alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd16b91dc06bd44528b456a/tamat-pacarku-kuntilanak

PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, BB17+)

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 108
ditunggu updatenya gan....... emoticon-Big Grin
*gelartiker

NTAPS GAN. ANE TUNGGU UPDATENYA YAKS

ANE KECEPIRITENAK, SALAM NGOMPOL
Diubah oleh kecepiritenak
Balasan post Martincorp
Masih menanti update selanjutnya..
BAGIAN 12
FASHION SHOW

Keesokan hari setelah peristiwa yang membuat Asnawi baper parah, dia bangun kesiangan. Asnawi sudah tidak tidur sekamar lagi dengan Hayati, karena Hayati lebih suka tidur di kamar Utami. Tanpa mandi, Asnawi langsung ganti baju dengan setelan kuliah dan langsung pergi menuju kampus. Dia ada kuliah Rekayasa Bangunan Geoteknik dengan dosen yang super killer, lebih parahnya lagi kalau Asnawi sampai tidak absen hari ini, maka dia akan dinyatakan tidak lulus kuliah itu karena dia sudah 3 kali bolos kuliah sebelumnya dan harus mengulanginya lagi di semester pendek.
Begitu sampai di parkiran kampus, Asnawi langsung berlari cepat menuju ruang kelas yang berada di gedung no 12 lantai 4. Ketika berlari dia melihat Febri yang barlari juga karena terlambat.
“brooo...lu telat juga yah..”tanya Febri.
“kesiangan bangun euy..”jawab Asnawi dengan napas yang terengah-engah.
Mereka mulai menaiki tangga menuju lantai 4 dan akhirnya sampailah mereka ke depan kelas. Mereka langsung mengetuk pintu dan masuk ke dalam kelas dengan napas yang masih terengah-engah dan baju yang basah karena keringat.
“kalian berdua mau apa kesini?”tanya Dosen Killer sambil berkacak pinggang
“mau kuliah pak...”jawab Asnawi
“kalian tau ga jam berapa sekarang?”
“jam 08:16 pak...”
“oh gitu yah, itu artinya kalian sudah telat 1 menit melibihi batas toleransi keterlambatan” kata Dosen Killer dengan nada meninggi.”silahkan kalian tutup pintu itu dari luar”perintah Dosen Killer dengan mengisyaratkan kalau Asnawi dan Febri harus keluar dari ruangan.
“wah..ga bisa gitu dong pak...ini kan Cuma 1 menit...lagi pula perkuliahan belum dimulai...kami masih bisa mengikuti kuliah ini” kata Febri ngegas.
“lu mau jadi jagoan yah?” kata Dosen Killer mulai naik darah dan menunjuk-nunjuk Febri.”peraturan tetep peraturan, telat sedetik pun tetep ga boleh ikut kuliah gua!!!! Kalian berdua tuh pada LUGU yah, lu tau LUGU apaan?”kata Dosen Killer. Asnawi dan Febri menggelengkan kepala.
“LU GUooblok...!!!!!”teriak Dosen Killer. Suasana kelas sangat hening, tidak ada seorangpun mahasiswa yang tertawa, bahkan melihat ke arah Asnawi dan Febri pun mereka tidak berani, mereka hanya tertunduk saking tegangnya. Muka Febri tampak merah, dia sudah mengepalkan tangannya berniat untuk menyerang si Dosen Killer, tetapi Asnawi menahannya dan menarik Febri keluar kelas.
Asnawi dan Febri pergi meninggalkan kelas dengan penuh kemarahan. Mereka berjalan menuju kantin untuk sekedar mendinginkan hati. Ketika sampai di kantin, mereka melihat Eka yang sedang nongkrong sendirian sambil menghisap rokok.
“Bro, lu ngapain disini? Ga ikut kuliah?” tanya Asnawi.
“males bro, ngedengerin ocehan si Dosen Killer bikin gua stres....nah lo berdua pada ga kuliah juga?” Eka balik nanya.
“diusir sama si dosen anjing tuh..!!!” jawab Febri yang masih marah.
“si Febri sih masih enak, punya 1 kali nyawa absen, laah gue udah tamat riwayat......musti ngulang lagi di semester pendek” keluh Asnawi
“kalem broo...gue temenin lu ngambil kuiah itu lagi di semester pendek” kata Eka menyambut keluhan Asnawi.
Asnawi memesan kopi hitam dan menghisap rokok kretek untuk menenangkan pikirannya akan mata kuliahnya yang bangkar dan harus kembali mengulang di semester pendek. Asnawi berharap tidak diajari lagi oleh Dosen Killer itu.
“broo...ngomong-ngomong lu kemarin ngapain aja sama si Cascade di aula??, hmmm ...mencurigakan” tanya Eka sambil menyeruput kopi.” Paling si Asnawi udah ena-ena sama Cascade...hahahah” tambah Febri.
“yaelah..elu mah ngeres wae pikirannya, sorry ya broo, engga terjadi apa-apa.....gue cuman mau minjem duit ke Cascade 500 rebu eh malah dia ngasih 5 juta....kan good banget” jawab Asnawi.
“wah...lu wajib nraktir kita nih...hahaha” kata Febri
“boleh-boleh...... tapi kalian musti bantu gue dulu....beliin baju buat Hayati”
“cieee...Romeo perhatian banget sama Juliet” kata Febri
“bukan gitu feb...gua pengen ngebenerin bajunya Hayati yang bolong di punggungnya, jadi dia hatus punya baju ganti” kata Asnawi sambil menyeruput lagi kopi hitam miliknya.” Wah..pas banget tuh gue ekspert banget kalo milihin baju buat cewek, selera gue tinggi lah..” kata Eka langsung bersemangat.
“aah paling lu pilihin baju erotis buat Hayati.......” cela Febri
“engga lah broo,....gue mau pilihin baju casual yang elegant, classy dan tetap terlihat sexy...hayu ah kita pergi sekarang” ajak Eka yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan duluan menuju parkiran motor. Asnawi dan Febri tampak heran melihat Eka yang sangat bersemangat, mereka pun mulai beranjak dan pergi mengikuti Eka.
“tapi Wi, lu harus motoin Hayati pas make baju baru nya yah, terus WA in ke gue..” kata Eka
“oke broo...buat bahan *sensor* yah??..hahahaha”kata Asnawi sambil tertawa begitu juga dengan Febri, sementara Eka tampak tersipu malu. Mereka pun pergi menuju Pasar Baru untuk membeli baju buat Hayati dengan motornya masing-masing.
