alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasus Ratna Sarumpaet Tidak Dapat Diperluas
1 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc1597dd44f9fca478b4568/kasus-ratna-sarumpaet-tidak-dapat-diperluas

Kasus Ratna Sarumpaet Tidak Dapat Diperluas

Kasus Ratna Sarumpaet Tidak Dapat Diperluas


KASUS Ratna Sarumpaet sejatinya adalah perkara kriminal biasa. Terhadap apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet tentunya tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban pidananya kepada orang lain, sepanjang orang lain dimaksud tidak memiliki kesalahan (mens rea). Menurut ajaran hukum pidana, pertanggungjawaban pidana adalah diteruskannya celaan yang objektif yang ada pada tindak pidana dan secara subjektif kepada seseorang yang memenuhi syarat untuk dapat dijatuhi pidana karena perbuatannya itu.


Pada Ratna Sarumpaet, penyidik dapat menerapkan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana (UU PHP), dimana unsur “dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat” dipandang sudah terpenuhi, dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun. Selain sangkaan pasal tersebut, kepadanya dapat pula dikenakan ketentuan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sepanjang yang bersangkutan menyebarkan informasi tersebut melalui sistem elektronik dan ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Adapun pelaporan terhadap sejumlah tokoh antara lain Prabowo Subianto, Amien Rais, dan lain-lain dengan dalil turut menyebarkan berita bohong (hoaks) patut dipertanyakan, apalagi dinyatakan sebagai bentuk konspirasi dan pemufakatan jahat.Perlu disampaikan, bahwa seseorang tidak dapat dipidana, jika memangia tidak mengetahui atau sesat mengenai keadaan yang merupakan unsur tindak pidana atau berkeyakinan bahwa perbuatannya tidak merupakan suatu tindak pidana, kecuali ketidaktahuan, kesesatan, atau keyakinannya itu patut dipersalahkan kepadanya. Prabowo, Amien Rais, dan lain-lainnya adalah dalam posisi tidak mengetahui mengenai keadaan yang sebenarnya terjadi, singkat kata terjadi sesat fakta pada mereka.Justru mereka adalah sebagai korban kebohongan Ratna Sarumpaet. Pengakuan Ratna Sarumpaet bahwa ia telah melakukan kebohongan merupakan “fakta sudah berbicara sendiri”(res ipsa loquitur).

Dalam hukum pidana dikenal asas“tiada pidana tanpa kesalahan”(geen straf zonder schuld, latin:actus non facit reum, nisi mens sit rea). Kesalahan merupakan dasar pemidanaan atau yang menimbulkan hak untuk memidana. Kesalahan adalah sebagai faktor penentu pertanggungjawaban pidana. Kesalahan sebagai faktor penentu dalam menentukan dapat tidaknya seseorang dipertanggungjawabkan secara pidana, dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu kesalahan dalam bentuk kesengajaan (dolus/opzet) dan kesalahan dalam bentuk kealpaan (culpa).Dapat dikatakan bahwa tanda kesalahan adalah kesengajaan. Dalam KUHP tidak dijelaskan secara komprehensif tentang kesengajaan dimaksud. Hanya saja, apabila dilihat dari segi penafsiran historis dari KUHP itu sendiriyakniMemorie van ToelichtingdariWetboek van Strafrecht (KUHP), didefinisikan bahwa sengaja sama dengan “willens en wetensTegasnya dalam kesengajaan mempersyaratkan adanya unsur menghendaki dan mengetahui (willens en wetens).

Apabila kita menggunakan interpretasi futuristik dengan melihat rumusan Rancangan KUHP, maka kita temui adanya penjelasan tentang pertanggungjawaban pidana, sebagaimana disebutkan dalam Penjelasan Pasal 34, sebagai berikut:
“Tindak pidana tidak berdiri sendiri, itu baru bermakna manakala terdapat pertanggungjawaban pidana. Ini berarti setiap orang yang melakukan tindak pidana tidak dengan sendirinya harus dipidana. Untuk dapat dipidana harus ada pertanggungjawaban pidana. Pertanggungjawaban pidana lahir denganditeruskannya celaan (vewijbaarheid) yang objektif terhadap perbuatan yang dinyatakan sebagai tindak pidana yang berlaku, dan secara subjektif kepada pembuat tindak pidana yang memenuhi persyaratan untuk dapat dikenai pidana karena perbuatannya. Dasar adanya tindak pidana adalah asas legalitas, sedangkan dasar dapat dipidananya pembuat tindak pidana adalah asas kesalahan. Ini berarti bahwa pembuat tindak pidana-tindak pidana hanya akan dipidana jika ia mempunyai kesalahan dalam melakukan tindak pidana tersebut. Kapan seseorang dikatakan mempunyai kesalahan merupakan hal yang menyangkut masalah pertanggungjawaban pidana. Seseorang mempunyai kesalahan bilamana pada waktu melakukan tindak pidana, dilihat dari segi kemasyarakatan ia dapat dicela oleh karena perbuatannya.”

