alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Untuk Sosialisasi Politik bagi Pemilih Pemula, Kampanye di Sekolah Wajar Saja
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc0854ad675d4c51f8b4567/untuk-sosialisasi-politik-bagi-pemilih-pemula-kampanye-di-sekolah-wajar-saja

Untuk Sosialisasi Politik bagi Pemilih Pemula, Kampanye di Sekolah Wajar Saja

Untuk Sosialisasi Politik bagi Pemilih Pemula, Kampanye di Sekolah Wajar Saja

Jumlah pemilih pemula pada Pemilu 2019 ini cukup besar. Sebagian besar mereka adalah warga negara yang baru merasakan atsmosfer untuk memilih secara langsung.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat ada 5.035.887 orang pemilih pemula pada Pemilu mendatang. Angka tersebut adalah pemilih yang akan berusia 17 tahun tanggal 1 Januari 2018 sampai dengan 17 April 2019.

Kemudian, pemilih pemula dan muda yang sudah tercatat sekitar 14 juta lebih.

Sebagian besar mereka masih berusia sekolah atau mahasiswa di perguruan tinggi. Mereka adalah warga negara yang telah memiliki hak penuh untuk mencoblos dalam Pemilu.

Melihat kenyataan seperti itu, maka sangat wajar bila institusi pendidikan tempat pemilih pemula dan muda ini menerima program sosialisasi politik. Atau, bahasa awamnya adalah kampanye.

Hal ini senada dengan pendapat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Ia tidak mempermasalahkan kampanye capres-cawapres digelar di lembaga pendidikan.

Tentu saja, lembaga pendidikan yang representatif, seperti SMA atau Perguruan Tinggi, dimana peserta didiknya sudah memiliki hak untuk memilih dalam Pemilu.

Alasan Mendagri di atas karena pelajar yang berusia 17 tahun ke atas sudah memiliki hak pilih. Menurutnya, sosialisasi pemilu, kampanye pemilu, semua lini masyarakat harus didatangi. Artinya, harus ada informasi terkait Pemilu dan calon-calonnya.

Di luar negeri, kampanye politik di sekolah adalah hal yang wajar dan lumrah. Karena itu bagian dari pendidikan dan sosialisasi politik kepada warga negara, khususnya pemilih pemula.

Mendagri menjelaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya tinggal melakukan koordinasi dengan KPUD jika ada agenda kampanye di lembaga pendidikan.

Sehingga kegiatan sosialisasi atau kampanye politik itu bisa lebih terpantau sesuai dengan peraturan dan tidak mengarah pada pelanggaran UU Pemilu.

Kita mendukung upaya yang menjadikan masyarakat semakin cerdas dalam politik. Kampanye di atas adalah contohnya.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
awas jebmen nanti dilaporin kaya bu nelty
Oh gtu, baiklah
emoticon-Traveller
ngarang emoticon-Traveller
Sumber? Ngarang e
Coba unok dikerubutin dan dicubitin anak sekolah ga?
Kalo kaga, fix kerumunan emak2 selama ini cuma settingan
Sumber gajebo ini mah dari press release pihak pdip dan 01 kali sumbernya bukan dari media.

Kalo sosialisasi pemilu pilpres, pileg dsb itu kan tugas KPU dan bawaslu saling melengkapi satu sama lain.

Bukan tugas kemendagri apalagi tugas capres tertentu.

Bagus dilarang saja kampanye di sekolahan dan kampus biar netral tempatnya.

Ini malah ngeles pake alesan ini itu, ya gitulah ketika ambisi pengen berkuasa telah memenuhi jiwa raga dan dada.
emoticon-No Hope emoticon-No Hope emoticon-Cape d...
Quote:


denger di brita sih hal ini bertentangan dengan uu


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di