkan kepalanya ke pundak Pram. Di saat-saat seperti ini lah Pram merasa sangat bahagia. Mar, perempuan itu, ia mengerti hampir semua kegelisahan, mimpi-mimpi, dan cita-cita Pram dan hanya Mar pula yang tau harus bersikap seperti apa saat Pram sedang dalam situasi seperti itu.

“Btw, kamu udh packing-up belum? Udah jam segini balik, jam berapa lagi mau packing? Udah bilang dia? Kalo gw jadi dia mah, udh gw siapin dari kapan tau!”

“…. Udah bilang tadi ama Mbak Yem, untuk setrikain beberapa kemeja dan celana yang aku mau bawa. Udah dong Mar, jangan ketus gitu ngomongnya. Lagian aku juga kemungkinan cuma sehari”.


“You take the the night flight kan? Jangan lupa tiket di save di hp”


“jangan lupa juga dokumen-dokumen yang kamu ceritain minggu lalu dibawa. Ambon jauh loh, kalo ketinggalan berabe”.

“Jangan lupa juga pake mobil rental aja, biar gak jadi bad PR lagi nantinya”

Yang dikasih tau manggut-manggut aja sambil pura-pura gak suka dicerewetin padahal dalem hati, “Universe must be joking on me. Where have you been during the last 6 years Mar!! ”

“Pram, hati-hati drive home-nya ya. Take mint-candy instead of smoke kalo ngantuk! Inget loh”

“Iya, sayang. Sure”

“Now I wanna hear my peanut give her smile on me, before I drive back home”

No candy nor cigarette will stand me wake. It is your smile! Good night my peanut.”

“Nite mine”.

“Eh no no..i took back my last sentence def. Good nite Pram. Nah its more than enough”


“…..”


~to continued~





~Rhye~ Please
Diubah oleh ananta.toer87
On the night like this, there're so many things i wanna tell you

--Nite Mar, see you in my dream--

menarik gan

Part 3 -Mid June-Nov 2001- ~flash back~

Pram POV:

I always love Friday, no matter what and how it flew, I always love Friday. Alesannya sederhana, Pertama: jumat itu harinya singkat, belajar Cuma 3 jam pelajaran (1 jam pelajaran +/- 45 Menit) karena paginya ada senam dan jumsih (jumat bersih), abis itu ada shalat jumat, bagi yang muslim, sehabis jumatan dilanjutkan dengan istirahat makan siang, then voila! Last bell of the week is ring. Tapi diluar dari itu semua, selalu ada perasaan yang mendamaikan setiap hari Jumat, mungkin karena bagi umat muslim, hari jumat itu adalah hari yang dianggap baik, hari dimana pintu langit dibuka dan Tuhan mendengarkan doa-doa sekaligus mengijabah-nya. I always feel peace and warm with Friday.

Begitu juga peristiwa itu terjadi di hari Jumat. Motor yang saya kendarai ditabrak oleh mobil sejenis van, pada saat berangkat menuju sekolah. It was one gloomy Friday that I’ll always remember. Semua terjadi dengan sangat cepat, tiba-tiba saja saya sudah tertidur di aspal jalanan. Untungnya karena menggunakan helm penuh (full face) tidak terdapat cedera disekitar kepala. Namun saat ingin mencoba bangun terasa ada yang berdenyut nyeri disekitar tulang kering kaki kiri saya. Pasa saat saya raba bentuknya rada aneh, membengkok disertai dengan bagian tengah tulang kering yang “penyok”. Perasaan sudah tidak enak, saya membatin “ini pasti patah”. Orang-orang disekitar sudah mengerubungi tapi sayangnya cuma menonton saja. Typicall, rite? emoticon-Stick Out Tongue

Untungnya ada salah seorang tetanggaku yang melintas dan mengenali motorku, Astrea Prima 80 ku tergeletak pasrah dipinggir jalan. Dialah yang membawaku kembali kerumah. Sedangkan sang penabrak? Sudah pergi entah kemana. Long short story, karena punya trauma dengan salah satu keluarganya, mama bersikeras untuk membawaku ke pengobatan tradisional. Treatmentnya adalah setelah kakiku “diluruskan” oleh sang dukun patah, kemudian kakiku di bebat oleh perban coklat yang didalamnya telah disanggah oleh bambu-bambu seukuran panjang 20 cm dan lebar 5 cm yang dipasang mengelilingi tulang kering kakiku yang patah. Bambu-bambu tersebut berfungsi sebagai penyanggah bagian tulang yang patah kemudian aku diharuskan rawat-inap di dalam komplek pengobatan tersebut dan tidak boleh bangun dari tempat tidur sampai lokasi tulang yang patah kembali padat. Teorinya adalah bagian tulang yang patah akan secara alami menumbuhkan tulang baru namun pada masa awal pembentukan tulang baru kepadatannya masih rapuh, sehingga kaki yang patah tersebut tidak boleh bergerak sama sekali. Setiap pagi Si Bapak akan membuka perban dan melakukan pengecekan terhadap kaki tersebut. Total hampir 30 hari saya harus menginap disana.

Setelah dinyatakan boleh pulang, saya harus menjalani rawat jalan tetapi dengan syarat kaki kiri tetap belum boleh digunakan. Jadi harus belajar menggunakan tongkat kruk (kanan-kiri). Kejadian tersebut sedikit banyak merubah diri saya, both physically and psychologically. Secara fisik karena setelah kejadian itu kaki kiri saya jadi sedikt berubah anatominya (not to mention the detail ya) dan secara psikologis banyak teman-teman yang berkomentar bahwa dengan keadaan kaki yang sudah pernah patah kesempatan meniti karir jadi sedikit terbatas, “gak bisa jadi abri lo Pram” begitu komentar temanku, adalagi yang lain yang mengatakan bahwa “Gak bisa jadi PNS juga lo, karena dulu bapak gw ada tes kaki”. Gara-gara itu jadi kepikiran terus kann..”jadi apa gw nanti”..