Jadi, pada kesalahan, mensyaratkan adanyahubungan batin antara si pembuat dengan perbuatannya yang berupa kesengajaan (dolus) atau kealpaan (culpa).Dengan demikian, seseorang yang tidak mengetahuisebelumnya bahwa perbuatannya akan menimbulkan akibat yang dilarang, merupakan petunjuk bahwa tidak ada hubungan psikis dengan perilakunya.

Sesuai dengan judul tulisan ini, pihak-pihak lain yang dilaporkan sebagai pihak yang telah menyebarkan berita bohong, tentu tidak dapat diterima. Konstruksi hukum tentang penyertaan (deelneming), sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP mensyaratkan adanya perjumpaan sikap batin dua orang atau lebih mengambil bahagian untuk mewujudkan delik (incasu berita bohong). Logika hukumnya bagaimana mungkin mereka sebagai pihak yang dibohongi (korban), kemudian mereka dicelakan sebagai pihak yang menyebarkan berita bohong dan oleh karenanya dikatakan terdapat kesengajaan. Oleh karena itu, kepada mereka tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana, baik menurut UU PHP maupun UU ITE.*

Kasus Ratna Sarumpaet Tidak Dapat Diperluas

sumur

emoticon-Marah ukhti ratna dizholimi nastaq

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
bidadari yang tertindas
Balasan post jejeku
Quote:


emoticon-Leh Uga
Gak bakalan terlalu parah kasusnya KALAU Prabowo gak konferensi pers di TV....emoticon-Big Grin
Blunder terbesar ya gara-gara Prabowo konferensi pers di TV
Goreng sampai gosong emoticon-Imlek
Diubah oleh gembaladomba666
Gak perlu dipidana sih. Masyarakat juga udah bisa melihat. At least yang paling menyakitkan daripada penjara adalah image masyarakat terhadapnya.
Quote:


emoticon-Shakehand2
Wowo cs dalam keadaan tidak mengetahui tapi dalam keadaan patut menduga..

1. Patut menduga bahwa paet berbohong
2. Patut menduga bahwa jika disebarluaskan akan menimbulkan keonaran publik.. apalagi dibumbui dengan kata2 provokatif dan cenderung fitnah
3. tidak layak buat siapapun , sesuatu yang belum diketahui kebenarannya langsung menyebarluaskan kepada publik, apalagi dibumbui dengan kata2 yg provokatif dan cenderung fitnah plus syarat muatan politik.
4. Jika tidak dapat tersentuh pidana dari poin 1 sampai 3, maka secara umum dapat dimaknai dengan kebodohan yang keterlaluan atau kedunguan yang hakiki atau kesalahan dasar yang fatal, atau minimal lawakan yang tidak fantas.

Sekian, terima saja.
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Bisa jadi false flag...

Dia yg culik...dia yg bikin berita...
Liat track record culik menculik siapa...
Quote:


Kalo hilang sejak maret dan asalnya dari solo, ya paling ga jauh2 yg nyulik densus karena TO teroris emoticon-Ngaciremoticon-Angkat Beer
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Quote:


Kan bisa jadi kedok doang, who knows until they kabboomm emoticon-Ngaciremoticon-Angkat Beer
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Quote:


Ngarang bae, kritik jokowow ditangkap? Hipotesa kedua nih, paling diculik sm suruhan perusahaan yg mencemari lingkungan..kalo ampe presiden sepertinya ente delusi emoticon-Ngaciremoticon-Angkat Beer
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Hadduh, asumsi2 yg dipaksakan jadi kebenaran emoticon-Ngaciremoticon-Angkat Beer
Nenek peyot yg disusupkan oleh Si Kodok ke kubu oposisi saja digoreng terus.

Kecebong2 dungu ini memang tidak punya bahan untuk menyerang Macan Asia. emoticon-Big Grin
Quote:
Habis sudah prabowo... emoticon-Ngakak
Sumber beritanya meragukan
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di