alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
LIPPO Group Tak Lagi Kuasai Saham Meikarta (separuh Sahamnya dijual ke Asing)
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd10a3f62088167678b4568/lippo-group-tak-lagi-kuasai-saham-meikarta-separuh-sahamnya-dijual-ke-asing

LIPPO Group Tak Lagi Kuasai Saham Meikarta (separuh Sahamnya dijual ke Asing)

LIPPO Group Tak Lagi Kuasai Saham Meikarta (separuh Sahamnya dijual ke Asing)
Lippo Group Tak Lagi Kuasai Saham Meikarta
4 jam yang lalu

LIPPO Group Tak Lagi Kuasai Saham Meikarta (separuh Sahamnya dijual ke Asing)
© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaKondisi terkini Meikarta, Sabtu (20/10/2018).Kompas.com/HILDA B ALEXANDER

Saham PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat, rupanya tidak lagi sepenuhnya milik Lippo Group. Bahkan kini, 49,999 persen kepemilikan saham perusahaan tersebut telah dimiliki asing.

Merujuk laporan keuangan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) per 31 Desember 2017, pada 1 Februari 2017, dua entitas anak usaha PT Megakreasi Cikarang Permai (MKCP) dan PT Great Jakarta Inti Development (GJID) menyetujui masuknya pemegang saham baru. Untuk diketahui, LPCK merupakan induk dari PT MSU.

Pemegang saham baru tersebut yakni Peak Asia Investment Pte. Ltd (PEAK). Berada di balik PEAK terdapat Hasdeen Holdings Ltd (HH), sebuah perusahaan yang didirikan di British Virgin Islands (BVI), menyuntikkan modal 300 juta dollar AS yang disepakati dalam perjanjian jual beli bersyarat pada 10 Maret 2017.

"Bagian saham yang akan diambil oleh PEAK tidak melebihi 50 persen dari jumlah kepemilikan saham yang diterbitkan oleh MSU," demikian tulis laporan tersebut seperti dikutip Kompas.com, Rabu (24/10/2018).

Kemudian, pada 15 Maret 2017, LPCK, MKCP, GJID dan PEAK sepakat atas masuknya Masagus Ismail Ning (IN) sebagai pemegang saham baru di MSU dengan penjualan tiga saham PEAK kepada IN dengan harga nominal.

GJID kemudian menjual seluruh sahamnya kepada MKCP dan PEAK mengesampingkan pre-emptive right yang dimilikinya.

Dengan adanya perjanjian ini, saat ini status kepemilikan saham PT MSU menjadi sebagai berikut PEAK (49,999 persen), MKCP (49,999 persen) dan IN (0,002 persen).

Partisipasi tidak langsung HH melalui PEAK sebesar 300 juta dollar AS atau setara Rp 4,2 triliun itu diangsur terhitung sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian sampai 31 Desember 2018.

Kini, Meikarta tengah mendapat sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam operasi tersebut, Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dicokok KPK.

Selain itu, tiga kepala dinas juga turut diamankan yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jamaluddin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Dewi Tisnawati.

Tak luput Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi juga turut ditangkap pada operasi yang dilakukan pada 14-15 Oktober lalu.

Para pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi itu diduga menerima suap terkait proyek perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Suap diberikan oleh pejabat pengembang properti Lippo Group. Bupati dan para kepala dinas diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Hingga saat ini, menurut KPK, baru terjadi penyerahan Rp 7 miliar.
https://www.msn.com/id-id/berita/nas...rta/ar-BBOPjfr


Lippo Sudah Alihkan 49,9% Saham Meikarta ke Perusahaan Luar Negeri
Rabu 24/10/2018, 12.54 WIB


Melalui PEAK, Hasdeen --perusahaan SPV di British Virgin Island-- memiliki 49,99% saham pengembang proyek Meikarta, dengan menyuntikkan modal US$ 300 juta.

Grup Lippo ternyata sudah tidak sepenuhnya memiliki dan mengontrol perusahaan pengembang megaproyek Meikarta. Sejak Maret tahun lalu, konglomerasi bisnis tersebut telah mengalihkan 50,01% saham PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) selaku pengembang Meikarta kepada dua pihak: Hasdeen Holdings Ltd dan Masagus Ismail Ning. Hasdeen yang didirikan di British Virgin Islands (BVI) itu masuk melalui anak usahanya PEAK Asia Investment Pte Ltd.