Sebagai anak pertama, ortu selalu concern tentang masa depan saya. “…sebagai path adek-adek kamu, kamu harus sukses, Mas!!” begitu Bokap selalu bilang. Ditambah dengan didikan nyokap yang disiplin jadilah saya pun ikutan kepikiran sama hal gitu. Beberapa bulan setelah kejadian, dimana saya sudah menaiki kelas 2, tetap masih menggunakan kruk, tapi tinggal 1 kruk saja. Gosip beredar luas ada anak kelas 1 yang mengalami kecelakaan yang hampir serupa. Rio namanya. I knew him and ofcourse I was surprised too. Pacarnya Rio ini sering juga papasan dengan saya, khususnya di kantin. but I barely know her name. The only I knew was Rio always called her “Yan”.

Well its just a reminiscing thought from past while gazing stars above anyway..

Diubah oleh ananta.toer87
Balasan post didalamgelapmu
Hehe..baru upload Part 3 nih..thank you for enjoying my sketch yaemoticon-Smilie
Hai Mar..dont forget to be by my side tonite in our dreams ya..

Nighty night my peanut:*

Deep condolence for Lion Air JT610. Al fatihah buat para korban..semoga keluarga yang ditinggalkan sabar dan tawakal..amiinn allahuma amiinn..

Part 4 -Mestakung-


Pram dan Mar pertama kali bertemu di suatu Jumat siang in the mid of February 2016, hujan baru saja turun saat itu dan menyisakan awan mendung serta angin yang berlambaian dengan malas. The very first time Tuhan melalui Semesta-Nya menghubungkan Pram dan Mar serta membiarkan mereka berinteraksi secara langsung satu sama lain. Lokasinya di salah satu convention center di bilangan Jakarta Pusat, pada suatu event pertambangan dan energi, waktu itu Mar masih bekerja sebagai PR Consultant, PR Firm-nya di hired oleh salah satu perusahaan energi. Pram was about to have one and two puffs outside the building where he realize he forgot to bring his lighter. Anyhow anyway, he randomly asking persons nearby the ashtray box. 1st attempt “Maaf gak ngerokok, Mas”, 2nd one “wes brenti, Mas”, 3rd attempt “Kalo gw bawa lighter-nya tapi gak bawa rokoknya boleh barter, gak??” Bisa tebak yang mana yang jawaban Mar? Yap!! The 3rd one was her. Mar dengan gayanya yang ceria dan senyum lebarnya.

“Ohh boleh Mbak, tapi rokok saya Dulnih warna ungu, biasa ngerokok itu gak? Pram menjawab Mar dengan singkat.

“Yaah..saya rokoknya Djarcok, Mas”

“gokiilll!! Kalo beneran mbaknya ngerokok djarcok, saya bakal masukin feisbouk saya nih. Anti mainstream berat!”

*big grind*. ”hehe..gak deeng..gw gak ngerokok. Ini korek temen gw, dia nitip karena sama pacarnya udah disuruh berenti tapi gak berenti-berenti”.

“Ah see then..Boleh pinjem lighter-nya ya?

“Sure..pake aja”

Setelah Pram membakar rokoknya and took the first tasteful puff, dia mengembalikan lighter-nya ke Mar, sambil mengucapkan “terima kasih” kemudian berbalik arah kearah boks asbak. Tapi yang membelakangi gak sadar jika yang punya lighter belum beranjak. Karena merasa ada yang memperhatikan dari belakang, Pram menolehkan kepalanya.

“Loh belom cabut, mbaknya?”

“I was in a glanced feel like ever saw your face..Tapi gak tau dimana”

“Really?? Emang siihh, dulu gw model majalah “Aneka Noo” tau gak?” Sambil memberikan senyuman paling tengil yang bisa Pram buat kepada Mar.

“HAHAHAHA..NAJIISSSS!! Aneka Yezz kali?!”

“Aneka Yezz yang main stream-nya. Kalo yang Aneka Noo yang indie-nya..HAHAHAHA..”

“Nice try anyway!” Kata Mar.

“Elo mau balik kedalem atau mau nemenin gw ngerokok, nih?? Gw gak biasa ngerokok sambil mandangin stranger nih.. Mending gw mandangin Boks Asbak.. I’m Pramoedia Pradana btw” Ucap Pram sambil memberikan tangan kanannya untuk bersalaman.

“oh..haha..gw Marjana Soedargo*” (nama Mar, menggunakan ejaan lama jadi huruf “j”nya dibaca “y”)

“I see. Dipanggilnya? “Mar” atau “Jana”?

“you can call me “Mar”

“Ok. Dari perusahaan mana, Mar? kalo dari bentukan lo, gw tebak ya?! Paling gak jauh dari yang kantornya di rasuna ya?”


“Haha..tebakan lo gak spesifik! Di Rasuna banyak kalee perusahaan tambang ato energi”

“hehe..yaah yang itu deeh, yang billboard-nya gede banget..”

“Hahaha..actually im not directly from that company, they hire my firm. I’m PR consultant btw”


“Ah..see that. I thought PR person only friendly to their client loh..hehe”


“Shitt! How come you conclude, that?”


“Cos, I was worked for firm to..i was on lawfirm. Practically we more friendly to our clients, tapi bukan berarti sama yang bukan jadi ga friendly loh. Ini buktinya gw friendly ke elo kan..hehe..”


“hum..typicall lo!”


“sorry?”


