alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd16b91dc06bd44528b456a/tamat-pacarku-kuntilanak

PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, BB17+)

[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK

Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi. 
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:



Spoiler for INDEX:


Spoiler for Penampakan:



Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace

Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......emoticon-thumbsup emoticon-Salaman emoticon-Smilie emoticon-Smilie emoticon-Smilie
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK

Akhirnya kisah ini selesai dengan meninggalkan banyak misteri yang belum terkuak, untuk itu nantikan kisah selanjutnya di novel lanjutan cerita ini
Spoiler for Sudah Terbit:


Follow Instagram Martincorp_Official di : Martincorp69

Kunjungi juga Wattpad ane di Link : PACARKU KUNTILANAK
Polling
394 Suara
Siapakh Karakter Favorit Agan ? 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaduruk dan 180 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 1
TUGAS BESAR

Hari Selasa 14 November 2017, Asnawi, Febri dan Eka pergi ke daerah irigasi cimanuk untuk menyelesaikan tugas besar mata kuliah Irigasi di lapangan. Asnawi, Febri dan Eka adalah mahasiswa teknik sipil semester 7 di sebuah universitas negeri di Bandung. Selama beberapa bulan terakhir mereka sering mengunjungi tempat itu untuk mengambil data teknis tentang irigasi yang mereka teliti. Mereka juga harus berpacu dengan waktu karena lokasi irigasi yang mereka teliti berada di daerah Cimanuk yang terkenal sangat angker. Selama waktu penelitian, mereka tidak pernah sekalipun berada di lokasi itu sampai malam karena mereka tahu bahwa tempat itu terkenal sangat angker. Jalan menuju ke irigasi cimanuk cukup sepi, meskipun mereka selalu lewat pada siang hari.

Tidak terasa Hari mulai malam. Febri dan eka langsung berkemas membereskan peralatan dan mdimasukan ke dalam tas ransel mereka, namun tidak dengan Asnawi, dia masih tetap sibuk mengerjakan tugasnya. Asnawi sudah pernah mengambil kuliah ini 2 kali dan kali ini dia tidak mau sampai gagal dalam menyelesaikan tugas besar.

“Wi, udahan yu, kita pulang,”ajak Febri sambil bergegas memasukan peralatan ke dalam tas. Asnawi malah asyik mengerjakan penghitungan hasil penelitian.

“ ayo Wi, kita pergi, nnti setan setan disini keburu keluar “ ajak Eka yang sudah berada diatas motor dan siap meluncur.

“ kalian duluan aja, gue mau beresin dulu, kagok yeuh” kata Asnawi sambil terus menulis dan tidak mengacuhkan Febri dan Eka.

“ woy serius nih? Ntar lo diculik ama setan, lo kan paling penakut diantara kita bertiga” kata Febri

“Kita ga tanggung jawab”

“ udah kalian pergi aja, gue lebih takut kalo tugas laknat ini ga selesai, gue harus ngulang lagi semester depan” tegas Asnawi memandangi mereka sambil mengernyitkan dahi.

“yaudah bro, kita duluan yah, hati2 di belakang lo ada kunti lagi liatin , hahahahaha” teriak Eka sambil menjalankan motornya berboncengan dengan Febri.

Mereka pun pergi meninggalkan Asnawi sendirian, “dasar kampreett….” Kata Asnawi yang kembali menulis catatan dari hasil penelitiannya. Bebrapa menit kemudian matahari pu mulai tenggelam dan hari mulai gelap. Di sekitar lokasi sama sekali tidak terdengar suara adzan magrib karena jauh dari wilayah perkampunga warga.

Malam semakin larut, keadaan di sekita Asnawi berada mulai terjadi banyak kejadian-kejadian aneh yang dimulai dengan suara-suara lolongan anjing , benda jatuh, bahkan sesekali terdengar tangisan perempuan hingga suara anak kecil yang sedang ketawa-ketawa seperti saat sedang bermain. Asnawi terus melanjutkan mengerjakan tugasnya tanpa menghiraukan kejadian aneh tersebut. Bagi Asnawi jauh lebih mengerikan gagal tugas dibanding bertemu dengan setan.

“Alhamdulillah, akhirnya beres juga nih tugas besar” Asnawi berbicara sendiri sambil menngeliat menghilangkan pegal.

“merinding ya, mending gue buru-buru pergi dari tempat ini” gumam Asnawi dalam hati sambil memasukan semua peralatan ke dalam tas. Dia lari menuju tempat motor terparkir dan langsung manyalakan motor mio nya dan langsung tancap gas pergi meninggalkan lokasi itu.

Suasana malam sangat horror, jalanan yang sangat sepi dan banyak pohon pohon rindang di pinggir jalan ikut meperparah keadaan. Asnawi tidak berani menengok kiri-kanan, dia hanya memandang lurus kedepan saat menjalankan motornya.
profile-picture
profile-picture
black392 dan vchiekun memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 2
GARA-GARA ANJING

Jalan dari lokasi irigasi Cimanuk menuju keramaian kota cukup jauh sekitar 15 km, namun karena sangat angker dan sepi Asnawi merasa kalo jalan ini panjangnya 100 km. Motor mio nya terus digeber biar capat meninggalkan daerah itu. Di depan terdapat tanjakan yang sangat angker, konon katanya disana sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh sosok kuntilanak yang selalu muncul disana. Jantung Asnawi semakin berdtak kencang dan berusaha melawati tanjakan itu dengan sangat cepat dan berharap tidak melihat kuntilanak yang sering dibicarakan orang. Akhirnya motor pun melewati tanjakan itu dengan selamat, dan terus melaju dengan lancar, Asnawi senang bisa melewati tanjakan itu namun ketika kesenangannya belum berakhir, tiba tiba dia melihat ada sosok wanita memakai gaun putih berjalan dipinggir jalan. Seketika Asnawi pun makin takut dan yakin wanita itu adalah kuntilanak. Dia langsung tancap gas, namun rasa penasaran yang besar membuat dia menoleh ke arah sosok wanita tersbut. Dia ingin meyakinkan bahwa sosok itu adalah kuntilanak. Ketika menoleh kearah wanita tersebut, tiba-tiba ada seekor anjing melintas ke tengah jalan, Asnawi kaget dan banting stang menghindari anjing itu dan langsung terpelanting jatuh ke jalan. Motor Asnawi jatuh dan terperosok ke semak-semak dipinggir jalan. “AANJIIIING…” raung Asnawi ketika badannya jatuh ke jalan, berguling-guling hingga akhirnya kepalanya terbentur dengan keras pada sebongkah batu.

Badan Asnawi lemas, terlentang di pinggir jalan, pandangan mata mulai kabur, dan rasa sakit mulai menjalar keseluruh tubuh dari ujung kaki ke kepala. Darah mengucur deras dari pelipis menganak sungai di pipi dan mengalir ke jalanan. Asnawi setengah sadar dan ditengah pandangan yang mulai kabur, dia mulai melihat sosok wanita tadi menghampirinya. Sayup sayup dia mendengar suara wanita itu “ mas, kamu ga apa-apa?, aku tolongin mas”. Asnawi merasa lega karena wanita itu manusia bukan kuntilanak seperti yang dia pikirkan. Asnawi berpikir kalau kuntilanak pasti tidak akan menolong dan akan langsung mengabil jiwanya. Asnawi pun pingsan.

Wanita itu pun langsung menolong Asnawi, badan Asnawi diseret dan disandarkan ke sebuah pohon besar, terus wanita itu pun membersihkan luka Asnawi dan mengobatinya.

Beberapa menit kemudian, Asnawi mulai sadar, dia kaget dirinya sudah dalam posisi duduk dan bersandar ke batang pohon. Dia juga kaget luka lukanya sudah dalam keadaan bersih. Luka sobek di pelipis kanan kepalanya tampak sudah dijahit dan diolesi oleh betadine dan begitupun dengan luka di kakinya pun sama.

“ mas sudah sadar? syukur atuh akhirnya mas sadar juga, aku dari tadi was-was liat keadaan mas…hihihih” terdengar suara wanita dari belakang pohon.

