alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Indonesia Satu-satunya Negara di Dunia yang Terapkan "Presidential Threshold"
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd28ee914088dcb4d8b4579/indonesia-satu-satunya-negara-di-dunia-yang-terapkan-quotpresidential-thresholdquot

Indonesia Satu-satunya Negara di Dunia yang Terapkan "Presidential Threshold"

Indonesia Satu-satunya Negara di Dunia yang Terapkan "Presidential Threshold"

JAKARTA, KOMPAS.com - Denny Indrayana, selaku kuasa hukum, mengaku menyayangkan hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan kliennya terkait syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Denny mewakili 12 tokoh dan aktivis yang mengajukan gugagan terkait Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

"Kita sebenarnya menyayangkan MK enggak ambil kesempatan untuk memutus perkara ini sebelum pendaftaran capres dan cawapres kemarin, karena bagaimanapun isu ini sangat penting dan ditunggu banyak kalangan," kata dia usai persidangan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Denny juga menuturkan ia tetap pada pandangannya bahwa syarat ambang batas tersebut bertentangan dengan konstitusi.

Baca juga: MK Tolak Seluruh Gugatan Ambang Batas Pencalonan Presiden

Menurut dia, syarat tersebut tiba-tiba muncul, padahal tidak tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, lanjut Denny, hanya Indonesia yang menerapkan syarat pencalonkan presiden dan dikaitkan dengan hasil pemilu legislatif lima tahun sebelumnya.

"Sekali lagi, alasan dasar adalah dalam UUD 45 enggak ada satu kata pun terkait syarat ambang batas itu. Ini tiba-tiba muncul, kemudian syarat itu dikaitkan dengan hasil pemilu lima tahun sebelumnya," kata dia.

"Jadi Indonesia adalah satu-satunya dan menurut kami seharusnya ini dibatalkan," imbuh dia.

Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ini juga mengkritisi soal proses sidang. Denny menyebutkan soal dissenting opinion atau perbedaan pendapat yang tidak lagi dibacakan oleh majelis hakim.


"Kami ingat dulu dissenting opinion itu ikut dibacakan, dan dissenting opinion itu yang memperkaya hasanah keilmuan di MK dan putusan itu diserahkan. Saya sayangkan cara yang baik sekarang itu hilang," terang dia.

Kendati demikian, sebagai negara hukum, ia tetap menghormati keputusan para majelis hakim tersebut.

Dengan putusan ini, artinya syarat pengusungan capres-cawapres tidak berubah. Syarat tersebut yaitu parpol atau gabungan parpol harus mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.

Gugatan tersebut diajukan 12 orang tokoh dan aktivis, yang terdiri dari Hadar Nafis Gumay, Busyro Muqoddas, Chatib Basri, Faisal Basri, Danhil Anzhar Simanjuntak, Titi Anggraini, Hasan Yahya, Feri Amsari, Rocky Gerung, Angga Dwi Sasongko, Bambang Widjojanto dan Robertus Robet.

Kemarin, Kamis (25/10/2018), MK juga menolak seluruh gugatan terkait ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden.

Gugatan lain yang ditolak terdiri dari 50/PUU-XVI/2018 yang diajukan Nugroho Prasetyo, 54/PUU-XVI/2018 yang dimohonkan Effendi Gazali, Reza Indragiri Amriel, dan kawan-kawan.

Lalu, nomor 58/PUU-XVI/2018 dimohonkan Muhammad Dandy, dan nomor 61/PUU-XVI/2018 yang diajukan Partai Komite Pemerintahan Rakyat Independen.

https://nasional.kompas.com/read/201...-yang-terapkan

Judul kepanjangan modemoticon-Embarrassment
trus hrus ngikut aturan sp? zimbabwe?
itu aturan udah ada dari jaman SBY. ah elah. emoticon-linux2
Emang peraturan koplak
Ntar kalo pdip kalah pemilu jg bakal dirubah
Wajar, negara lain cuma ada 2 atau 3 partai aja.. Misal di Indonesia ada 40 partai, lalu tanpa presidential threshold semua partai itu bisa ngajuin capres, lu orang kebayang ga bakal gmn situasi dan urusan nya

Lha 2 capres aja lu pada berantem, apalagi 40

Quote:
kalo kaga pake presidensial treshold nanti pilpresnya kaya indonesia idol calonnya ngantri sampe jalan-jalan isinya ahmad dani, roma irama, bang opik kumis, narji cagur, pak bambang kang serpis tv, mas jono kang jahit baju dll dll dll

Masih mewek emoticon-Mewek
lain ladang lain belalang......

gitu aja ko repot
Balasan post zhangjindong
Quote:


lalu datang tukang culik dan eleminasi, hilang semua calon2 lain yg mo ikutan daftar ke KPU, sisa tinggal 2 pasang calon juga emoticon-Malu
emoticon-Ngacir
nanti partai2 ghoib bakal bermunculan klo presidential treshold dibatalin
jangan lupa capres2 ghoib juga

emoticon-Big Grin
MAU NGIKUT ARAF ?? emoticon-Ngakak
sungguh prestasi yang menabjubkan menggetarkan jiwa...
Yang bikin kan SBY dull!!!
Yaa biar gag adal bikin partai.
Liat no partai pbb dsb..partai ampas.
Wkwkwk
Tp indonesia sih..ibarat punya anak banyak tp gag ada kualitasnya drpd anak 2 anak berkualitas
Yang gua heran gimana ceritanya partai koq bisa jadi banyak lagi kek taun 55.

Napa ga 2 atoo 3 partai kek jaman Pak harto????

Demokrasi Indon bodoh, tambah maju ato tambah mundur?
Quote:


Ya itu akibat sistem otoriter orba jg. Karena kebebasan berpendapat dan berserikat dikekang habis. Jadinya pas era reformasi jadi kesetanan semua macam anak2 yg pertama kali ngerasain buka puasa. Semua pengen dimasukin mulut. Jd semua orang mau bikin partai.

Demokrasi kita tambah maju itu jelas. Jauh lbh bagus kalo dibandingkan orba. Presiden maksimal 2 periode salah satu terobosan bagus. Tp PT 20% yg diambil dari pemilu 5 tahun lalu, itu terlalu bodoh menurut sy. Udah bener sistem pileg dan pilpres terpisah 3 bulan kayak dulu. Jadinya kacau gini kan. Pemimpin yg dihasilkan jg gak akan bagus.
Negara demokrasi memakai thresehold 20%, benar2 merusak sistem demokrasi itu sendiri


Rezim gagal
Balasan post green.martian
Quote:


Klo cuma masa bakti Presiden 2 periode aja, gampang tinggal amandemen UUD dikit, tapi kenapa sampai ngerubah sistem pemilihan presiden.

Itu yang bikin gua ga setuju, bukannya bagusan dulu pileg & pilpres ditentukan partai tidak langsung, klo langsung sama aja masyarakat disuruh ngurusi anggota hewan yang belum tentu juga masyarakat tau rekam jejaknya.

Selain itu juga habisin duit buat pesta demokrasi, masyarakat di suruh coblos bolak-balik.

Kesimpulan:
Menurut saya ini kemunduran, karna pemilihan langsung sama seperti pilih kucing dalam karung selain itu juga pemborosan uang negara.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di