alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Menikah itu berat!!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc1b912c0d77087708b4573/menikah-itu-berat

Menikah itu berat!!

Perkenalkan, nama Saya Tari.

Salam kenal semuanya!

Maaf ya Saya bertujuan untuk membuat postingan ini untuk curhat, karena Saya tidak tahu harus bercerita kepada siapa lagi.  Memang benar ya, pepatah "pernikahan itu adalah kerja keras". Selama hampir 4 tahun menikah, saya bekerja keras seorang diri mempertahankan rumah tangga dan pernikahan Saya.

Suami Saya sampai saat ini tidak bekerja, dan sepertinya memang tidak mau bekerja. Saya sudah kehabisan cara dan akal untuk mendorong suami saya agar mau bekerja. Terkadang saya merasa gagal menjadi seorang istri karena tidak bisa memotivasi suami saya. Yang dia lakukan sehari-hari adalah bermain game. Seakan pura-pura lupa dengan kewajibannya sebagai seorang suami.

Beruntungnya, saya belum mempunyai anak. 

Tidak terbayang jika saya sudah memiliki anak, dengan gaji umr, saya bahkan tidak mencukupi kebutuhan suami saya. Dia seringkali meminta dibelikan barang-barang untuk hobinya. Tanpa menyadari kalau istrinya sudah sangat lelah, stress, dan tidak sanggup lagi mencukupi segala kebutuhannya. 

Suami saya seringkali marah jika keinginannya membeli sesuatu tidak dituruti. Itulah yang menyebabkan saya menjadi terlilit hutang dibeberapa tempat. Saya tidak tahu lagi bagaimana cara keluar dari masalah ini. Bahkan mertua saya pun seolah menutup mata dengan prilaku anak mereka, yang mereka lakukan hanya memojokan saya karena belum bisa memberikan momongan. Tidak ada sedikitpun keinginan mereka membantu saya, padalah mereka adalah keluarga yang cukup kaya.

Berkali-kali saya berpikir untuk pulang saja ke rumah orang tua di kampung, tapi saya tidak tega dengan Ayah, terlebih ayah memiliki riwayat penyakit jantung. Sehingga saya sama sekali tidak pernah bercerita kepada keluarga di kampung, biarlah ibu dan ayah saya tahu kalau anaknya baik-baik saja, mereka juga tidak tahu kalau suami saya tidak bekerja.

Sebelumnya kami tinggal mengontrak, akan tetapi karena tidak sanggup lagi membayar cicilan hutang dan kontrakan, saya putuskan untuk pindah ke rumah mertua. Dan ternyata tinggal di rumah mertua itu sulit sekali ya, terlebih jika mertua orang yang sangat perhitungan dan perfeksionis. Mereka pernah menyindir saya karena tidak memberikan uang bulanan yang cukup.

Karena masalah ini, tanpa disadari saya jadi sering sakit, dan beberapa kali dirawat di rumah sakit, dokter bilang saya banyak pikiran. Saya hanya berdoa semoga saya diberi kekuatan oleh Tuhan YME dan Tuhan senantiasa menjaga saya tetep waras. 






Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
beberapa orang yang saya kenal juga mirip seperti yang agan alami.
suaminya tidak berpenghasilan.
yang satu karena suaminya sakit.
yang satu karena belum dapat pekerjaan yang cocok.

dengan kekuatan ekonomi seadanya mereka terlihat normal, ga sampe berpisah.

kedepannya, apa kira2 yang agan akan lakukan?
bersabar, menjalani hidup apa adanya..
atau kepikiran buat berpisah?

masalah dengan mertua, kita kesampingkan dulu.
karena bukan itu masalah utamanya, dan yang ekonomi kuat pun terkadang ada masalah antara menantu-mertua.
urusan nafkah itu sangat krusial. beda kasus kalau seorang suami sudah berusaha sekuat tenaga utk mencari kerja tp masih belum dapat juga. atau sebenarnya sudah bekerja tp belum sesuai nilai gajinya dgn ekspektasi istri.

kalau seperti ts.. brrt suami pemalas kan? sudah berapa bulan tidak kerja sama sekali? ada penghasilan atau sama sekali tidak dr suami? ditambah keluarganya yg justru mendukung dgn malah meminta finansial ke ts.

karena belum ada anak, apa yang membuat ts masih berusaha bertahan dengan suami?
ga kepikiran apa ibu bapak kamu besarin kamu dengan susah payah, mengorbankan banyak hal, hasilnya saat ini adalah kamu disia-siakan oleh suami kamu? Demi apa? Bukan karena khawatir anak jadi korban broken home pastinya; hanya untuk sebuah status saya rasa.