Asnawi selintas kaget dan senang, dia membayangkan ditolong oleh wanita cantik, dari suaranya pun tedengar manis. Ketika wanita itu mendekat, secara perlahan Asnawi menoleh kebelakang perlahan dan dia melihat wanita itu.

..................................................

profile-picture
profile-picture
profile-picture
black392 dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 50
MEMBANGUN KEHIDUPAN BARU
part 2


Asnawi pergi keluar kamar kost, sementara Merry kembali ke tempat tidurnya. Suasana diluar masih sangat sepi dan langit tampak gelap. Asnawi langsung meluncur menuju kosannya dengan motor Mio bututnya. Sepanjang jalan yang sepi, dia terpikir terus tentang kejadian semalam bersama Merry. Sungguh sangat bahagia hati Asnawi ketika dirinya dilayani Merry dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Dia merasa sangat terpuaskan akan hasrat birahinya, mungkin karena Merry yang berprofesi sebagai pemuas nafsu birahi, maka dia sangat ekspert dalam hal memuaskan birahi Asnawi apalagi ditambah dengan semburan rasa cinta dan sayang dari Merry yang makin melipat gandakan kepuasan Asnawi. Kini dia berpikir kalo hatinya sudah terbagi menjadi 5 bagian. Dia tidak habis pikir, kenapa hal itu bisa terjadi begitu saja pada dirinya. Hayati, Cascade, Bi Asih, Syarifah dan Merry, semuanya telah membuat dirinya masuk kedalam kebimbangan yang luar biasa. Seandainya Hayati itu manusia, pasti dirinya akan langsung menikahinya dan menjadikannya permaisuri, kemudian langsung memborong semua cewek lainnya yang mengambil hatinya sekaligus sebagai selir. Memang terdengar sangat jahat, namun setidaknya Cascade dan Bi Asih sudah bersedia untuk dibagi cintanya bersama Hayati, sementara Syarifah masih malu malu untuk mengungkapkannya dan Merry, memang cukup rumit, dia ingin berhubungan sebagai kakak adik namun rasa pacar. Hal itu membuat Asnawi semakin bimbang.

Selintas Asnawi bergidik ketika membayangkan kalau Hayati tahu akan hubungannya sama Merry semalam. Pasti Hayati akan langsung mengeluarkan pedang tusuk perjakanya dan mencincang dirinya sampai habis. Mengingat hal itu, Asnawi mempercepat laju motornya untuk segera sampai ke kosan dan tidak membuat Hayati curiga. Setelah 15 menit di perjalanan, akhirnya Asnawi sampai ke kosan. Dia segera masuk ke kamarnya dengan berlari. Suasana kost sangat sepi dan masih gelap. Asnawi membuka pintu kamar, dan ternyata kamar dalam keadaan kosong. Hayati tidak berada dikamarnya.

“huhhh!!! Untung aja kunti cantikku nggak ada disini...hmmm mungkin dia lagi nginep di kamar Utami...gue mesti cepet cepet mandi besar nih biar dia nggak curiga” kata Asnawi dengan menghela napas panjangnya. Dia merasa lega dengan keadaan itu. Asnawi kemudian segera bergegas kekamar mandi unuk mandi besar.

Setelah selesai mandi, Asnawi kembali masuk ke kamarnya, tiba tiba Hayati muncul dari dinding kamar dan langsung memeluk erat Asnawi.

“mas ku....hiks...mas..hiks”

“aduh...aduh...kenapa sayangku, kamu ujug ujug nangis sama meluk aku?”

“aku kangen mas ku....muaahhh!!” Hayati mendium bibir Asnawi.

“yaelah....baru ditinggal kemaren pagi aja udah kangen heheheh...lagian semalem kamu kemana?”

“ihhh!! Mas jahat!...beneran mas ku..aku kangen banget....semalem aku nginep di kamar Utami mas”

“oohh hehehehe....iya maaf atuh hehe.....aku juga kangen sama kamu kunti cantikku..muaaaah!” Asnawi kembali mencium bibir Hayati.

“hihihihihi....mas genit deh...oh iya ada yang mau aku ceritain nih”

“wah...cerita apa nih...aku juga sama punya cerita buat kamu...yuk duduk di kasur”

Akhirnya mereka duduk berhadapan diatas kasur. Sesi cerita diawali oleh Hayati terlebih dahulu yang menceritakan peristiwa yang terjadi di rumah Ratih. Asnawi tampak kaget dan tidak percaya dengan apa yang diceritakan Hayati. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Hayati bisa berubah menjadi monster yang sangat mengerikan. Terlebih lagi, Asnawi pernah melihat wujud mengerikan Hayati ketika bertarung sama Cascade. Asnawi tampak memeluk erat Hayati dan mengelus kepalanya. Dia tampak prihatin dengan apa yang dialami Hayati.

Setelah Hayati tenang dan menghentikan isak tangisnya, giliran Asnawi yang bercerita kepada Hayati tentang hasil penerawangan Cascade terhadap dirinya. Dia menceritakan kalau lokasi jasad Hayati sudah ditemukan. Hayati tampak kaget mendengar kabar itu. Dia seperti trauma ketika mendengar cerita Asnawi tentang detil lokasi tempat dibunuhnya Hayati. Asnawi mangajak Hayati untuk pergi ke Sumadra tempat dibunuhnya Hayati, namun Hayati seperti tidak mau dan masih trauma berat dengan tempat itu. Akhirnya Asnawi menunda rencananya itu dan menunggu Hayati siap.

Setelah bercerita, Hayati kemudian mulai membuka kulkas dan mengambil beberapa potong daging, kemudian kembali duduk diatas kasur dan memakannya. Sementara Asnawi tampak berbaring diatas kasur. Asnawi membelai punggung Hayati yang tengah makan daging.

“mas...apa mas udah nemuin Merry?”

“udah kunti cantikku sayang.....kemarin aku ketemu sama dia...aku langsung minta maaf dan dia pun sama minta maaf sama aku...akhirnya kita saling maaf maafan”

“syukurlah kalo gitu mas..terus mas nawarin mau ngerubah hidup dia?”

“iya dong sayang...aku udah minta Cascade buat nerima Merry sebagai salah satu pegawainya di perusahaan Mommy nya...terus aku juga udah nyuruh Merry hidup sederhana dan mau menjual mobilnya”

“apa dia nyatain cinta ke mas?”

“lho kok kamu nanya gitu?...yah enggak lah Hayati...dia tetep konsisten jadi adek aku”

“oohh hehehehe...aku cuman kepo mas, aku takut mas direbut dariku”

“ya enggak dong sayang....kamu udah terpatri di hatiku”

“ihhhh mas gombal deh hehehe”

Hayati tampak tersipu malu dan kegeeran ketika dipuji Asnawi. Setelah menghabiskan dagingnya,Hayati kemudian membersihkan piring dan kembali ikut berbaring di sebelah Asnawi.

“Hayati...apa nanti siang mau ikut dengan ku...aku mau ketemuan sama Merry...aku mau membangun kehidupan baru buat dia”

“errr......ayo mas aku ikut...mau ketemuan dimana?”

“di kampus”

“waduh...kenapa harus di kampus mas?...gimana kalo temen temen mas pada ngegodain aku lagi kaya dulu..bisa bisa rusuh tuh kampus”

“iya juga yah.....kenapa sih kamu cantik banget? Jadi selalu bikin rusuh orang ”

“ihhhh! Udah takdir kali mas...hihhhihihi”

Asnawi terdiam dan bingung dengan apa yang diceritakan Hayati. Memang benar, pasti akan terjadi kerusuhan apabila Hayati ikut dirinya ke kampus. Hayati mulai menggoda Asnawi. Dia mulai menciumi leher Asnawi dan menempelkan toketnya ke tubuh Asnawi. Asnawi mulai kegerahan dengan aksi genit Hayati. Dia sangat lelah karena semalaman harus tempur sama Merry. Dia sudah tidak sanggup untuk melayani Hayati sekarang. Tiba tiba smartphone Asnawi yang disimpan diatas meja belajar berbunyi. Asnawi langsung beranjak dari kasur dan pergi menuju meja untuk mengangkat telepon. Ternyata itu telepon dari Syarifah.

