alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kisah Para Driver Taksi Online Yang Bergaji Direktur
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd29f3a60e24b26128b4577/kisah-para-driver--taksi-online-yang--bergaji-direktur

Kisah Para Driver Taksi Online Yang Bergaji Direktur

Jakarta - Ada pepatah dalam Bahasa Inggris yang berbunyi "Don't jugde a book by it's cover". Artinya, kita tidak boleh menilai sesuatu hanya dari luarnya saja.

Idiom tersebut mungkin cocok ditujukan kepada tiga orang pengemudi taksi online ini, tepatnya Grab. Pekerjaan mereka boleh menjadi driver, tapi siapa sangka jika pendapatannya bisa menyaingi direktur perusahaan.

Yang pertama bernama Bob. Ia sempat bekerja di sebuah perusahaan pelayaran selama 24 tahun sampai 2014 lalu. Di sana, ia menjabat sebagai manajer armada sepanjang periode 10 tahun terakhir.

Gajinya pun tidak bisa dibilang sedikit, yaitu Rp 12 juta per bulan. Per tahunnya, ada kenaikan dengan kisaran Rp 550 ribu sampai Rp 700 ribu. Walau demikian, ia mengaku nyaris tidak ada libur karena tuntutan pekerjaan.

"Awalnya iseng nge-Grab. Trus merasa kalo ini peluang sebagai pendapatan. Sekarang jalan dua tahun. Gaji saya sekarang lebih besar dari saat menjadi manajer armada," ujarnya saat ditemui dalam sebuah kesempatan di Jakarta.

Selama bekerja di Grab, per harinya ia mengaku bisa mendapat Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta, belum termasuk insentif Rp 400 ribu dan uang tip dari penumpang. Bob malah mengaku sekarang targetnya minimal bawa pulang Rp 1 juta tiap harinya.

"Saya kerja lima hari seminggu, sabtu minggu libur, tapi kalo suka saya narik. Sehari kadang 8 jam kadang 10 jam. Sebulan bisa Rp 20 juta. Gaji direktur tuh," ujarnya.

Baca juga: Berkeliling Kantor Terbesar Grab di Singapura



Selain Bob, ada juga Andri. Pria yang berdomisili di Sawangan, Depok, Jawa Barat ini pun rela meninggalkan pekerjaan lamanya untuk menjadi mitra pengemudi Grab.

"Saya pernah bekerja sebagai supervisor perusahaan otomotif. Awalnya juga iseng. Tiga hari saya nge-Grab, Jumat, Sabtu, Minggu, Senin saya resign. Itu atasan saya geleng-geleng semua," ucapnya.

Andri pun merasa itu keputusan yang tepat. Bagaimana tidak, ia mengklaim perbandingan pendapatan menjadi mitra pengemudi di Grab dengan pekerjaan terdahulunya itu bisa 6:1.

"Sebulan bisa dapat Rp 30 juta lebih. Per bulan itu saya jalanin 400 trip lebih. Kemarin saya ditawarin kerja, penghasilannya Rp 12 juta. Saya bilang itu sama seperti insentif saya. Itu di luar argo harian. Sekitar 1 juta sampai 1,5 juta saya bisa bawa pulang setiap hari," tuturnya.

Selanjutnya ada sosok perempuan bernama Dian, yang sebelumnya bekerja di bagian keuangan di sebuah perusahaan kargo. Awalnya, ia iseng mengobrol dengan kurirnya yang lebih dulu bekerja sebagai mitra pengemudi Grab.

"Dia cerita bisa punya mobil empat dari hasil nge-Grab. Pertama gambling, tapi akhirnya kredit mobil, coba sambil kerja sambil nge-Grab. Awalnya nge-Grab cuma buat cari ongkos ke kantor. Abis itu di kantor pikirannya nge-Grab terus, gak konsen," katanya.

"Saya tiga kali ditolak untuk resign. Akhirnya saya ngelepas itu semua di one month notice yang ketiga. Di kantor gajinya Rp 7 juta sekian sebulan. Di Grab saya bisa dapet 20 juta sebulan. Dengan insentif saja kebutuhan sebulan tercukupi," ujarnya menambahkan.

Sekadar informasi, mereka adalah pengemudi yang termasuk di kelas Elite Plus. Jika membuka aplikasi Grab, ketiganya merupakan para driver GrabCar Plus, yaitu layanan yang hanya berisikan pengemudi dengan rating lima bintang.

Tips Jadi Mitra Pengemudi Bergaji Direktur

Kalau melihat pencapaian ketiganya, mungkin tidak sedikit orang yang mengernyitkan dahinya seraya berkata "Kok bisa?". Ya, tips mereka sehingga bisa meraup pendapatan sebesar itu dari hasil 'narik' di Grab tentu patut disimak, terutama bagi sesama driver taksi online.

