alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Kucuran dana dari Bali untuk korban bencana
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc1a2bc14088d3b3f8b456b/kucuran-dana-dari-bali-untuk-korban-bencana

Kucuran dana dari Bali untuk korban bencana

Kucuran dana dari Bali untuk korban bencana
Sebuah topi sekolah dasar berada di atas tumpukan tanah dan reruntuhan bangunan di lokasi gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10/2018).
Pertemuan tahunan IMF dan World Bank di Nusa Dua, Bali, sepanjang pekan ini tak hanya menghasilkan arah kebijakan masa depan serta mitigasi risiko dari ketidakpastian ekonomi global.

Sikap solidaritas juga ditunjukkan para delegasi yang hadir kepada korban bencana alam di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah.

Sejak hari pertama pertemuan digelar, Indonesia telah menerima bantuan baik berupa dana sukarela maupun tawaran pembiayaan jangka panjang yang diberikan untuk mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

Hari kedua pertemuan dimulai, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengunjungi Lombok bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan beberapa pejabat lainnya, untuk memberikan donasi senilai Rp2 miliar.

“Ini adalah simbol solidaritas kita kepada penduduk Indonesia. Sumbangan ini merupakan donasi langsung dari seluruh pegawai IMF sebagai bentuk kontribusi atas upaya pemulihan di Lombok dan Sulawesi Tengah. Ini merupakan langkah awal, sebab masih banyak lagi lainnya yang akan menyusul,” ucap Lagarde.

Donasi sukarela juga datang dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang menyumbangkan Rp500 juta melalui Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) kepada korban bencana di Lombok.

Begitu juga dengan Bank Indonesia yang mengucurkan Rp500 juta untuk rehabilitasi lima masjid dan dua sekolah di Lombok Barat, Lombok Utara, dan Mataram.

Donasi dalam bentuk secangkir kopi juga masih dibuka sepanjang berlangsungnya pertemuan tahunan. Kepala Task Force IMF-WB Annual Meetings 2018 Peter Jacobs mengatakan, setiap satu cangkir kopi yang dijual pada gerai-gerai khusus di lokasi acara dibanderol seharga Rp100.000 hingga Rp150.000.

Setiap harinya diperkirakan terjual 500 cangkir, yang nanti keseluruhan hasilnya akan disumbangkan untuk Lombok dan Sulawesi Tengah. “Ini sebenarnya inisiatif negara-negara lain, kita tidak punya inisiatif khusus. Mereka punya concern besar,” sebut Jacobs.

Selain donasi sukarela, sumbangan dana untuk daerah bencana di Indonesia juga datang dalam bentuk hibah. Ketika mengunjungi Palu, Direktur Pelaksana Bank Dunia Kristalina Georgieva mengumumkan pencairan hibah (grant) sebesar $5 juta Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp75,9 miliar untuk daerah terdampak bencana di Indonesia.

Hibah juga datang dari Islamic Development Bank (IsDB) senilai $1 juta AS atau sekitar Rp15,8 miliar melalui Emergency Relief Grant Operation untuk mendukung proses pemulihan di Sulawesi.

Bantuan dana akan dikhususkan untuk menyediakan fasilitas-fasilitas vital seperti air bersih, obat-obatan, alat kesehatan, pasokan makanan, serta tempat tinggal sementara

“Seiring dengan pemberian hibah, kami juga menawarkan bantuan dalam tahap pemulihan, tentu saja mengikuti koordinasi pemerintah pusat dan daerah di Indonesia,” ucap Presiden IsBD Bandar Hajjar, Jumat (12/10/2018).

Tawaran bantuan terbesar sejauh ini datang dari Asian Development Bank (ADB). Senin (8/10/2018), ADB menyetujui penyediaan hibah darurat senilai $3 juta yang berasal dari Dana Tanggap Bencana Asia Pasifik (Asia Pacific Disaster Response Fund).

Dari nilai $3 juta yang disiapkan, dana bantuan darurat yang dialokasikan untuk korban bencana di Indonesia adalah sebesar $1 juta. Perinciannya, $500 juta untuk rehabilitasi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan $500 lainnya merupakan dana cadangan kalau-kalau jatah uang sebelumnya masih kurang.

Dana ini bukan diberikan dalam bentuk sukarela, melainkan dalam bentuk pinjaman. Presiden ADB Takehiko Nakao mengatakan bentuk pinjaman akan dibuat fleksibel, di antaranya masa tenggang delapan tahun dan masa pembayaran kembali selama 32 tahun.

Wakil Presiden ADB Bambang Susantono menegaskan, komitmen ini tidak bersifat mengingat. “Anda tidak pakai, tidak apa-apa. Tapi kalau Anda pakai, menurut saya (pinjaman) ini cukup kompetitif,” sebut Bambang saat ditemui di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018).

Pada kesempatan yang sama dengan Bambang, Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla mengaku pemerintah akan menerima tawaran pinjaman ADB tersebut, namun untuk nilai yang dihitung terlebih dahulu.

Pemerintah saat ini akan menghitung terlebih dahulu besaran kerugian serta biaya yang dibutuhkan untuk membangun ulang kehidupan di daerah terdampak bencana.

“Pinjaman jangka panjang akan dipakai sesuai kebutuhan, tidak akan berlebihan,” ucap JK, yang juga ditunjuk sebagai Komandan Penanganan Dampak Bencana di Sulawesi Tengah.

JK tak menyebut dengan pasti kapan perhitungan itu akan rampung. Namun Bank Dunia memperkirakan, kerugian fisik atas bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulteng mencapai $531 juta atau sekitar Rp8 triliun.
Kucuran dana dari Bali untuk korban bencana


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...korban-bencana

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kucuran dana dari Bali untuk korban bencana Proyek energi terbarukan dan jalan tol raih investasi Rp42 triliun

- Kucuran dana dari Bali untuk korban bencana Peningkatan keamanan usai tindak vandalisme kereta bandara

- Kucuran dana dari Bali untuk korban bencana Ada residivis dalam kelompok penjarah di Palu

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di