alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Rupiah Kembali Melemah ke 15.212 per Dolar AS
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd1f48ede2cf22c3b8b4571/rupiah-kembali-melemah-ke-15212-per-dolar-as

Rupiah Kembali Melemah ke 15.212 per Dolar AS

Rupiah Kembali Melemah ke 15.212 per Dolar AS

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Selasa pekan ini. Ketidakpastian di Eropa bikin dolar AS menguat.

Mengutip Bloomberg, Selasa (23/10/2018), rupiah dibuka di angka 15.196 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 15.187 per dolar AS. Menuju siang, rupiah terus tertekan hingga mencapai 15.212 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 15.196 per dolar AS hingga 15.212 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 12,23 persen.

Pada perdagangan Selasa ini, dolar AS memang menguat akibat ketidakpastian pasar uang di Eropa. "Dolar AS menguat terhadap hampir semua mata uang kuat dunia didorong kembalinya ketidakpastian di pasar keuangan Eropa," kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail dikutip dari Antara.

Ia mengemukakan ketidakpastian di Eropa itu didorong oleh isu kenaikan defisit anggaran negara Italia serta kembali buntunya proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Selain itu, lanjut dia, apresiasi dolar AS juga dipicu oleh prospek kenaikan tingkat suku bunga di Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR). "Sentimen eksternal itu menekan rupiah terhadap dolar AS," katanya.

Ia menambahkan menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini (23/10) yang diperkirakan mempertahankan tingkat suku bunga BI 7-Day Repo Rate di 5,75 persen.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengharapkan pelaku pasar merespons positif kebijakan Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga.

"Suku bunga dipertahankan, diharapkan dapat menjadi sentimen positif pada rupiah," katanya.

https://www.liputan6.com/bisnis/read...2-per-dolar-as

angkat lagi berita dollar, biar kaskuser pada ga lupa, gara2 berita bendera

emoticon-Wagelaseh
Halaman 1 dari 2
Yg goblok makin miskin
Yg harta ny triyulan capres dan cawapres makin kaya raya..
Cek aja harta laporan kekayaan no 2 asset dollar apalagi cawapres ny asset d mamarika banyak bgt..
Balasan post fghjjhgf
Quote:


fokus aja ke beritanya
Ini pasti azab membakar bendera HTI
siapa bilang menengah dasar sontoloyo... kamu gak dengar presiden bilang meroket 10 ribu
Rupiah terus melemah dan kemiskinan akan terus meningkat. Itulah potret negara ini. Pemerintah terlalu banyak mementingkan kelompoknya dibanding kepintingan nasional. Rakyat yang menjadi korbannya. Kapan dan sampai kapan negara ini akan seperti ini ?
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Perlu bakar uang dolar neh
Biar gk anti nkri emoticon-Ngakak
Quote:


emoticon-Leh Uga
Nunggu presiden baru!!
Presiden skrg udah ditinggalin pelaku pasar!!
Quote:


Up gan
Quote:


Cekny di mana gan emoticon-Bingungbingung
efek roket september.
September sudah lewat tapi masih meroket emoticon-Hansip
Rupiah Kembali Melemah ke 15.212 per Dolar AS
jokowi kali ini harus konsentrasi di nilai rupiah
sebab hal ini ga bisa diremehkan, bisa berakibat fatal

pelaku pasar menahan diri dan melihat situasi, apakah dolar naik terus atau turun
akibatnya pasar sepi

ayo jokowi anda bisa menurunkan nilai dolar !!!
Mantap jaya
Mungkin perlu bakar rupiah, demi menyelamatkan kesucian rupiah...emoticon-Hammer
sontoloyo bener ini dolar emoticon-Ngamuk
Quote:
SOP nastak"
"emang kalo wowo presiden, dolar turun gitu?"

Jawab:
"LAH SEKARANG PRESIDENNYA SIAPA? udah dapet kesempatan, kalo emang gak mampu bilang goblog"

Nastak:
"ANU, salah A, B, C .... Z"
Balasan post pisangkepok008
Quote:


Google aj laporan kekayaan capres no 2 k kpk
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di