alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mahasiswi Ngaku Diperkosa, Polisi: Tak Ada Kekerasan, yang Ada hanya Persetubuhan
2.71 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd2806832e2e689018b4574/mahasiswi-ngaku-diperkosa-polisi-tak-ada-kekerasan-yang-ada-hanya-persetubuhan

Mahasiswi Ngaku Diperkosa, Polisi: Tak Ada Kekerasan, yang Ada hanya Persetubuhan

Mahasiswi Ngaku Diperkosa, Polisi: Tak Ada Kekerasan, yang Ada hanya Persetubuhan
Korban pemerkosaan saat melapor di SPKT Polda DIY, Senin (22/10).

RIAUSKY.COM - Polisi telah mengantongi hasil visum mahasiswi asal Blora berinisial W. Dari hasil visum, dinyatakan tidak ada tindak kekerasan yang dialami korban.

"Kita menerima laporan dari masyarakat, bahwa ada orang yang diperkosa. Kemudian kita cek TKP-nya, kita periksa saksi-saksi, lalu kita mintakan visumnya," ujar Direktur Ditreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo, Kamis (25/10/2018) seperti dilansir Kompas.com.

Hadi menyampaikan, orang yang diduga melakukan pemerkosaan sudah dimintai keterangan. Pemeriksaan sudah dilakukan sebanyak dua kali. "Kita masih memerlukan saksi yang lain, apakah itu memang terjadi perkosaan atau tidak," urainya.

Dijelaskanya sampai saat ini status terlapor masih sebagai saksi. Penyidikan itu berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh, bukan berdasarkan kemungkinan atau opini.

"Jadi untuk menetapkan tersangka, alat bukti yang berbicara, bukan opini yang bicara," tegasnya.

Polisi juga sudah mengantongi hasil visum mahasiswi berinisial W. Dari hasil visum dinyatakan tidak terdapat kekerasan yang dialami oleh W. "Visumnya tidak menyebutkan adanya kekerasan, hanya telah terjadi persetubuhan," tegasnya.

Hadi menuturkan tidak bisa menyampaikan apakah peristiwa tersebut berdasarkan suka sama suka. Sebab, yang akan polisi buktikan adalah adanya laporan pemerkosaan.

"Yang kita akan buktikan adalah suatu laporan polisi. Pemerkosaan itu deliknya sudah ada, maka akan kita buktikan pemerkosaan atau tidak," bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya , seorang mahasiswa asal Blora, Jawa Tengah berinisial W (22) bersama ibunya dengan didampingi pengacara, Selasa (22/10/2018), mendatangi Mapolda DIY.

Kedatangan W ini untuk melapor karena telah diancam dan dipaksa berhubungan badan oleh seorang sopir travel. (R04)


Sumber :


https://riausky.com/mobile/detailber...setubuhan.html

kalau korban mendesah ahh aeehhh ouugghhh keluar pelumasnya & keenakan berarti bukan pemerkosaan namanya.... emoticon-Mad


BONUS

Mahasiswi Ngaku Diperkosa, Polisi: Tak Ada Kekerasan, yang Ada hanya Persetubuhan
Diubah oleh matthysse67
Halaman 1 dari 3
mungkin dibius
maksudnya si mahasiswi ini menikmati gitu yak?
eng ing enngg...
Quote:


Klo dibius kan nanti bisa ketahuan dari hasil kencing nya. Pasti diperiksa juga
kronologis kejadianya bagaimana ini..?
laporan sama hasil pemeriksaan sementara beda emoticon-Bingung (S)
Akibat cowo ga bisa muasin cewe berujung kekantor polisi emoticon-Big Grin
Setau ane diperkosa ama disiksa itu sesuatu yang beda..
Bangkeee mana bini gue lagi pulkam.....ada trit gnian...terpaksa instal vpn dah ampass.. emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:


kalo dipelet gmn y emoticon-Ngakak,



pelet pake uang
Diubah oleh boyzok
perbuatan tidak memuaskan
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Ga bayar kali?
Akibat enjakulasi dini kebablasan crot dalam kah emoticon-Bingung
Harus ada saksi 4 orang kan? emoticon-Big Grin
Masuk pasal perlakuan tidak menyenangkan mungkin?
Mahasiswinya pasrah ke pelukan sopir
Abis kelar ena ena baru nyesel dan lapor polisi