Informasi tersebut tercantum dalam laporan keuangan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) per 31 Desember 2017. Para pemegang saham MSU, yakni PT Megakreasi Cikarang Permai (MKCP) dan PT Great Jakarta Inti Development (GJID), menyetujui masuknya PEAK sebagai pemegang saham melalui penerbitan saham baru. Persetujuan tersebut mengacu kepada perjanjian 1 Februari 2017.

Perjanjian tersebut lantas ditindaklanjuti dengan perjanjian jual beli bersyarat pada 10 Maret 2017. Dalam perjanjian itu, Hasdeen melalui PEAK akan menyuntik modal sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun secara bertahap hingga Desember 2018. Kepemilikan saham PEAK di MSU tidak melebihi 50%.


Melalui perjanjian investasi pada 15 Maret 2017, Lippo Cikarang, MKCP, GJID, dan PEAK menyepakati masuknya Masagus Ismail Ning sebagai pemegang saham baru di MSU dengan membeli 3 saham milik PEAK. Pasca perjanjian tersebut, komposisi kepemilikan MSU menjadi MKCP 49,99%, Peak 49,99%, dan Ismail Ning 0,002% saham. Hingga 31 Desember 2017, Hasdeen melalui PEAK telah menyetor modal sebesar Rp 3,1 triliun ke MSU.


Ismail Ning merupakan putra dari Hasjim Ning, seorang konglomerat pemilik bisnis ekspor impor, biro perjalanan hingga pabrik kosmetik. Hasjim merupakan pemilik PT Bank Perniagaan yang kemudian dijual kepada Mochtar Riady pada 1981.


Pada 1989, PT Bank Perniagaan merger dengan PT Bank Umum Asia dan berubah nama menjadi Lippobank. Seperti ayahnya, Ismail Ning juga memiliki hubungan erat dengan Grup Lippo. Ismail pernah menjabat sebagai petinggi beberapa perusahaan Grup Lippo, antara lain Presiden Direktur PT Internux (Bolt), Komisaris Bank Lippo (1996-2003), dan Komisaris Utama PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD).


Chief Executive Officer Lippo Group James Riady pernah mengakui, perusahaan telah menjual sebagian kepemilikan sahamnya di Meikarta kepada investor asing. "Hampir 50% adalah investor asing," kata James seperti dikutip Bisnis.com, usai penandatanganan kerja sama logistik dan fintech antara Meikarta dengan 9 korporasi global, di Jakarta, 20 Maret lalu.


Menurut James, kepemilikan saham di MSU merupakan kemitraan tetapi Lippo akan mempertahankan kepemilikannya tidak kurang dari 50%. "Dari awal sudah ada (investor yang berminat) tetapi sekarang baru dia ambil. Karena dia ambil maka harus lapor ke OJK," ujarnya.


Megaproyek Meikarta digadang-gadang menjadi kota baru yang akan dibangun dengan investasi sebesar Rp 278 triliun. Dari kebutuhan investasi tersebut, Lippo akan menyiapkan 35% atau sekitar Rp 97,3 triliun dari kasnya.


Sisanya akan dipenuhi oleh pendanaan dari para investor dari Jepang, Korea, hingga Taiwan. Ketika meluncurkan proyek ini pada Mei 2017, James menyebutkan ada 120 perusahaan yang bermitra dengan Lippo dalam megaproyek ini.


Kini, Meikarta menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 14-15 Oktober 2018 terkait kasus dugaan suap perizinan proyek tersebut. Dalam operasi itu, KPK menahan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan empat pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi. KPK juga menangkap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.


(Baca: Terbongkarnya Suap dalam Sengkarut Izin Megaproyek Meikarta)


Kasus ini menimbulkan ketidakpastian terhadap keberlangsungan proyek Meikarta. Konsumen yang sudah membayarkan uang muka kesulitan mendapatkan pengembalian dananya. Sejauh ini, konsumen Meikarta hanya mengetahui bahwa proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab MSU selaku entitas perusahaan Lippo Group.


Namun dengan adanya perubahan kepemilikan saham MSU, seharusnya pemegang saham lainnya turut bertanggung jawab atas keberlangsungan megaproyek Meikarta.


