alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Mengecek data kemiskinan rujukan Prabowo
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd170fdd44f9f8b268b457a/mengecek-data-kemiskinan-rujukan-prabowo

Mengecek data kemiskinan rujukan Prabowo

Mengecek data kemiskinan rujukan Prabowo
Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik saat Deklarasi Emak-Emak dan Relawan Bali untuk mendukung calon Presiden/Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Denpasar, Bali, Jumat (19/10/2018).
Isu ketimpangan ekonomi masih menjadi sorotan Prabowo Subianto yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden 2019. Ketua Umum Partai Gerindra itu lagi-lagi menyesalkan ketidakadilan yang saat ini masih terjadi di tengah masyarakat.

Prabowo menyebut ketimpangan ekonomi masih terjadi sejak 73 tahun Indonesia merdeka. Ia mengatakan kekayaan Indonesia hanya dinikmati segelintir orang.

"Kita melihat sekarang adalah keadaan yang saya sebut keadaan paradoks. Keadaan janggal setelah 73 tahun merdeka yang kaya hanya segelintir saja, dan ini bukan saya karang, bukan angkanya Prabowo Subianto," kata Prabowo saat mengunjungi Denpasar, Bali, Jumat (19/10/2018), seperti dilaporkan detikcom.

Prabowo mengklaim, fakta tersebut sudah diakui oleh Bank Dunia dan lembaga internasional lainnya. Merujuk data tersebut, Prabowo menyebut persentase jumlah orang kaya di Indonesia tidak sampai 1 persen.

"Hasil ini adalah data, fakta yang diakui oleh Bank Dunia, oleh lembaga-lembaga internasional. Yang menikmati kekayaan Indonesia kurang dari 1 persen. Yang 99 persen mengalami hidup yang sangat pas-pasan, bahkan sangat sulit," sebut Prabowo.

Beritagar.id pun memeriksa data terbaru yang disajikan Bank Dunia dalam laman resminya.

Dalam menyasar isu ketimpangan, Bank Dunia mengelompokkan penduduk ke dalam tiga kelompok sesuai dengan besaran pendapatan; 40 persen penduduk dengan pendapatan rendah, 40 persen penduduk dengan pendapatan menengah, dan 20 persen penduduk dengan pendapatan tinggi.

Adapun ketimpangan pendapatan penduduk terpusat pada 40 persen penduduk berpendapatan terendah dengan identifikasi intensitas kemiskinan dengan kriteria seperti berikut:

Bila 40 persen penduduk penghasilan rendah menerima kurang dari 12 persen dari total pendapatan maka distribusi pendapatan mempunyai ketimpangan tinggi. Bila 40 persen penduduk penghasilan rendah menerima antara 12-17 persen berarti distribusi pendapatan memiliki ketimpangan sedang, dan apabila menerima lebih dari 17 persen maka distribusi pendapatan tersebut ketimpangannya rendah.

Dalam setiap melakukan survei kemiskinan, Bank Dunia selalu mengacu pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hampir setiap tahun.

Pada Oktober 2015, Bank Dunia sempat merevisi garis kemiskinan internasional (international poverty line) untuk pengukuran kemiskinan ekstrem yang semula 1,25 dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 1,9 dolar AS.

Berdasarkan standar kemiskinan ini, seseorang terkategori sangat miskin jika memiliki pendapatan atau pengeluaran kurang dari 1,9 dolar atau Rp25 ribu per kapita per hari.

Lalu bagaimana gambaran kemiskinan di Indonesia dengan menggunakan garis kemiskinan internasional terkini tersebut? Bank Dunia menyebut dari sekitar 260 juta penduduk Indonesia, masih ada 25,9 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan pada 2017.

Sementara berdasarkan standar kemiskinan internasional dengan pengeluaran sebesar 1,9 dolar, penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan per Maret 2018 tercatat sebanyak 6,8 persen dari total populasi.

Sementara, rasio jumlah masyarakat miskin pada garis kemiskinan nasional adalah 10,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Rasio jumlah masyarakat miskin Indonesia menurut data Bank Dunia paling tinggi terjadi pada 1999 yang mencapai 23,4 persen terhadap PDB. Setelah itu cenderung menurun hingga 16 persen terhadap PDB pada 2005.

Angka kemiskinan yang diperoleh oleh Bank Dunia cukup berbeda jika dibandingkan dengan data BPS. Per Maret 2018, BPS menunjukkan kemiskinan di Indonesia mencapai angka 9,82 persen dengan jumlah orang miskin sebesar 25,95 juta jiwa.

Maklum, BPS menggunakan standar kemiskinan nasional sebesar Rp401.220 per kapita per bulan atau sekira Rp13.374 per kapita per hari jika diasumsikan bahwa dalam sebulan berisi 30 hari.

Perlu dicatat, untuk penghitungan garis kemiskinan, Bank Dunia tidak menggunakan nilai tukar kurs dolar sebagaimana yang dipakai dalam kurs sehari-hari. Namun menggunakan nilai tukar sebesar Rp5.639 untuk tahun 2018 ini.

Nilai tukar ini berbeda karena memperhatikan Purchasing Power Parity (PPP) atau daya beli masyarakat. Nilai tukar PPP didapat dengan membandingkan berapa yang diperlukan untuk membeli sekeranjang barang dan jasa yang sama di masing-masing negara.

Sayangnya, meski jumlah penduduk Indonesia yang terkategori miskin ekstrem alias sangat miskin (extreme poor) relatif rendah, laporan Bank Dunia berjudul Balancing Act yang dirilis pada Oktober tahun lalu mengungkapkan bahwa jumlah orang Indonesia yang berstatus miskin sedang (moderate poor) -- dengan pengeluaran per hari antara 1,9 dolar dan 3,1 dolar -- ternyata sangat besar. Jumlahnya mencakup sekitar 25 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.
Mengecek data kemiskinan rujukan Prabowo
Angka kemiskinan Indonesia menurut laporan Bank Dunia dalam Balancing Act yang diterbitkan Oktober 2017.
Data Bank Dunia juga memperlihatkan bahwa hanya sekitar 30 persen orang Indonesia yang benar-benar aman dari kemiskinan. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tingkat kerentanan untuk menjadi miskin di Tanah Air relatif tinggi.

Hal ini tercermin dari tingginya proporsi penduduk dengan kategori rentan miskin (vulnerable) yang mencapai 27 persen lebih dari populasi Indonesia pada 2018. Penduduk berkategori rentan miskin tersebut bisa menjadi miskin sewaktu-waktu jika terjadi gejolak ekonomi yang memukul daya beli mereka.
Mengecek data kemiskinan rujukan Prabowo


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ujukan-prabowo

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Mengecek data kemiskinan rujukan Prabowo Seluk-beluk SBMPTN 2019, cara baru masuk universitas

- Mengecek data kemiskinan rujukan Prabowo Perlawanan Irwandi Yusuf kandas di praperadilan

- Mengecek data kemiskinan rujukan Prabowo Target MRT tahap II rampung pada 2025, beroperasi 2027



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di