“iyee tipikal loyer dan tipikal konsultan. Jago ngeless”

“Haha..noo..its simply fact thou”

“Lo sendiri dari perusahaan tambang, Pram?”

“gw di power plant, yang kantornya di sekitaran mustop. Tau gak? Pasti gak tau deh”

“gakk..hehehe. bagian apa? Corsec ya? Apa corcom?”

“bukan, gw legal”

“LAH..piye toh? Bisanya kan yang ikut event ginian kalo gak corsec, corcom, atau ya PR lah pokoknya ”

“hehe iye, tadi gw abis meeting ama si bos di sekitaran sini, terus mampir sini dulu, liat stand kita.”

“Lagi ada isu apa kantor klien lo sampe nyuruh lo kesini?”

“nggak. Mereka lagi ngabisin retainer hours yang belum kepake di bulan ini aja, buat nambah-nambahin aja, gw jadi disuruh kesini sama bos gw, buat covering tambahan aja.”

“oohh..gw pikir lagi ada isu apa gitu. Mahal yee firm lo.”

“ehh..rokok gw udh abis nih, gw masuk dulu ya. Bareng, ga?”

“yukk..”


Sambil berjalan bersisian, Mar menanyakan “eh..lo tau kantor batubara yg di gatsu, gak?”

“yang mana? Yang satu gedung sama tempat disko,itu?”

“haha..”disko” banget mas bahasanya”

“hehehe..ya abis..apa dong?”

“bukan, sebelahnya. Sebelah plaho itu”

“ooh tau, gw dulu sempet disitu dulu. Abt couple years lah”

“kenapa, ada gebetan lo disitu? Atau pacar? Apa mantan?”

“hahaha..nggak, I was there but just couple days doing gitu..haha..parah, gw kurang cocok ama ambience-nya”

“Really??! Taun berapa? Wahh jangan-jangan yg dulu sempet rame tuh, gw masih disitu pas ada cerita itu, gw di anak perusahaannya sih di lantai 3. Lo yang di holding ya?”

“anjirr! Gak nyangka gw ktmu ama tsk-nya sekarang..hahaha..parah lo, Mar!!”

“itu bos lo yang sempet jadi [*] itu kan??”

“ho’oh..”

“wah coba elo terusin, udh jadi terkenal lo skrg..hehehe”

“hahaha..rese’ lo. Gak ah”

“what a small world ya”

“gw sempet penasaran sih ama bentukan lo dulu. Banyak loh yang mau masuk situ. Bagus tau Mar”

“Nah elo sendiri skrg cabut! Bagus gimana?”

“haha..gw cabut karena gw pengen nyoba yang baru”

“tapi beneran, gw suka ambience-nya, bos gw juga disitu asik..ya enaklah”

“Ya gw kurang cocok aja ambience-nya. Gimana ya, kurang gw aja gitu”

“Anjiww..hehehe”

“Sebenernya sih fine aja Pram, the bos look friendly and wise, Cuma ya intuisi gw aja kurang gitu”

“skrg?”

“so far enjoy lahh gw..Cuma lagi consider to moving forward sih”

“well, I hope for the best lah kalo lo emg lagi nyari yang baru”

“anyway, stand kantor gw yang itu” Sambil Pram menunjuk ke salah satu stand.

“oohh I see. Ok Pram nice to talk. Sukses selalu yaa.” Sambil kasih tangan kanannya untuk bersalaman.

“thanks Mar. you to. Btw lo punya link*d@n? Gw add ya?”

“ada. Search aja nama gw. Nama gw pake ejaan lama tapi.”

Begitulah Pram dan Mar pertama kali bertemu dan berinteraksi. Saat ngobrol dengan Mar, Pram merasa seperti sudah mengenalnya lama dan akrab. Percakapan riang yang mengalir dengan alami tanpa perlu pencitraan. MUngkin karena Pram dan Mar, practically, pernah satu kantor, walau Mar cuma bertahan beberapa hari di kantor tersebut. Pram meng-add link*d@n Mar beberapa hari kemudian tanpa intensi apapun karena Pram telah memiliki dia, dia yang selalu ada dalam doa Pram, meminta kepada-Nya agar dia bisa berubah menjadi lebih baik dan mampu memahaminya.…even though, its been over than 6 years ago, since Pram wished his first pray about her.

~to be continued~

im not ok

- “Elo terlalu ngertiin gw!! Jadi gw percaya dan yakin, semesta gak lagi becanda saat menakdirkan gw dan elo ketemu!!” –Pram to Mar-

Part 5 –Lust lost, Love found-

…tuuttt..tuuttt..nada sambung telepon berbunyi. Pram sudah berada di boarding room, Bandara Sutta, night flight to Ambon will take off at 23:05 WIB. Pram pergi bersama beberapa kolega kantornya, 2 foreign men dan 1 orang berkebangsaan Indonesia. Mereka masih berada di coffee shop, sedangkan Pram pamit duluan untuk menelpon.

“Hi-low! Assalamualaikum my peanut” begitu pram membuka pembicaraan

“Walaikumsalam Pram” sapanya dengan hangat

“Ih..gitu doang deh balesnya” kata Pram

“HAHA..ya maunya gimana dong? You’re not my property anyway”

“……”

“Kamu lagi kenapa sih, Peanut?”

“Gpp, lagi hectic aja tadi dikantor. Banyak release yang harus dibuat, plus meeting sama bbrp klien”

“Skrg?”

“Udah nggak. Ini mau siap-siap balik”

“Good then”

“Eh kamu dinner apa?”

“Salad doang tadi bareng Sasa sama Diah. Tenggorokan aku gak enak niihh, keknya mau radang deh”

“Tuh kaan, pasti minum dingin terus deh kamu, ya?..i’ told ya not to kan”

“Hawa Jakarta lagi panas Pram, ditambah hawa deket kamu kan. Jadi aja makin panas”

“HAHAHA…lucuk kamuuu!..sini aku smooch jauh..MUUUACCCHHH!”