.....
Sore sekitar jam 5, Asnawi pulang ke kostan nya dengan membawa sebuah kantong plastik yang cukup besar. Ketika membuka pintu masuk ke kamar tiba-tiba Asnawi melihat sebuah kepala dengan rambut panjang hitam terurai berada diatas meja. Kemudian kepala itu berputar ke arah Asnawi.” Sore Mas Nawi, selamat datang” kata sebuah kepala yang ternyata adalah kepala Hayati degan bola mata sebelah kanan yang sudah copot dan tinggal menyisakan rongga kosong. “Sore....” jawab Asnawi datar dan langsung masuk ke dalam kamar kemudian membuka jaket, menyimpan tas ransel dibawah meja, menyimpan kantong plastik di atas meja tepatnya di sebelah kanan kepala Hayati. Tampak terlihat tubuh Hayati yang terlentang di atas kasur dengan tanpa kepala. Hayati keheranan melihat Asnawi yang sama sekali tidak takut melihat kepalanya di atas meja, malahan wajah Asnawi tampak terlihat berseri-seri seperti baru dapat durian runtuh.
Asnawi kemudian duduk di kursi belajar dan memajukannya sedikit mendekati meja. Asnawi mengambil bola mata Hayati yang tergeletak begitu saja di atas meja dan memasangnya lagi kedalam rongga mata Hayati, kemudian di memakaikan lagi kacamata kepada Hayati.
“kamu harus selalu pake kacamata yah, biar bola mata kamu ga loncat keluar..!!” kata Asnawi dengan ekspresi muka berserinya.
“kok mas aneh yah, ga takut sama sekali liat aku cuman kepalanya doang?” tanya Hayati bingung.
“ya iyalah, kamu terlalu sering nakutin aku, bahkan sampe 3 kali sehari kaya minum obat....jadinya aku terbiasa deh dan aku udah tau semua trik nya” jawab Asnawi.
Hayati hanya diam melihat Asnawi yang sudah tidak takut lagi dengannya. “ini bungkusan apa?” tanya Hayati melihat bungkusan plastik besar di sebelah kanan kepalanya.” Oh, ini baju buat kamu, soalnya liat baju kamu udah robek punggungnya, jadi mau aku perbaiki ke temenku, kebetulan dia mahasiswa desain.”jawab Asnawi sambil mengeluarkan isi dari kantong plastik itu. “aku beli beberapa stel baju nih ada hot pants, miniskirt, baju kemeja sleveless, kemeja biasa, celana jeans skinny, kaos, dress” Asnawi menunjukkan satu-persatu baju yang di beli. Asnawi juga membelikan pakaian dalam dan Lingerie. “nih pake dulu kutang sama cangchut nya, soalnya tiap aku liat kamu selalu ada yang menonjol di toket kamu, itu bikin aku gila” kata Asnawi sambil menunukan pakaian dalam kepada Hayati.
“asiikkk....mas baik banget ngebeliin aku baju, tapi tolong sambungin kepala aku dong..!!” kata Hayati.
Asnawi mengankat kepala Hayati dan menyambungkannya lagi dngan tubuhnya. Dalam beberapa menit kepala Hayati sudah tersambung kembali dengan sendirinya dan kemudian Hayati bangkit dari kasur.”nih cobain dulu pakaian dalemnya,trus abis itu kamu cobain baju ini satu-satu yah” Asnawi kemudian melepar pakaian dalam dan ditangkap Hayati. Tiba-tiba Hayati membuka seluruh bajunya di depan Asnawi. Asnawi sangat kaget melihat Hayati yang tiba-tiba bugil di depan Asnawi. Untuk sepersekian detik Asnawi melihat tubuh Hayati yang sangat seksi tanpa sehelai benang pun menutupinya.
“ASTAGFIRULLAHALADZIM....” Asnawi langsung berpaling dan memutar kursinya untuk memunggungi Hayati.” Kenapa kamu buka baju disini??” tanya Asnawi sambil duduk dan menutup matanya.
“kan tadi mas suruh aku ganti baju......”
“maksudku, kamu gantinya dikamar mandi bukan disini”
“hihihihhi, biarin aja.....kan mas suka banget lihat cewek bugil, buktinya aku sering nemuin majalah-majalah bergambar cewek bugil di kolong kasur”
“wah, kamu kepo banget sih....itu udah masa lalu, sekarang aku udah insyaf”
“kalo insyaf kenapa majalah masih ada di kolong kasur?”
Asnawi diam serIbu bahasa menedengar pertanyaan Hayati. Jantungnya masih berdegup kencang karena efek melihat Hayati telanjang walaupun Cuma sepersekian detik.
“mas aku udah pake bajunya, sini dong mas liat aku!” kemudian Asnawi memutar kembali kursinya menghadap kembali ke Hayati. Hayati tampak sangat cantik dengan atasan balutan kaos berwarna putih yang ketat dengan memperlihatkan belahan dada. Tidak tampak lagi puting yang menonjol di balik baju karena sekarang dia sudah memakai pakaian dalam sementara bawahannya berupa celana pendek model hotpants makin menambah keseksian Hayati menjadi pangkat 10. Asnawi begitu senang melihat Hayati memakai pakaian itu. Dia langsung mengeluarkan smartphonenya dan memulai misinya untuk memotret Hayati dengan baju barunya.”coba kamu nampakin diri biar bisa aku foto!”. Hayati mengangguk dan langsung menenampakkan diri dan terlihat di balik layar kamera smartphone. Asnawi mengarahkan Hayati untuk memasang gaya dan pose layaknya seorang foto model. Asnawi pun mulai sIbuk memotret dari setiap sudut. Setelah puas memotret, Asnawi menyuruh Hayati untuk berganti baju dengan yang lainya. Setiap Hayati mengganti baju Asnawi kembali berpaling dan memunggungi Hayati. Setelah semua baju dicoba dan dipotret oleh Asnawi akhirnya tiba pada baju terakhir yaitu baju tidur satu set lengkap dengan kimono. Asnawi makin terperangah melihat Hayati yang memakai baju tidur yang super pendek dan kain tipis dibalut dengan kimono dengan corak gambar teddy bear berwarna emas.
“nah ini fashion show terakhir yah” kata Asnawi sambil mengotak-atik smartphone nya.
