alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Pembawa bendera diduga HTI ditahan polisi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd2e2d5d675d455558b4577/pembawa-bendera-diduga-hti-ditahan-polisi

Pembawa bendera diduga HTI ditahan polisi

Pembawa bendera diduga HTI ditahan polisi
Ribuan orang dari sejumlah ormas Islam di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menggelar aksi damai, Rabu (24/10/2018) Siang. Aksi ini digelar menyusul pembakaran sebuah bendera pada perayaan Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut.
Insiden pembakaran bendera hitam bertuliskan huruf Arab oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (22/10/2018), masih menjadi sorotan masyarakat. Kepolisian Daerah Jawa Barat bergerak cepat untuk mengungkapkan kasus tersebut.

Pada Kamis (25/10/2018), Polda Jabar mengamankan seorang pria berinisial US (22), pembawa bendera yang dinyatakan sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN), Senin (22/10), di Alun-alun Limbangan, Garut.

"Kami (Polda Jawa Barat, red.) berhasil mengamankan pembawa bendera HTI di Upacara HSN Garut itu," ungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung.

Truno menjelaskan, US berasal dari Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Polisi menangkap US di Jalan Laswi, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/10) pukul 16.00 WIB.

Penangkapan US jelas Truno, dilakukan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang dimiliki polisi.

"Sementara kita melakukan pendalaman secara intens kepada terduga yang diamankan. Perkembangan lebih lanjut nanti kami sampaikan," ujar Truno menutup perbincangan di hadapan sejumlah wartawan.

Sebelumnya, pada Selasa (23/10), Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto telah menjelaskan, bendera yang dibakar adalah bendera HTI. Tetapi, untuk memastikannya, polisi perlu melakukan gelar perkara dan mendengar pendapat saksi ahli.

“Kita sedang proses, kita juga profesional, kita undang ahlinya, kita lakukan gelar perkara, nanti ahlinya yang akan menentukan," jelas Agung di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Selasa (23/10).

Tim Cyber Crime Polda Jawa Barat kata Agung, telah memeriksa tiga orang anggota Banser NU yang diduga membakar bendera berlafazkan kalimat Tauhid.

Penyidik juga, lanjut Agung, sedang mencari siapa yang merekam video aksi pembakaran bendera tersebut dan yang kali pertama mengunggah ke media sosial.

Kasus ini berawal pada pelaksanaan HSN di Alun-Alun Limbangan, Garut, Senin (22/10). Saat acara berlangsung ada seseorang yang memegang bendera hitam dengan huruf Arab.

Kemudian, tiga orang yang menggunakan pakaian Banser merebut bendera tersebut. Mereka lalu membakar bendera berwarna hitam tersebut karena yakin itu adalah bendera HTI.

Izin organisasi HTI telah dicabut oleh pemerintah pada Juli 2018. Salah satu alasan pemerintah adalah kegiatan HTI dianggap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Namun, lantaran tulisan di bendera mengandung arti; Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhamad adalah utusan Allah, pelaku pembakaran dituding telah membakar bendera Tauhid.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengatakan, pembakaran bendera dengan tulisan kalimat Tauhid adalah penghinaan.

"Secara substansial itu adalah kalimat yang baik, monoteisme. Oleh karena itu pembakaran kalimat Tauhid itu adalah sebuah penghinaan dan perilaku yang bodoh," ujar Muhyiddin Junaidi, Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia.

Sementara pihak HTI bersikukuh bahwa organisasi mereka tak memiliki bendera sendiri. Mantan Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto bahkan mengunggah video di akun Twitternya dan menyebut bahwa yang dibakar tersebut adalah bendera Tauhid.

Tak hanya itu, merujuk situs web hizb-ut-tahrir.info, tugas mereka adalah memperkenalkan simbol Islam, yaitu "Bendera dan panji-panji Rasulullah". Klaim mereka, ketika dikibarkan, bendera itu melambangkan panggilan umat untuk kembalinya Khilafah.

Insiden tersebut langsung menyulut kemarahan dan perdebatan di antara umat Islam di Indonesia. Berbagai aksi protes terhadap Banser, hingga petisi untuk membubarkan organisasi tersebut pun bermunculan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholis Qoumas (24/10) telah meminta maaf atas peristiwa pembakaran bendera tersebut dan mendukung proses hukum terhadap pelaku pembakaran bendera.

Namun aksi protes terhadap insiden tersebut terus berlangsung, seperti yang disaksikan Beritagar.id di Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (24/10) siang. Ribuan masyarakat berpawai berkeliling Kota Tasikmalaya membawa bendera dan spanduk bertuliskan kalimat syahadat. Aksi berlangsung damai.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengimbau masyarakat menahan diri untuk tidak mengunggah hal-hal yang memprovokasi.

Ridwan mengaku memahami kemarahan umat Islam atas peristiwa itu, tapi Pemerintah Jawa Barat akan berupaya mengarahkan kemarahan tersebut agar diekspresikan dengan cara yang baik dan dalam forum yang baik pula.
Hapus atribut HTI
Sementara itu, intelektual Islam Akhmad Sahal mengatakan, bendera dengan tulisan kalimat Tauhid itu disalahgunakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia, organisasi yang sudah dibubarkan dan dilarang pemerintah.

"Yang ditolak Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) adalah klaim bahwa karena mereka itu memakai bendera Tauhid seakan-akan mereka itu terus kemudian mewakili Tauhid, mewakili umat," ungkap Sahal kepada Beritagar.id melalui aplikasi pesan Whatsapp, Kamis (25/10) malam.

Tauhid jelas Sahal, tak mempunyai bendera. "Iya, bendera HTI dan ISIS pakai lafaz Tauhid. Itu bendera HTI dan ISIS, buka bendera Tauhid karena Tauhid itu gak punya bendera," tegasnya.

Anti-bendera HTI atau ISIS sambung Sahal, tak lantas anti Tauhid. Tapi hanya anti-HTI dan ISIS saja. Begitu juga yang pro-bendera HTI dan ISIS tak lantas pro-Tauhid, bisa jadi hanya pro-bendera HTI dan ISIS saja.

Sahal menegaskan, pemerintah mesti tegas menghapus seluruh atribut yang berhubungan HTI di Indonesia.

"Saya harap pemerintah tegas karena HTI menyusup dengan cara seperti itu. Itu kan organisasi terlarang, jadi bendera HTI apapun simbol HTI harus dilarang," tukasnya.

Dia menambahkan, Ansor dan Banser adalah orang-orang NU (Nahdlatul Ulama) yang setiap tahlil membaca kalimat Tauhid. "Setiap tahlilan baca kalimat Tauhid, kok dianggap anti-Tauhid? Itu kan absurd," pungkas Sahal.
Pembawa bendera diduga HTI ditahan polisi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ditahan-polisi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pembawa bendera diduga HTI ditahan polisi Setelah MK menolak lagi gugatan ambang batas capres-cawapres

- Pembawa bendera diduga HTI ditahan polisi Perbankan mulai mundur dari proyek Meikarta

- Pembawa bendera diduga HTI ditahan polisi Teka-teki jasad Khashoggi yang tercerai berai



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di