“Ogaahhh…eh how’s your things? Semua lengkap kan, Pram? Aku gak mau lo denger kamu sebel-sebel besok ketinggalan ini dan itu. Km sama siapa aja?”

“Udah Marrr..tiket: checked; documents: checked; pesen mobil rental: checked. Aku bareng si Mike, Nathan, sama Andri.”

“Legal documents yang [@#$$%%%] juga udah?”

“Waaaww lengkap ya! Detail banget deh kamu. Im really flattered not a single person can detailing my stuff as complete as you, ya kecuali Mama”

so im on 2nd rank, ya?”

“eh gak ding, you’re 3rd, nomer 2-nya my lovely Mbak Yem!! hahahaha”

“Aaa! How come you put me below Mbak Yem?!!”

"Well, it is absolutely justifiable, pertama yang selalu bukain pintu kalo pulang jam brp aja selalu dia, aer panas udah siap, sebelum sampe rumah selalu Wa, “mau sarapan apa, mas besok pagi?”, pagi pas mau berangkat, kopi aku udh disiapin with 1,5 spoon of sugar. Kurang apa coba?! Untung aja dia gak se-oke kamu, kalo gak im already fall for her kali..hehehe”

“Hee…iya sih, untung aja dia gak sekalian pas lo tidur masuk kamar terus bobo bareng yee.”

“hummm..should I laugh for that one? Sarcas deh kamu malem-malem”

“HAHAHA..Noo..i telling fact. Is she really never, you know take the role as your..??”

“ishh..should we talk about this, Mar? come on”

“Ya nggak. Gw sih liatnya kamu aja yang lebay. How come you stay more than 6 years with that kind of situation?? Lebay bukan artinya?”

“here we go again….kita kan udah pernah bahas ini Mar. Thousand time. ayo dong Mar, im tired, bau ketek and still waiting for my 4-hour-long-flight. Kamu tau kan aku baru sampe besok pagi loh.”

“its 3 and half hours flight to be precise! Lebay lo bau ketek!!”

“iyaaa..makanya udah dong nanti tambah bau keteknya.. Really I need you now Mar. Need you rubbing my back, stroking my hair. Asking my day, listen to my swearing words. Can we not arguing for such thing, please..”

“yaa ok…im sorry, im just overwhelming my feeling towards us..Come let me rub your back, sepulang kamu dari sana ya. How’s your day? I know, you must be damn tired and stressful. Apologize my selfishness ya Pram”

“can we have video call now?? Aku mau liat kamuu….”

“Bentar yaa..aku sampe mobil dulu, I’ll vc you”

“Love..”

“Ya Mar..”

“I really wish im the one who open for the door for you and make your coffee in the morning.”

“buruan sampe mobil. Aku makin kangen mau liat kamu!!..”



Pram dan Mar –chat

7:30 WIT, Hotel Room.

“Mar, aku udah di hotel ya” pesan Pram melalui instant messenger kepada Mar

20 Menit kemudian Mar membalas “alrite. Got ur breakfast? Tidur gak selama flight??”

“tidur ayam doang, baru sarapan, buah doang, sama ngopi. Mataku perih Mar”

“Buah apa? Melon ya? Aku udh pernah bilang loh, kalo perut kosong jangan langsung makan melon, maag kamu tuh. Ngopi pula. Get some carb then.”

“Iyaa, aku makan bubur ayam dikit”

“Hotelnya enak deh, viewnya pantai..wish you were here!”

“ngarepp! Coba kirim fotonya”

*send pict to Mar

“iya bagus. My dream tuh, have a wedding ceremony on side of the beach. Tapi siapa yang mau ngelamar gw  ”


“dih, aku gak kamu itung??”

“NGGAK”


“…..”
Diubah oleh ananta.toer87

its not living if its not with you

Good morning my peanut. cheer up for the gloomy wed. im right here beside you. Smoochh my Mar :***

&start_radio=1&list=RDr-14ylqaQC0

Part 6a – Ramen of Surprise-

April-May 2016

Beberapa hari setelah Pram meng-add Link$%in Mar, ternyata Mar tidak langsung meng-approve-nya. It took almost a month Mar meng-approve-nya. Kalo pengakuan Mar sih “add-request-nya banyak Pram, punya lo jadi melorot kebawah, mata gw sliwer kek-nya. Baru sadar pas beberapa minggu setelah itu”.

Beberapa hari setelah Pram dapet notifkasi approved, Pram gak mengirimkan pesan apapun ke Mar, baru pada suatu hari di pertengahan April, saat sedang buka account Link$%in-nya, dia melihat otomatic update status connected person. Salah satunya adalah Mar “Congratulate Marjana Soedargo for starting a new position as [*]” begitu notifikasi yang Pram dapet.

“Wah..si Mar beneran cabut nih” batin Pram.

“Woi Mar! congrats ya, beneran cabut lo ternyata” begitu isi pesan Pram kepada Mar melalui Link$%in messanger.

“Hi Pram! Hehe..iya, baru beberapa hari nih”

“kewl! Traktiran?? emoticon-Stick Out Tongue

“haha..aturable Pram. Boleh-boleh..kapan lah Pak Bos ada waktu kosong. Saya mah apa atuh cuma kroco mumet waktu selalu senggang. Pak Bos Pram lah yang jadwal-nya padet”

“haha..najong lo! Jumat minggu depan ??”

“dihh, langsung nodong loh dia. hehe..boleh-boleh. After office ya, sekitar 18:30an lah. Gak enak gw anak baru kalo cabut cepet-cepet”

“Lol..yee daripada lo berubah pikiran kaann. Siapp..gw jg jogging dulu biasanya di Senayan kog. Mau ktmu dimana?”

