alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, 17+)
4.88 stars - based on 60 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd16b91dc06bd44528b456a/pacarku-kuntilanak-romance-horror-ecchi-17

PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, BB17+)

Siapakh Karakter Favorit Agan ?
Siapakh Karakter Favorit Agan ?
Hayati
35.00%
Cascade
10.00%
Utami
3.64%
Bi Asih
41.36%
Bendoro
4.09%
Merry
5.91%
PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, 17+)

Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi. 
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:



Spoiler for INDEX:

Spoiler for Penampakan:



Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace

Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......emoticon-thumbsup emoticon-Salaman emoticon-Smilie emoticon-Smilie emoticon-Smilie
PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, 17+)
PACARKU KUNTILANAK (Romance, Horror, Ecchi, 17+)
Diubah oleh Martincorp
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 61
BAGIAN 1
TUGAS BESAR

Hari Selasa 14 November 2017, Asnawi, Febri dan Eka pergi ke daerah irigasi cimanuk untuk menyelesaikan tugas besar mata kuliah Irigasi di lapangan. Asnawi, Febri dan Eka adalah mahasiswa teknik sipil semester 7 di sebuah universitas negeri di Bandung. Selama beberapa bulan terakhir mereka sering mengunjungi tempat itu untuk mengambil data teknis tentang irigasi yang mereka teliti. Mereka juga harus berpacu dengan waktu karena lokasi irigasi yang mereka teliti berada di daerah Cimanuk yang terkenal sangat angker. Selama waktu penelitian, mereka tidak pernah sekalipun berada di lokasi itu sampai malam karena mereka tahu bahwa tempat itu terkenal sangat angker. Jalan menuju ke irigasi cimanuk cukup sepi, meskipun mereka selalu lewat pada siang hari.

Tidak terasa Hari mulai malam. Febri dan eka langsung berkemas membereskan peralatan dan mdimasukan ke dalam tas ransel mereka, namun tidak dengan Asnawi, dia masih tetap sibuk mengerjakan tugasnya. Asnawi sudah pernah mengambil kuliah ini 2 kali dan kali ini dia tidak mau sampai gagal dalam menyelesaikan tugas besar.

“Wi, udahan yu, kita pulang,”ajak Febri sambil bergegas memasukan peralatan ke dalam tas. Asnawi malah asyik mengerjakan penghitungan hasil penelitian.

“ ayo Wi, kita pergi, nnti setan setan disini keburu keluar “ ajak Eka yang sudah berada diatas motor dan siap meluncur.

“ kalian duluan aja, gue mau beresin dulu, kagok yeuh” kata Asnawi sambil terus menulis dan tidak mengacuhkan Febri dan Eka.

“ woy serius nih? Ntar lo diculik ama setan, lo kan paling penakut diantara kita bertiga” kata Febri

“Kita ga tanggung jawab”

“ udah kalian pergi aja, gue lebih takut kalo tugas laknat ini ga selesai, gue harus ngulang lagi semester depan” tegas Asnawi memandangi mereka sambil mengernyitkan dahi.

“yaudah bro, kita duluan yah, hati2 di belakang lo ada kunti lagi liatin , hahahahaha” teriak Eka sambil menjalankan motornya berboncengan dengan Febri.

Mereka pun pergi meninggalkan Asnawi sendirian, “dasar kampreett….” Kata Asnawi yang kembali menulis catatan dari hasil penelitiannya. Bebrapa menit kemudian matahari pu mulai tenggelam dan hari mulai gelap. Di sekitar lokasi sama sekali tidak terdengar suara adzan magrib karena jauh dari wilayah perkampunga warga.

Malam semakin larut, keadaan di sekita Asnawi berada mulai terjadi banyak kejadian-kejadian aneh yang dimulai dengan suara-suara lolongan anjing , benda jatuh, bahkan sesekali terdengar tangisan perempuan hingga suara anak kecil yang sedang ketawa-ketawa seperti saat sedang bermain. Asnawi terus melanjutkan mengerjakan tugasnya tanpa menghiraukan kejadian aneh tersebut. Bagi Asnawi jauh lebih mengerikan gagal tugas dibanding bertemu dengan setan.

“Alhamdulillah, akhirnya beres juga nih tugas besar” Asnawi berbicara sendiri sambil menngeliat menghilangkan pegal.

“merinding ya, mending gue buru-buru pergi dari tempat ini” gumam Asnawi dalam hati sambil memasukan semua peralatan ke dalam tas. Dia lari menuju tempat motor terparkir dan langsung manyalakan motor mio nya dan langsung tancap gas pergi meninggalkan lokasi itu.

Suasana malam sangat horror, jalanan yang sangat sepi dan banyak pohon pohon rindang di pinggir jalan ikut meperparah keadaan. Asnawi tidak berani menengok kiri-kanan, dia hanya memandang lurus kedepan saat menjalankan motornya.
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 2
GARA-GARA ANJING

