alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
K.H. Ma’ruf Amin: Pelaku Ekonomi Umat Harus Dimitrakan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd2978960e24b765d8b4568/kh-maruf-amin-pelaku-ekonomi-umat-harus-dimitrakan

K.H. Ma’ruf Amin: Pelaku Ekonomi Umat Harus Dimitrakan

K.H. Ma’ruf Amin: Pelaku Ekonomi Umat Harus Dimitrakan





Koran Sulindo – Kiai Haji Ma’ruf Amin memang bukan hanya mumpuni dalam bidang agama Islam. Calon wakil presiden ini juga memahami hal-ihwal ekonomi. Wajar jika K.H. Ma’ruf pada tahun 2012 mendapat gelar doktor kehormatan atau doktor honoris causa di bidang ekonomi dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.


Dalam berbagai kesempatan belakangan ini, K.H. Ma’ruf juga kerap melontarkan perlunya arus ekonomi baru untuk menggantikan arus ekonomi lama. Karena, arus ekonomi lama lebih banyak menciptakan konglomerasi.

Pada acara makan malam bersama yang diadakan Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia (Akurindo) dan Santri Millenial Centre (Simac) di Bali, 11 Oktober 2018, K.H. Ma’ruf kembali menegaskan soal ini. “Arus Ekonomi Baru Indonesia yang kami gagas ini untuk menggantikan arus ekonomi lama yang hanya menciptakan konglomerasi. Ini bukan bertujuan melemahkan konglomerat, tapi mendorong konglomerasi untuk bermitra dengan UMKM yang masih lemah ini supaya menjadi kuat,” kata K.H. Ma’ruf Amin.

Kemitraan semacam itu, lanjut Ma’ruf, kini sedang dibangun antara para pengusaha besar dengan para usahawan muda di pesantren-pesantren di seluruh Indonesia, di bawah bendera Simac. “Kehadiran Simac diharapkan mampu menciptakan keseimbangan ekonomi dan bisa mengurangi kesenjangan antara pusat dan daerah, antara pengusaha yang kuat dan yang lemah, bahkan antara penduduk nasional dan penduduk global. Para pelaku ekonomi umat ini harus dimitrakan supaya menjadi kuat semuanya,” tuturnya.

Pesantren dipilih sebagai pusat penggerak Arus Ekonomi Baru Indonesia karena potensi kalangan santri, terutama para santri milenial, sangat besar untuk menjadi usahawan baru yang modern. “Mereka selama ini belum tersentuh untuk menjadi wirausaha, baik dibidang keuangan, budidaya pertanian dan perkebunan, budidaya kelautan, sektor ril, dan sektor jasa. Apabila upaya kemitraan ini bisa kita wujudkan, kita akan mencapai perubahan besar di sektor ekonomi,” ujar K.H. Ma’ruf Amin.

Bukan hanya itu. Diungkapkan K.H. Ma’ruf, pihaknya juga mendukung upaya redistribusi aset nasional, terutama tanah. Sekarang ini, jumlah aset negara atau tanah yang belum dibagikan oleh pemerintah mencapai 12,7 juta hektare. Aset tersebut akan dibagikan ke koperasi-koperasi dan pesantren-pesantren.

Nah, santri milenial juga akan memperoleh kesempatan mengembangkan aset itu, misalnya dengan melakukan penanaman komoditas yang hasilnya dibeli oleh konglomerat yang menjadi mitra. Misalnya cokelat di Sulawesi Selatan, harganya Rp 1.000. Diiekspor ke Singapura, diolah, dan dijual kembali dengan harga Rp 20.000.

“Kalau diolah dalam negeri mestinya nilai tambah sebesar Rp 19.000 itu bisa dinikmati oleh petani dan UMKM kita. Nah, yang seperti ini butuh kemitraan yang baik,” kata K.H. Ma’ruf.

SEMENTARA ITU, Ketua Umum Akurindo Emir Moeis mengungkapkan, pihaknya akan merespons apa yang dicanangkan K.H. Ma’ruf Amin sebagai Arus Baru Ekonomi Indonesia itu, yang antara lain bertumpu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akurindo memang asosiasi yang dibentuk dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan UMKM dalam upaya membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan dengan berasaskan Pancasila.


“Kegiatan Akurindo adalah pemberdayaan anggota melalui pelatihan, pendampingan, akses modal, dan akses pasar,” ungkap Emir.

Di Bali, pada 10 Oktober sampai 14 Oktober 2018, Akurindo juga menggelar pameran produk unggulan UMKM Indonesia yang diberi tajuk “Amazing Bali”. Pameran ini berlangsung di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Renon, Denpasar.

Ada lebih dari 250 UMKM dari berbagai provinsi yang menjadi peserta pameran tersebut. “Sampai sekarang, kelembagaan Akurindo sudah ada di tujuh provinsi,” kata Emir.

Acara pameran itu dibuka dengan sarasehan bertajuk “Implementasi Arus Baru Ekonomi Indonesia bagi Pelaku Usaha Rakyat Khususnya Petani, Nelayan, dan UMKM”, yang diadakan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar.  Sarasehan ini juga terselenggara berkat kerja sama Akurindo, Simac, dan Pemerintah Provinsi Bali.

“Sarasehan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang bisa memberikan efek positif bagi pengembangan pelaku usaha rakyat nasional. Kita membutuhkan komitmen dari semua komponen bangsa untuk mendukung implementasi Arus Baru Ekonomi bagi pelaku usaha rakyat Indonesia, khususnya petani, nelayan, dan UMKM di seluruh Tanah Air,” tutur Emir Moeis.

Hasil sarasehan itu juga, lanjut Emir, membantu memberikan berbagai data, informasi, dan analisis sehingga seluruh pemangku kepentingan yang ada di UMKM dapat ikut merumuskan metode yang lebih baku dari Arus Baru Ekonomi Indonesia. “Kami akan bentuk tim perumus. Kami juga mengharapkan kerja sama dengan Kementerian Koordinasi Perekonomian,” kata Emir lagi.











BACA SELENGKAPNYA : https://koransulindo.com/k-h-maruf-a...us-dimitrakan/
Bulan oktober hampir habis emoticon-Traveller

K.H. Ma’ruf Amin: Pelaku Ekonomi Umat Harus Dimitrakan


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di