“Mall yang deket kantor lo aja, sekalian gw ada yang mau diliat”

“yang mana? Kan ada 2 mall yang deket gw. Yang seberang STC?”

“Yang sebelahnya aja”

“Perfect. Abt 7 brt ya? Kantor baru lo dimana sih?”

“simatupang Pram.”

“Eh nomer lo brp?”

“0818###@87”


-Jumat, mid of April 2016-

18:34: “udh sampe, Mar? gw baru beres jogging nih. Masih di Senayan tapi”. Pram mengirimkan pesan Wa ke Mar.

18:40: “Gw bentar lagi sampe Pram. Bentar ya”

18:43: “no worries, gw baru beres maghriban”

18:47: “Baru sampe lobby nih Pram. Lo dimana?Ktmu dimana? Gw mau ke Araz sih”

18:47: “ok ktmuan disana aja. Gw abis dari Sonlaw beli martabak..hehehe..lavarrremoticon-Stick Out Tongue

18:49: “Haha eluu baru jogging udah gorengan lagi. Anyway, emg ada jualan gituan ya di Sonlaw? Enak ga?”

18:49: “LOL..laper Marr..hehe..mayan sih, mau lo? Gw bawain”

18:50: “Ok”

Tutt..tut..tersambung..”dimana Mar? gw depan Araz nih”/ "gw dibagian cw, Pake kemeja putih” / “Ok”

Baru memasuki Araz, dari kejauhan Pram sudah bisa mengenalinya. Sore itu, menurut Pram, Mar terlihat awesome “simple but thrill” katanya.
Rambutnya sudah lebih memanjang dari yang terakhir dilihatnya di pertengahan Februari lalu, saat ini dikuncir ponytail, menggunakan kemeja putih lengan panjang yang ada lambang “love merah, terus ada tulisan commmeee the gacoan” yang digulung messy, capri pants biru dongker, flat shoes coklat “tony brunch”, shoulder bag dengan merek yang sama dengan toko yang sedang didatanginya dan tentunya kacamatanya yang beberapa bulan lalu pertama kali Pram liat, “benrei kelabmister” ber-frame putih, so stunning!!

“Hai Mar! udah lama?” buka pram

“hai..baru nih..lima menit lah..mana martabaknya??”

“hahaha..najong bet, nih kresek gak liat?” *sambil menyodorkan plastic kresek putih ke Mar

*meraih kresek, buka isinya, nyamm!! “enak nih Pram!!..oily ya..”

“nyoihh..itu yang buat enak. Unhealthy one is the juiciest one!”

“hahaha..ehh bentar ya Pram, gw msh ada yang mau dicari. Gpp ya? Lo udah laper ya? Gw nyari kado buat temen soalnya, besok ultahnya. Jadi kudu dapet nih kadonya”

“ya sure. No worries Mar. take your time. Belum kog. Kan tadi udh nyemil martabak”

“nih masih ada 1 Pram kalo masih laper” sambil menyodorkan kresek putih

“Gak Mar udah cukup ahh, gw mau makan ramen abis ini. Ntar tingkat enaknya berkurang kalo udah kenyang..hehe”

“haha..gaya! mau nge-ramen emg? Yang dimana? Mall seberang?”

“iya maunya ramen sih. Any other option? Gw ikut aja sih, Ramen yang dibawah Mar. in between this mall and the ss office building. Tau ga?”

“ooh yaudh kalo mau Ramen. Gw ikut aja. Pernah dikasih tau temen gw, Cuma belom pernah nyoba sih. Enak?”

“buat gw sih enak. Gak tau ya kalo Bu Mar, tapi kalo diliat dari apetite lo nyikat martabak Sonlaw aja begitu sih, gw yakin Ramennya lo anggep enak bhuanget-bhuanget-bhuanget. Kalo gw cukup “enak banget aja”

“HAHAHA…syitt..yaudh bentar ya, I shall pick between this one and this. Which one dya prefer from these two dresses??” sambil dia menyuruh Pram untuk memiih antara dua dress tersebut.

“I prefer the yellow with bluish abstract one. Kesannya warm gitu..haha”

“Jirr..sotoy abis lo. Hypothetically gw jg milih ini. Cuma minta pembenaran lo aja sambil tadi dalem hati gw mengsubliminal message-kan elu “ayo pram pilih yang kuning, yang kuning..ning..ning..Hahaha”

“HAHAHAHA..seriusan? gw baru tau nih lo bisa hipnotis. Eh bener kan ya?”

“Iya bener. Nanti gw ceritain deh, gw bayar dulu ya”


sambil berjalan menuju kasir. Pram masih berdiri ditempat yang sama, sambil membuka cellphone-nya. Dia melihat ada satu notifikasi pesan masuk. Mbak Yem: “Ass..Mas, besok anak-anak mau diajak pergi olahraga pagi sama Akas dan Ajut* jangan balik terlalu malem”. Reply: “Aku gak ikut kali Mbak. Gak usah dibuatin air panas, aku balik rada malem”. Mbak Yem: “Ya Mas”.

“Pram, yuk..udah gw” lamunan Pram terpecah oleh suara Mar.

“Baru aja gw mau ke kasir, mau bantu bayar” katanya sambil nyengir.

“yee telat!”

“gw bilang “bantu bayar loh” bukan “bayarin” beda tuh. Bantu bayar maksudnya gw yang kasih duitnya ke mbak kasir, atau kalo lo pake card, gw yang pencetin pinnya..hahaha maksud gw gitu”

“Mehh” sambil pasang muke mengkerut.

“Lewat mana Pram?”

