alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Kisah Mustaroh, Perempuan Hebat Hidupi Keluarga yang Alami Kelumpuhan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc1a02ddad770b4538b4567/kisah-mustaroh-perempuan-hebat-hidupi-keluarga-yang-alami-kelumpuhan

Kisah Mustaroh, Perempuan Hebat Hidupi Keluarga yang Alami Kelumpuhan

DATARAN tinggi yang indah dan sejuk, tepatnya di Desa Suniarsih Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal menyimpan derita hidup salah satu warganya. Seorang ibu menghidupi keluarga dengan suami dan kedua anaknya yang mengalami kelumpuhan. Ibu itu bernama Mustaroh (54).
Cuaca sejuk saat panturapost.com menyambangi rumahnya, kemarin, sekitar pukul 11.00. Rumah kayu yang sederhana dengan lantai tanah.

Kepada panturapost.com, Mustaroh bercerita sudah 40 tahun menjalin rumah tangga dengan Warid (57), seorang petani buruh serabutan. Dari pernikahannya, dikaruniai delapan anak. Tetapi tidak semua hidup.
Anak pertama dan kedua sudah menikah dan sekarang tinggal di Solo. Anak ketiga dan keempat sudah meninggal di usia 19 tahun karena sakit lumpuh. Mungkin karena penyakit polio.
“Saya sudah berusaha keras untuk merawat anak saya,” ujar Mustaroh.

Kini Mustaroh merawat empat anak. Pun dari empat anak itu, tidak semua normal. Anak kelima bernama Siti Nuraeni, saat ini berusia 22 tahun, mengalami lumpuh layu. Juga anak laki-laki yang bungsu, Nasrudin, lumpuh layu sejak lahir. Ia kini berusia 12 tahun. Anak keenam (Siti Amelia) dan ketujuh (Muhamad Hilman) normal dan baru lulus SMP.

Ujian hidup bertambah saat sang suami jatuh sakit, tak lama setelah sang bungsu lahir. Mustaroh akhirnya harus menjadi tulang punggung keluarga. Ia mencari nafkah untuk hidup mereka. “Saat itu bapak tiba-tiba ga bisa jalan. Setiap jalan dia merayap ke tembok dan semua badannya bergetar. Saya sudah ikhlas pada yang Illahi atas cobaan ini. Saya sabar menghadapinya,” ujar Mustaroh.

Sang suami yang tidak bisa jalan, Siti Nuraeni dan Nasrudin terlihat berada di dipan kayu. Siti Nuraeni sempat menikmati pendidikan SD. Tapi hanya sampai kelas 4 SD. Ia tidak melanjutkan sekolah karena sakit.
Setiap setengah empat pagi, Mustaroh sudah bangun dari tempat tidur, berupa bangku kayu tanpa alas tidur apa pun. Cuaca dingin seperti tak terasa bagi Mutaroh. Ia harus menyiapkan makan buat suami dan anaknya. Dan, sholat Subuh.

Sebelum Mustaroh berangkat ke landang, ia memandikan suami dan anaknya. Anak keenam (Siti Amelia) dan ketujuh (Muhamad Hilman) berbagi waktu untuk menjaga adik, kakak dan sang ayah yang sedang sakit. Sekitar pukul 07.00 pagi, Ia berangkat ke ladang. Menggarap ladang orang lain. Di ladang, Mustaroh mematun, merawat padi. BahkaKisah Mustaroh, Perempuan Hebat Hidupi Keluarga yang Alami Kelumpuhann Mustaroh bisa mencangkul. Dari kerja di ladang, dari jam 07.00 pagi sampai jam 12.00 siang, ia mendapat uang Rp 30 ribu. Pada jam 12.00, Mustaroh pulang sambil membawa kayu bakar, buat memasak nasi di rumah.

Selengkapnya: https://panturapost.com/kisah-mustaroh-perempuan-hebat-di-tegal-hidupi-suami-dan-2-anak-yang-alami-kelumpuhan/

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di