alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sumpah Pemuda, Apakah Di Jaman Ini Masih Bermakna?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd318a514088dfc418b457e/sumpah-pemuda--apakah-di-jaman-ini-masih-bermakna

Sumpah Pemuda, Apakah Di Jaman Ini Masih Bermakna?

Sumpah Pemuda, Apakah Di Jaman Ini Masih Bermakna?


Sebentar lagi kita akan memperingati hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2018. 90 (Sembilan Puluh) Tahun yang lalu para pemuda mendeklarasikan sebuah sumpah yang menyatakan bahwa, Tanah air ini satu "Indonesia", Bangsa ini satu "Indonesia" dan bahasa ini satu "Indonesia". Namun Apakah Sumpah Pemuda itu masih ada di jaman milenial saat ini ?.

Peristiwa Sumpah Pemuda ini sudah 90 tahun usianya sejak di deklarasikan waktu itu. Berarti peristiwa itu artinya bukan lagi seumuran jagung. Setiap tahun di peringati, setiap tahun di upacarai dan setiap tahun di buat acara pesta yang megah untuk memperingati. Tapi apakah hanya sebatas seremonial saja ?

Ini merupakah opini pribadi penulis yang tentu mungkin saja akan berbeda dari penilaian orang lain tentang Sumpah Pemuda. Tidak banyak, saya hanya akan sedikit menuliskan sebuah fakta yang memperlihatkan jika sumpah pemuda itu semakin kesini semakin luntur dan tak banyak anak anak muda masa kini yang mengerti akan makna dan perjuangan mereka "para pemuda masa lalu".

Sumpah Pemuda, Apakah Di Jaman Ini Masih Bermakna?


Cinta Tanah Air SATU


Apakah yang anda lihat saat ini ? Adakah Cinta Tanah Air satu ini masih menggelora di hati para pemuda masa kini.

Zamannya internet kemudahan bersosial di medsos, mudahnya orang mengutarakan pendapat dan bahkan begitu mudah orang berbuat jahat, memaki, mencaci dan menfitnah.

Sedangkan apa yang di deklarasikan kala itu adalah "Kami Putra Putri Indonesia bertumpah darah satu, Tanah Air Indonesia. Kita ini satu negara, mengabdi untuk memperjuangkan kemerdekaan. Membangun mensejahterakan tanah air ini agar tidak seperti negara lain yang menganut sistem individualisme.

Bergotong royong, saling membantu, saling menghargai bukan untuk saling bersaing mendapatkan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Bisa kita lihat akhir akhir ini, sejak Bung karno tak lagi memimpin Negara ini. Saling sikut, saling serang, perang dingin dan apapun itu hingga sekarang masih terus berlanjut.

Memang benar, kita ini Negara Demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, kebebasan hak asasi manusia, kebebasan beragama dll. Tapi bukan berarti dengan berlindung di balik kata Demokrasi lantas kita sebagai warga negara buta hati dan pikiran demi nafsu sebuah jabatan, sebuah kuasa lantas mencari cara instan yang jahat untuk mendapatkan simpati warga lainnya.

Apakah semua ini karena Uang dan Kekayaan ?

Berbangsa SATU


Satu bangsa satu negara sudah selayaknya kita bahu membahu membangun negeri, tidak pesimis dengan apa yang telah di perjuangkan oleh para pemimpin bangsa. Saat ini kita tidak lagi berhadapan dengan Kumpeni yang jahatnya gak ketulungan. Tapi kita tengah berhadapan dengan Nafsu Jahat yang ada dalam diri kita sendiri.

Nafsu jahat itu biasanya datang dan muncul karena Uang, dah tidak bisa di bantah lagi. Semua karena uang, jadi itulah musuh sesungguhnya yang bisa di bilang lebih jahat dari kumpeni.

Kita satu bangsa, hidup di negara yang menggunakan sistem demokrasi. Di sebuah negara pasti ada pemimpin, kalau negara demokrasi pemimpin tertinggi di sebut Presiden. Di pilih menggunakan sistem vote atau lebih di kenal dengan sebutan Pemilihan umum Presiden.