“tapi mas itu ada Lingerie yang belum aku coba” kata Hayati menunjuk ke arah lingerie yang masih ada di atas meja.”jangan.....kamu ga boleh pake baju itu, aku ga sanggup...” kata Asnawi yang langsung menyambar lingerie itu dan memegangnya dengan erat. “tapi mas aku suka banget pake lingerie, aku pake yah” tiba tiba dengan cepat Hayati menghilang dan tampak lagi dengan memegang baju lingerie yang Asnawi pegang. Asnawi kaget melihat Hayati yang memegang baju lingerie yang dipeganya dengan erat, dan kemudian Hayati kembali membuka bajunya dan menggantinya dengan lingerie yang berwarna ungu itu. Asnawi panik, dan kembali duduk di kursi memunggungi Hayati.
“mas, aku udah selesai nih pake bajunya, sini mas fotoin lagi!” pinta Hayati dengan memakai lingerie yang super trasparan dan celan dalam model G-string yang menambah tingkat keseksiannya menjadi pangkat seratus. Hayati mulai berlenggak-lenggok seperti penari striptease yang mau beraksi. Asnawi tidak bergeming di kursinya, dia tetap memunggungi Hayati. Dia tidak sanggup melihat Hayati memakai pakaian seperti itu. “ayo dong mas, cepat sini...!!!” Hayati mulai habis kesabaran, dia mulai mendekati Asnawi dan memutar kursi Asnawi sehingga menjadi menghadap ke arahnya. Asnawi malah menutup matanya agar tidak melihat Hayati. Kemudian Hayati tiba-tiba duduk di pangkuan Asnawi. Tangan kirinya merangkul leher Asnawi.”ayo dong mas kita foto selfi yuk” ajak Hayati yang mengambil smartphone milik Asnawi dan bersiap untuk memotret. Hayati diajari menggunakan smartphone oleh Utami sehingga dia langsing bisa mengoperasikan smartphone milik Asnawi dengan lancar. “loh ko mas malah merem sih matanya, kan jadi jelek foto selfienya”.
Asnawi dengan sekuat tenaga untuk tidak membuka mata. Dia juga merasakan empuknya pantat dan paha Hayati yang duduk diatas pangkuan Asnawi yang membuat dia semakin tidak karuan, keringat dingin terus mengalir deras dari kepala. “ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan....??? ujian ini terasa berat banget” gumam Asnawi dalam hati. Asnawi harus sekuat tenaga menahan gejolak syahwat yang terus menggebu-gebu seperti bisul yang akan pecah.
Hayati mulai kesal melihat Asnawi yang tidak mau membuka matanya dan akhirnya dia menampar pipi Asnawi. Asnawi pun langsung kaget dan membuka matanya. “nah gitu dong buka matanya” gumam Hayati yang ternyata jarak antara wajahnya dengan Asnawi hanya beberapa centi saja. Jantung Asnawi semakin berdetak kencang seakan mau pecah ketika memandang wajah cantik Hayati, mata kuningnya menatap langsung ka mata Asnawi seakan-akan langsung menembus kedalam relung hatinya. Semakin lama mereka bertatapan seperti itu, semakin menggebu-gebu perasaan Asnawi, apakah ini akan menjadi sebuah ciuman pertama dengan Hayati. Hayati mulai semakin mendekat dan mencoba untuk mencium bibir Asnawi. Asnawi pasrah melihat hal itu.
“TIDAAAKKKKKKKKK.........KALIAN GA BOLEH MESUM DISINI!!!!!!!!” tiba-tiba Utami muncul menembus tembok menghampiri mereka berdua sa,bil berteriak. Asnawi kaget dan langsung berdiri tegak sempurna seperti tentara yang bersiap. Hayati pun terpelanting dan jatuh ke lantai dengan keras. Melihat Hayati yang tersungkur di lantai, Asnawi langsung membungkuk untuk membantu Hayati berdiri dan setelah itu dia kembali berdiri tegak seperti tentara.
“Mbak Kunti ga apa-apa?” tanya Utami kepada Hayati yang kelihatan masih kesakitan akibat terjatuh dari pangkuan Asnawi.
“lihat tuh muka Asnawi udah keliatan sange banget” kata Utami sambil menujuk muka Asnawi.
“engga woy......aku ga mungkin sange segampang itu, iman ku masih kuat” Asnawi ngeles
“tapi itu ga pernah bohong..!!!” Utami menunjuk ke celana Asnawi yang tampak menonjol cukup besar di bagian selangkangan. Melihat hal itu Hayati langsung teriak sambil menutup matanya. Asnawi langsung menutupi bagian yang menonjol itu dan dia lari keluar kamar menuju kamar mandi.
“dia pergi kemana” tanya Hayati yag masih bingung
“palingan ke kamar mandi, pasti dia mau *sensor*.......eh olahraga olahraga disana” jawab Utami yang hampir keceplosan.
“ah aku mau nyusul Mas Nawi, aku pengen lihat Asnawi berolahraga” kata Hayati.
“JANGAAANN..... nanti Asnawi bakalan murka loh...”teriak Utami yang berusaha mencegah Hayati.
Hayati pun mengurungkan niatnya, kemudian dia mengambil baju kimono yang ada di atas kasur dan memakainya.
“kenapa sih kamu tadi ngeganggu...padahal tinggal dikit lagi aku dapet ciuman pertama dari Mas Nawi” kata Hayati yang kesal dengan Utami.
“maaf Mbak , soalya peraturan Ibuku sangat ketat disini, ga boleh mesum di dalam kamar kost, jadi aku sebagai anak harus menjalankan perintah Ibuku” jawab Utami
“tadi aku udah berusaha menjadi agresif seperti yang kamu saranin....Mas Nawi iman nya kuat banget” kata Hayati dengan ekspresi kecewa seperti baru kalah dalam sebuah permainan.
“ yaudah Mbak Kunti, nanti coba lagi....nanti mah Mbak ajak Asnawi ke taman di komplek, disana tempatnya romantis loh Mbak , coba ungkapin rasa cinta Mbak ke Asnawi disana...pasti bakalan berhasil” kata Utami sambil mencungkan jempolnya.
Hayati hanya duduk termenung mendengar apa yang dibicarakan oleh Utami barusan. Dia mulai merenung dan membayangkan seperti apa jadinya kalau dia berhasil mengungkapkan perasaanya kepada Asnawi.

