alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Presiden: Pemerintah Kaji Opsi Penyelesaian Defisit BPJS Kesehatan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd2e662d44f9f8e568b457b/presiden-pemerintah-kaji-opsi-penyelesaian-defisit-bpjs-kesehatan

Presiden: Pemerintah Kaji Opsi Penyelesaian Defisit BPJS Kesehatan

Presiden: Pemerintah Kaji Opsi Penyelesaian Defisit BPJS Kesehatan

JPP, SAMARINDA - Pemerintah berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi defisit anggaran yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Langkah pertama yang telah dilakukan pemerintah adalah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,9 triliun untuk menutup defisit BPJS Kesehatan.

“Kedua, nanti kita akan mencari opsi-opsi, Menteri Keuangan juga baru melihat pendanaan yang bisa digunakan untuk BPJS,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai membuka Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) XXX di Samarinda Convention Center, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (25/10/2018) sore.

Kepala Negara mengaku tengah mempertimbangkan sejumlah opsi, seperti misalnya efisiensi di tubuh BPJS Kesehatan itu sendiri, termasuk juga memperbaiki tata kelolanya. Selain itu, BPJS juga dapat mengintensifkan penagihan bagi penunggak iuran yang saat ini dinilai masih kurang optimal.

“Yang masih tekor itu yang non-PBI (penerima bantuan iuran). Penagihan ini harusnya digencarkan, di sini ada tagihan-tagihan yang belum tertagih. Ini harusnya digencarkan yang iuran ini,” ucap Presiden.

Sementara, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar IDI, Presiden mengatakan bahwa dirinya akan turut berdiskusi dengan IDI dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Mengenai BPJS, saya sudah tahu semuanya. Tapi nanti saya akan ajak bicara, ini masalah manajemen. Inilah yang perlu kita perbaiki,” ujar Presiden Jokowi.

Ikuti Perubahan

Sementara itu, saat memberikan sambutan pada Muktamar IDI XXX itu, Kepala Negara menekankan perlunya para dokter mengikuti kemajuan dan kemudahan teknologi, termasuk dengan menyiapkan aplikasi sistem yang sesuai dengan zamannya.

“Saya juga ingin IDI mendahului dibandingkan dengan bidang-bidang lainnya,” jelas Presiden.

Kepala Negara memberikan gagasannya seputar kemudahan yang mungkin dapat memberikan kemudahan besar bagi para pasien yang memerlukan layanan kesehatan yang belum terjangkau layanan kesehatan seperti yang dirasakan masyarakat di kota-kota besar.

“Saya enggak tahu aplikasi sistem apa yang bisa memudahkan orang misalnya di Kabupaten Asmat tapi perintahnya dari Jakarta. Orang bisa mendiagnosa di Halmahera, di Maluku Utara tapi bisa diberi perintah dari Jakarta bagaimana cara menanganinya,” ucap Presiden memberi contoh.

Di tingkat rumah sakit, menurut Kepala Negara, gagasan mengenai arah pelayanan menuju smart hospital, yang mampu memberikan pelayana terintegrasi dengan data-data medis pasien yang saling terhubung dengan rumah sakit lain bahkan hingga ke apotek dan BPJS Kesehatan.

“Kalau kita masih berpikir jadul, tradisi lama kita pakai ya tahu-tahu ditinggal kita,” Presiden mengingatkan.

Turut mendampingi Presiden dalam kesempatan itu Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Mensesneg Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Kaltim Isran Noor, dan Ketua Umum IDI Prof Dr I Oetama Marsis SPOG(K). (stkb/bpmi/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/24-nasional/326726...bpjs-kesehatan

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Presiden: Pemerintah Kaji Opsi Penyelesaian Defisit BPJS Kesehatan Kurangi Kesenjangan, Pemerintah Telah Kucurkan Rp 187 Triliun Dana Desa

- Presiden: Pemerintah Kaji Opsi Penyelesaian Defisit BPJS Kesehatan BPK Apresiasi Upaya Pemerintah Revaluasi Barang Milik Negara

- Presiden: Pemerintah Kaji Opsi Penyelesaian Defisit BPJS Kesehatan Gubernur Bali Minta Pemerintah China Kontrol Ketat Wisata Murah ke Bali



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di