“assalamualaikum....!”

“waalaikum salam Aa....”

“eh ceuceu....apa kabar...ada apa nih pagi pagi udah nelepon?”

“alhamdulillah A sehat...ini, aku mau nanya kalo teh Hayati ada A?”

“ada...emang mau apa ke Hayati”

“anu....aku mau teh Hayati ngajarin aku hari ini, privat gitu A...”

“hmmmmmm...okeh....Hayati siap kapanpun juga, mau jam berapa dateng ke tempat kamu?..eh....mau dimana tempat les privat nya”

“eeuuuhhh...jam 11 aja deh a....di tempat Casey aja deh a...biar bagus hehehe”

“aduh jangan disono atuh...dirumah kamu aja deh”

“nggak bisa a......di rumah aku banyak orang, nanti aku nggak konsen belajarnya...kalo dirumah Casey kan sepi...jadi aku bisa konsen..terus ada Bi Asih yang selalu nyediain makanan yang banyak...kan teh Hayati orangnya rewog (Rakus) hehehehehe”

“hmmm...oke deh, nanti sebelum ke kampus aku anterin Hayati dulu ke rumah Casey yah”

“okeh aa.......ditunggu jam 11 yah pacar gelap kesayanganku”

“hehehehe..iya iya..ceu asalamualikum”

“waalaikum salam ....say...”

Asnawi langsung menutup teleponnya. Dia merasa terusik ketika Syarifah memanggilnya sayang. Dia hampir saja membalas menyebut Syarifah ‘sayang’. Hal ini bisa sangat berbahaya karena Hayati berada dikamar dan dia pasti mendengarnya.

“telepon dari siapa mas ku?”

“eehhh ...anu...dari Syarifah....dia ingin kamu ngajar les privat dia hari ini jam 11”

“Oalah...kok ngedadak banget sih....hmmm...jadi deg degan nih, aku mau kerja lagi hehe,,,kerjaan manusia bukan setan”

“kamu siap nggak kerja hari ini”

“siap dong mas ku....hehehe”

“okeh...bentar lagi aku anterin kamu yah ke rumah Cascade...dia mau belajarnya disana”

“siyap mas ku”

Hayati langsung bergegas. Dia membuka lemari dan menyiapkan baju yang akan dipakai untuk pergi ke rumah Cascade. Asnawi ikut memilihkan baju yang matching. Hayati sangat senang, untuk pertama kalinya dia akan bekerja dan dia juga senang karena akan bertemu dangan Syarifah. Hayati dan Syarifah sudah sangat akrab walaupun baru kenal.

Hayati akhirnya selesai berdandan, Asnawi tampak terpukau dengan tampilan cantik Hayati. Ketika jam menunjukkan pukul 10, Asnawi langsung mengajak Hayati pergi dengan motornya. Mereka pun akhirnya pergi. Jalanan cukup padat, namun Asnawi dengan sangat udah menyusuri kemacetan launlintas dengan meliuk liukan motornya di tengah antrian mobil yang tersendat. Akhirnya setelah setengah jam perjalanan, Asnawi dan Hayati sampai di rumah Cascade. Mereka langsung disambut oleh Bi Asih dan langsung disediakan makanan. Bi Asih sudah tahu kalau Hayati suka makanan daging, jadi dia sudah menyiapkan beef steak yang banyak. Tak lama berselang,Syarifah pun datang ke rumah Cascade. Tampak Syarifah menyapa hangat Hayati dengan saling cipika cipiki dan bersalaman dengan Asnawi. Cascade saat itu sedang tidak ada di rumah, dia sedang pergi ke kampus. Setelah Hayati dan Syarifah sudah nyaman dengan ruangan untuk belajar, Asnawi berpamitan kepada mereka untuk pergi ke kampus. Hayati menitipkan salamnya untuk Merry dan minta maaf kepada Merry karena tidak bisa ketemuan. Asnawi pun pergi meninggalkan Hayati di rumah Cascade. Dia pergi ke kampus.

Asnawi telah sampai ke kampus, dia memarkirkan motornya di tempat parkir basement gedung jurusan design. Dia berencana bertemu Merry di perpustakaan jurusan design. Asnawi berjalan menuju gedung 4 lantai itu dan dia langsung menaiki tangga ke lantai 3. Suasana di lantai 3 sangat sepi, karena kegiatan perkuliahan belum dimulai. Dia berjalan menyusuri sebuah lorong yang agak gelap. Disamping kanan dan kiri lorong terdapat banyak pintu menuju ruang kelas. Ruang perpustakaan berada di ujung lorong. Akhirnya Asnawi sampai ke perpustakaan, dia langsung menelusuri rak rak buku yang tinggi dan berjejer rapi. Ketika melewati rak ke 3, dia melihat Merry di antara rak 3 dan 4 yang sedang sibuk memilih buku. Asnawi langsung menghampirinya.

“ehemm...!!..lagi nyari buku apa Dinda?”

“eeehhh...Kanda, ngagetin aja”

“maaf hehehe...udah lama nungguin?”

“enggak Kanda, baru setengah jam lah”

“wah itu mah cukup lama euy”

“lama mah kalo nunggu seharian.......baru itu lama”

“ eh genk kamu pada kemana nih, kok sepi?”

“mereka udah pada pulang Kanda, setengah jam yang lalu...mereka mau ke rumah Casey”

“waduh......ke rumah Cascade?...aku tadi baru nganterin Hayati kesana”

“emang kenapa Hayati dianterin ke rumah Casey?”

“dia mau ngajar les privat sama Syarifah....sepupunya Cascade”

“les privat apa Kanda?”

“kedokteran Dinda.....dia kan mantan dokter KOAS”

“ohh..kenapa nggak diterusin?....sayang banget dong Kanda”

“yaaahhh......dia nggak ada biaya .... sama kaya kamu Dinda, bapaknya Hayati bangkrut dan meninggal.. dia jatuh miskin, ibunya nelantarin dia ....dia kepaksa kerja serabutan..sampe akhirnya ketemu sama aku”

“duh!!..huft..huft...kok sedih banget Kanda...ceitain dong!”

“hayu ............... kita ngobrolnya sambil duduk”

Asnawi dan Merry duduk di bangku yang tersedia di pinggir ruangan. Merry tampak membawa beberapa buku yang cukup tebal. Asnawi mulai bercerita tentang Hayati kepada Merry. Kisah Hayati karangan Asnawi sangat menyedihkan sehingga Merry beberapa kali terisak. Merry menjadi sangat iba kepada Hayati dan dia berjanji kepada Asnawi kalau dirinya tidak akan merebut Asnawi dari Hayati. Asnawi sesekali menghapus air mata yang membasahi pipi Merry. Perbincangan itu menjadi sangat panjang dan mendalam sampai akhirnya dua jam berlalu begitu saja. Asnawi sadar kalau niat dirinya bertemu dengan Merry adalah untuk membangun kembali kehidupan Merry, bukan untuk mengobrol. Untuk itu Asnawi segera mengajak pergi Merry dari perpustakaan. Mereka berjalan menuju tempat parkir mobil dimana mobil Merry terparkir. Asnawi mengajak Merry pergi dengan menumpang mobilnya. Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil, Merry yang mengemudikan mobil sementara asanwi duduk di sampingnya.

“Kanda....kita mau pergi kemana?”

“aku mau ngajak kamu buat ngejual mobil ini dan memebangun kembali hidupmu menjadi baik..apa kamu keberatan Dinda?”

“emmm...enggak Kanda, aku setuju sama kamu....yang penting buatku sekarang ...aku bisa keluar dari kegelapan dan kembali hidup normal ... sama menjadi adik yang baik buat Kanda ku sayang”

“oke sekarang kita ke showroom buat jual mobil ini, terus kita lunasin cicilan mobil ini ke leasing, abis itu aku beli motor buat kendaraan kamu sehari hari, terus kalo ada sisa...kamu tabungin yah uangnya”

“oke siap Kandaku sayang”

Merry pun melaju cukup kencang menembus jalanan kota Bandung yang kala itu sedang lancar. Pertama mereka pergi ke showroom untuk menjual mobil, setelah proses tawar menawar yang alot, akhirnya Asnawi berhasil menjual mobil Merry dengan harga yang sesuai yaitu 150 juta. Merry tampak senang dengan hasil penjualannya itu. Kemudian mereka pergi ke kantor leasing untuk melunasi utang cicilan mobil Merry sebesar 50 juta dan mengambil BPKB mobil untuk diserahkan kembali ke pihak showroom.