"Bangun pagi. Pagi itu cari duit supaya ke depannya santai. Di Jakarta itu lumbung order. Cari 16 order untuk amankan insentif itu gampang di Jakarta. Saya hampir dua tahun ini mainnya di pluit. Di sana itu ada empat mall gede-gede. Sehari sedikitnya 17 trip. Kalau lagi ada tenaga bisa 35 sampai 40 trip," ujar Bob.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dian. Menurutnya, kalau bangun dari Subuh, maka saat waktu menunjukkan pukul 15.00, ia sudah bisa mengamankan insentif harian, atau dikenal dengan istilah tupo (tutup poin).

Sekadar informasi, Grab memberlakukan pemberian insentif sebesar Rp 400 ribu kepada mitra pengemudi yang berhasil mencatatkan minimal 16 perjalanan per hari sebelum pukul 22.00. Insentif diberikan setiap pagi di hari berikutnya.

Sedangkan bagi Andri, manajemen waktu jadi penting. Ia pun mengaku membawa persediaan mulai dari nasi, roti, makanan ringan, sampai kopi agar bisa mengisi perut sembari menjemput penumpang.

Baca juga: Grab Bajak Petinggi Amazon untuk Jadi Bos Teknologi



"Kuncinya bisa ikhlas dan bersyukur. Jalannya pun jadi enak, kita jadi mengalir aja. Jadi jangan pernah mengeluh. Awalnya satu, order-an jangan pernah ditolak. Karena itu rezeki yang sudah diberikan. Jangan pernah memilih. Apa yang sudah Grab kasih ambil saja," katanya.

"Satu tips lagi buat temen-temen, bawa kompresor di mobil. Mobil saya itu udah kayak bengkel jadinya. Kunci, dongkrak buaya, dan kompresor portable. Saya udah gak pernah pusing. Tambal ban tubeless ada, jumper ada. Jadi nge-trip aman," tutur Andri menambahkan.

https://inet.detik.com/cyberlife/d-4...rgaji-direktur


Halaman 1 dari 2
mungkin ini yg dimaksut jokuwi 10 juta lapangan kerja emoticon-Cape deeehh
emoticon-Selamat selamat klo kek gitu
sbb gw dapet omongan driper2 emoticon-DP gak ada duid nya, malah rugi mesin cepet bobrok daya jual murah.
Diubah oleh mibmobz
lebih enak narik malem diatas jam 22, nganterin yang tipsy ampe ke kamar apartemen emoticon-Wowcantik
Omong kosong emoticon-Ngakak
Direktur mana gaji 20jt ? 😄
Balasan post kencing.dibotol
Quote:


ada yang kaya gitu ya gan..?
dikasi kue apem kaga itu gan... ? emoticon-Genit:
bagus gini lah daripada ngikut demo panas2 cm dikasi nasi bungkus & amplop 50rebu. cm rame di kisaran pilpres doang
Quote:


Pilgub jg cuk emoticon-Mad
Quote:


lu nyinyir mirip emak2 emoticon-Tai
itu dulu
waktu takol belum banyak saingan dan hambatan kayak sekarang
sekarang ada ganjil genap, ada kemacetan, jumlah drivers skarang membludak naik drastis gak sedikit kayak dulu, dll
sekarang harus kerja 24 jam non stop dulu baru bisa dapat segitu


sumber = oom ane dulu narik takol, skarang balik ke blue bird premium (mercy) karena takol dikit pendapatannya, lebih gede income nya di blue bird premium
kalo bangun dini hari ambil orderan banyak tuh yg ke bandara diatas 100 rb semua


drpd demo ikut aksi bela tauhid dpt apa ?
Quote:


Semua pekerjaan kalo ditekuni pasti bisa menghasilkan besar. Orang2 biasanya cuma lihat 10-20 juta nya. Gak mau lihat prosesnya yg berdarah2. Atau capeknya kerja nonstop.

Pengusaha jg gitu. Dibilang enak jadi pengusaha penghasilannya besar. Gak mau lihat prosesnya jadi pengusaha yg pasti jatuh bangun berkali2.

Jadi artis juga sama. Orang lihatnya artis2 yg udah jadi. Gak mau lihat ternyata banyak artis2 berkali2 gagal audisi atau sepi job.
Quote:


Sembarangan ente. Dapet kontrakan di surga tau.
Intinya kerja keras
Bukan medsosan terus
Quote:


Emang begitu. Belum lagi faktor keberuntungan yang ikutan berpengaruh. Orang jual barang yang sama di lingkungan yang sama, harga sama, service kurang lebih sama, tapi hasilnya bisa bedaemoticon-Embarrassment
kirain semua sopir, ternyata hanya segelintir emoticon-Malu
Balasan post blablablo88
Quote:


Manager malah ada yang gajinya 6 juta gan emoticon-Big Grin

Yang penghasilannya besar gitu biasanya cuma OKNUM
rizki itu kadang gak berbanding dengan profesi ane di mesir cuma bkin home industry tahu alhamdulillah labih dri ckup ane bisa kuliah punya istri punya anak bangun rumah bli kndaraan dkmpung dri dpur ukuran 1.5 meter doank
Balasan post paman.happy
Quote:

huehuehuee....ada muluz fake taxi nya gak famanemoticon-Malu
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di