alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Ada residivis dalam kelompok penjarah di Palu
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc14b91902cfe5f3d8b456e/ada-residivis-dalam-kelompok-penjarah-di-palu

Ada residivis dalam kelompok penjarah di Palu

Ada residivis dalam kelompok penjarah di Palu
Seorang petugas polisi (kiri) dan seorang prajurit TNI melakukan penjagaan di pusat perbelanjaan Transmart di kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10), menyusul aksi penjarahan pascagempa.
Hingga Jumat (12/10/2018), kepolisian sudah menangkap 121 orang pelaku penjarahan di kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka menjarah berbagai toko menyusul gempa bumi dan tsunami yang juga melanda Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Moutong Parigi pada 28 September lalu.

Dari 121 orang tersebut, 10 di antaranya adalah residivis. Penangkapan mereka pun disebut ada perlawanan sehingga polisi harus menembaknya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menjelaskan 10 orang residivis itu ditangkap pada hari kesembilan pascagempa. Selain residivis, ada pula sebagian narapidana yang kabur dari Lapas Petobo, Palu, ketika gempa terjadi.

"Kita lakukan tindakan terukur karena dia melawan menggunakan parang. Kita tangkap ada 4 orang, kembangkan lagi jadi enam orang," ujar Dedi di Bogor, Jawa Barat, seperti dilansir detikcom.

Ditulis Tempo.co, pada rombongan terbaru, polisi berhasil meringkus 20 tersangka. Lima orang di antaranya ditangkap lebih awal.

Penangkapan mereka adalah hasil pengembangan perkara penjarahan di ATM SPBU Jalan Cumi-Cumi di kota Palu pada 30 September. “Dari mereka, kami mengamankan barang bukti uang tunai Rp5 juta, satu mesin ATM, betel dan linggis," imbuh Dedi.

Lantas 15 orang sisanya ditangkap di area pergudangan di Jalan Soekarno-Hatta, Palu. Dalam Viva, Dedi menjelaskan turut menyita atap seng, lantai keramik, tripleks, sejumlah karung cengkeh dan cokelat, serta satu mobil pikap.

"...Seluruh pelaku diancam pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman minimal tujuh tahun, karena ada hal yang memberatkan yaitu dilakukan saat terjadi bencana," kata Dedi.

Penangkapan 121 orang tersangka penjarahan ini dilakukan oleh Polres Palu dan Polda Sulteng. 50 tersangka pertama adalah warga Palu, Donggala, Sigi, dan sekitarnya.

Lantas 42 orang tersangka berikutnya adalah warga dari satu desa di Tolitoli termasuk seorang kepala desa. Lantas ada tiga tersangka dari Palu lagi dan sisanya dari Donggala serta Sigi.

Dedi mengatakan seluruh tersangka ini bukan lagi mengambil barang kebutuhan pokok, tapi sudah krimil. "Yang disasar bukan lagi kebutuhan makanan dan minuman, tapi beragam. Baik elektronik yang di gudang atau di mal, konter HP kemudian ATM, kemudian bahan bangunan termasuk bahan pertanian, kendaraan roda dua," tutur Dedi.

Soal kelompok Tolitoli, Sulteng, menurut Dedi kepada Tirto, datang ke Palu untuk menjarah karena ada dua narainformasi mereka di kota Palu. Dua orang itu adalah mahasiswa.

"Dua orang ini yang menghubungi temannya di Tolitoli untuk kemudian datang ke Palu melakukan penjarahan karena melihat ada kesempatan," ungkap Dedi, Selasa (9/10).

Kasus penjarahan pascagempa ini sempat menggegerkan masyarakat. Dalam kondisi kota yang lumpuh dan porak poranda, keamanan menjadi tak terkendali.

Itu sebabnya ketika penjarahan marak pada 1 Oktober hingga 3 Oktober, Kostrad TNI mengirim pasukan untuk melakukan penjagaan. Mereka juga bertugas mengamankan truk yang membawa bantuan dari pos komando ke pos pengungsian.

Diberitakan Liputan 6 SCTV (h/t Liputan6.com), 325 personel Kostrad diberangkatkan dari Maros, Sulawesi Selatan. Mereka ditempatkan di rute Pasangkayu hingga Donggala yang dijadikan jalur bantuan darat.

Mereka bergerak karena masuk sejumlah laporan soal penjarahan bantuan di perjalanan. Belakangan, personel TNI juga mengamankan titik-titik penting di kota terdampak gempa.

Antara lain di SPBU, mini market, pusat perbelanjaan, ATM, dan pusat-pusat perekonomian lain. Selain TNI, Polri juga menerjunkan personelnya.
Ada residivis dalam kelompok penjarah di Palu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...njarah-di-palu

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Ada residivis dalam kelompok penjarah di Palu Pemerintah akan bentuk satgas rehabilitasi

- Ada residivis dalam kelompok penjarah di Palu Wejangan Jack Ma untuk pengusaha muda

- Ada residivis dalam kelompok penjarah di Palu Duduk soal imbalan Rp200 juta untuk pelapor korupsi

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di