Asnawi mengajak Merry ke dealer motor untuk membelikan Merry sebuah sepeda motor matic. Dia memilihkan motor Yamaha Nmax untuk dipergunakan Merry sehari hari seharga 25 juta. Merry langsung mengambil motor barunya itu dan mencobanya di lahan parkir dealer. Tampak ekspersi Merry yang was was dan Asnawi menertawakannya. Merry masih memiliki uang sisa sebesar 75 juta dari hasil penjualan mobilnya, Asnawi menyuruh Merry untuk menyimpan uang itu di bank.

Pada sore hari sekitar pukul 4 sore, Merry membonceng Asnawi untuk kembali ke kampus. Dia mangantarkan Asnawi ke motornya yang disimpan di tempat parkir yang berada di basement gedung jurusan design. Mereka berpisah kala itu dengan saling beciuman bibir kembali. Setelah itu Merry langsung tancap gas untuk pulang ke kosannya, sementara Asnawi pergi ke rumah Cascade untuk menjemput Hayati pulang.


................................................


LANCROTKAN MARTINEZ JANGAN KASIH KENDOOORRRRR emoticon-Betty emoticon-Betty

HOHOHO TIDAK SEMUDAH ITU ALEJANDRO emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 20 lainnya memberi reputasi
profile picture
kecepiritenak

MANTAPKAN KYUBIMU PAK VITALISO
profile picture
novarestuillahi
kapal oleng paman gepetoo,,,, lanjutkan,,,,,
profile picture
oryu
api yang akan membesar suatu hari nanti wkwk
profile picture
romandhoni
Hmm, Asnawi dan Merry sementara masih aman, belum muncul konflik lagi
Keep update
BAGIAN 54
SUMADRA
part 4



“halooo Hayati?........” sapa Bendoro dengan senyum menyeringai.

Hayati dan Asnawi sangat kaget dengan kehadiran Bendoro yang tiba tiba muncul di depan mereka. Asnawi dengan sigap langsung pasang badan melindung Hayati.

“siapa kamu!!!..........kamu pasti Bendoro ya?”teriak Asnawi.

“wah...wah...jadi ini toh pacar kamu Hayati?...hahahaha ganteng juga yah...hmmmmm tapi sayang, dia tukang selingkuh” kata Bendoro.

“dia bukan tukang selingkuh!!!.........dia lagi kena kutukan” jawab Hayati yang membela Asnawi. “kamu kesini mau apa?”tanya Hayati dengan keras.

“aku cuma pengen ngajak kamu bergabung lagi sama aku untuk revolusi....”

“udah kubilang kan aku nggak mau bergabung sama kamu, aku udah nyerahin semua hartaku buat bantu perjuangan kamu...aku nggak mau bunuh bunuhan lagi!!”teriak Hayati kepada Bendoro.

“iya....kau tidak berhak memaksa Hayati untuk ikut sama kamu.....lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan ganggu Hayati lagi” ancam Asnawi.

Bendoro hanya tertawa mendengar gertakan dari Asnawi. dia kemudian menghadapkan telapak tangan kanannya ke arah Asnawi. seketika Asnawi langsung kesakitan. Badannya kaku tidak bisa bergerak. Dia berteriak teriak dan Hayati berusaha menggapai badannya yang mulai melayang di udara. Tak lama kemudian badan Asnawi dilemparkan sampai membentur dinding bangunan pabrik dengan sangat keras. Tubuhnya menempel di dinding itu dan masih kaku. Hayati langsung murka, dia berubah wujud menjadi Hayati yang menyeramkan dengan mata kuning bersinar, kuku panjang dan taring yang memanjang.

“lepaskan mas Nawi ku...........Bendoro!!” perintah Hayati.

“hmmmm.......aku heran sama kamu, kok bisa bisanya jatuh cinta sama cowok buaya kaya gini...udah gitu nurut lagi......aku akan memaksamu untuk bergabung dengan ku atau kalo kamu masih nggak mau, aku akan menangkapmu dan menyerahkannya ke Kangjen Ratu buat dicuci otak, abis itu kamu mau aku culik dan kamu akan kujadikan mesin pembunuh untuk menghabisi pasukan Kangjen Ratu” jelas Bendoro.

“JANGAN MAU DIAJAK DIA HAYATI!!!...INGAT JANJI KAMU....AKU NGGAK RELA KAMU JADI PEMBUNUH LAGI..HIKS...HIKS...HIKSS...LEBIH BAIK AKU MATI DARIPADA LIAT KAMU JADI PEMBUNUH LAGI” teriak Asnawi dengan lantang.

Tiba tiba Bendoro mengeluarkan jurus pengunci mulut dan secara mendadak, Asnawi menjadi tidak bisa berbicara. Dia merasakan bibir dan lidahnya kaku. “berisik kamu yah.....ini buka urusanmu buaya darat!!” kata Bendoro.

“LEPASKAN MAS NAWI SEKARANG JUGA!!!” teriak Hayati dengan memasang kiuda kuda dan bersiap menyerang.

“hmmmm..........kamu mau apa? Mau berantem lagi sama aku?”tanya Bendoro dengan nada menantang.

Tiba tiba Hayati langsung melesat dengan cepat kearah Bendoro. Dia mneghantam Bendoro sangat keras, sampai tubuhnya terhempas dan terlempar jauh. Hayati berteriak ke udara sambil menghadapkan tangan kanannya ke atas. Dia mengumpulkan semacam kumparan energi yang berwarna kuning terang seperti bola api. Setelah bola energi itu tumbuh menjadi sebesar bola basket, Hayati langsung meleparkan bola energi itu ke arah Bendoro yang masih tersungkur menghujam tanah. Timbullah ledakan yang sangat dahsyat, sampai Asnawi menutup matanya karena sangat silau ketika melihat ledakan bola energi itu. Bumi bergetar, langit mendadak menjadi terang benderang dan kabut menyingkap dengan cepat sehingga seluruh kawasan itu menjadi terlihat dengan sangat jelas. Asnawi tiba tiba terlepas dari ikatan gaibnya dan jatuh ke tanah. Napas terengah engah dan masih merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya. Lidahnya mulai bisa digerakan kembali. Hayati dengan cepat menghampiri Asnawi.

“mas...kamu nggak kenapa napa?” tanya hayai sambil membantu Asnawi berdiri.

“enggak apa apa Hayati...sebaiknya kita cepat kabur dari sini” ajak Asnawi sambil berusaha berdiri dengan benar.

“ayo mas..ku..cepetan” kata Hayati yang menarik tangan kanan Asnawi.

Baru beberapa langkah mereka berlari, tiba tiba Bendoro sudah berada dihadapan mereka sambil tersenyum jahat. Dia langsung menghantam Hayati sampai terlempar jauh dan Asnawi kembali dilempar ke dinding pabrik tadi dan terikat oleh tali gaib yang membuatnya tidak bisa bergerak. Bendoro menghampiri Asnawi yang terikat. Dan mulai menyiksanya dengan siksaan psikologis.

“halo tampan......kenapa kamu sangat kerasa kepala banget, pake ngalarang larang pacarmu gabung sama aku.....padahal aku tuh orangnya baik lho sayang.....kamu sayang nggak sama pacarmu?” tanya Bendoro sambil mengendus bagian wajah dan leher Asnawi. dia kemudian mencium pipi dan bibir Asnawi. Bendoro juga menggerayangi tubuh Asnawi.