Kuasa Hukum MSU Denny Indrayana mengatakan, kliennya tetap berkomitmen kepada konsumen Meikarta. MSU akan berusaha memenuhi kewajiban-kewajiban perusahaan lainnya yang terkait pembangunan Meikarta.


Denny juga mengatakan, MSU akan tetap menghormati dan terus bekerja sama dengan KPK untuk menuntaskan proses hukum yang masih berlangsung.


Pada akhir Agustus 2018, Meikarta melakukan serah terima 863 unit apartemen untuk Tower Irvine Suites dan Westwood Suites kepada para konsumennya. MSU akan melakukan serah terima tahap berikutnya pada akhir Februari 2019 sehingga akan ada 28 menara apartemen yang diserahterimakan kepada pembeli.


(Baca: Terjerat Kasus Suap, Pengembang Janji Proyek Meikarta Tak Berhenti)


Kontribusi Meikarta


Proyek Meikarta berkontribusi signifikan terhadap pendapatan Lippo Cikarang. Pada kuartal I 2018, prapenjualan (marketing sales) Meikarta mencapai Rp 1,9 triliun atau 97,4% dari total marketing sales Lippo Cikarang yang sebesar Rp 1,95 triliun. Dengan penjualan dari proyek Meikarta tersebut, marketing sales Lippo Cikarang melambung hingga 1.058% jika dibandingkan dengan kuartal I 2017.


Sebelum kasus ini mencuat, Lippo Cikarang menargetkan marketing sales tahun ini bisa mencapai Rp 10,52 triliun dengan kontribusi Meikarta sekitar Rp 10 triliun. Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service dalam laporannya 18 Oktober lalu menyebutkan, kasus Meikarta ini akan menahan penjualan baru karena kepercayaan konsumen terhadap perusahaan berkurang.


Analis Senior Moody's Jacintha Poh mengatakan, kasus ini akan menambah tekanan terhadap likuiditas PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang merupakan induk bisnis properti Grup Lippo. "Ketidakpastian mengenai penyelesaian unit-unit yang dijual bisa menunda atau mengurangi arus kas dari konsumen."


(Baca: Moody's: Kasus Meikarta Makin Menekan Likuiditas Lippo Karawaci)


Kasus Meikarta ini juga menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga saham emiten Grup Lippo. Pada periode 15-23 Oktober 2018, harga saham Lippo Cikarang sudah merosot 18,15% menjadi Rp 1.330. Harga saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) juga tergerus 16,49% menjadi Rp 4.990.


Sedangkan harga saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun 8% menjadi Rp 161. Begitu pula dengan saham PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Link Net Tbk (LINK) yang masing-masing turun 1,3% dan 1,41%. Adapun saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) stagnan di Rp 298.

Kepala Riset Trimegah Securities Sebastian Tobing belum bisa memprediksi sampai kapan harga saham emiten Grup Lippo akan terus terkoreksi. Untuk itu, dia menyarankan investor untuk tetap menahan saham-saham kelompok usaha ini sambil tetap memantau perkembangan kasusnya.


Sementara itu, Analis Narada Asset Management Kiswoyo Adi Joe mengatakan, saham-saham Lippo tidak akan dilirik oleh investor sampai perkembangan kasus ini jelas. Kejelasan yang dimaksud terkait status hukum perusahaan Lippo lainnya. "Apakah (kasus Meikarta) menyeret perusahaan lain atau tidak?" katanya.
https://katadata.co.id/berita/2018/1...an-luar-negeri



Terjerat kasus, saham-saham Grup Lippo melorot

Selasa, 16 Oktober 2018 / 11:43 WIB

LIPPO Group Tak Lagi Kuasai Saham Meikarta (separuh Sahamnya dijual ke Asing)
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada perdagangan sesi I ini saham-saham group Lippo kompak berada di zona merah. Tercatat 4 saham grup Lippo seperti PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) masih terkatung-katung.

Berdasarkan data RTI, hingga pukul 11.23 WIB saham LPCK turun 10,83% ke level Rp 1.245 per saham, saham LPKR turun 6,9% ke level Rp 270 per saham, saham MPPA juga turun 3,55% ke level Rp163 per saham. Sedangkan saham LPPF stagnan di level Rp 6.000 per saham.


Penurunan ini dibarengi dengan pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menduga telah terjadi transaksi suap kepada penyelenggara negara terkait perizinan proyek Meikarta yang digarap salah satu perusahaan pengembang properti.