Jalan dari lokasi irigasi Cimanuk menuju keramaian kota cukup jauh sekitar 15 km, namun karena sangat angker dan sepi Asnawi merasa kalo jalan ini panjangnya 100 km. Motor mio nya terus digeber biar capat meninggalkan daerah itu. Di depan terdapat tanjakan yang sangat angker, konon katanya disana sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh sosok kuntilanak yang selalu muncul disana. Jantung Asnawi semakin berdtak kencang dan berusaha melawati tanjakan itu dengan sangat cepat dan berharap tidak melihat kuntilanak yang sering dibicarakan orang. Akhirnya motor pun melewati tanjakan itu dengan selamat, dan terus melaju dengan lancar, Asnawi senang bisa melewati tanjakan itu namun ketika kesenangannya belum berakhir, tiba tiba dia melihat ada sosok wanita memakai gaun putih berjalan dipinggir jalan. Seketika Asnawi pun makin takut dan yakin wanita itu adalah kuntilanak. Dia langsung tancap gas, namun rasa penasaran yang besar membuat dia menoleh ke arah sosok wanita tersbut. Dia ingin meyakinkan bahwa sosok itu adalah kuntilanak. Ketika menoleh kearah wanita tersebut, tiba-tiba ada seekor anjing melintas ke tengah jalan, Asnawi kaget dan banting stang menghindari anjing itu dan langsung terpelanting jatuh ke jalan. Motor Asnawi jatuh dan terperosok ke semak-semak dipinggir jalan. “AANJIIIING…” raung Asnawi ketika badannya jatuh ke jalan, berguling-guling hingga akhirnya kepalanya terbentur dengan keras pada sebongkah batu.

Badan Asnawi lemas, terlentang di pinggir jalan, pandangan mata mulai kabur, dan rasa sakit mulai menjalar keseluruh tubuh dari ujung kaki ke kepala. Darah mengucur deras dari pelipis menganak sungai di pipi dan mengalir ke jalanan. Asnawi setengah sadar dan ditengah pandangan yang mulai kabur, dia mulai melihat sosok wanita tadi menghampirinya. Sayup sayup dia mendengar suara wanita itu “ mas, kamu ga apa-apa?, aku tolongin mas”. Asnawi merasa lega karena wanita itu manusia bukan kuntilanak seperti yang dia pikirkan. Asnawi berpikir kalau kuntilanak pasti tidak akan menolong dan akan langsung mengabil jiwanya. Asnawi pun pingsan.

Wanita itu pun langsung menolong Asnawi, badan Asnawi diseret dan disandarkan ke sebuah pohon besar, terus wanita itu pun membersihkan luka Asnawi dan mengobatinya.

Beberapa menit kemudian, Asnawi mulai sadar, dia kaget dirinya sudah dalam posisi duduk dan bersandar ke batang pohon. Dia juga kaget luka lukanya sudah dalam keadaan bersih. Luka sobek di pelipis kanan kepalanya tampak sudah dijahit dan diolesi oleh betadine dan begitupun dengan luka di kakinya pun sama.

“ mas sudah sadar? syukur atuh akhirnya mas sadar juga, aku dari tadi was-was liat keadaan mas…hihihih” terdengar suara wanita dari belakang pohon.

Asnawi selintas kaget dan senang, dia membayangkan ditolong oleh wanita cantik, dari suaranya pun tedengar manis. Ketika wanita itu mendekat, secara perlahan Asnawi menoleh kebelakang perlahan dan dia melihat wanita itu.

..................................................

Diubah oleh Martincorp
lanjut gan emoticon-Big Grin
Lanjutinlah gan....kentang lagi mahal
ikutan nyimak ya gan emoticon-Takut
BAGIAN 3
TERNYATA WANITA ITU

“SETAAAANN….KUNTIIIIII……………..AARRRRGHHHH!!!!!!!!” seketika Asnawi langsung berteriak, kaget dan berusaha untuk lari.
Wanita itu berambut hitam panjang terurai, muka putih pucat, senyum menyeringai, raut wajah senyum tapi sangat menyeramkan. Matanya berwarna kuning terang, sebelah kanan bola matanya keluar dari rongga mata dan menggantung ke pipi, yang sebelahnya nya lagi menatap Asnawi dengan tatapan kosong.

Asnawi bergegas langsung berdiri dan lari ke arah motornya, namun apa daya keadaan kakinya yang terluka akibat kecelakaan membuatnya terjatuh dan kesulitan untuk berdiri lagi.

“mas mau kemana?...jangan jalan dulu, kaki kamu masih sakit,…sini mas aku tolongin…..” kata kunti sambil melayang mendekati Asanawi yang merangkak untuk terus mendekati motornya yang terparkir di pinggir jalan.

“pergiii…sana jangan ganggu gue, kaditu siah….” teriak Asnawi

“mas…hihihihihi” tawa kunti

“anjiisss malah ketawa ……………….pergiiiiii” teriak Asnawi sambil merangkak menjauhi pohon tadi dan kemudian dia menengok kebelakang tubuhnya dan melempar batu pada Kunti kemudian Kunti itu hilang seketika .

“ untung dia udah ilang” Asnawi bernapas lega.

Asnawi bernapas terengah-engah sambil duduk menghadap kearah pohon tempat dia tadi bersandar. Dia melihat-lihat keadaan di sekelilingnya Sesaat dia merasa baru bangun dari mimpi buruk. Asnawi berusaha untuk menggerakkan kakinya dan berusaha berdiri. Butuh waktu lima belas menit bagi Asnawi untuk berdiri.

“akhirnya gue bisa berdiri, saatnya gue pulang”. Ketika dia membalikan badan, tiba tiba sosok Kunti itu muncul di depannya.

“ mau pergi kemana mas….”Kata Kunti dengan senyum menyeringai dan wajah pucat menyeramkan.

Melihat hal barusan, Asnawi langsung pingsan, badannya jatuh ke tanah dengan kencang .

