alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Data produksi beras dan kesejahteraan pertani
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd3140ed675d474748b456d/data-produksi-beras-dan-kesejahteraan-pertani

Data produksi beras dan kesejahteraan pertani

Data produksi beras dan kesejahteraan pertani
Ilustrasi: Pemerintah mengambil langkah penyempurnaan metod perhitungan produksi beras
Kita punya persoalan dengan data. Persoalan yang paling terlihat adalah data-data yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik yang pokok. Data kependudukan dan data produksi pangan adalah dua di antaranya.

Data kependudukan sudah terlihat dibenahi oleh pemerintah. Data berikutnya yang ditunggu-tunggu pembenahannya adalah data produksi pangan –khususnya beras.

Kesimpangsiuran data produksi beras pernah menjadi polemik belum lama ini. Padahal data produksi beras akan sangat menentukan keputusan pemerintah dalam mengimpor beras.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan tahun ini produksi beras akan mengalami surplus. Produksi beras tahun ini, menurut Kementan, akan mencapai 46,5 juta ton. Sedangkan total konsumsi beras nasional tahun ini diperkirakan mencapai 33,47 ton. Artinya, akan ada surplus produksi beras sebesar 13,03 juta ton.

Namun data itu diragukan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kemendag beralasan, realisasi target Kementan tahun lalu meleset. Atas dasar itulah kemudian pemerintah mengimpor 2 juta ton beras pada tahun ini.

Keputusan itu menjadi sorotan. Impor yang dilakukan di tengah perhitungan surplus produksi itu tidak berpihak kepada kesejahteraan petani.

Senin (22/10/2018) lalu pemerintah mengatakan bahwa sejak 1997 data produksi beras yang dimiliki ternyata sudah tidak sesuai dengan lapangan. Hal itu diakui oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla usai memimpin rapat koordinasi mengenai penyempurnaan metode perhitungan produksi beras nasional.

Pemerintah telah melakukan penyempurnaan metode perhitungan itu dengan melibatkan 4 tahap. Pertama, perhitungan luas lahan baku sawah nasional. Kedua, perhitungan luas panen. Ketiga, perhitungan produktivitas per hektar. Keempat, perhitungan konversi gabah kering menjadi beras..

Data yang terbit sebelum tahun 2015, diakui oleh Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto kepada Koran Tempo, memakai metode tahun 80-an. Saat itu BPS menggunakan perkiraan luas panen. Data yang didasarkan kepada citra satelit saat itu memang belum ada.

Untuk membenahi data produksi beras itu sekarang BPS menggunakan metode perhitungan produksi beras yang disebut Kerangka Sampel Area (KSA). Perhitungan data yang memanfaatkan citra satelit itu diyakini akan lebih akurat. Metodologi itu juga memungkinkan BPS untuk menghitung potensi produksi beras 3 bulan ke depan.

Upaya penyempurnaan metode perhitungan itu sudah dimulai sejak 3 tahun lalu. Hasilnya sudah terlihat. Ada perbedaan cukup mencolok antara data sebelum dan sesudah penyempurnaan metode perhitungan. Ada selisih sekitar 32 persen di antara keduanya.

Sebelum penyempurnaan metode, total produksi beras 2018 diperhitungkan mencapai 46,5 juta ton. Setelah penyempurnaan metode, total produksi beras 2018 diperhitungkan mencapai 32,42 juta ton.

Konsumsi beras tahun ini, dalam perhitungan sebelum penyempurnaan metode perhitungan, mencapai 33,47 juta ton. Sedangkan berdasarkan penyempurnaan metode perhitungan, konsumsi beras 2018 mencapai 29,57 juta ton.

Dengan begitu, surplus produksi yang diperhitungkan pun berbeda. Sebelum penyempurnaan metode, surplus beras diperhitungkan mencapai 13,03 juta ton. Berdasarkan penyempurnaan perhitungan metode, surplus produksi beras 2018 diperhitungkan mencapai 2,85 juta ton.

Sebagian pihak mengira bahwa data produksi beras selama ini berasal dari Kementan. Dugaan itu keliru. Data yang dipakai Kementan berasal dari BPS. Artinya, sejak dulu, data produksi beras memang dari BPS.

Langkah penyempurnaan metode perhitungan produksi ini perlu diapresiasi. Banyak pihak pasti sangat berharap langkah tersebut akan menghindarkan polemik di antara kementerian dan lembaga di lingkungan pemerintahan itu sendiri.

Seluruh kementerian dan lembaga pemerintah sudah seharusnya tak ada lagi yang meragukan data yang dikeluarkan oleh pemerintah sendiri.

Polemik internal pemerintahan yang mencuat ke publik, bukan saja tidak elok, tetapi bisa menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah. Dan itu adalah hal yang tidak sehat.

Selebihnya adalah sikap transparan pemerintah terkait impor. Publik perlu tahu apakah keputusan impor beras di masa depan –jika dilakukan- sudah sangat mempertimbangkan kepentingan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Dua hal itu justru harus menjadi bagian dari tujuan pembenahan data produksi beras.

Jika kedua hal itu diabaikan, penyempurnaan data produksi beras tidak memberi dampak keadilan.
Data produksi beras dan kesejahteraan pertani


Sumber : https://beritagar.id/artikel/editori...teraan-pertani

---

Baca juga dari kategori EDITORIAL :

- Data produksi beras dan kesejahteraan pertani Ribut-ribut dana kelurahan

- Data produksi beras dan kesejahteraan pertani Belajar dari insiden pembakaran bendera

- Data produksi beras dan kesejahteraan pertani Berhentilah merengek untuk dana saksi



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di