Keputusan tetap di tangan kamu sih. Tapi hidup hanya sekali, masa muda kamu akan berlalu dengan singkat tanpa terasa. Apa mau kamu melewatinya dalam keadaan terpaksa, dalam kondisi menderita?
Balasan post ..L.
Quote:


Beberapa kali saya minta berpisah secara baik-baik, tapi suami saya tidak mau dan malah mengancam bunuh diri. Saya tidak tahu lagi harus bagaimana ke depannya, yang jelas pernikahan ini sudah menggerogoti jiwa saya, merubah saya menjadi orang lain yang bahkan saya benci.
Balasan post PuspitaHassei
Saya jujur tidak tahu harus bagaimana jika setiap kali saya meminta berpisah dan minta dipulangkan ke kampung, dia selalu mengancam untuk bunuh diri. Saya tahu dia tidak main-main dengan ucapannya, saya tidak mau disalahkan oleh kedua orangtua suami saya karena menjadi penyebab anaknya bunuh diri kelak, terlebih dia anak tunggal.

Saya harus bagaimana?
Balasan post kutari1881
Quote:


mintanya ke hakim, jangan ke suami gan.
ajukan permohonan beserta alasan alasannya..

masalah ngancam mau bunuh diri, ya biarin aja wkwkwkw..
ngapain dipikirin..
asal jangan membantu menyiapkan alat untuk bunuh diri, nanti kena jerat pidana emoticon-Hammer

jangan lupa bermusyawarah dengan keluarga.
kita kan ga hidup sendiri.
ga salah koq minta bantu.
minta saran bagaimana yang baik kedepannya..
beban itu jadi ringan kalo dibagi bagi..
tp jangan lupa kalo dapet rejeki berlebih juga dibagi bagi emoticon-Hammer
Quote:


ya biarin aja dia dengan niatnya itu.

Saya malah khawatir kalau kamu terepresi terus-terusan seperti ini, kamu malah depresi, bisa jadi kamu yang bunug diri atau bunuh suami kamu saking ga tahannya. Bagaimana kalau sampai kejadian semacam itu?
ya iya dia bakal ngancam bunuh diri.. kurang enak apa dia tinggal hidup ngegantungin ama istri.. sex gratis.. dll

sudah berapa bulan dia sama sekali ga nafkahin kamu? atau dia masih nafkahin tp nominalnya kecil?

uang kan kamu yg pegang. pulang dulu aja ke rumah ortu kamu. bukan utk kabur. tp sekedar menenangkan diri. bilang aja kamu kangen sama ortu. ga usah bahas ttg cerai dulu.

btw ortu bakal lebih ga rela klo kamu harus hidup tersiksa di orang lain. mereka membesarkan kamu susah payah masa hanya utk jd budak suami.

Ga usah dipertahanin sis...4 tahun nikah ga pernah bekerja? Malah minta2? Sedangkan ortunya kaya? Sista dulu pacaran sampe nikah gmn ceritanya?

Tau drmn klo suami ga cuma omdo aja ancaman bunuh dirinya?
Kan mumpung di rumah mertua...ada yg ngawasin suami. Ya langsung kabur ajalah sis...
Atau tanya ke yg melek hukum...langsung minta bantuan dan konseling klo minta cerai dlam kondisi suami yg ancam bunuh diri gtu. Harusnya mrk ada konseling atau apa gtu.

Atau klo mau scr halus....bilang ke mertua klo sista gabisa punya anak...biar mertua aja yg urusin perceraian kalian emoticon-Hammer2
Harga diri seorang suami ya bekerja, sudah seharusnya laki-laki yang cari nafkah. Kalo ane sendiri malu bila istri bekerja tapi diri sendiri nganggur. Ane lebih baik bekerja sibuk cari nafkah meski istri hanya di rumah saja dan tak bekerja.

Berat memang kayaknya yang dijalanin ama sista, tak semua laki-laki emang gitu. Yang penting coba selesaikan secara baik baik setiap permasalahan yang ada
Sis cerita aj ke ortu
Biar ortu sis nasehati suami sis
Klo msh ga berubah jg udh pulang aja ke ortu sis urus cerai
Tapi sebelumnya ngomong jg ke mertua klo sis udh ga sanggup lg bertahan tidak dinafkahi anaknya.
Intinya spy mertua tau lah sebab sis melepas anaknya krn salah anaknya sendiri.