“yaah pingsan lagi, padahal aku kan Cuma nanya.” Kata kunti geleng-geleng kepala. “terpaksa aku harus mengankat dia lagi ke pohon, mana berat lagi…..uuhh” keluh Kunti sambil mengangkat badan Asnawi kembali ke tempat tadi dan berusaha memnyandarkannya dengan nyaman kemudian membersihkan lukanya lagi.

Beberapa menit kemudian Asnawi mulai sadar namun ketika melihat dihadapannya ada kunti, Asnawi kembali pingsan. Setidaknya Asnawi pingsan 3 kali sampai akhirnya kunti jadi sangat kesal. Dia membaringkan badan Asnawi di atas tanah dan menempatkan kepalanya diatas pangkuan kunti. Kunti itu mulai mengelus-elus rambut Asnawi kemudian dia memijat kepalanya. Beberapa menit kemudian Asnawi mulai membuka mata kembali dan berteriak kencang karena melihat dirinya tengah berbasring di pangkuan sang kuntilanak. Dengan cepat Kuntilanak itu pun menutup mulut Asnawi dengan tangannya. “Sssstttt…jangan berisik, aku lagi mijitin kepala kamu biar relaks” bisik sang Kuntilanak. “ aku akan buka mulut kamu, tapi kamu harus tenang yah jangan teriak, nanti bakalan mengundang setan- setan yang lain”.
Asnawi menganggukkan kepalanya dan Kunti itu pun menyingkirkan tangannya dari mulut Asnawi. Asnawi takut bukan kepalang, dia harus berbaring diatas pangkuan kuntilanak dengan kondisi seluruh badan sakit gara-gara kecelakaan. Tubuh Asnawi bergetar karena merasakan dingin yang menjalar dari kepalanya. Dia serasa tidur dengan bantal es karena paha kuntilanak itu sangat dingin. Karena sudah tidak kuat lagi menahaan rasa takutnya Asnawi pun mengompol di celana. Dia pasrah dengan keaadaan yang dialamainya, dia tidak bisa berdiri apalagi berlari.

“apa yang lagi kamu lakuin ke aku ? .....ampun kunti, jangan ambil jiwa aku……jangan makan otak ku ...........ampuunn, aku belum khawin” Asnawi memelas.

“hihihihi......tenang.!!....aku lagi mijitin kepalamu biar rileks....lagian siapa yang mau ngambil jiwa dan makan otak kamu? Emangnya aku zombie...?” kata kuntilanak santai. ”Aku tuh lagi nolongin kamu…..tolong jangan panggil aku Kunti namaku Hayati, oke”. Kata Hayati sambil tersenyum dengan bola mata kanan yang masih menggantung di pipi. Ekspresi Asnawi ketika melihat hal itu sangat ketakutan, namun ketika Asnawi mendegar nama kuntilanak itu, dia langsung tertawa.

“kenapa kamu tertawa...?” kata Hayati heran.

“nama kamu...hehehe....itu kaya nama yayasan punya bapa aku..hahaha...yayasan Hayati...” ujar Asnawi yang dengan ekspresi yang lebih santai. “ iya bapak aku kan dokter, doi punya yayasan sunat gratis yang bernama Hayati..........hahaha”. Hayati terdiam mendengar hal itu dan kelihatan malu karena ditertawakan Asnawi.

“ okeh Hayati, Maafin aku…...udah ngetawain kamu....tapi tolong mata kamu benerin dulu, aku mau muntah nih” kata Asnawi dengan wajah mualnya.

“ oh iya maaf mas…..hihihi abisnya udah tuntutan pekerjaan”. Hayati langsung memasukan kembali bola matanya kedalam rongga mata. Setelah matanya kembali normal mulai terlihat wajah Hayati yang cantik tapi banyak bekas-bekas luka dan kulit pucatnya. Tapi bagi Asnawi sudah dianggap mendingan daripada melihat wajahnya yang sebelumnya. “kenapa mas??....kok jadi bengong” tanya Hayati setelah melihat Asnawi yang Cuma bengong melihat perubahan wajahnya.

“ohh..engga kok Hayati, aku Cuma liatin wajah kamu ternyata cantik yah hehehe, oh iya namaku Asnawi….” Kata Asnawi sambil bangkit dari posisi berbaringnya kemudian duduk berhadapan dengan Hayati dan menjulurkan tangannya untuk bersalaman. Hayati pun tersenyum dan menyambutnya dengan baik, tangan putih Hayati dengan kuku berwrna hitam dan panjang langsung menyalami tangan Asnawi dengan Erat. Tangannya halus sekali dan dingin.

“Makasih banget yah Hayati atas pertolongannya , ngomong-ngomong kenapa kamu menolongku? Kan bisa aja kamu langsung mengambil jiwa aku pas aku mati .” Tanya Asnawi

“iya mas awalnya pas liat mas kecelakaan aku mau ngelakuin itu tapi pas ngedeketin dan liat muka mas, aku jadi teringat sama pria yang aku cintai dulu semasa aku hidup.” Jawab Hayati lengkap.

“jalan ini memang sangat angker mas, disini tempat kerjaku, aku suka nakut-nakutin manusia yang lewat dan bahkan aku mengambil jiwa mereka yang kecelakaan disini, tapi buat kamu pengecualian hihihih “ kata Hayati diikuti dengan tawa khas kuntilanaknya. “ kamu bukan manusia biasa, energi kehidupan mu sangat besar sehingga pas aku ngedeketin mas, tubuhku langsung menyerap banyak energi itu dan aku jadi bisa menyentuh tubuh mas dan bahkan aku mengankat mas dari jalan kesini” Kata Hayati. “kok merinding yah dengernya...” kata Asnawi dengan ekspresi ketakutan.