“kau wanita licik Bendoro ... kau cuman mikirin dirimu sendiri .... kamu cuman mau manfaatin Hayati...selebihnya kau akan campakkan dia.....dulu kau juga mengusirnya lalu kau melubangi punggungnya.........kamu cuman ngasih penderitaan buat dia” kata Asnawi dengan wajah bengis.

“ckckckckck.........kamu bener bener suudzon sama aku yah, aku nggak sejahat itu sayang.....lagian kupikir pikir kamu ganteng juga yah...pantesan Hayati jatuh cinta sama kamu....kayanya aku juga jatuh cinta juga deh sama kamu..ihihihihih”

“ciihhhh!! Aku nggak sudi jatuh cinta sama kamu....kamu cewek jahat”

“dih!! Cewek jahat?...hahahahah..............lagian kekuranganku apa hah?...apa yang kurang dariku dibandingkan Hayati?...wajahku cantik, bodyku juga seksi...hmmm dan satu lagi toketku juga jumbo lho kaya pacarmu” kata Bendoro sambil menggoyang goyangkan senjata pamungkasnya itu di depan wajah Asnawi.

“aku tetep nggak mau, tekadku udah bulat....hatiku cuman buat Hayati” kata Asnawi dengan hidung yang sudah mengeluarkan darah akibat melihat goyangan senjata pamungkasnya Bendoro di depan wajahnya.

“hahahahahaha........duh kamu itu nggak bisa banget bohong yah....mulut boleh bohong tapi yang dibawah mu nggak pernah bohong....lagian aku mau kok jadi pacar keduamu....kamu cukup mengijinkan Hayati buat bergabung sama aku untuk memberontak ke Ratu Siluman....abis itu kamu bisa milikin kami berdua...dan kamu nggak usah takut.......aku sama kok kaya Hayati...aku juga bisa muasin hawa nafsu kamu....kita akan hidup bertiga di Istana Manalusu yang indah itu....aku, kamu dan Hayati” kata Bendoro yang menunjuk ke arah saelangkangan Asnawi yang menonjol. Asnawi tampak tersipu malu ketika melihatnya.

Tiba tiba Hayati kembali melayang menuju arah Bendoro. Dia menjambak rambut Bendoro, kemudian menariknya kebelakang. Setelah itu Hayati langsung melempar Bendoro sejauh mungkin sampai Bendoro menghantam sebuah pohon sampai roboh. Hayati langsung melesat kembali menghampiri Bendoro yang masih terkapar akibat benturannya dengan pohon.

“jangan coba coba merayu pacarku......!!!” kata Hayati sambil memukuli wajah Bendoro sampai babak belur.

Bendoro langsung bangkit dan membalas serangan Hayati dengan menangkis pukulannya. Hayati mundur beberap langkah setelah menerima pukulan di bagian perut.

“hmmm.....aku nggak ngerayu pacarmu jeng, aku jatuh cinta juga ke pacarmu itu” kata Bendoro.

“jiahhh!! Aku nggak sudi berbagi mas Nawi sama kamu....kamu cewek jahat” Hayati ngegas.

Hayati dan Bendoro kemabali bertarung dengan tangan kosong. Mereka saling memukul dan menangkis serangan seperti pertarungan silat. Hayati berhasil menumbangkan Bendoro dengan tendangannya. Bendoro terkapar, dengan cepat Hayati menduduki perut Bendoro dan memukuli wajahnya. Asnawi hanya terdiam ketika melihat pertarungan duo toket jumbo yang semakin brutal. Dia berpikir keras untuk menghentikan pertempuran dan mengalahkan Bendoro.

Hayati kembali mengumpulkan bola energi di tangan kanannya, setelah bola itu membesar, dia langsung menghantamkannya keperut Bendoro dalam jarak yang sangat dekat. Bendoro kaget dan berteriak. Dentuman besar pun kembali terjadi. Pancaran sinar dari ledakan itu menerangi kawasan Sumadra. Hayati dengan sangat cepat meloncat menghindari ledakan itu. Setelah ledakan itu lenyap, lokasi sekitar sumber ledakan hancur lebur, Bendoro berusaha bangkit di tengah tanaman teh yang telah hangus. Dia tampak memegangi perutnya yang berlumuran darah. Ternyata serangan Hayati telah melubangi perut Bendoro dengan sangat parah.

“huh!!..huh!!..huh!!...luar biasa...kekuatan mu udah hebat banget...kamu ternyata serius mau bunuh aku...huh!..huh!” kata Bendoro dengan napas yang terengah engah.

“aku nggak mau membunuhmu jeng, aku cuman nggak mau gabung sama kau dan aku juga nggak mau kamu ngerebut mas Nawi dariku” kata Hayati.

“baiklah kalo gitu...udah saatnya buatku untuk serius ngelawan kamu....selama ini aku cuman mengalah sama kamu”

Bendoro melayang diatas tanah, tiba tiba wujud Bendoro mulai berubah. Mata kuningnya semakin bersinar terang, taring memanjang seperti vampire, kuku juga memanjang, tumbuh sepasang tanduk kecil dia kepalanya seperti karakter anime Zero Two di serial Darling in the Franxx dan muncullah sepasang sayap besar menyerupai sayap burung gagak. Bendoro berteriak kencang dan angin mendadak berhembus kencang. Lubang yang ada diperut Bendoro perlahan menghilang dan kembali pulih. Dia langsung terbang ke arah Hayati dan mencekiknya. Dia mengangkat tubuh Hayati ke udara. Hayati tampak menggelepar berusaha melepaskan tangan Bendoro.

“kamu sekarang emang udah kuat Hayati...aku bangga banget sama kamu....tapi kekuatan mu itu belum bisa menandingiku...kamu masih belum bisa berubah wujud kaya aku, kamu harus banyak berlatih Hayati” kata Bendoro.

Bendoro kemudian melemparkan Hayati ke tanah sampai terbenam. Dia kemudian mengeluarakan pedang miliknya yang merupakan kembaran dari pedang tusuk perjaka milik Hayati. Bendoro mengajak duel tarung pedang dengan Hayati.

“ayo Hayati...kita tarung pedang...keluarkan pedang tusuk perjakamu yang konyol itu”

“aku udah nggak punya pedang itu...udah aku buang jauh jauh...pedang itu udah banyak nyabut nyawa...pedang itu sangat jahat”

“APAAAHHHH....KAMU MEMBUANG PEDANG ITU...KURANG AJAR...PEDANG ITU ADALAH HARTA PALING BERHARGAKU...”

Bendoro murka dengan pengakuan Hayati, tak butuh waktu lama Bendoro langsung menghajar Hayati sampai tidak berdaya. Hayati berusaha melawannya, namun karena Bendoro sangat kuat, Hayati tidak bisa mengalahkannya. Hayati tersungkur diatas tanah. Bendoro menusukkan pedangnya di bahu kanan Hayati sampai menembus tubuhnya dan menancap ke tanah. Hayati berteriak kesakitan dan tidak bisa bergerak. Bendoro berniat menangkap Hayati, dia mengeluarkan sebuah botol kaca untuk mengurung Hayati. Asnawi sangat khawatir melihat keadaan Hayati yang mengenaskan. Dia pun menangis dan berusaha berbicara kepada Bendoro.

“Bendoro!!....Bendorrrooo!!...baiklah ...aku mengalah...aku mau menerima tawaranmu tadi” teriak Asnawi kepada Bendoro.

Bendoro langsung menghentikan aksinya dan menoleh ke arah Asnawi. dia langsung melepas ikatan gaib yang membuat Asnawi tidak bisa bergerak. Dengan sempoyongan, Asnawi berjalan menghampiri Bendoro.

“baiklah Bendoro...aku menyerah..aku mau nerima tawaran kamu...aku akan menerima mu jadi pacarku...aku akan mencintaimu seperti aku mencintai Hayati..” kata Asnawi.

Hayati tampak berkaca kaca melihat Asnawi mengatakan hal itu kepada Bendoro di depan matanya. Dia sangat shock dan sedih.

“serius nih..baiklah...kita akan hidup bertiga selamanya hahahah” kata Bendoro yang semringah.

“tapi tolong lepaskan Hayati sekarang juga...jangan kamu tangkap dia...aku mohon kamu untuk menyayangi Hayati...kamu udah sering nyakitin dia”kata Asnawi.

