alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
4 Tahun Jokowi-JK: Penanganan Karhutla, Sebuah Capaian Kerja Nyata
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd194d714088dff538b4577/4-tahun-jokowi-jk-penanganan-karhutla-sebuah-capaian-kerja-nyata

4 Tahun Jokowi-JK: Penanganan Karhutla, Sebuah Capaian Kerja Nyata

[img][/img]

JPP, JAKARTADi masa lalu kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia terjadi berulang-ulang. Bahkan, dulu kasus karhuta lazim terjadi setiap tahunnya. Sepanjang Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tingginya frekuensi karhutla berhasil diatasi, sehingga turun drastis.

Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 Edisi 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan tema "Peningkatan Stabilitas Politik dan Keamanan, Penegakan Hukum, dan Tata Kelola", bertempat di Auditorium Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (25/10/2018). 

Diketahui, dulu kasus kabut asap tebal sering terjadi di Pulau Sumatra atau Kalimatan. Ada tujuh propinsi di kedua pulau itu yang setiap tahunnya terdampak kabut asap. Bahkan sering terjadi hingga hitungan bulanan tak selalu juga segera tertanggulangi.

Saat itu orang beraktivitas di jalan-jalan harus selalu menggunakan masker penutup hidung. Saat itu pemberitaan tentang penyakit saluran nafas juga jamak ternarasikan di banyak media arus utama.

Saat itu, diketahui juga, seringkali kasus karhutla disebabkan adanya kesengajaan yang dilakukan para pelaku usaha sebagai mekanisme pembukaan hutan atau lahan. Namun saat itu, seolah-olah mereka tidaklah tersentuh oleh tangan hukum. Alhasil, kasus karhutla tetap saja terus terjadi, terus, dan terus terjadi berulang kali.

Tapi, kini wajah lingkungan hutan dan lahan di Indonesia mulai memperlihatkan wajah berbeda. Kini tidak lagi dilihat maupun dijumpai kasus kabut asap tebal yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu dan selalu muncul. Selain itu, juga tidak mendengar, anak-anak kecil diberitakan masuk rumah sakit karena saluran nafasnya mengalami infeksi.

Sepanjang Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dapat dikatakan tingginya kasus karhutla berhasil diatasi. Kasus karhutla yang dulu frekuensinya sangat tinggi, kini turun drastis. Siti menyampaikan, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan adanya penurunan titik api bahkan lebih dari 80%.

Keberhasilan Indonesia menangani kasus karhutla ini mencerminkan bagaimana keseriusan pemerintah mendorong penyelesaian kasus di lapangan. Ini juga berarti sekaligus mencerminkan kualitas fungsi koordinasi antarkementerian dan lembaga, baik di pusat maupun daerah. Baik itu berkaitan kemampuan konsolidasi maupun kinerja di lapangan untuk mengantisipasi dan mengatasi kasus karhutla, bahkan sejak awal muncul kasus.

"Tanpa perbaikan kualitas koordinasi antar K/L tersebut plus partisipasi masyarakat, penyelesaian kasus karhutla hingga ke akar persoalannya jelas mustahil dilakukan," katanya.

Seperti diketahui, sepanjang 2017 sama sekali tidak tercatat muncul kasus karhutla. Sedangkan di 2018, setidaknya hingga Oktober juga belum muncul kasus tersebut. Keberhasilan ini semua tak terlepas dari sanksi hukum yang telah ditegakkan Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Tercatat sepanjang 2015 – 2018, pemerintah melakukan pengawasan terhadap 335 izin pengelolaan kawasan hutan yang dimiliki 116 perusahaan, 115 perusahaan mendapatkan teguran tertulis, 56 perusahaan mendapatkan sanksi administrasi, dan 12 perusahaan mendapat gugatan. Juga tercatat ada 71 kasus pidana naik ke Kejaksaan. Dan 3 kasus pidana telah P-21.

Apresiasi negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunai, dan lain sebagainya tentu mengemuka. Apresiasi ini mengemuka pada pertemuan Technical Working Group (TWG) on Transboundary Haze Pollution, yang dilanjutkan dengan Pertemuan he Sub-Regional Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haze Pollution di Bangkok, Thailand pada tanggal 31 Mei-1 Juni 2018.

Pertemuan ke-20 ini dihadiri oleh pejabat atau menteri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan terkait ancaman kasus kebakaran hutan atau kabut asap, yaitu antara lain dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, serta Sekretariat ASEAN.

Turut hadir dalam FMB 9 kali ini sebagai narasumber, antara lain, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menko Polhukam Wiranto, Menteri PANRB Syafruddin, Menhan Ryamizard Ryacudu, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Menlu Retno Marsudi, Jaksa Agung HM Prasetyo, Wakapolri Komjen Ari Dono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BNN Heru Winarko.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube). (was)


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/lingkung...an-kerja-nyata

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- 4 Tahun Jokowi-JK: Penanganan Karhutla, Sebuah Capaian Kerja Nyata Capaian 2018: Pemerintah Bangun 134 Jembatan Gantung Tingkatkan Konektivitas Antardesa

- 4 Tahun Jokowi-JK: Penanganan Karhutla, Sebuah Capaian Kerja Nyata Perlancar Jalur Logistik Mataram-Lombok Tengah, PUPR Bangun Duplikasi Jembatan Surabaya

- 4 Tahun Jokowi-JK: Penanganan Karhutla, Sebuah Capaian Kerja Nyata Empat Tahun Jokowi-JK: Tekad Pemerintah Selesaikan Target Infrastruktur



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di