“memangya energi kehidupan itu apa?” Tanya Asnawi

“ energi yang dipancarkan manusia, energi itu bisa aku serap dan menjadi kekuatan. Itulah makanya aku jadi bisa memegang benda fisik yang ada” jawab Hayati yang memperhatikan kaki Asnawi yang tampak terluka. Hayati kemudian mengambil pembalut dan memasangnya di kaki Asnawi .Hayati selesai mebalut kaki Asnawi dan dia berpindah ke samping kanan Asnawi kemudian duduk kembali. Mereka duduk memunggungi jalan dan menghadap ke arah jurang. Tampak dihadapan mereka hutan yang cukup luas tersinari oleh cahaya bulan yang benderang. Sesekali kelelawar melewati di atas kepala mereka. Asnawi masih ketakutan tapi rasa penasaran akan Hayati lebih besar dan mengalahkan rasa takut itu.

“maaf Hayati, kamu kok bisa ngobatin aku, ngejahit luka sama membalut kaki aku yang terluka, apa kamu semacam dokter hantu? hehehe” Tanya Asnawi

“hihihihi, dokter hantu….mas nih bisa aja” Hayati ketawa terbahak-bahak

“ semasa hidup aku adalah mahasiswa kedokteran mas, pas aku mati, aku lagi jadi dokter KO-AS ” Jelas Hayati

“ooh pantesan kamu bisa ngobatin aku, hehe,…” kata Asnawi takjub

“mas, kamu dokter yah? Di motor kamu ada kotak p3k lengkap bgt peralatannya?”

“ah engga, aku cuman mahasiswa teknik, bapak, ibu sama kakak ku yang dokter mah, aku selalu di doktrin sama mereka harus selalu ada kota p3k di kendaraan”. Jelas Asnawi

“waah hebat mas, kenapa mas ga ikut ortu mas? Jadi dokter? Asik loh kuliah kedokteran hihihih” Tanya Hayati.

“aku takut liat darah Ti aku gabisa jadi dokter, aku aja tadi liat kamu dengan mata menggantung itu, aku langsung mual” jawab Asnawi

“kalo liat ini juga bikin mas mual juga yah hihihihhi” kata Hayati yang tiba tiba Hayati memunggungi Asnawi dan memperlihatkan punggunya yang bolong dan berlumuran darah. Seketika Asnawi langsung muntah banyak. Hayati tertawa terbahak-bahak, Asnawi pun kesal.

“Yaelah fakkkk …….oooeeeekhh.....sekalian aja tempelin ke mukaku punggumu...biar puasss” gumam Asnawi sambil muntahn”cieeee marah euy...nanti cepet tua loh...hihihih”Hayati menertawakan asanai sambil nepuk-nepuk pundak Asnawi.

“BODO AMAT...!!!!” kata Asnawi berusaha kembali duduk dan Hayati yang langsung menegakan posisi duduk Asnawi yang tadi sempat tersungkur dan muntah-muntah.

“ maafin aku mas, aku orangnya suka bercanda ” kata Hayati dengan tatapan memelasnya sepert kucing yang minta dimanja oleh majikannya, Asnawi pun akhirnya luluh hatinya melihat tatapan mata kuning Hayati yang berbinas-binar.

“kamu tuh ya jail banget” kata Asnawi sambil membersihkan sisa muntahan di mulutnya.“oh iya Hayati, aku berhutang budi padamu, gimana aku harus membalasnya” Tanya Asnawi serius.

“ ga apa apa mas, aku iklas ko menolong mas, malah aku bahagia bisa ketemu mas yang bisa nemenin aku sekarang dan ngobrol-ngobrol malem mini” jawab Hayati

“maaf yah Hayati, ngomong-ngomong kamu matinya kenapa? Kenapa bisa gentayangan?tanya Asnawi.

Hayati pun langsung terdiam, raut wajahnya berubah jadi sedih dan mengeluarkan air mata.

“aku dibunuh mas sama pacar aku, aku dilempar ke jurang.” Jawab Hayati

“kenapa pacar kamu jahat banget ngebunuh kamu?” Tanya Asnawi

Tiba-tiba ekspresi ahayti menjadi murung dan mendadak suasana yang sudah cair menjadi kelam.“dia menghamili aku mas dan gamau bertanggung jawab, aku….aku……hiks..hiks” Hayati mulai menangis dan menundukan wajahnya hingga tertutup oleh rabut hitamnya.
Asnawi dengan spontan merangkul pundak Hayati dan tangan Asnawi memegang dagu Hayati, menegakkan kembali kepala Hayati yang tadi tertunduk lesu. Asnawi lalu mengusap air mata yang membasahi pipi Hayati dan dan memandang mata kuning Hayati yang berkaca-kaca. “maaf Hayati, aku ga bermaksud bikin kamu sedih….maafin aku..sudahlah jangan dinget-inget lagi” kata Asnawi yang berusaha menghibur dan tampil keren. Hayati pun langsung memeluk erat Asnawi. Tubuh Hayati sangat dingin, Asnawi menggigil karena dingin yang mulai menjalar ke seluruh tubuh Asnawi. Asnawi pun mendorong badan Hayati untuk menjauh dari tubuhnya. “ Hayati pelukan nya jangan lama-lama, kamu dingin banget…..”kata Asnawi kedinginan.

“ maaf mas….hihihi udah lama banget aku ga meluk orang” Hayati tersipu malu.