Bangke
Bayaran nya kurang kali nih
Makanya lapor emoticon-Leh Uga


Quote:


ada bre web yg gak pake vpn, embedydotcc

lu tinggal searching aje disitu nama pemain, judul

Tubuh kita pada dasarnya dirancang sedemikian rupa untuk bereaksi terhadap rangsangan, baik sentuhan maupun tekanan. Rangsangan tidak selalu dapat dikendalikan. Alat kelamin manusia sangat sensitif — begitu pula dengan daerah di sekitar anus — tapi kita juga bisa sangat sensitif saat disentuh di bagian tubuh lain di luar wilayah intim yang selalu dikaitkan dengan gairah seksual, yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Kebanyakan dari kita pernah mengalami pengalaman gairah yang tidak diinginkan atau disengaja. Misalnya, getaran dari mengendarai bus umum atau saat memangku kucing yang mendengkur. Mungkin, perbandingan yang lebih umum adalah kelitikan. Gelitikan bisa menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan. Tapi, saat dilakukan melawan keinginan orang tersebut, kelitikan bisa menjadi suatu yang tidak nyaman. Selama mengalami kelitikan, terlepas dari seruan minta tolong dan berhenti, ia akan terus tertawa geli. Mereka tidak bisa membendung reaksi dari rangsangan tersebut.

Jika kekerasan seksual melibatkan beberapa bentuk sentuhan anal atau penetrasi, umum bagi tubuh untuk merespon dengan menunjukkan ciri gairah, seperti ereksi dan/atau ejakulasi, atau vagina basah. Kesadaran juga tidak diperlukan untuk orgasme. Baik pria maupun wanita bisa mengalami orgasme saat tidur. Ini karena organ seksual dan titik-titik rawan rangsangan Anda tidak memiliki otak. Tubuh secara otomatis menanggapi stimulasi dengan cara yang sudah diatur sedemikian rupa dari sinyal yang dikirim kelompok ujung saraf di area yang distimulasi tersebut.

Reaksi gairah dan orgasme selama perkosaan adalah respon refleks, sesuatu yang tidak dapat dikontrol dan sama sekali tidak berarti bahwa korban menikmatinya— ini adalah soal proteksi. Berdasarkan laporan dari dua ilmuwan, Suschinsky dan Lalumiere, dilansir dari Bust, reaksi rangsangan dari seorang wanita selama serangan seksual, misalnya vagina basah, merupakan mekanisme pertahanan diri otomatis untuk melindungi tubuh dari cedera alat kelamin yang bisa diakibatkan dari seks (baik suka-sama-suka atau paksaan), seperti nyeri dan sobek, terlepas dari tingkat antusiasme atau persetujuan dari individu tersebut.

Gairah seksual diproses dalam sistem saraf otonom — sistem refleks yang sama yang mendasari kerja detak jantung, pencernaan, dan keringat. Selama rangsangan seksual, satu wilayah dalam otak di belakang mata kiri (lateral orbitofrontal cortex), penanggung jawab nalar logis dan kontrol perilaku, menjadi tidak aktif. Akibatnya, tubuh tidak bisa membedakan mana sentuhan yang mengancam dan mana yang penuh kasih. Di tempat ini pula terletak sistem respon fight-or-flight, sebuah tanggapan fisik yang timbul ketika tubuh merasa ketakutan akan ancaman nyata bagi keselamatannya.

Dalam satu studi yang melibatkan partisipan pria dewasa, kecemasan yang timbul dari sengatan listrik menunjukkan peningkatan respon ereksi terhadap gambar-gambar seksual yang merangsang, mengakibatkan “perpindahan perangsangan”. Artinya, subyek penelitian tidak menikmati sengatan listrik yang mereka terima, tapi tubuh bereaksi terhadap ancaman rasa sakit, yang disalurkan ke gejala fisik.

Dengan kata lain, faktor mental dan fisik dan seksualitas manusia sering berjalan beriringan dan dalam persetujuan — tapi tidak selalu. Gairah dan orgasme bisa terjadi selama tindak perkosaan atau kekerasan seksual lainnya. Mungkin jauh lebih sering dari yang kita tahu. Ini bukan tanda rasa bersalah atau kesenangan. Bukan juga berarti korban menikmati atau mendapatkan kepuasan dari kekejian tersebut. Ini adalah tanda bahwa tubuh kita bereaksi natural terhadap ancaman dan bahaya, sama seperti saat bulu kuduk merinding atau jantung yang berdebar kencang saat ketakutan atau dikagetkan. Kita bereaksi, dan kemudian kita mencoba untuk pulih kembali.
Balasan post senjasoekarno
Quote:


Beneran? Ntar da gue coba cendol sent saudaraku
...nah kek gini nih asli saudara emoticon-Recommended Seller emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di