Nah, disinilah Nafsu jahat itu bersemayam, jika manusiannya buta hati, buta pikiran dan hanya mikirin uang uang, hidup mewah, banyak harta, yang di dapat dengan mudah, cuma teken sana teken sini, proyek banyak dll. Maka keluar modal banyak gak masalah, nanti kan bisa di carikan pulihan dengan mudah.

Seandainya, di dalam sebuah negara itu ada persatuan, bareng bareng bangun negeri tidak iri irian, pastilah sudah lama negara ini maju pesat. Tapi ya namanya manusia, kalau sudah menyangkut uang uang uang buta mata hatinya.

Oposisi yang biasanya suka mengkritik kebijakan kepemimpinan yang sedang berjalan alangkah baiknya jika beri solusi, mempertangung jawabkan solusi tersebut, bangun bangsa dan gak hanya kritik tanpa solusi, menjatuhkan.

Sebaliknya sebagai yang berada di kemimpinan saat ini juga tak lantas memusuhi oposisi, pesimis terhadap apa yang menjadi ide dari oposisi untuk kemajuan bangsa. Kalau berantem terus, rakyat yang jadi koraban kalian.

Sudah menjadi nasib Rakyat, selalu di korbankan di perpolitikan, betul tidak ?

"Berbangsa satu Bangsa Indonesia" seharusnya satu tujuan, membangun negeri, kalau untuk membangun memang harus hutang ya mau gimana lagi. Kita punya tanah subur tapi sawah tidak banyak, petaninya pun sepertinya sudah banyak yang pensiun.

Adakah anak mudah yang mau bertani ? Bergelut dengan lendut, sepertinya tidak. Lebih asyik bergelut dengan dunia internet, cari uang di internet dan lain sebagainya.

Berbahasa satu


Ini yang sepertinya semakin kesini semakin luntur, orang dari negara luar ingin sekali bisa berbahasa Indonesia yang baik eh kitanya sendiri bahasa di campur aduk.

Ada yang pernah denger fenomena bahasa campur ala anak Jaksel ?

Kita negara dengan banyak pulau, budaya dan di setiap daerah memiliki bahasa sendiri. Tapi karena satu negara maka di ciptakanlah bahasa indonesia untuk menyatukan seluruh rakyat indonesia.

Jangan ikut ikutan orang di negara lain, seperti india, malaysia dll yang bahasanya di campur campur. Masa iya gak bangga punya bahasa nasional yang bagus ini.

Kesimpulan


Inilah uneg uneg saya tentang Sumpah Pemuda yang menurut saya pribadi sudah hampir luntur semangat itu. Sebagai pemuda bangsa sudah seharusnya kita tidak mudah terjebak dalam ambisi kekuasaan para elit dan malah ikut ikutan.

Bangun bangsa dengan hal hal positif, zamanya milenial, kemudahan berkomunikasi kita jadikan sebagai lahan untuk berbuat baik. Bukan ikut sebarkan hal hal negatif yang bisa sebabkan perpecahan bangsa.

Maju Terus bangsaku jiwa ragaku untukmu Indonesiaku

Sumber : Opini Pribadi
Gambar : Google image di edit lagi
Sekarang banyak pemuda sampah gan emoticon-Embarrassment
Quote:


Jadi sebutannya Sampah Pemuda ya, kaya meme ini

Sumpah Pemuda, Apakah Di Jaman Ini Masih Bermakna?
Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa, tapi beda dukungan capres, jadinya pecah juga... emoticon-Hammer
Quote:


Beda dukungan caprea sih gak masalah, karena bagian dari demokrasi

Yang jadi masalah, mendukungnnya pada lebay caranya. Saking lebaynya justru membuka celah para perusak kedamaian negeri ini menyusup memanfaatkan situasi yang bergejolak.
masih bermakna. bila mana sumpah pemuda masih dianggap

emoticon-Ultah
Quote:


Hanya hari itu saja di kenang, besok besok dah lupa lagi emoticon-Ngakak

Saling serang karena beda pilihan capres
Quote:


Kayak ada benar benar juga yah


emoticon-Betty


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di