“Loh kog ke parkiran, Pram? Lo gak bermaksud nyulik gw kan?”

“halah..itu mah elo yang ngarep diculik..haha..Enakan lewat sini Mar, kita lurus, terus belok kiri dikit, ntar ada lift, turun B1 deh. Lebih enak lewat situ gw”

“Mar, mau pesen apa?”
sesampainya mereka di restoran ramen.

“Lo duluan, gw ikut elo”

“Mbak ini ya, dagingnya yang beef ya, pake telor. Minumnya ocha dingin”
kata pram kepada mbaknya

“gw sama deh Pram, ehh..enakan chicken apa beef ya?”

“gw sih sukaan yang beef Mar.”

“ya deh mbak, saya samain”
….
“Gimana Mar kantor baru? Enjoy? Itu kan kantor yg lo bilang waktu kita ktmu di CCJ kan ya?”

“ho’oh..ya sejauh ini gw belom yang berat-berat sih, kan baru beberapa hari juga. Tapi ambience-nya gw suka. Seems fit on my shoes.”

“really? I hope so. Lo tuh emg gitu ya kalo milih kantor? Shud suit with your intuition gitu?”

“haha..gak juga sih Pram, Cuma gini, sekalian ya gw ceritain yang tadi gw bilang pas di Araz. Gw tuh kek punya sixth sense, ya bisa “liat” tapi itu sengaja gw asah. Tapi lebih ke intuisi aja, makannya gw kalo urusan perkantoran, selaen pertimbangan gaji dan fasilitas ya pasti urusan gitu”

“how do you know, yang ini punya ambience enak, yang ini nggak? Kek tiba-tiba ada yang ngomong gitu? Marjana, kantor ini jelek..gitu?”

“Gak lah..hahaha..lo pikir gw delusif. I just need to focus on my mind terus nanti kek sekelebat-sekelebat ada muncul momen gitu dipikiran gw. Kek kalo lo ngerasain dejavu, pernah ga? Kan rasanya pas lo ada di suatu moment, terus dipikirian lo muncul sekelebat bayangan bahwa lo pernah di momen itu sebelumnya kan?

“ooh dejavu, hum..iya ya? Ntr gw inget-inget. Iya sih..iya. Waktu lo dulu bilang pernah liat gw itu gmn? Is that dejavu or your-socalled-sixth-sense?”

“ohh itu, nggak sih, itu gak dejavu, I barely like I ever met you aja. Familiar ama muka lo. Tapi gak tau pernah jumpa dimana. I don’t know, mungkin kali ya. Btw lo dulu kuliah dimana, Pram?”

“gw dulu di univ [*] di jabar, lo?”

“heumm anak situ, pantes gaya-gayanya kek gini..hahaha..gw dulu di [*], jabar juga ya, Cuma beda kelas lah ama Pak Pram ini”

“haha…I see, loh emg disitu ada komunikasi ya? Baru tau gw”

“ada dong. Eh udh dateng nih ramen” *slurrpppp* “ehh iyaa bener lo. Enak bhuanget-bhuanget!!”

“hahaha,..ya kaann? Wait till you press the egg, scrambled it, then take slurp with the spoon”
“anjirr..gokill!”

And the conversation flowing more-more and more. They talk like two old souls just reunited. Untill there was one part of conversation which make them get shocked each other..

~to be continued~


X.O.X.O

Hi there Mar, hope you good ya, mungkin kamu masih inget, jumat adalah hari kita ya. Well..tomorrow is Friday, Mar. Looking forward to meet ya, somehow and someway.


random thought #1

Mar: Pram, what we are doing sebenernya ya..we get attached each other so strong, but we both know, this wont go anywhere. Why we shud met that afternoon ya, Pram??im awfully regret that conversation

Pram: "He who seeks does not find, but he who does not seek will be found. I never sought, you never. we never sought each other"

Mar: "who said that??"

Pram: "Kafka said that"

Mar: "can you please just kiss me now Pram.."


Its Pram and Mar day!! cos its Fridaaayyy!! Happy Friday everyone from Pram and (still gone yet come back) Mar.


PS:
~dont forget to give much strawberry kisses to your beloved ones~

Part 6.2


Lanjutan Part 6, dimana Pram dan Mar masih berada di restoran ramen.

“eh Mar, lo dulu sma dimana?”

“Di sma [*]. Lo?”

*chocked* “Seriusan, Mar?! Sma [*] Cuma satu kan di jaktim? Gak ada Sma [*]version 2.0 atau Sma [*] version 2.1 kan? geezz..gw beneran shocked nih!”

“iyalah, yang sama-sama ada angka 8-nya mah ada beberapa tapi ya Sma [*] ya cuma itu lah. Kenapa emg? Ada mantan lo disana?”

“gak sih, but worse than that. Gw juga sma situ Mar! hahaha..!”

“………Lo lagi gak becandain gw kan, Pram??”

“Gak lah..ngapain juga. Gw angkatan 20XX. Lo?”

“Anjrit!! Lo seangkatan diatas gw Pram. Nah tau sekarang kenapa gw berasa familiar sama muke lo!! Holly sh**tt! Gw tebak ya? Lo temennya Rio ya?? Yang sering ngobrol di ruang osis?”

“Iya Rio kenal gw, seangkatan lo berati ya? Iya kan barengan osis juga ama dia”

sambil membuat mimic *jaw-drop* Pram mendadak sekelebat mengingat kembali beberapa mosaik ingatan sma-nya, ya!! Dialah “Yan” pacar Rio semasa SMA yang sering berpapasan dengannya.