profile-picture
andir004 memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
hahaha kocak nih setan nya anak kos memegang peraturan ibu kos . eh tapi kalau mesum nya sama setan mah ga ada larangannya meren hahahahhahahhahaa . lancrotkan gan buat para pembaca menjadi selempak nya sempit wkkwkwk
Lihat 1 balasan
rame kan gan,,,biar ts nya semangat
emoticon-Selamat biar tambah rame neh lapak..
putng nya kaya apa gan emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
hadeeh, lama2 bisa jadi stensil inih, mantaaap gaan
Sekali2 cerita yang anti mainstream dan dikit2 nyerempet. Kalau perlu adegan yang ena2 dishare saja via dropbox atau google drive.

Sudah gak perlu mikir kenapa bisa begini kenapa bisa begitu. Nikmati saja. Kalau bosan ya tinggalkan.

Tambahan alur cerita dan gaya penceritaannya bagus.

Lanjutkan.
emoticon-Big Grin

nama Asnawi asli Sukabumi kuliah di Bandung lagi... emoticon-Ngakak (S) Asnawi namanya betawi banget gan...

BTW, cerita nya unik (usil nikmat) emoticon-Wakaka sih gan.
Tidak terlalu banyak karakter jg jadi lumayan enak baca nya.
Alur cerita nya juga ga bertele-tele, building karakter Asnawi nya masih diungkap dikit2.