“mas..kanapa begitu...mas ku...jelasin sama aku?” tanya Hayati yang seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Asnawi mendekati Hayati yang masih tekapar, dia berjongkok di depan Hayati.”maafin aku Hayati ...semua ini kulakukan demi kamu, aku nggak mau liat kamu disakiti dan aku juga nggak mau liat kamu ditangkap, dicuci otak dan dijadiin mesin pembunuh oleh Bendoro....tolong kamu ngerti sayangku...aku sayang banget sama kamu” jawab Asnawi.

Hayati hanya terdiam dan menangis mendengar jawaban Asnawi. Bendoro mencabut pedang yang menancap di tubuh Hayati dan meleparkannya diatas tanah. Asnawi kemabali berdiri dan menghampiri Bendoro.

“ayo Bendoro, kita berpelukan sebagai tanda cinta kita”

“baiklah sayangku..............aku udah lama banget nggak ngerasain jatuh cinta”

Asnawi dan Bendoro berpelukan dan berciuman bibir. Lidahnya bermain main dengan lidah Asnawi sehingga menimbulkan sensasi luar biasa. Bendoro sangat lihai memainkan aksi cumbuannya. Hayati semakin larut dalam kesedihan melihat sang kekasih saling bercumbu dengan cewek lain dihadapan matanya. Ketika sedang dalam puncak kenikmatan, Asnawi perlahan mengambil batang kayu cemara yang diberikan Cascade pada dirinya beberapa waktu yang lalu dari saku belakang celananya. Dan tiba tiba Asnawi langsung menusukkan batang kayu itu ke leher Bendoro. Bendoro langsung kaget dan dengan spontan menghantam Asnawi sampai terlempar jauh. Bendoro berteriak kesakitan dan dia mencabut batang kayu yang menancap di lehernya.

“kurang ajar kamu yah.....kamu berusaha membunuhku...dasar licik...aku nggak bisa mati mas Nawi ku..aku ini abadi hihihihihihih........mas Nawi seneng maen keras yah”

“aku nggak berniat membunuhmu Bendoro...tapi aku mau mengusirmu”

Tiba tiba sebuah pusaran berwana hitam muncul diatas Bendoro. Pusaran itu menghisap tubuh Bendoro yang tengah memegangi bekas luka tusukannya. Bendoro mendadak terdiam dan mulai panik. Dia berusaha menghindari hisapan pusaran itu.

“apa yang kamu lakuin ke aku mas Nawi?” tanya Bendoro yang panik.

“aku akan mengirimmu ke dimensi ke 5...disana kamu nggak akan gangguin Hayati lagi...dan kamu juga nggak akan bunuh manusia lagi”

“TIDAAAKKKKK!!!!....HAYATI TOLONG AKU!!” teriak Bendoro yang separuh tubuhnya berubah menjadi debu dan terhidap kedalam pusaran itu.

Hayati menjulurkan tangganya untuk menahan Bendoro, namun karena daya hisap yang sangat kuat, Hayati tidak bisa menolong Bendoro dan akhirnya Bendoro pun lenyap terhisap kedalam pusaran hitam itu dan pusaran itupun ikut lenyap seketika. Asnawi langsung berlari mengahampiri Hayati dan mereka saling berpelukan erat.

“Hayati maafin aku tadi yang mencium dan meluk Bendoro di depan kamu...maafin aku Hayati”

“nggak apa apa mas....aku paham sama tindakan mas tadi...mas ngelakuin itu demi nyelametin aku”

“iya Hayati sayang......mulai sekarang nggak akan ada lagi orang maupun setan yang akan ngeganggu hubungan kita lagi”

Suasana mendadak menjadi penuh haru. Asnawi dan Hayati saling mengikat janji untuk selalu hidup bersama baik suka maupun duka.


.............................................

AKANKAH UTAMI MENJADI KORBAN MONSTER KYUBII SELANJUTNYA...KITA REHAT SEJENAK PEMIRSA...

HOHOHO TIDAK SEMUDAH ITU BANG KARNI......emoticon-Betty
profile-picture
vchiekun memberi reputasi
profile picture
gw.kenshin1601
Bendoro udah pergi emoticon-Big Grin
Trus next part nya kok hayati pergi bro?
Wajib ditunggu nih, lanjutkan fernando emoticon-Matabelo
profile picture
romandhoni
Akhirnya update, menarik menunggu next chapter
Keep update
profile picture
GLATechGeneral
Sorry gan...Anti-klimaks ini pertarungan sama Bendoro yang udah lama banget di build-up
profile picture
luciola_leander
Update lagi gan... seru nih ceritanya
profile picture
cos44


AKANKAH UTAMI MENJADI KORBAN MONSTER KYUBII SELANJUTNYA...KITA REHAT SEJENAK PEMIRSA...

HOHOHO TIDAK SEMUDAH ITU BANG KARNI......emoticon-Betty
[/QUOTE]

Etdah...bang karni penyiar tv on* disebut.
BAGIAN 49
RATAPAN AYAM KAMPUS
part 3


Akhirnya mereka sampai di depan kosan Merry. Asnawi memarkirkan motornya di samping mobil Merry dan Merry langsung turun, kemudian membuka kunci pintu kamarnya. Merry kemudian mengajak Asnawi masuk kedalam. Sebelum masuk Asnawi dan Merry membuka sepatu mereka yang basah kuyup di teras dan menyimpannya dengan posisi berdiri agar cepat mengering. Kamar kost Merry sangat bagus dan besar, menurut Asnawi kamar kos Merry lebih mirip kamar hotel daripada kamar kost, dan bisa dipastikan tarif sewa perbulannya sangat mahal. Begitu masuk kamar terdapat sebuah lorong pendek sekitar 4 meter. Di lorong itu terdapat pintu kamar mandi dan sebuah lemari. Merry mengambil dua buah handuk model kimono berwarna pink.

“nih Kanda, pake ini, buka bajunya semua.....biar nggak masuk angin” kata Merry sambil memberikan salah satu handuk kimononya kepada Asnawi.

“oh oke.... buka semuanya nih?” tanya Asnawi yang bengong.

“iya lah..semuanya, termasuk sama pakaian dalemnya...kan basah semua, nanti kamu jemur aja bajunya di jemuran kecil itu yah” kata Merry sambil menunjuk ke arah sebuah jemuran kecil yang ada di dekat pintu masuk.

Tiba tiba Merry membuka semua bajunya di depan Asnawi dan langsung menjemurnya di jemuran itu. Asnawi langsung kaget dan memalingkan muka.

” Astagfirullah!...kenapa kamu buka baju didepanku sih?” kata Asnawi ngegas.

“yaiyalah Kanda...masa buka baju di dalem sih, kan basah nih, nanti kalo lantai nya basah, repot kan...lagian jemurannya juga ada disini” kata Merry sambil memakai handuk kimononya.

“iya kan tapi ada aku disini....masa buka bukaan disini sih” kata Asnawi yang kembali memandang Merry yang sudah memakai handuk kimono.

“kan kita adek-kakak keles...udah biasa bugil bareng”

“yaelah....kita mah kan adek-kakaknya nggak sedarah...gimana sih kamu Dinda?..kalo aku nafsu gimana dong?”