“ aku janji akan menemukan mayat kamu dan menguburkannya dengan layak……biar kamu ga gentayangan lagi...kamu tahu ga tempat kamu mati dimana? ”tanya Asnawi.

“aku gatau mas dimana aku mati, ………….lagian sakarang mayat aku pasti tinggal tulang dan sebagian udah jadi tanah” jawab Hayati.
“ Gapapa Hayati, mari kita cari tahu bersama…………janji yah”kata Asnawi sambil menjulurkan jari kelingking dan mengajak Hayati untuk salam kelingking sebagai ikatan janji.

“ iya mas…….” Hayati menyambut salam kelingking itu.

Suasana malam semakin larut, sinar rembulan mulai menyelimuti tempat itu. Mereka berdua sedang asyik mengobrol, saling melempar candaan, ketawa bareng, memandang langit yang cerah dan dan menggambar pola pola rasi bintang, di tengah sepinya malam. Malam itu adalah malam yang tak bisa dilupakan Asnawi, berawal dari malam yang horror berubah menjadi malam yang paling romantis dan mengerikan seumur hidupnya bersama seorang KUNTILANAK.

Asnawi melihat jam tangannya sudah menunjukan jam 3 pagi. Asnawi kaget sampai lupa waktu gara-gara asyik ngobrol dengan Hayati.
“waduh udah jam 3 aja, aku musti pulang nih ke Bandung, ga kerasa ngobrol sama kamu” kata Asnawi

“iya mas,…………..ayo aku bantu jalan ke motor, kaki mas kan masih luka” kayta Hayati sambil membantu Asnawi berdiri dan membopongnya ke tempat motor berada.

“badan kamu tinggi banget yah…..heheheh sepantar sama aku” kata Asnawi heran.

“ aku kan melayang mas, ga napak bumi” jawab Hayati. Setelah sampai, Asnawi langsung naik motor dan meyalakan mesin.
“mas, boleh ga aku ikut kamu, aku takut disini?” pinta Hayati ke Asnawi.”kenapa kamu takut disini, kan kamu mahluk yang paling menakutkan disini..hehehe”. Hayati mendekati Asnawi untuk membisikan sesuatu ke kuping Asnawi.” Aku takut sama bos ku, soalnya aku telah membangkan dan tidak mengambil jiwa mas.” Bisik Hayati. Asnawi terdiam dan mulai berpikir kenapa Hayati bisa setakut itu sama bosnya, memangnya bosnya itu siapa? Apakah lebih mengerikan dari kuntilanak.

“yuukkk…….kamu duduk di balakang sini” Asnawi pun mengajak Hayati pulang ke Bandung. “serius mas...?” kata Hayati dengan mata kuningnya yang berbinar-binar.

” Iyalah masa aku bohong, tapi ada satu syarat mutlak” kata Asnawi serius.

“apa itu mas?”

“kamu harus janji ga lagi nakutin orang dan janji engga ngambil jiwa orang yang ga berdosa lagi yah”

“emmm.....oke mas aku janji...hihihih”.

Hayati sangat senang bukan kepalang, wajahnya merona merah. Motor pun malaju dengan pelan menuju Bandung dengan Hayati duduk dibelakang Asnawi. Hayati berpegangan pada pinggang Asnawi.

........................................................

Maaf baru update, kemaren ane abis dinas lapangan mencari sesuap nasi.........emoticon-Peace emoticon-Peace emoticon-Peace
Diubah oleh Martincorp
lanjutkan gan, janganlah kau menanam kentang disini....
lancrotkan lur .
Ane tandain gan

lancrotkan
BAGIAN 4
CEWEK CANTIK

Motor melaju pelan melintasi jalan dari Garut menuju Bandung, rasa sakit yang menjalar di tubuh Asnawi tidak mengurangi semangatnya untuk pulang ke Bandung. Disepanjang jalan Asnawi hanya diam saja tidak sedikitpun berbicara kepada Hayati, Asnawi merasa canggung, takut dan tidak percaya kalau ada kutilanak yang ikut dibonceng. Di tengah jalanan sepi yang dingin Asnawi mulai menggeber lagi motornya supaya melaju dengan kencang agar cepat sampai ke rumah sebelum matahari terbit.

Ketika melintasi jalan Nagreg, disana mulai banyak orang yang melintas pake motor dan mobil, Asnawi mulai terganggu oleh para pengendara motor lainnya yang bilang kalau ada kunti ikut di belakangnya, bahkan ada yang teriak-teriak, baca ayat kursi dan Tahlil dan nunjuk nujuk tangan mereka ke arah Asnawi sambil teriak” KANG...!! eta aya jurig ngilu dibonceng....lailahailallah.....”. Asnawi berusaha untuk tidak menghiraukannya dan pura-pura tidak melihat apa-apa. Sampai di Rancaekek akhirnya Asnawi menyerah dengan teriakan-teriakan itu dan menepi ke pinggir jalan.

“ayo kita turun dulu dari motor, kita masuk ke gubuk itu” kata Asnawi sambil turun dari motor dengan susah payah. Hayati langsung membopong tubuh Asnawi untuk membantunya berjalan ke dalam gubuk itu dan duduk di sebuah bangku panjang. Hayati duduk di sebelah Asnawi.

“Hayati, matahari makin Nampak, di jalan udah banyak orang yang neriakain aku kalo ada kunti di belakang motor aku.”kata Asnawi mengeluh
“coba kamu bisa ga ngerubah wajah kamu biar ga nyeremin,? Minimal berubah ke wajah kamu pas sebelum mati, bisa ngga….” Kata Asnawi.
“oke mas, aku coba yah….hihihi”kata Hayati senyum.