Tapi klo bisa cerita nya jgn terlalu cepet tamat ya gan.

Apalagi kentang... Haha
Lihat 1 balasan
emoticon-heartAnyArrow..AnyArrow..emoticon-heart
ninggalin jejak dl gan
Balasan post rezanoaguero
Quote:


dia anak berbakti sama orang tua sampai setelah mati gan...............emoticon-Malu ,
Balasan post Ulqiora
Quote:



Asnawi blasteran Betawi-Sunda gan, jadi ngomongya kaya anak betawi tapi logat sunda emoticon-Salam Kenal
Balasan post gambreng008
Quote:


Untuk itu ane serahin sama imajinasi liar pembaca, kalo dijabarin lengkap di forum ini, bisa bisa kena Banned ....emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace
dari judulnya sangat unik sekali...

ijin nyimak dah...
BAGIAN 13
MALAM MINGGU

Pagi itu Asnawi pergi ke laundry untuk mencuci baju. Setelah kejadian hampir ciumanya dengan Hayati, Asnawi menjadi sering melamun dan kepikiran. Asnawi menyangka kalau semua ini adalah trik yang dilakukan Hayati untuk mengerjainya, karena dengan trik menakuti sudah tidak mempan. Namun bukan hal itu yang membuat Asnawi kepikiran sampai melamun, tetapi tatapan Hayati yang penuh dengan makna dan harapan sehingga membuat perasaan Asnawi seperti diaduk-aduk. Setiap kali dia menutup mata, bahkan berkedip sekalipun terbayang wajah Hayati yang begitu dekat.
“Perasaan apa ini? “ gumam Asnawi di dalam hati. Dalam 2 hari terakhir ini Asnawi mengalami dua kejadian yang membuat hatinya bergejolak, pertama kejadian Cascade yang menciumnya dan yang kedua adalah kejadian hampir ciuman dengan Hayati. Ditengah lamunan Asnawi, tiba-tiba smartphone nya bergetar. Asnawi sedikit kaget dan dia langsung membuka smartphone nya. Ternyata ada pesan WA dari Cascade.
Cascade : Morning honey.....?(dengan emot peluk dan cium) lagi apa ???
Asnawi : morning Darl’.....gue lagi ngelaundry, lu lagi apa pagi2 gini?
Cascade : lagi mandi .......dingiiin banget
Asnawi : ah boong lu, masa lagi mandi bisa chat WA ....-_-
Tiba tiba Cascade mengirim fotonya yang sedang mandi. “ANYEEENNKK...!!!” teriak Asnawi kaget melihat kiriman foto bugil Cascade yang sedang mandi. Semua orang yang ada di laundry itu langsung memandang ke arah Asnawi dan menjadikannya pusat perhatian. “maaf....maaf, ini ada temen saya yang ngirim gambar hantu, saya jadi kaget.....maaf ya buu..pak, maaf semuanya..hehehe” kata Asnawi meminta maaf dan orang-orang pun kembali ke kesIbukannya masing-masing. Asnawi segera menghapus foto kiriman Cascade di smartphonenya.
Asnawi : WTF...!!! ngapain ngirim foto naked lu...??? (Emot marah dan kaget)
Cascade : (emot tertawa)...kan lu sendiri yang ga percaya, jadi gue kirim deh
Asnawi : ya ga gitu juga kali...pake ngirim-ngirim segala
Cascade : gimana nih, udah dapet gebetannya??
Asnawi : Belum euy
Cascade : Bo’ong lu ya, kata si Eka lu udah punya gebetan
Asnawi : engga Cas, swear.....
Cascade kemudian mengirimkan foto Hayati yang dia terima dari Eka. Asnawi kaget, kenapa foto Hayati bisa ada di Cascade padahal baru semalam Asnawi mengirim 572 foto Hayati ke Eka sesuai dengan pesanannya. Kemungkinan Eka berkhianat dan memberi tahu Cascade tentang Hayati.
Asnawi : engga, cewek itu bukan siapa-siapa gue
Cascade : (emot ketawa lagi)
Cascade : inget ya, pokonya pas Natal lu harus bawa cewek ini ke rumah gue...
Setelah Cascade ngirim chat terakhirnya, perasaan Asnawi semakin tidak karuan. Dia tidak berani membalas chat Cascade dan mengakhiri chatnya. Setelah selesai mencuci baju di Laundry, Asnawi kemudian pergi ke rumah Eka untuk minta klarifikasi, ternyata Eka sama sekali tidak bicara tentang Hayati ke Cascade. Semalam Eka memang sedang bersama Cascade dan teman-teman lainnya nongkrong di warung kopi seberang kampus. Eka juga bilang kalau Hapenya sempet ketinggalan warung kopi pas pulang kerumah. Kemungkinan Cascade mengutak atik Hapenya Eka ketika tertinggal. Pada sore harinya Asnawi pun kembali pulang ke kosan dengan pikiran yang dipenuhi oleh pertanyaan kenapa Cascade sampai sebegitu nafsunya mendesak dirinya untuk segera punya pacar baru. “Apa mungkin dia sendiri yang belum bisa move on dari gue yah” pikir Asnawi.
....
Ketika Asnawi memasuki halaman rumah kostnya, dia melihat Hayati yang sudah berpakaian lengkap sedang mengobrol bersama Ibu Kost. Asnawi kaget kenapa Hayati bisa berada di depan rumah besama Ibu Kost.