KPK telah menetapkan 9 orang tersangka dalam kasus ini. Sebagai diduga pemberi suap yakni Billy Sindoro Direktur Operasional Lippo Group, Taryudi Konsultan Lippo Group, Fitra Djaja Purnama Konsultan Purnama, Henry Jasmen pegawai Lippo Group.

Sementara pihak yang diduga sebagai penerima suap adalah Neneng Hasanah Yasin Bupati Kabupaten Bekasi, Jamaludin Kepala Dinas PUPR, Sahat MJB Nahar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Bekasi, Dewi Tisnawati Kepala Dinas DPMPTSP Kab Bekasi, Neneng Rahmi Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Kabupaten Bekasi.

https://investasi.kontan.co.id/news/...-lippo-melorot

Jual Saham Meikarta, Kinerja Keuangan LPKR Balik Arah Jadi Positif

Rabu 24 Oktober 2018 18:41 WIB

JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ternyata telah melakukan transaksi atas saham PT Mahkota Sentosa Utama, anak usahanya yang menggarap megaproyek Meikarta.

Dalam laporan keuangan Lippo Karawaci untuk periode Juni 2018 terungkap, jika perseroan telah mencatatkan keuntungan pencatatan investasi pada entitas asosiasi dengan nilai wajar senilai Rp2,36 triliun.


Dalam penjelasannya, Lippo menjelaskan, akun ini merupakan selisih antara nilai investasi pada entitas anak sebelum hilangnya pengendalian dengan bagian investasi yang diukur nilai wajarnya pada saat hilangnya pengendalian pada PT Mahkota Sentosa Utama.

Di mana, tercatat laba atas hilangnya pengendalian pada entitas anak ini sebesar Rp2,36 triliun.

Baca Juga: OJK: Kredit Apartemen Meikarta Tembus Rp8 Triliun dari 12 Bank

"Nilai wajar investasi pada PT Mahkota Sentosa Utama saat hilangnya pengendalian dihitung berdasarkan berdasarkan Laporan Penilaian Independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik Firman Suryantoro Sugeng, Suzy, Hartomo & Rekan pada tanggal 4 Oktober 2018, penilai independen," tulis laporan tersebut.


Dengan demikian, Lippo telah melakukan transaksi yang menyebabkan pihaknya kehilangan pengendalian atas Mahkota Sentosa Utama (MSU).


Dalam penjelasannya, perseroan memaparkan skema transaksi ini, derdasarkan Akta Notaris No.13, tanggal 11 Mei 2018, Peak Asia Investments Pte Ltd yang merupakan anak usaha perseroan, melepas kepemilikan 14.000 saham di PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) kepada Mas Agoes Ismail Ning dengan harga pengalihan sebesar Rp14.


Perusahaan melepas seluruh kepemilikan saham di PEAK kepada Hasdeen Holdings Limited sebagai pihak ketiga, dengan harga pengalihan sebesar 1 dolar Singapura.

Atas pelepasan saham tersebut, selisih nilai transaksi pengalihan saham dan bagian investasi di PEAK dan MSU yang dialihkan sebesar Rp119.201 dicatat sebagai selisih transaksi pihak nonpengendali.


Selanjutnya, MSU menerbitkan 14.000 saham baru yang diambil oleh PEAK dengan harga Rp4.050.000. Sebagai akibat dari peningkatan modal pada MSU dan pelepasan seluruh kepemilikan saham PEAK, Perusahaan kehilangan pengendalian atas MSU. Atas hilangnya pengendalian atas MSU, selisih transaksi pihak nonpengendali sebesar Rp119.201 direklasifikasi pada laba rugi.


"Kemudian, sisa investasi pada MSU sebesar 49,72% diakui sebagai investasi pada entitas asosiasi yang diukur pada nilai wajarnya. Selisih investasi pada MSU sebelum dan setelah diukur kembali pada nilai wajarnya sebesar Rp2.357.794 dicatat pada laba rugi," jelas dia.


Laporan Keuangan Lippo Karawaci: Dari Negatif Jadi Positif


Adanya pos keuntungan pencatatan investasi pada entitas asosiasi dengan nilai wajar senilai Rp2,36 triliun ini yang membalik kondisi laporan keuangan perseroan, dari negatif jadi positif.