“ya tinggal hajar aja....gitu aja kok repot....aku mandi air panas dulu yah, mau ikut mandi bareng yuk? Hehe”

“nggak..mau...nggak mau....aku disini aja”

Merry pergi ke kamar mandi dan Asnawi masih berdiri kaku di lorong itu. Dia tidak habis pikir kenapa Merry begitu cuek ketika membuka semua bajunya di depan dirinya, sepertinya urat malu Merry sudah putus. Begitulah yang dipikirkan Asnawi. Asnawi kemudian membuka semua bajunya termasuk pakaian dalam dan segera menutup badannya dengan handuk kimono. Asnawi berjalan menuju dalam kamar kos Merry. Ternyata suasana kamar Merry sangatlah nyaman dengan sebuah tempat tidur spring bed dengan ukuran queen size tampak sangat rapi. Dihadapannya terdapat sebuah LED TV yang menempel di dinding. Asnawi menyalakan tv itu dengan memencet tombol on/off yang ada di remote tv yang tergeletak diatas tempat tidur. Merry mempunyai saluran tv kabel yang bisa manyangkan banyak sekali channel tv luar negeri. Asnawi duduk di tempat tidur sambil melunjurkan kakinya diatas kasur. Dia tampak menikmati suasana nyaman kamar kos Merry. Di sebelah kanan tempat tidur terdapat sebuah meja belajar yang dipenuhi oleh buku buku diktat kuliah yang sengaja ditumpukan secara rapi diatas meja. Diatas mejanya juga terdapat sebuah leptop berlogo apel yang tergigit ujungnya berwarna silver yang tertutup. Suhu kamar Merry sangat dingin karena ruangan tersebut ber AC. Di pojok kanan terdapat sebuah dispenser dan meja kecil yang berfungsi sebagai pantry mini. Diatas meja itu teradapat sebuah kompor gas kecil dan alat untuk membuat kopi yang pastinya alat itu berharga mahal. Di sebelah kiri tempat tidur terdapat sebuah meja rias yang lengkap dengan kursinya. Diatas meja rias itu terdapat berbagai macam kosmetik dan peralatan rias. Selain itu diatas meja rias juga terdapat sebuah potret Merry dengan genknya. Di potret itu Merry bersama Cascade, Milla, Vania dan Rani tengah berfoto selfie dengan latar belakang laut. Sepertinya mereka berfoto diatas kapal pesiar milik Mommy Cascade. Cascade pernah bercerita kepada Asnawi kalau dia dan genknya pernah berlibur diatas kapal pesiar pribadi milik Mommy nya selama 5 hari berkeliling asia timur. Mereka berangkat dari tanjung priok, kemudian menyinggahi beberapa destinasi wisata seperti Singapura, Kuala Lumpur, Macau, Hongkong, Shanghai, Seoul dan berakhir di Jeju Island.

Asnawi berharap kalau Merry tidak akan menyatakan cinta kepada dirinya seperti Mommy Cascade, Bi Asih dan Syarifah ketika malam Natal dan mereka rela untuk jadi yang kedua setelah Hayati. Asnawi berharap kalau Merry tetap konsisten untuk menjadi adik-kakak sama dirinya. Dia masih terbayang bayang tatapan Merry ketika mereka berpelukan di trotoar itu sambil hujan hujanan. Asnawi menyadari kalau tatapanya itu adalah tatapan yang penuh dengan rasa sayang persis sama seperti tatapan Hayati ketika hari penembakan, dimana dia baru menang bertarung lawan wewe gombel. Asnawi menjadi bingung dengan hal itu. Dia bertanya tanya didalam hati, kenapa samenjak dia pacaran dengan Hayati begitu banyak cewek yang terang terangan menyatakan cinta dan sayang kepada dirinya. Padahal sebelum dirinya bertemu dengan Hayati tidak ada satupun cewek yang menyatakan cinta dan sayang kepada dirinya, termasuk Bi Asih. Asnawi dan Bi Asih memang sering berhubungan badan, namun itu hanya berdasarkan nafsu dan tanpa perasaan apapun. Begitu juga dengan Cascade. Asnawi juga sering berhubungan badan sama Cascade namun dia sama sekali tidak menunjukan rasa sayang dan cintanya kepada dirinya, namun berbeda dengan Hayati. Walaupun Hayati itu mahluk gaib, tapi tatapannya begitu menyiratkan besarnya rasa sayang dan cinta kepada Asnawi, bahkan ketika berhubungan badan pun Asnawi merasakan suatu semburan asmara yang sangat besar dari diri Hayati. Asnawi merasakan suatu keanehan yang menimpa dirinya, ketika dirinya dan Hayati telah berhubungan badan, tiba tiba para cewek yang selama ini menjalin hubungan gelap dengan dirinya, tiba tiba menyatakan cinta, sayang bahkan perhatian yang berlebih kepada dirinya. Contoh besarnya adalah Bi Asih. Bi Asih akhir akhir ini sangat manyayangi dan perhatian terhadap dirinya. Ketika berhubungan badan pun, Asnawi merasakan suatu semburan asmara yang sangat besar dari tubuh Bi Asih, yang hampir saja membuat dirinya berpaling dari Hayati. Memang Bi Asih memiliki pesona yang sangat luar biasa bagi Asnawi pada khusunya atau bahkan semua lelaki di dunia ini pada umumnya. Hal ini mungkin karena umur Bi Asih yang lebih tua 10 tahun dari drinya yang membuat Bi Asih sangat bijaksana, dewasa, perhatian dan keibuan.

Setelah setengah jam, akhirnya Merry keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono dan sehelai handuk yang dipakai untuk menutup rambutnya yang basah. Dia kemudian duduk di kursi meja rias dan menghadap ke cermin. Dia membuka balutan handuk di kepala dan membiarkan rambut panjangnya yang basah terurai begitu saja.

“Kanda, mandi gih...biar nggak masuk angin”

“enggak ah Dinda , aku gini aja, lagi males mandi hehehe”

“yaelah ....... lagi males lah...bau dong”

“biarin ah hahaha, kamu juga nanti terbiasa”

“ihh!!!...Kanda jorok deh”

Merry kemudian mulai mengoleskan beberapa krim perawatan wajahnya. Setidaknya dia menggunakan dua macam serum dan krim wajah. Setelah itu Merry langsung berpindah tempat ke tempat tidur. Dia duduk dihadapan Asnawi yang tengah berselunjur. Merry tampak sangat seksi dengan hanya memakai handuk kimono, tampak belahan dadanya yang putih dan sangat mulus. Asnawi mulai bereaksi dengan pemandangan itu. Dia mencoba menahan monster kyubiinya agar tidak keluar.

“Dinda, aku mau kepo dong tentang kamu....boleh?”

“boleh dong Kanda.... kamu mau kepoin apa?”

“iya, kenapa sih kamu mau ngejual murah harga diri kamu ke om om hidung belang...padahal kan kamu orang tajir....kosannya aja bagus gini”

“aku kepaksa Kanda ngelakuin ini, aku ngelakuin ini demi membantu mamaku dan adikku”

“emang papih kamu kenapa Dinda?”

“papih aku bangkrut Kanda, perusahaan dia dinyatain pailit sama pengadilan, otomatis semua aset disita, kemasuk rumah dan kendaraan...abis itu papih juga harus dipenjara...huft,,huft..aku berusaha menolong mama yang waktu itu dia mengalami stress berat,apalagi adikku yang masih sekolah SMP yang perlu dibiayai....aku berusaha nyari kerja tapi susah dan akhirnya ada seseorang yang nawarin aku menjadi jablay dengan bayaran yang sangat besar....aku bingung Kanda..aku nggak tahu harus ngapain...sementara mama sama adikku butuh banget biaya, waktu itu kita ngontrak di rumah yang kecil....yaudah deh aku terima tawaran itu, lumayan gede bayarannya....aku dibayar 10 juta buat sekali kencan....aku kepaksa Kanda ngelakuin itu, aku udah nggak tahu lagi mana yang halal dan mana yang haram...semua itu aku lakuin demi keluargaku”

“udah berapa lama kamu ngelakuin itu?....apa itu pas udah kamu deket sama aku?”

“hmmmm hampir dua tahun Kanda,.....dan iya aku udah deket sama kamu...makanya pas kamu nembak aku, aku ngerasa terlalu hina bagi kamu Kanda....aku kepaksa nolak kamu”

“apa kamu menikmati pekerjaan ini Dinda?”

“sama sekali enggak Kanda....aku sama sekali nggak menikmati setiap hubungan badan sama om om hidung belang itu...yang ada aku cuman ngerasain sakit yang luar biasa...tapi mau gimana lagi Kanda, aku harus ngelakuinnya demi menyambung hidup”

“tapi sekarang kamu harus keluar dari dunia itu Dinda, aku ingin membantumu....aku ingin kamu menutup diri dari dunia itu, kamu harus ganti nomer hape mu, kamu juga harus menjauhi lelaki yang menawarimu pekerjaan haram itu.....kamu juga harus menjual semua barang mewah yang ada disini dan kamu juga harus belajar hidup sederhana Dinda.....apa keluargamu tahu pekerjaan ini?”