“Mar…jangan bilang lo mantannya Rio ya? Dulu rambut lo sebahu pendek dikit kan? Pake kacamata, frame-frame gede ala-ala anak indies g4ul? Syitt! Gw baru nyadar deh, ya Tuhan..tapi kan Rio selalu manggil lo “Yan”.. What the heck!! Nama lo kan Marjana yaa. Anjirrr Marjana is Yan!!

“Gw jawab yang mana dulu nih??” jawab Mar kalem.

“Bukan jawab deng, klarifikasi tepatnya. Yap, Rio was my bf and yap, in high school they used to called me “Yana”, and yes, that gorgeous girl with glasses is refer to myself. Ada lagi Mas Pram? Senyum simpul terkulum di wajahnya.

“Holly molly Mar..i never imagine, my long gone junior high school friend’s ex-girlfriend is now having dinner with me or I shall called this a date??”

“huhuhu..sama gw juga Pram. Tapi dari awal ya, my intuition said, you are a person from my past, several times I passes some clues, like friends from highscholl texted me, then I got add by the groups. Anyway, I also have sister, do you ever heard, Nandini? Shes your senior.”

“Oh ya kalo dia tau gw, seinget gw dia se-genk sama mantan temen gw deh. Tapi gw masih bisa inget mukanya”

“oh berati anak 20XX yang kecelakaan itu elo ya??! Rio told me like this: Yana, tau gak angkatan 20XX juga ada yang kecelakaan juga loh, Pram namanya, kenal gak? Gila ya nih sekolah tiap angkatan ada aja yang kecelakaan dan patah kaki juga. Macem tumbal aja”.
“Gitu dia bilang. Gw kan gak ngeh ya yang namanya Pram, ya gw iya-iya aja..ehh taunya 15 taun kemudian gw duduk semeja sambil makan ramen berdua sama dia..Hahaha..life!”

“Kadang semesta emg suka becanda sih Mar..eh apa kabar tuh anak? Si Rio?”

“he’s married now. Udah punya anak. Lucu deh anaknya. Gw pernah ketemu pas kimpoian temen seangkatan”

“Anyway Pram, lo udh nikah belom sih? I barely know you loh, terus mau aja gitu gw diajak ktmuan sama lo, stranger, dinner pula and to make it worse, on Friday night pula”

“Geez..how come you defined us as stranger?? We were highschool mate and workmate”

“Iyaa sih, gw juga kyak percaya aja gitu langsung sama lo. Bukan sih “trust” isn’t the right word. Umm apa ya..proper word-nya..”nyaman” kali ya. I don’t know. Forget my mumble anyway. Finished? Shall we pay now??”.


Mendadak minik muka Mar berubah, terlihat seperti dia menyembunyikan sesuatu dan mendadak juga mengajak untuk mengakhiri obrolan diantara mereka.

“Iya yuk, on me ya Mar. Lemme treaaat my back from the past friend..hehe”

“Ahh no! this one must be on me. Kan gw yang janji mau traktir. Lo kapan-kapan aja traktirnya. Lagian tadi gw juga udah ditraktir martabak kan sama lo” sambil tersenyum kemudian Mar beranjak ke meja kasir untuk membayar.

“Mar, thanks for the dinner ya. Gw seneng sekaligus shok..hehe tapi mostly seneng lah. Lo balik kemana? Gw anter ya?”

“Iya Pram sama-sama, gw kebalikan dari lo, gw shok sekaligus seneng..hahaha..gw balik ke Pasar Minggu pram. Gak usah Pram gw bisa naek taksi kog.”


Pram merasakan cellphone-nya yang sedang dalam silent-mode sedari tadi bergetar didalam sakunya. Entah sudah yang keberapa kali cellphone tersebut bergetar.

“Yaudh, atleast let me take you till you get cab. Naik apa? Burung denim?”

“Iya ahh, kalo udh malem gini mending naek Burung denim gw Pram.”

Setelah mengatarkan Mar sampai lobi, gak berapa lama taksi yang baru menurunkan penumpang lewat didepan mereka, Mar langsung menyetopnya kemudian masuk kedalam. Pram dengan sedikit berbisik mengatakan “kabarin Mar kalo udh sampe”. And she just gave an eye wink to him tanda setuju.

5 detik setelah taksi Mar berlalu…tuuuttt..tuuuttt..”Ya kenapa? Tadi kamu nelpon??” Lawan bicaranya mengatakan “Km masih lama balik? Anak-anak tadi pengen roti Tous Le Youss. Titip ya.”

“Udh mau balik nih. Yahh, mallnya udh tutup, udh jam segini. Knp ga dari tadi kasih taunya??”

“Lupa. Yaudh gpp..tutt..tutt..tuutt *tanda telpon dimatikan.

tuuutttt...tuuutttt...tuuttttt...*nada telpon tersambung* "Hallo ya Pram.."

"Mar, udah sampe mana? baru mau bayar parkir nih, antri keluarnya. Kenapa Pram?"

"Mobil gw bermasalah Mar, temenin gw mau gak??"

~to be continued~

Part 7 – Closer than Close –

Sesaat kemudian, taksi Mar kembali ke Lobi. “Pram..knp mobil lo??” kata Mar sembari berjalan menaiki tangga lobi menuju tempat Pram berdiri.
“Tau nih Mar, kyaknya aki-nya low deh”

“Hahaha..gimana sih lo? Lo cowo pertama yg gw denger punya masalah aki mobil. Itu masalah cemen man buat cowo!..hahaha”


“really?? Hehe, iya gw kurang sensitive emang sama urusan mobil”

“terus sensitif-nya urusan apa?? hahaha”

“Duit…”

“HAHAHA…NAJEEEESSSS!. Bawa jumper? Mobil lo kan matic ya?”