“tuh Akhirnya Asnawi datang juga..” kata Ibu Kost sambil menunjuk tangannya ke arah Asnawi.
Hayati menoleh ke arah Asnawi dengan rambuti hitam panjangnya yang terkibas melambai seperti daun kelapa yang tertiup angin. Penampilan Hayati berubah drastis, wajahnya sangat cantik dengan bibir merah merona, pipi yang putih kemerahan dan alis yang lebih tebal dan terukir rapi. Dia juga memakai anting putih berbentuk lingkaran yang cukup besar tampak bagus menggantung di daun telinga. Dibalut dengan setelan baju gaya retro, mulai dari atasan memakai kaos warna putih dengan ditutupi oleh jaket sporty berwarna kuning tua yang kedua lengannya digulung sampai sikut, kemudian untuk bawahan memakai mini skirt rempel panjang selutut berwarna coklat kekuningan dengan corak bunga warna putih, dan dia juga memakai sepatu kets berwarna putih dengan kaos kaki se mata kaki.
Asnawi cuma terdiam serIbu bahasa melihat penampilannya yang berubah. Hayati mendatangi Asnawi dan mencium tangannya.”selamat datang Mas Nawi..”kata Hayati tersenyum manis.
“gimana Nawi..? cantik yah dek Hayati..?” tanya Ibu Kost.
“Subhanallah Bu, Cantik banget” jawab Asnawi dengan ekpresi takjubnya.
“Hayati datang kesini dari pagi loh, tadi dia nungguin kamu di kamar kost....dia pengen ngajakin jalan-jalan bareng kamu” kata Ibu Kost sembari menghampiri Asnawi dan Hayati.”ga sengaja ketemu sama Ibu diatas, terus didandani deh sama Ibu dirumah.”
“punteen banget bu, udah ngerepotin buat dandanin Hayati” Asnawi meminta maaf. “gapapa atuh Wi Ibu seneng banget ngedandani dek Hayati, Ibu udah lama banget ga ngedandanin anak perempuan, kebetulan banyak barang-barang peninggalan anak Ibu yang ga kepakai, jadi Ibu kasihin ke dek Hayati” kata Ibu Kost sambil mengelus-elus bahu Hayati.
“makasih banget Bu, udah merhatiin Hayati...hehe” kata Asnawi malu-malu
“ya udah sekarang waktunya kalian pergi gih jalan-jalan, kesiah Hayati udah nungguin dari pagi” tutup Ibu Kost.
Asnawi dan Hayati berpamitan kepada Ibu Kost, mereka berdua mencium tangan Ibu Kost dan kemudian beranjak menuju motor Asnawi yang masih terparkir di pinggir jalan. Asnawi naik ke atas motor diikuti Hayati yang duduk di belakang. Dia memeluk Asnawi dari belakang. Asnawi merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh tubuh nya karena tubuh Hayati yang menempel, namun dia juga merasakan empuknya dada Hayati yang menempel ke punggung, kemudian motorpun melaju pergi meninggalkan Ibu Kost yang masih berdiri di halaman.
“kok kamu bisa ketemu sama Ibu Kost sih? Gimana ceritanya”
“iya,,,,tadi pagi aku lagi nyobain baju di kamar sama Utami, kebetulan pintunya lagi terbuka...tiba-tiba Ibu Kost lewat di depan”
“Ibu Kost bisa liat kamu?”
“iya mas, soalnya aku lagi bercermin, jadi aku nampakin diri”
“untung aja si Ibu nggak berpikiran negatif yah liat kamu di kamar aku sendirian”
“ya aku kepaksa berbohong mau jemput Mas untuk jalan-jalan, jadi si Ibu sama sekali ga curiga malahan malah ngedandanin aku”
“bukan gombal ini mah yah, aku liat wajahmu semakin cantik setelah dipakein make up apalagi ditambah aksesoris anting bulat itu...hehehe”
Hayati tersipu malu mendengar pujian dari Asnawi dan semakin memeluk erat asawi dan meyandarkan kepalanya di punggung Asnawi. Mereka berdua sangat menikmati perjalanan dengan menaiki motor mio Asnawi. Sepanjang jalan mereka saling mengobrol asyik, melempar candaan, dan Asnawi yang berlagak seperti tour guide mulai mengenalkan nama-nama daerah di Kota Bandung kepada Hayati. Dengan dinaungi lampu-lampu jalanan yang terang, udara yang sejuk dan suasana kota yang sangat ramai seakan menambah suasana romantis di malam itu. Akhirnya mereka pun sampai ke tempat tujuan yaitu sebuah Mall besar di daerah Sukajadi Bandung.
Hayati sangat terpukau melihat kemegahan bangunan mall itu. “ mas mau ngajak aku kemana?” tanya Hayati yang melihat-lihat suasana di sekeliling Mall.
“rencananya kita nonton dulu terus kita dinner di restoran ”jawab Asnawi yang kemudian di memegang tangan Hayati dan berjalan kedalam bangnan Mall bersama. Tangan Hayati terasa sangat halus dan dingin.
“ngomong-ngomong, kita mau nonton film apa mas?”