Selama enam bulan pertama 2018, pendapatan yang dikumpulkan perseroan adalah Rp5,56 triliun, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya adalah Rp4,9 triliun.


Tapi, pendapatan ini tergerus oleh tingginya beban yang dicatatkannya. Yakni, beban usaha yang naik menjadi Rp1,82 triliun dari sebelumnya Rp1,52 triliun.


Kondisi ini diperparah dengan melonjaknya beban lainnya, yang naik sampai 304,3% menjadi Rp752,3 miliar pada akhir Juni 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp186,38 triliun.

Alhasil, laba usaha LPKR anjlok sampai 74,3% menjadi Rp176,34 miliar pada semester I-2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp684,22 miliar.


Tetapi, adanya transaksi saham perusahaan penggarap proyek Meikarta sebesar Rp2,36 triliun membalik kondisi keuangan LPKR yang awalnya negatif menjadi positif.


Di mana laba periode berjalan yang dicatatkan akhirnya tercatat Rp2,67 triliun pada akhir Juni 2018. Naik 259,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp743,19 miliar.

https://economy.okezone.com/read/201...h-jadi-positif

---------------------------

Ancorrr ... yaa diganti pemodal besar lainnya!
karena separo sahamnya dibeli asing, yaaa otomatis Meikarta menjadi milik asing. 
Kayaknya sih pemodal dari Cina lagi lah yau ... atau dibeli anak perusahaan LIPPO sendiri di luar negeri sana

emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh annisa2019
Halaman 1 dari 2
Lol dijual ke perusahaan di virgin island mau ngemplang pajak yaemoticon-Big Grin
Klo perusahaan asing domisilinya di BVI hampir pasti tuh perusahaan mau ngemplang pajak
nanti kl saham hancur, dibeli balik

kasian org luar kena jebakan betmen ehhee
Bagus neh artikelnya, sayang sekali kurang banyak kalian korupsi bisnisnya ampir 100 tilliun ampe akhir taun kwkwkk
Quote:
Quote:


Hasdeen Holding bro
Mana ada cinak yg kasih nama PT nya Hasdeen
Kalo arab banyak.......
yang beli dia dia juga
british island surga pengemplang pajak dana kotor disana emoticon-Big Grin
buat konsumen gimana ya, apakah refund ato semacamnya?
Judulnya dibeli asing, lokasinya di bvi, tapi yang punya orang2nya lippo juga

emoticon-Wakaka
Akhirnya...
LIPPO Group Tak Lagi Kuasai Saham Meikarta (separuh Sahamnya dijual ke Asing)
Mencurigakan banget ini Hasdeen.

Hasdeen holding LP didaftarkan beralamat di Edinburgh tahun 2015.

Yang diakui Lippo malah bukan itu. Lebih questionable lagi. Hasdeen holding Ltd, yang dirujuk Lippo sebagai owner PEAK pembeli saham Meikarta, baru didaftarkan 2016. Alamat di Siprus.

Sebagai tambahan informasi, tidak ada pihak yang mengumumkan diri sebagai pemilik Hasdeen holding. Monggo yang berhasil menggali informasi, silahkan berbagi sumber.

NB: kayaknya bukan Arab deh. Kemungkinannya setipis mungkinnya orang Indonesia bikin holding dengan nama "Kedengkian Holding Ltd"
Diubah oleh SalemKidul
Tetef aja masih megang 50.01%
emoticon-Imlek
Nyamar dowang,
Yg ada juga perusahaan bikinan grupnya sendiri..

emoticon-Ngakak
Punya duit mah bebas. .

Bill Clinton aja disumbang sama mereka. .

ah paling juga orang2 lippo sendiri


emoticon-Hansip
Bisajadi itu masih lippo group jg kok
Buka perusahaan cangkang diLN terus simpan sebagian harta disana apalagi itu tempatnya di virgin island
Sudah biasa para cokin di mari ngemplang pajak mah
Balasan post miyaza
Quote:


tapi sejak jaman jokok udah susah bray... diuber terus sampe ke lobang semut sekalipun. 😑
Balasan post sehau76
Quote:


Semoga yang ini juga diuber habis ya gan.
Si kampret kebiasaan lama diulang kembali hahahs
lah itu bupati cuma di kasih 13 milyar? emoticon-Leh Uga
lippo gitulah pedagang sejati. lippobank aje dijual eh buat bank baru. nanti dijual lagi emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di