“bawa Mar, nge-jumper ke mobil siapa? ”

“Tenaang..lemme find a good “”victim” to help us. Ehh..i mean you”

Sambil berjalan menuju parkiran, Pram penasaran mau ngapain ini anak. Setibanya di P2, mereka berpapasan dengan sekelompok bapak-bapak berseragam yang tampaknya driver yang sedang menunggu bosnya masing-masing (karena mall ini satu area dengan gedung perkantoran)

“Mampus gua! Itu mobil kan kagak beneran soak akinya” ujar Pram membatin.

“Malem bapak-bapak…” buka Mar sambil memberikan senyum paling lebar dan manis (setidaknya begitu kata Pram) Kemudian mimic muka Mar berangsur-angsur berubah menjadi memelas.

“wahh.. lagi ngegaple yaa..Maap ya bapakbapak, mohon maaf banget menggangu, nama saya Marjana, kebetulan saya parkir di P2 yang dibagian Mall sebelah sana..mobil saya mogok. Kalo bapak-bapak ada yang kasian sama saya, boleh gak jumper-in mobil saya ke salah satu mobil bapak??

Kalo bapak kasian aja sih, kebetulan rumah saya di [*] Pak” sambungnya sambil menyebut satu daerah di bekasi timur. *sambil masih pasang tampang melas*

“waduh mbaknya kasian banget, yaudh sini biar saya aja yang jumper-in” ujar salahseorang bapak-bapak

wahhhhh….” *senyum lebar* “makasiih bangeet ya pakk..duuhh mamah saya pasti lega banget, tadi dia udh nangis khawatir” ujarnya lebay

“itu yang laki, sape-nya mbak?” kata salah seorang bapak

“adek saya, Cuma di amah blo’on gak bisa dandanin mobil, bisanya dandan blush on sama pasang alis, Pak”

“….anjiirr.. pasang alis..ok!”
dalam hati Pram

“yuk pak disana mobil saya” ajak Mar pada Bapak yang sukarela, kemudian diikuti dengan 2 orang temannya menemani.

“bapak kerja di [*]” sambil menyebut nama perusahaan oil yang berkantor di salah satu gedung perkantoran

“iya neng, ada temen disitu?”

“hehee..ada Pak, bukan temen sih mantan”
ujar Mar

“OHH..sape namanye? Sapa tau kenal”

“gak usah dek Pak, adek saya nanti ngadu sama mamah lagi”
katanya lagi

“diihh…” ucap Pram singkat

“tuh Pak, mobilnya” sambil Mar menunjuk mobil sedan berkelir silver

“yaudh tunggu dah, saya ambil mobil saya bentar”

“bentar Pak, saya coba dulu lagi, mobil ini kalo udh didatengin orang jumlahnya ganjil biasanya sembuh nih” ujar Pram sambil buru-buru membuka pintu mobil

*klik* kemudian diiringi suara mobil di start *bruuummmm…

"nah kan bener pak. Aduhh maap ya Pak ngerepotin” ujar Pram sambil memasang muka maksa memelas diiringi dia melihat wajah Mar yang keheranan.

“yaudh ga jadi di jumper nih brati, neng ya?” ujar si Bapak

“beneran Pram udh bener?? Nanti mati lagi” kata Mar

“nggakk..udh bener ini mah, Mar..yaudh Pak gpp tinggal aja. Makasih banyak ya Pak”

“Makasiihh ya Bapak-bapak..duuhh maapin saya ya Pak” kata Mar sembari sedikit membungkukan badan, tanda respect.

“hee..hehe..sori ya Mar, yaudh yuk lo gw anter aja” ujar Pram

“yaudh gw nebeng ya” Pram sengaja memasang playlist via cellphone-nya ke headunit mobil. Lagu “Close to Me” dari the Cure mengalun dalam tempo sedang.

“Lo boong ya tadi? Mobil lo sebenernya gak mogok kan, Pram??”

“hah?! Kenapa Mar?”
ujar Pram, sambil pura-pura gak mendengar apa yang dikatakan Mar, padahal mah dia dengar jelas.

“Ya kan?!” ujar Mar sambil menyelidik dan memperhatikan mata Pram dengan seksama

“nggak Mar. emg bener tadi mobilnya gak mau nyala. Asli deh, ngapain ish gw boong”

“really??”

“beneran. suwer”
sambil memposekan 2 jari

“gw masih tetep bilang lo boong”

*nyengir sambil menatap Mar* “Eh ini lewat dalkot aja ya?”
ujar Pram buru-buru takut Mar lebih jauh lagi menyelidik

“iya lewat dalkot aja, nanti keluar tol halim terus masuk ke arah bandara aja”

“Ok Mar, eh anyway, thanks lagi ya buat traktirannya Mar and our talk. I feel like already know you for quite sometime..hehe..aneh banget ya”

“No biggie Pram. Iyah gw juga..haha aneh..ni gara-gara Rio kali, secara psikologis kita jadi ngerasa udah kenal lama. We shared a lot of things in common in the past, rite?”

“ya mungkin sih Mar. tapi kan kalo ngobrolnya gak nyambung ya ga bakal nemu enaknya Mar”

“Gw gak nyambung tuh ama omongan lo”
ujar Mar, sambil memasang muka serius

“Haha” *ketawa maksa* “seriusan Mar? ishh..”

“HAHAHAHA…gak lah, gw udh gak balik nyamperin lo deh tuh kalo gw Males’

“you know Pram. I have sixth sense? Did I told you?”

“belom Mar”

“nah, I told you now. I always can smell fishy things”


“I wanna get closer than close to you. I hope your sixth sense hear me Marjana” batin Pram dalam hati.

~to be continued~
Diubah oleh ananta.toer87
“Kamu itu terlalu amazing cuma buat cameo dalam hidup aku!!” –Pram to Mar-
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di