“film BERANAK DALAM KUBUR”
“ooh filmnya Suzana yah...hihihih”
“lah kok tau? Tapi bukan Suzana yang meranin nya, pake artis lain karna Suzana yang asli udah lama meninggal.”
“iya mas, soalnya baru-baru ini aku pernah ketemu dengannya dan dia ngasih aku parfum melati ini”
“ooh pantesan daritadi aku nyium terus bau melati, ternyata itu parum kamu yah, eh emang Suzana beneran menjadi kuntilanak?”
“ho’oh mas, dia seperti panutan bagi para Kuntilanak...Legend banget pokonya mah”
“wah ternyata dia emang beneran jadi Kuntilanak yah kirain cuman di film doang.......hehehe”
Akhirnya mereka sampai kedalam bioskop. Pengunjung disana sangat ramai. Kebanyakan adalah pasangan-pasangan yang sedang kasmaran, banyak juga beberapa kaum jomblo yang berkumpul dipojokan. Mereka mengawasi terus gerak-gerik Hayati. Sesekali banyak pria yang menggoda Hayati, mulai dari sekedar bersiul, menyapa bahkan ada yang sampai ngajak kenalan. “Hayati, kamu jangan terlalu ramah dong ke mereka yang godain kamu, sombonglah dikit...jangan hiraukan godaaan-godaan dari mereka “ kata Asnawi yang kesal melihat Hayati yang terlalu ramah menerima mereka. “ciee...mas cemburu yah liat aku banyak digodain cowok...hihihihih” kata Hayati sambil senyum kegeeran.” Bukan cemburu Ti, tapi aku kasihan liat kamu digodain terus, kaya yang ga punya harga diri” kata Asnawi ngeles. “yaudah deh, mulai sekarang aku mau sombong,.....demi Mas Ku...hihihihih” kata Hayati sambil mencubit pipi Asnawi.
Setelah beberapa menit mengantre beli tiket, Asnawi dan Hayati akhirnya memasuki studio bioskop. Mereka duduk di kursi paling belakang dan di pojok. Asnawi terus memegang tangan Hayati dan menuntunnya ke kursi yang sudah dipesan. Suasana bioskop cukup menarik, banyak orang-orang dengan keunikannya masing-masing. Asnawi melihat ada rombongan keluarga yang beriringan masuk ke dalam studio, banyak juga orang tua yang membawa anak kecil untuk menonton padahal film ini khusu 17 tahun keatas, kemudian banyak juga pasangan pasangan yang berjalan saling bergandengan tangan, cabe-cabean yang sangat berisik dan beberapa kaum Jomblo yang menonton sendirian dan malah sibuk memainkan smartphonenya. “Wah...mas liat deh disana ada pasangan romantis..” kata Hayati sambil tangannya menunjuk ke arah 2 baris di depan mereka ada sepasang dua sejoli yang sedang manja-manjaan dan cium-ciuman. “Pengeeennn mas kaya mereka.............” pinta Hayati dengan wajah memelas yang menggoda iman. “udah deh jangan mulai..!!!...kita kesini mau nonton bukan mau begituan!!” jawab Asnawi datar, namun Hayati melah mendesaknya dengan menarik tangan Asnawi dan menyimpannya diatas paha. Asnawi kaget dan langsung menarik tangannya dengan cepat. “jangan gitu dong...!!! nanti Monster Kyubii di dalam tubuh aku nagmuk dan keluar....kan bakalan repoot!!!” kata Asnawi kesal. “emang Monster Kyubii tuh apaan mas..?? kayanya mengerikan banget...??” tanya Hayati kebingungan. “Lupakan...Lupakan.....gausah dibahas” jawab Asnawi. Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, film pun akhirnya dimulai. Sepanjang pemutaran film, Hayati tampak ketakutan sekali, dia terus menerus berteriak dan memeluk Asnawi. Beberapa penonton marah ke Hayati dan melempar pop corn ke arahnya karena terlalu lebay. Asnawi hanya bisa menahan tawa melihat Hayati yang ketakutan karena menonton film yang menceritakan tentang sundel bolong.
Setelah film usai, Asnawi dan Hayati berjalan keluar studio. Asnawi tidak henti-hentinya menertawakan Hayati yang masih ketakutan. Dia menggandeng erat lengan Asnawi karena saking ketakutannya melihat sundel bolong. Mereka berdua berjalan keluar bioskop menuju retoran yag berada di lantai paling atas. Selama berjalan menuju restoran mereka asyik mengobrol dan saling bercanda.
“masa kuntilanak takut lihat sundel bolong......hahahahaha”
“iiihh mas nih...aslinya nyeremin banget...hmmmmm”
“kan kamu udah biasa dong liat setan yang nyeremin...kamu juga nyeremin loh”
“hantu itu aslinya ga nakutin loh mas, mereka seperti manusia aja penampilannya...kalo yang nyeremin itu para siluman dan para hantu yang bekerja untuk siluman...kemasuk aku”
“jadi kamu bawahan siluman dong?”
“yuupps”
