alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Forex Broker /
Trading Rekomendasi 25102018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd213f712e257215d8b456a/trading-rekomendasi-25102018

Trading Rekomendasi 25102018

Trading Rekomendasi 25102018


Bank of Canada (BoC) menaikkan suku bunga acuan (Overnight Benchmark Rate) sebanyak seperempat basis poin menjadi 1.75 persen pada Rabu malam. Kenaikan ini adalah yang ke-3 kalinya di tahun ini, dan ke-5 kali sejak pengetatan moneter pada tahun 2017. BoC tak lagi menggunakan deskripsi "pendekatan bertahap", melainkan telah mengungkapkan pentingnya suku bunga netral untuk ekonomi Kanada. USD/CAD jatuh karena Dolar Kanada menguat pasca pengumuman kebijakan bank sentral Kanada tersebut. Penurunan USD/CAD mencapai 0.6 persen ke 1.3005.

Data ekonomi yang lemah dan aksi sell-off saham AS ikut membebani sentimen Investor, minat risiko memburuk dan pada akhirnya menyeret mata uang komoditas seperti AUD. Dolar Australia berada di bawah tekanan jual terhadap Dolar AS pada sesi perdagangan hari Rabu kemarin, hingga turun kembali mendekati level paling rendah sejak 2016. Kendati demikian, Aussie berupaya bangkit di sesi Asia hari Kamis, karena para investor melakukan aksi profit-taking. Dolar Australia mengawali perdagangan hari Rabu kemarin dengan kenaikan cukup signifikan, karena terbantu oleh pemulihan pasar saham China.

Namun saat memasuki sesi Eropa kemarin, AUD/USD kembali melemah dan berlanjut sepanjang sesi New York tadi malam. Pelemahan tersebut menyeret AUD/USD kembali menuju kisaran 0.7056, yang berada dekat dengan level terendah 32 bulan. Data penjualan rumah baru AS yang melemah tidak cukup membantu AUD keluar dari tekanan jual. Alhasil, pair AUD/USD menutup perdagangan kemarin di kisaran 0.7061. Dolar Australia terhadap mata uang major lain beragam, dipicu oleh berbagai faktor. Masalah anggaran Italia yang kembali mendapat penolakan dari Uni Eropa turut membebani pergerakan Euro, hingga Dolar Australia mampu menghimpun kenaikan dari mata uang tersebut.

Euro merosot cukup tajam terhadap Greenback di sesi perdagangan kemarin, setelah rilis data PMI Zona Euro mensinyalkan bahwa sektor manufaktur dan jasa tengah mengalami penurunan. Polemik anggaran pemerintah Italia juga masih berkontribusi membebani permintaan terhadap Euro. Pada grafik Daily di bawah ini, perkembangan outlook teknikal yang terbaru menunjukkan bahwa downtrend jangka pendek EUR/USD berada dalam lintasan Falling Wedge. Pergerakan seperti in umumnya meningkatkan risiko korektif, untuk setidaknya mengejar kembali DMA-30 (sekarang di 1.1575).

Meski demikian, EUR/USD tak menunjukkan perubahan yang signifikan. Kemungkinan karena trader masih menantikan pengumuman kebijakan moneter ECB malam ini. Euro malah menguat tipis dengan kecenderungan flat di level rendah yang terbentuk sejak kemarin. ECB tak melakukan perubahan kebijakan moneternya pada Kamis ini, sesuai ekspektasi.Tingkat suku bunga tak diubah dari level sebelumnya. Namun, bank sentral Eropa tersebut mengonfirmasi bahwa rencana untuk mengakhiri pelonggaran moneter di akhir tahun ini masih dalam proses.

Sedangkan kenaikan suku bunga, masih akan dipertahankan pada level rendah setidaknya sampai pertengahan tahun depan. Namun, Euro melemah karena setelah pernyataan hawkish tersebut, Draghi yang mengatakan bahwa kondisi moneter Uni Eropa (UE) masih rentan, sebab, ada sejumlah struktur di beberapa negara anggota kesatuan yang belum sempurna. Menyusul rilis kebijakan moneter tersebut, EUR/USD turun drastis dari 1.1430 ke 1.1381, dan penurunan EUR/USD bertambah dalam 0.07 persen dan diperdagangkan di level 1.1373.

Saham-saham Asia memerah menyusul turunnya saham-saham AS kemarin malam. S&P 500 melemah untuk keenam kalinya dalam beberapa hari berturut-turut, akibat munculnya prediksi penurunan pendapatan perusahaan chipmakers. Hal ini dikhawatirkan merupakan dampak dari penerapan bea impor, serta melambatnya ekonomi China. Tak hanya di Asia, indeks-indeks Eropa juga menurun tajam dan dilanda aksi jual besar pada bulan Oktober ini. Namun demikian, fenomena ini tidak seserius yang terjadi pada 11 Oktober silam.

Sehingga, pasar mata uang belum menunjukkan reaksi kepanikan. "Hingga hari ini, sebagian besar (pelaku pasar) masih menunjukan reaksi yang minim. Sekarang ada tambahan (risiko) baru, yakni rentannya makroekonomi dan risiko-risiko geopolitik," kata Christin Tuxen dari Danske Bank. Akan tetapi, Tuxen menambahkan bahwa lambatnya pergerakan pasar mata uang hari ini, merefleksikan bahwa data yang menunjukkan "hilangnya momentum dalam pertumbuhan global" masih lebih penting bagi para trader, ketimbang risiko resesi atau sesuatu yang dapat menakuti para investor forex.

Untuk trading instrumen yang kami pilih hari ini 25/10/2018 adalah sebagai berikut;

AUDUSD
Trading Rekomendasi 25102018

EURUSD
Trading Rekomendasi 25102018

GBPUSD
Trading Rekomendasi 25102018

USDCAD
Trading Rekomendasi 25102018

USDJPY
Trading Rekomendasi 25102018

Terima kasih,
Salam opit.

Peringatan risiko: CFD Trading, merupakan produk leverage, mengandung risiko tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya semua investasi Anda. Sebaiknya jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap untuk kehilangan. Sebelum memutuskan untuk melakukan trading, harap memastikan terlebih dahulu bahwa Anda memahami semua risiko yang terkandung dengan trading CFD OTC dan pertimbangkan tingkat pengalaman Anda. Silahkan mencari saran independen jika diperlukan. Kinerja CFD pada masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk memperkirakan hasil masa depan.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di