Hayati langsung menundukan kepalanya kebawah dan membiarkan rambut panjangnya menutupi seluruh wajahnya. Dia menggelengkan kepala dengan cepat sampai beberapa kali , akhirnya dia dengan cepat mengangkat lagi kepalanya hingga rambutnya mengibas ke atas dan mengenai wajah Asnawi.

“ADUUUHH…..” teriak Asnawi karena terkena kibasan rambut Hayati.

Wajah Hayati mulai terlihat dan berubah sangat drastis 180 derajat. Ternyata wajah asli Hayati sangat cantik, kulitnya halus dan putih, hidung mancung, pipi agak tembem dikit, dagu lancip dan tidak berwajah pucat lagi. Terdapat lesung pipit di wajahnya yang membuat wajahnya semakin cantik ditambah senyumannya yang manis dilontarkan ke Asnawi.
Melihat kecantikan wajah Hayati, Asnawi diam seribu bahasa matanya melotot sampe keluar air mata saking terharunya dan mulutnya membuka dikit.

“mas…..mas….sadar mas…sadar “ Hayati berusaha menyadarkan Asnawi yang membatu.

“iya…iya aku sadar……..Subhanallah kamu cantik buanget Hayati….kaya malaikat yang jatoh dari langit…” kata Asnawi terpukau

“tapi baju kamu masih kaya kunti, jelek, kumal dan penuh bercak darah kering…..bisa juga ga kamu ganti gitu!!” komentar Asnawi

“ bisa dong mas……hihihihihi” Kata Hayati sambil ketawa.

Hayati memegang bagian depan baju dan kemudian menariknya kedepan. Sinar terang langsung keluar dari tubuh Hayati sampai-sampai Asnawi menutup matanya karena silau. Asnawi kembali membatu seperti tadi ketika melihat baju baru yang melekat di tubuh Hayati. Hayati ternyataa memiliki badan yang sangat bagus pinggul dan buah dada yang besar ,perut kecil dan postur tubuh yang cukup tinggi. Hayati juga menampakkan bentuk kakinya yang menapak bumi. Hayati dibalut dengan dress putih ketat sehingga meperlihatkan lekuk tubuh indahnya dengan renda yang membentuk alur bunga dari bagian dada sampai perut, tangan panjang yang melebar dibagian ujungnya dan terlihat jelas belahan dadanya. Sungguh baju yang sangat elegan dan sexy pikir Asnawi yang kembali terdiam menjadi patung setelah melihat perubahan Hayati yang super luar biasa.

“mas…mas…..sadar…sadar……hidung kamu keluar darah tuh……………hihihihihih”kata Hayati berusaha menyadarkan Asnawi lagi.
“ oh iya maaf..hehe” kata Asnawi sambil mengusap darah yang keluar dari hidungnya.

“mas, kok liatnya ke dada aku terus sih kan muka aku diatas…” kata Hayati kesal.

“eehh iya maaf Hayati, aku hanya menikmati keindahan bajumu , baju kamu sangat bagus banget desainnya sangat elegan dan jaman now banget kaya hasil design Ivan Gunawan”. Kata Asnawi ngeles.

“ternyata kamu bisa berubah jadi cewek cantik…kenapa ga dari tadi sih…pas pertama kita ketemu tadi, kan aku gausah ketakutan apalagi sampe aku ngompol dicelana” kata Asnawi kesal.

“ maafin mas….abisnya mas ga minta itu tadi hihihihih..........mas ngompol yah” tanya Hayati sembari melihat ke arah celana Asnawi yang masih basah dan bau pesing. Asnawi langsung menutup bagian yang basah dengan tangan dan ekspresi wajah yang memerah karena malu.
“coba kamu puterin badan kamu..aku pengen liat” perintah Asnawi.

Hayati memutar badan namun ternyata bagian punggunya masih terdapat lobang besar yang berdarah. Asnawi kembali merasa mual.
“aarrgg……punggung kamu masih bolong “ kata Asnawi sambil menutup mulut menahan muntah.

“ini pake tas ransel aku aja biar ga keliatan” Kata Asnawi sambil memberikan tas ranselnya ke Hayati. Hayati langsung mamakai tas ransel itu dan lubang di punggunya tidak terlihat lagi.

“nih aku ada kacamata, aku pakein yah biar mata kamu ga jatuh sembarangan lagi…” kata Asnawi sambil memakaikan kacamata ke Hayati. Mata kuning indahnya seakan akan menyinari hati Asnawi yang kala itu sangat bahagia melihat Hayati.

“ nah kan tambah cantik mirip Mia Khalifa….hehehehe” kata Asnawi.

“ Mia Khalifa siapa mas??.....” Tanya Hayati

“ah engga engga…………..bukan siapa siapa kok hehehehe” kata Asnawi sambil berusaha mangganti topik pembicaraan.

Asnawi dan Hayati kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Asnawi kembali dibopong oleh Hayati untuk berjalan ke motor.
Sepanjang jalan Asnawi kembali merasa kembali terganggu, kali ini dia terganggu akibat para pengendara motor lain terutama pria pada menggoda Hayati, bahkan ada yang ngajak dia untuk pindah motor. Asnawi makin kesal setelah mendengar Hayati malah merespon mereka dengan muka bahagia. Rasanya ingin cepat sekali sampai ke rumah. Asnawi makin tancap gas motornya.