“mereka sama sekali nggak tau Kanda, aku rahasiain semua, bahkan temen genk ku juga nggak tahu...mamaku tahunya aku kerja sebagai foto model ....Kanda....gimana cara mu menolongku?”

“bagus, labih baik mereka nggak tau, cara aku nolong kamu yaitu...aku mau nyariin kamu kerja yang halal...nanti aku mau ngomong ke Cascade untuk mempekerjakanmu di salah satu perusahaan Mommy nya...dan aku juga mau bantu kamu pindah ke kosan yang baru yang lebih sederhana dari ini...aku akan minta bantuan Hayati untuk pindah pindah, dan kamu mesti jual mobil kamu”

“hmmmm...berat juga yah.....apa Casey tahu semuanya tentang aku?”

“akan kubantu menanggung beban itu Dinda, jadi kita akan melaluinya bersama.....Cascade tau semua tentang kamu karna udah aku kasih tau dia.....aku nyuruh dia buat ngerahasiannya.”

“Kanda.....kenapa kamu peduli banget sama aku? Padahal aku udah nyakitin hati kamu?”

“hmmmmm.....itu karna......aku sayang kamu Dinda ku”

Tiba tiba kata kata itu mengalir begitu saja dari mulut Asnawi tanpa sadar dan Merry lengsung terdiam ketika mendengar ungkapan sayang dari Asnawi. Matanya tampak berbinar seakan tidak percaya dengan apa yang Asnawi katakan. Asnawi dengan cepat menggeser posisi duduknya mendekati Merry yang masih bengong. Mereka saling pandang dalam jarak yang sangat dekat.

“aku juga sayang banget sama kamu...Kakanda ku”

Tiba tiba Merry mencium bibir Asnawi, dan akhirnya mereka berdua saling bercumbu. Mereka langsung berguling diatas kasur dengan masih saling berciuman. Tampak lidah Merry dan Asnawi menari nari saling menyatukan ikatan cinta. Asnawi mulai menggerayangi tubuh indah Merry dengan tangannya. Tak terasa, handuk kimono yang dipakai keduanya terlepas. Desahan suara Merry tampak menghiasi suasana kamar yang sangat dingin akibat AC dan kondisi di luar kosan yang masih hujan deras. Setelah puas saling membangkitkan gairah masing masing, akhirnya mereka tenggelam dalam peraduan cinta. Asnawi merasakan semburan asmara yang sanagt besar dari tubuh Merry. Semburannya sangat besar dan setara dengan semburan asmara dari Hayati dan Bi Asih. Akhirnya Merry pun merasakan serangan dari sang monster kyubii.

Waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB. Asnawi segera bergegas beranjak dari tempat tidur untuk segera pulang, namun Merry menahannya. Dia memegang tangan Asnawi yang sudah berdiri. Dia menarik tangan Asnawi sampai tubuh Asnawi kembali terbaring diatas kasur.

“mau kemana Kanda?....kok cepet cepet?”

“errrr...anu...aku musti pulang nih, aku takut Hayati curiga”

“jangan dulu dong Kanda....lagian baju kamu masih basah....disini dulu lah....temenin aku”

“tapi.........tapi...tapiii”

“sssttttttt.....” Merry kemudian menyosor kembali bibir Asnawi, yang membuat mereka kembali berciuman mesra.

“huh!..huhh!...huhh!...waw!...kamu luar biasa banget Dinda..”

“iya dong...kan aku udah ekspert”

“aduh gimana yah Hayati.....aku...aku...udah sayang banget sama dia...aku jadi ingat dia...aku..”

“nggak usah khawatir Kanda, Hayati tetap jadi pacar kamu, aku nggak minta kamu jadi pacarku juga dan aku juga nggak akan minta jadi pacar gelapmu atau pacar kedua atau selingkuhan mu....aku kan adik kamu tersayang”

“begitukah?”

“iya begitulah....udah deh Kanda, tunggu sampa bajumu kering, kamu oleh pergi dari sini”

“hmmm...makasih banget Dinda,....kamu sangat pengertian padaku”

“iya Kakanda ku....eh kayanya badan kamu menggigil deh?....aku peluk yah biar anget”

Merry memeluk erat tubuh Asnawi dengan penuh kehangatan. Kulitnya yang halus dan mulus begesekan dengan kulit Asnawi yang membuat Asnawi semakin tenggelam dalam lautan kenikmatan bercinta. Mereka saling berpelukan cukup lama, sekitar setengah jam sebelum akhirnya Merry menawari Asnawi secangkir kopi.

“Kanda, mau aku bikinin kopi?”

“errr.....boleh boleh...aku sekarang udah nggak kedinginan lagi hehehe”

“oke Kanda...kamu duduk manis aja yah di kasur, aku mau bikin kopi dulu”

Merry kemudian beranjak dari tempat tidur untuk membuatkan kopi untuk Asnawi. Dia kembali memakai handuk kimononya untuk menutupi tubuh indahnya. Asnawi hanya bengong melihat Merry membuat kopi sambil menahan monster kyubii agar tidak mengamuk lagi.

“Dinda.....ngomong ngomong apa keahlianmu selain ngegodain dan muasin om om hehehe?”

“ihhh!!..Kanda nih malah bilang gitu sih..nggak enak tau dengernya”

“hehehe...maaf maaf...Dinda...ayo dong jawab, keahlian mu apa?”

“ya..keahlianku bikin minuman, kaya kopi gini...terus aku juga bisa masak...aku udah diajarin sama Bi Asih kalo lagi maen di rumah Casey...ehhmmmm...trus aku juga bisa kerja kantoran, kaya bikin surat surat lah sama agenda kerja...gampang itu mah...emang kenapa gitu Kanda, kamu nanyain itu?”

“ya sebagai referensi aja buat nyariin kerjaanya yang cocok buat kamu”

“emang Casey mau nerima aku sebagai pegawai nya?”

“yaiyalah...dia pasti mau, aku udah nego sama dia....dia juga prihatin sama keadaan kamu kaya sekarang ini Dinda...”

“makasih banget yang Kanda, kamu udah baik banget sama aku.....nih kopinya udah jadi...awas panas yah”

Merry memberika secangkir kopi espresso kepada Asnawi. Dia kemudian duduk di sebelah Asnawi diatas kasur. Asnawi sangat menikmati kopi buata Merry yang sangat enak. Dia takjub dengan skill Merry yang sangat pandai membuat kopi. Malam itu Asnawi dan Merry mengobrol lebih dalam mengenai diri masing masing temasuk cerita tentang kenapa Asnawi dulu mendekati Merry ketika penerimaan mahasiswa baru dan dia juga bercerita tentang bagaimana dirinya bisa bertemu dan pacaran sama Hayati yang tentunya dengan versi cerita yang sangat berbeda dari kenyataannya.

.....................................................

HARAP BERSABAR...SABAR..SABAR...INI COBAAN INI GODAAN...HARAP BERSABAR..MEMANG NIKMAT RASANYA...TAPI INI GODAAN SABAR...SABAR

LANCROTKAN FURTUOSO .....................emoticon-Betty emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vchiekun dan 17 lainnya memberi reputasi
profile picture
komsomol
Ini sih bukan ratapan melainkan rintihan, rintihan kesenangan ayam kampus karena serangan ganas monster kyubii ... emoticon-Big Grin
profile picture
GLATechGeneral
Kasian Hayati ya, si Asnawi celup sana sini 😂
profile picture
romandhoni
Wadaw Asnawi & Merry jd Kakak Adek Zone tp ahsudahlah, akankah Hayati cemburu dan marah bila mengetahui hubungan mereka, menarik untuk disimak
Keep update
profile picture
burhanbejo
fix aq iki sama asnawi hoki banget deh tapi aq kangen hayati yang gak muncul muncul
profile picture
jokermada
Mantaaap gan


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di