“hantu kerjanya ngapain aja sih? Apa kerja di kantoran atau gimana?”
“aku kerja dilapangan mas, setauku ada 3 jabatan dalam pekerjaannya, bagian nakut-nakutin, bagian mencari mangsa dan yang paling serem nih, bagian debt-collector”
“kaya kerja di Bank aja pake debt collector? Emang nagihin utang ke siapa sih? Emang para hantu suka ngambil Kredit Leasing kendaraan? Hahaha”
“nagihin utang ke manusia yang melakukan perjanjian dengan para siluman...”
“serem juga yah........ngomong-ngomong kamu di bagian apa kerjanya?”
“aku di bagian nakut-nakutin sih mas...hihihi.....tapi kan sekarang aku udah pensiun demi Mas ku, tapi dulu aku pernah loh jadi debt collector sebelum akhirnya dipecat”
“waaaww..............kok aku jadi merinding sih dengernya.......hiiiiiiiii berarti kamu adalah kuntilanak senior yah?” tanya Asnawi yang dijawab dengan anggukan kepala Hayati.
Setelah berjalan berduaan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai ke sebuah retoran besar ynag cukup elit. Restoran itu berada di atap bangunan mall sehingga menyajikan pemandangan indah untuk para pengunjung yaitu berupa suasana gemerlap cahaya terang di Kota Bandung ketika malam hari.
Asnawi memilih tempat duduk yang berada di balkon yang menghadap langsung keluar. Sebuah meja berbentuk bundar dengan dua kursi yang saling berhadapan sudah tersiap untuk diduduki.
“wwaaawww....restorannya bagus banget mas, ada yang maen musiknya segala” kata Hayati yang terpukau dengan suasana yang terjadi di restoran itu.
“ini restoran favorit bapak aku kalo lagi berkunjung ke Bandung” kata Asnawi sambil memanggil-mabggi pelayan.
Beberapa saat kemudian seorang pelayan datang menghampiri mereka berdua dan memberikan buku menu.”kamu mau pesan apa?” tanya Asnawi sambil membuka-buka buku menu.”ah aku mah terserah mas aja “ jawab Hayati senyum.
“yaudah aku pesenin yang spesial buat kamu.....steak tenderloin ukuran jumbo”
“WAAWWW....MAKASIH BANGET SAYAAANG...”teriak Hayati yang kegirangan sambil mencubit pipi Asnawi.
“AWWW.....sakit banget...”kata Asnawi sambil menggosok-gosok pipinya kerena cubitan gemes Hayati. Sambil menunggu makanan datanag, mereka kembali saling melontarkan candaaan, tertawa bersama sampai-sampai mereka berdua menjadi pusat perhatian pengunjung lain karena terlalu berisik.
Pelayan pun akhirnya datang membawa makanan yang sudah dipesan dengan menggunakan sebuah nampan besar. Kemudian menyajikannya di atas meja dengan rapi. Setelah peaya pergi mereka langsung bersiap menyatap makanan, Hayati dengan liarnya memegang daging steak yang besar dengan kedua tangannya dan siap melahapnya, tetapi hal itu langsung di cegah oleh Asnawi dengan menepuk punggung tangannya.”eeiiittss...tunggu, jangan begitu dong kamu makannya, simpan dulu dagingnya di atas piring!!!”. Hayati kemudian menyimpan daging steak itu di atas piring. Asnawi mengambil serbet, kemudian mengelap-elap tangan Hayati yang berlumuran dengan saus steak.
“nih kamu makannya pake pisau dan garpu, tangan kanan garpu terus tangan kiri pisau....terus liat cara aku motonginnya ya” kata Asnawi yang berlagak seperti dosen yang mengajari tatacara makan steak yang beradab. Hayati tampak antusias mengikuti kursus singkat cara makan steak yag baik. “mas, kok yang lain mah megang garpunya pake tangan kiri?” tanya Hayati yang melihat orang disebelahnya yang kebutlan sedang makan steak juga. ” wah PAMALI kalo pake tangan kiri, ntar makanannya dimakan sama setan loh!” jawab Asnawi.” Tapi kan aku setan mas......berarti aku harus makannya pake tangan kiri dong?” tanya Hayati polos.” Buat kamu mah pengecualian.....harus pake tangan kanan hahhahahaha” jawab Asnawi.
Suasana dinner semakin romantis ketika penyanyi restoran menyanyian lagu-lagu romantis dari Kahitna dan dinaungi dengan cahaya lampu yang remang-remang. Malam itu begitu indah, Asnawi merasakan sangat bahagia, untuk sementara dia melupakan tentang Cascade.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
Lihat 2 balasan
Lanjutken buwossquh...!!
Lihat 1 balasan
Balasan post Martincorp
njirrr ada suzana nya jg emoticon-Wkwkwk
ane lempar cendol tangkep ya bre emoticon-Peace
Diubah oleh gw.kenshin1601
Halaman 3 dari 108


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di