Diubah oleh Martincorp
gas terus gan, jangan sampe kasih kendor nih thread
BAGIAN 5
PENGHUNI TER-SHOLEH


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan sambil menahan ngantuk dan rasa sakit di sekujur tubuh, akhirnya mereka sampai ke kostan tempat Asnawi tinggal. Ketika motor mau memasuki sebuah gerbang yang cukup besar, Hayati turun dari motor dan membuka pinti gebang yang terbuat dari papan kayu jati. Asnawi pun melaju perlahan ketempat parkir dan memastikan mesin motor dan berusaha untuk turun dari motor. Hayati dengan cepat langsung menyambar tangan Asnawi dan kembali membopong badan Asnawi untuk membantunya berjalan.

Kostan tempat tinggal Asnawi sangat besar, terdapat 24 kamar kos yang terbagi kedalam bangunan dua lantai. Kamar Asnawi berada di lantai 2 dan posisinya berada di pojok dekat dengan kamar mandi.Sementara Asnawi dan Hayati berjalan perlahan terdengar suara emak-emak yang cukup keras memanggil Asnawi. Suara itu berasal dari dalam rumah kost dan makin terdengar semakin mendekat.

“Asnawi….Asnawi…kamu kenapa? Kok baju kamu kotor banget terus kepala kamu banyak luka” Tanya ibu kost yang sangat khawatir melihat kondisi Asnawi.

“kecelakaan bu….saya jatuh dari motor” jawab Asnawi.

“lah ini siapa nih….cantik banget…pacar kamu yah Wi??”kata Ibu Kost sambil menunjuk kearah Hayati.

“engga bu…cuman teman..hehe..dia yang nolongin aku.. namanya Hayati” jawab Asnawi malu-malu

“ehh bagus dong kalo kamu jadi pacarnya Asnawi, dia penghuni ter-sholeh disini, dia rajin ke Masjid, ga pernah telat bayar kost sama ga pernah bawa cewek ke kostan…” ujar Ibu kost sambil tangannya nepuk-nepuk pundak Asnawi.

“aahh si Ibu bisaa aja….hehe……..aku ga sesholeh itu juga kali” kata Asnawi tertunduk malu lalu tertawa-tawa kecil.

“andai aja anak ibu masih ada, pasti ku jodohin sama kamu Wi” kata Ibu Kost.

“emangya anak ibu kemana?” Hayati menyela pembicaraan Ibu Kost.

“anakku meninggal…dek Hayati…kecelakaan” Jawab Ibu Kost

“maafin aku bu…..aku ga maksud membuat ibu sedih”

“gapapa kok dek….hehe..oh iya rumah kamu dimana?”Tanya Ibu Kost

Hayati seperti kebingungan dan beberapa saat dia kelihatan bingung.“rumah Hayati di Jakarta bu……..kebetulan lagi maen ke Bandung” Asnawi menjawab pertanyaan Ibu Kost dengan mantap. Hayati itu ngangguk-ngangguk mempertegas jawaban Asnawi.

“selama di Bandung kamu tinggal dimana dek?” Tanya Ibu

“eehhh aku tinggal sama as…”

“Astrid bu Astrid…….ya kan Hayati..” Asnawi menjawab dengan cepat dan memotong pembicaraan Hayati. Hayati kaget dan mengangguk lagi.
Akhirnya mereka pun sampai ke depan pintu kamar kost Asnawi, Asnawi lalu membuka kunci pintu dan membukanya. Hayati membopong Asnawi sampai berbaring di kasurnya. Ibu Kost berdiri di depan pintu kamar Asnawi sambil melihat Hayati membantu Asnawi. Kamar Asnawi cukup berantakan dengan banyak buku kuliah yang berserakan diatas karpet berwarna biru di pinggir kasur. Karpet itu berbulutebal dan empuk. Di depan kasur terdapat LED TV yang terpasang di dinding sehingga Asnawi dapat menonton tv sambil berbaring di tempat tidur. Kamar Asnawi cukup luas, di pinggir pintu masuk terdapat meja belajar. Diatas meja terdapat lampu belajar, laptop dan beberapa buku yang tersusun rapi di pojok. Ada juga beberapa mainan action figure dari karakter-karakter anime, kebanyakan karakter cewek seksi. Di bawah meja terdapat sebuah rak buku yang penuh dengan koleksi komik manga yang tersusun rapi. Setelah membaringkan Asnawi, Hayati membereskan buku yang berserakan dan menyimpannya dengan rapi di atas meja.

“eh kalian pasti lapar yah…ibu lagi masak banyak nih ..” tawar Ibu Kost.

“makasih banget..ibuuu…..aku lapar banget” jawab Hayati semangat.

“jangan bu…jangan repot-repot ………….Hayati biar sm saya aja makan nanti” kata Asnawi yang langsung memotong pembicaraan Hayati.
“maaaasss…………..plisss”Hayati memohon kepada Asnawi dengan wajah memelasnya. Terlihat kedua ,mata kuningnya berbinar-binar. Asnawi merasa kasihan akan tetapi malu juga karena merepotkan Ibu kost.

“gapapa Nawi, ibu masaknya banyak banget kok, ibu ambilin sekarang yah…………tunggu yah” kata ibu kost sambil melontarkan senyum kearah Hayati. Ibu kost pun berjalan ke luar menuju rumahnya untuk mengambil makanan untuk Hayati dan Asnawi. Hayati loncat-loncat kegirangan sampai sampai semua badanya ikut bergetar terutama bagian buah dadanya yang besar bergerak naik turun. Asnawi yang awalnya malu menjadi salah focus melihat Hayati jingkrak-jingkrak dan malah menikmati pemandangan indah sambil senyum-senyum sendiri.
“horeeee…..akhirnya bisa makan lagi…….asiiikk”. kata Hayati sambil Jingkrak, namun dia seketika menghentikannya karena melihat Asnawi bengong lihat dirinya yang jingkrak-jingkrak dengan darah mengucur lagi dari hidung Asnawi.