Ortu sis pasti shock
Tapi time will heal
Aplg klo nanti dia liat anaknya lebih bahagia stelah lepas bebannya.
Bersyukur anaknya ga sampe mati ngebatin diem2 slama ini emoticon-Hammer

Suruh suami kerja klo ga mau dicerai. Ksh batas waktu. Klo tetap ga kerja yaudh tinggalin.
Dia mati jg bukan salah sis klo sis udah ksh kesempatan n jelasin ke mertua sebelum sis pergi
Balasan post .hades
Saya sering sakit kepala, mual, dan sesak nafas tiba-tiba. Saya sampai diberi resep obat Alprazolam oleh dokter, obatnya susah dicari, setelah saya searching ternyata itu obat anti depresan. Berarti saya sudah depresi ya?
mba, saya punya temen yg sampe harus masuk rsj dan pengobatan berbulan2 dgn psikiater karna terindikasi kena skizofernia dan kamu tau apa pemicunya? yes. istrinya sendiri. setelah 6 bulan nikah akhirnya mereka cerai.... dan tau bagaimana kehidupannya temen ane sekarang setelah cerai? dia balik lagi kaya temen ane yg dulu yg happy, yg ceria dan yg pasti SEHAT.

efek salah pilih pasangan memang bisa separah itu. menggerogoti fisik dan jiwa. hati-hati.
Balasan post PuspitaHassei
Quote:


3 tahun lebih dia nggak kerja, mbak. Tidak ada penghasilan sama sekali. Kemarin dia minta dibelikan komputer seharga 13 juta. Saya bingung harus cari uang kemana sebanyak itu. Padahal dia tahu saya banyak cicilan hutang pembelian barang-barang yang dia minta sebelumnya. Saya sampai kerja di dua tempat, pagi di kantor, sore sampai malam jadi kasir di cafe dekat kantor. Badan sudah nggak karu-karuan lagi.

Rasanya saya memang harus pulang ke rumah orangtua dan cerita sama mereka ya? Saya akan coba minta izin suami dan mertua untuk pulang kampung. Mudah-mudahan saya dikasih izin, soalnya selama menikah saya baru pulang kampung 2 kali itupun hanya diberi izin menginap 2 malam sama suami.
Balasan post fanaurora
Quote:


Iya saya juga merasa hampir gila mbak, tanpa saya sadari saya suka tiba-tiba ngomong sendiri, meracau, atau teriak-teriak nggak jelas. Begitu sadar, saya benci sama diri saya sendiri. emoticon-Frown
Wahai para lelaki
Jangan kalian nikahin anak orang kalau nggak sanggup memberikan nafkah yang layak

Cuma lelaki pecundang yang bergantung sama wanita

1. Harusnya dalam kondisi begini, karena masalahnya ada di suamimu, kamu harus cerita dulu ke mertua. Tapi karena mertua juga gak kooperatif, cerita ke orang tua TS aja deh, sebelum ente jadi gila.
Sebenernya cerita ke orang tua TS bisa memperkeruh suasana juga. Orang tua mana yang mau anaknya disia2kan. Tapi kalo gak orang tua, siapa lagi yang bisa bantu..

2. Coba kamu berhenti kerja. Mungkin suami kamu keenakan karena selama ini semua ditanggung kamu.
Biarin aja itu cicilan gak usah dibayar. Sampe suamimu panik sendiri. Biar dia sadar kalo dia harus kerja.

3. Suamimu ngancem bunuh diri kalo kamu minta cerai? Wajar lah! Orang kamu ATM berjalan suami kamu. Kehilangan kamu = kehilangan duit
Ente perlu cooling down
Tempat yg bagus utk cooling down ya dirumah ortu
Mereka mau ga mau harus terima ente dan mengijinkan ente pulih disana
Suami kasih tanggung jawab
Misalnya ente juga dirumah
Cuma, kalo emang orangnya uda males dan asik sama game, ini Uda ga bener
Ane gamer tapi game udah bukan yg utama
Buntut udah 3 masih mau gaming?
Istirahat dulu supaya bisa tenang, bisa berdoa dan berpikir jernih
Cuma jangan sampai cerai ya
Itu laki masih bisa dirubah
Cuma caranya yg perlu dirembukkan
Dan, menurut cerita di atas mertua ga bisa diajak rembukan
Ya udah Ama ortu dirumah saja
Selamat beristirahat
oh iya, menikah itu berat ? ya karena bebannya dipikul sendiri. coba pasangannya bisa diajak kerjasama mengarungi rumah tangga. beban yang berat terasa ringan. ciyusan deh
Quote:


kamu ikhlas dan ridho egak tentang semua itu? kalau egk, dan suami kamu gak berubah berusaha bekerja untuk menafkahi ente, dan ente merasa tertekan lebih baik cerai.

hutang atasnama siapa?
Quote:


langsung ke pengadilan ajukan gugatan
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di