“mas….hidung kamu bedarah lagi tuh..ihihihhi” kata Hayati sambil menunjuk kearah hidung Asnawi. Tawa khas kunti Hayati seakan-akan langsung menyadarkan Asnawi dari kebengongan mesumnya.

“oops….maaf..hehehehehe” kata Asnawi sambil menyapu darah yang mengucur dari hidungnya.

“kenapa sih mas, tiap liat aku dalam wujud asli suka bedarah aja idungnya”. Tanya Hayati sambil membenarkan posisi kacamatanya yang tadi hampir jatuh dan membuka tas ransel di punggungnya kemudian menyimpannya diatas lemari. Bolong di punggunya kembali terlihat jelas saat Hayati memunggungi Asnawi untuk menyimpan tas ransel, Asnawi mendadak mual. “kayanya efek kecelakaan deh ..hehe, aduh Hayati itu punggung kamu bisa ditutupin ga, soalnya bahaya nih kalo sampe keliatan sama ibu kost, “jawab Asnawi sambil melempar sebuah kemeja kearah Hayati. Hayati langsung menyambar kemeja itu dan langsung memakainya.

“nah, begitu lebih baik….heheh” kata Asnawi lega

“ngomong-ngomong kamu suka makan juga, kan kamu setan…kirain setan ga butuh makan? Tanya Asnawi.

“suka dong mas, aku suka banget makan daging…….hihi”jawab Hayati dengan tawa khas kuntinya lagi

“gatau juga sih mas pas jaman aku masih hidup aku itu vegetarian, tap pas udah jadi setan aku cuman bisanya makan daging doang”.

“ooh pantes atuh….banyak tukang sate yang sering digodain sama kunti” kata Asnawi mengangguk-angguk.

“iya mas soalnya cuma tukang sate yang punya daging dan berkeliaran malem-malem”

“tapi aku ga pernah godain tukang sate mas….aku sukanya godain kamu…hahahaha” kata Hayati ketawa.

“kok aku jadi merinding ya ……………hmmmmm” kata Asnawi mendadak merinding

Ibu kost pun kembali dengan membawa nampan yang penuh dengan makanan. Ibu kost langsung menurunkan piring-piring dari nampan ke atas meja belajar. Ada daging paha kambing besar, nasi 2 piring, tahu tempe dan sambal kecap semangkuk.

“wah banyak sekali bu makanannya, hehe” kata Asnawi yang berusaha berjalan menuju meja.

“iya nih, ibu bikin kambing guling…soalnya anak anak ibu mau pada datang kesini” kata ibu kost.

Tiba tiba Hayati langsung menyambar paha kambing itu dan langsung memakannya dengan super lahap. Asnawi dan ibu kost langsung bengong dan terheran-heran melihat Hayati makan daging seperti orang yang sudah tidak makan selama seminggu.

“hati-hati dek makannya, nanti kamu mati keselek loh…”kata ibu kost berusaha memperingati Hayati.

“nyam..nyam..gapapa kok bu…aku kan udah meninggal…”kata Hayati sambil mengunyah daging dan langsung dipotong lagi pembicaraanya oleh Asnawi.”maksudnya meninggalkan rumah bu…hehehe” .

“ maaf ya bu, temenku ini kaum dhuafa jadi jarang nemu daging…paling tiap idul adha dia suka makan daging..hehehehe” kata Asnawi sambil menepuk-nepuk punggung Hayati yang sedang duduk di kursi yang sedang makan daging untuk memberikan kode bahwa jangan bilang kalau dia sudah mati.

“ooh gitu toh, kasihan banget ya…yowis ibu tinggal dulu yah, ibu mau beres kamar buat anak-anak ibu nanti” kata ibu kost
“makasih banget bu buat makanannya..”kata Asnawi
Ibu kost pun kembali kerumahnya dan Asnawi segera menutup pintu kamarnya. Asnawi masih terheran-heran dengan nafsu makan Hayati yang dangat mengerikan.

“yah..aku cuman makan sama tahu tempe doang dong kalo gini mah” kata Asnawi sambil mengambil tahu dan tempe kemudian disimpan di atas nasi. Asnawi pun kembali duduk diatas kasur untuk mulai makan. Hayati tidak menghiraukan ocehan Asnawi dan terus melahap paha kambing itu sampai tinggal tulang.

.......................................................

Diubah oleh Martincorp
Balasan post endut89
siap gan, ane Update tiap hariemoticon-thumbsupemoticon-thumbsupemoticon-thumbsup
itu kepala hayati dikasih paku aja biar jadi manusia
ringan gan tapi seru aja dibacanya,,,,nice pokoknya
mirip yg cerita kami dan senyum pucatmu
Quote:


Jangan gan kasian, pake trisulanya poseidon aja gan biar jadi manusia seutuhnya.
emoticon-Shakehand2
numpang lapak gan..
Balasan post r.funker
Quote:


kalo sekarang dikasih paku nya langsung tamat dong gan ceritanya..emoticon-Smilieemoticon-thumbsup
jir anti mainstream nih cerita. lanjutkan gan!

ringan tapi enak dibaca
Halaman 1 dari 61


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di