alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan kePrabowo,'Sini Mampir keJogja'
1 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc05a40a09a39fb788b4568/wanita-diduga-pendaki-pertama-everest-sampaikan-pesan-keprabowosini-mampir-kejogja

Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan kePrabowo,'Sini Mampir keJogja'

Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan kePrabowo,'Sini Mampir keJogja'
kolase Youtube (Matanajwa)/Indonesian Climbing Record
Mardani Ali Sera dan Clara Sumarwati


TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ternyata bukan Prabowo Subianto orang pertama yang menaklukkan Gunung Everest, tapi seorang wanita asal Yogyakarta bernama Clara Sumarwati .

Clara Sumirwati ini juga bahkan sudah memberikan klarifikasinya menegaskan bahwa memang dirinyalah wanita pertama Indonesia dan Asian Tenggara yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest tahun 1996.

Pada awalnya, kabar mengenai pendaki pertama puncak Everest viral di media sosial Twitter, terhitung sejak pernyataan Mardani Ali Sera di program TV, Mata Najwa, Rabu (10/10/2018).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, ini menyebut bahwa penakluk pertama puncak Gunung Everest di Asia Tenggara adalah Prabowo dan tim kopasusnya.

"Prabowo sudah membuktikan kualitasnya, 26 April 1997, ketika tidak ada satu orang pun dari Asia Tenggara yang mampu menaklukan Everest, Prabowo dengan tim kopasusnya mampu menaklukan gunung tertinggi di dunia. Itu ciri kepemimpinan utama. Prabowo punya kemampuan membereskan masalah," ujar
Mardani Ali Sera dalam orasi di Mata Najwa.

Pernyataan Mardani Ali Sera ini dipatahkan oleh banyaknya netizen di media sosial Twitter yang mengungkap kebenaran aslinya.

Dihimpun dari laman Twitter @PakarLogika menyebutkan bahwa pernyataan Mardani Ali Sera ini tidak tepat.

Pasalnya, yang menjadi orang pertama berwarga negara Indonesia sekaligus wanita pertama di Asia Tenggara yang mendaki dan mencapai puncak Gunung Everest adalah Clara Sumarwati .

Clara Sumarwati berhasil mencapai puncak Gunung Everest, yang merupakan gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut, pada 26 September 1996.

Yang artinya, satu tahun lebih awal jika dibandingkan dengan pernyataan Mardani Ali Sera .

[i{"Clara Sumarwati tercatat sebagai wanita pertama berwarga negara Indonesia & sekaligus wanita pertama di ASEAN yang mencapai puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest. Kopassus naik Mount Everest setelahnya pada tahun 1997. Mardani Ali Sera BOHONG!,"[/i] tulis @pakarlogika.

Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan kePrabowo,'Sini Mampir keJogja'

Untuk menguatkan pernyataan yang ditulis @pakar logika, TribunnewsBogor.com pun mencarinya di situs Everesthistory.com.

Dalam situs tersebut, terlihat jelas nama Clara Sumarwati sebagai orang pertama di Asia Tenggara yang berhasil mencapai puncak Everest pada tanggal 26 September 1996.

Ia berada di urutan ke 88 pada list tahun 1996.

Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan kePrabowo,'Sini Mampir keJogja'
nama Clara Sumarwati tercantum dalam daftar pendaki GUnung Everest tahun 1996 (Everesthistory.com)

Clara Sumarwati juga tercatat sebagai penakluk Everest ke-836 sejak tahun 1950-an.

Tak hanya itu, nama Clara Sumarwati ini pun tercatat dalam buku Everest karya Walt Unsworth (1999), Everest: Expedition to the Ultimate karya Reinhold Messner (1999).

Atas prestasinya ini jugalah, Clara Sumarwati mendapatkan penghargaan Bintang Nararya dari pemerintah era Soeharto.

Melihat banyaknya masyarakat yang penasaran dengan sosoknya, wanita diduga sebagai Clara Sumarwati ini pun akhirnya menunjukkan dirinya pada publik lewat sebuah video.

Video ini diunggah oleh Agus Suhendar, sekira beberapa jam lalu, Jumat (12/10/2018).

Dalam video tersebut, wanita yang ditulis sebagai wanita pertama di Asia Tenggara yang naik ke puncak Everest menegaskan bahwa dirinya adalah wanita yang mendaki gunung Everest pada tahun 1996 silam.

Lebih lanjut, ia juga mengajak cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno untuk berkunjung ke rumahnya di Yogyakarta.
"Selamat pagi, salam sejahtera untuk bapak Prabowo dan Bang Sandiaga Uno.

Hari ini bang Sandiaga ke Jogja, mampir mas ke tempat saya. Main bersama- teman-teman dan bercengkrama di halaman rumah saya

Saya wanita pertama ASEAN yang memecahkan rekor sebagai wanita pertama yang mencapai puncak Everest tahun 1996, terima kasih. 2019 Presiden, " tutur Clara Sumirwati.





Hingga berita ini dibuat, TribunnewsBogor.com masih mengonfirmasi soal video tersebut pada akun Agus Suhendar.

Pun dilansir dari Wikipedia, wanita kelahiran Jogjakarta, 6 Juli 1967 itu juga mencatatkan diri sebagai pendaki gunung wanita dari Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1996.

Akan tetapi, banyak pihak publik Tanah Air yang menyangsikan torehan prestasi Clara Sumarwati , anak ke-6 dari delapan putera-puteri pasangan Marcus Mariun dan Ana Suwarti.

Pasalnya, saat mencapai puncak Everest, foto yang ditunjukkan Clara Sumarwati ini hanya sedang memegang bendera yang tertancap di puncak. Sama sekali tak menunjukkan wajah dan sosok aslinya.

Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan kePrabowo,'Sini Mampir keJogja'
Clara Sumarwati (net)

Akibat banyak yang tak percaya padanya itulah, membuat Clara Sumarwati depresi.

Ia bahkan harus bolak-balik keluar Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof dr Soerojo, Magelang. Clara pertama kali masuk dan dirawat di RSJ pada 1997.

Selama di RSJ, dia pun kerap bercerita bahwa dia pernah mendaki Gunung Everest. Namun, ceritanya kerap diabaikan oleh para tenaga medis karena dianggap hanya sebagai bagian dari khayalannya.

"Kami pun bertambah tidak percaya karena pihak keluarganya sendiri menyangsikan dia pernah mendaki gunung," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Prof dr Soerojo, Magelang, Bella Patriajaya kepada Kompas.com.

Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan kePrabowo,'Sini Mampir keJogja'
Clara Sumirwati (Indonesian Climbing Record)


Prestasi Clara dan keberadaannya sebagai sosok istimewa yang pernah mengharumkan nama bangsa baru terungkap pada tahun 2009 saat Clara juga harus masuk RSJ lagi.

Saat itu, ada sejumlah tim penilai pemuda pelopor dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang datang untuk menilai Poppy Safitri, wakil kontingen Jawa Tengah untuk lomba pemuda pelopor tingkat nasional.

Salah satu aktivitas Poppy adalah mengajar tari di RSJ. Dalam kunjungan ke RSJ itulah, salah satu anggota tim mengenali sosok Clara.

Sebenarnya pendakian Everest tahun 1996 itu bukan ekspedisi Everest yang pertama bagi Clara.

Pada tahun 1994, ia bersama lima orang dari tim PPGAD (Perkumpulan Pendaki Gunung Angkatan Darat) berangkat tetapi hanya mampu mencapai ketinggian 7.000 meter karena terhadang kondisi medan yang teramat sulit dan berbahaya di jalur sebelah selatan Pegunungan Himalaya (lazim disebut South Col).

Kegagalan mencapai puncak ini justru membuat Clara Sumarwati semakin penasaran dan bercita-cita untuk mengibarkan Merah-Putih di puncak Everest pada 17 Agustus 1995, tepat 50 tahun Indonesia merdeka.

Sebanyak 12 perusahaan ia hubungi waktu itu untuk mendapatkan sponsor.

Biaya yang ia butuhkan tidak sedikit, mencapai Rp 500 juta, karena memang segitulah biaya yang harus dikeluarkan siapa pun yang ingin mencapai puncak Everest waktu itu.

Tidak ada jawaban. Menurut Clara, bahkan ada pihak perusahaan yang meragukan kemampuannya sehingga enggan memberi sponsor.

Salah satu pihak yang ia hubungi untuk sponsor adalah Panitia Ulang Tahun Emas Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dibawahi Sekretariat Negara.

Clara dipanggil menghadap pada bulan Agustus 1995 dan mendapat konfirmasi bahwa Pemerintah bersedia mensponsori ekspedisinya.

Sertamerta Clara menjadwal-ulang ekspedisi yang seharusnya memancang bendera Indonesia pada tahun 1995.

Ia mencanangkan ekspedisi berangkat pada tahun berikutnya, pada bulan Juli 1996.

Ternyata pengunduran jadwal itu mempunyai makna tersendiri karena pada tahun 1995 itu terjadi badai dahsyat di Himalaya yang menewaskan 208 pendaki dari berbagai negara.

Clara memilih jalur utara pada pendakian 1996. Jalan pendakian di jalur utara lebih panjang dan cukup menanjak.

Untuk menuju puncak harus melalui tangga yang terdiri tiga step. Tiap hari, Sherpa memeriksa rutenya. Mengingat hujan salju terus turun sehingga menutup jalur yang dilalui tali.

“Kesulitannya melawan cuaca. Suhunya sampai minus 40-45. Kami seperti beruang salju,” kata Clara di Tempo.co
Akhirnya, hanya Clara yang berhasil mencapai puncak dalam tim itu. Dia dibantu lima Sherpa. Anggota tim lainnya menunggu di tenda.

Momentum itu yang mencatatkan Clara sebagai perempuan Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang menaklukkan puncak Everest.

Beberapa foto menunjukkan Clara dengan pakaian pendakian yang tebal berwarna merah tengah membentangkan bendera Merah Putih.

Foto yang lain menunjukkan Clara membentangkan gambar Presiden Indonesia masa itu, Soeharto.

Clara pun mendapat penghargaan Bintang Naraya dari Soeharto.
kisah pendakian Clara Sumirwati ke Everest bisa dibaca di sini


http://bogor.tribunnews.com/2018/10/...jogja?page=all



*Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan ke Prabowo-Sandi, 'Sini Mas Mampir ke Jogja'


Halaman 1 dari 3
Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan kePrabowo,'Sini Mampir keJogja'
Bapak hoax basional
yg naik gunung anak buahnya, wowok enak2 di rumah manjat gunungnya titiek emoticon-Genit
ibarat burung ingin terbang kepuncak, apa daya gak punya sayap.. emoticon-Traveller
Balasan Post cipokan.yuk
Quote:


emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
yah oposisi kali gak hoax .. ya fitnah

apalagi coba yg bisa dibanggakan ? emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Balasan Post balbandot
Quote:


jgn kan sayap, burung nya pun entah dimana emoticon-Leh Uga
Balasan Post a12s
Quote:


pantesan ditinggal istri sampe sekarang jomblo, burungnya udah terbang ntah kemana.. emoticon-Leh Uga
masih diduga..kemungkinan hasil tifu2 saja emoticon-Traveller
Balasan Post cipokan.yuk
Quote:


manjat pake apaan bray..emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Om Telolet Om!
dasar tukang hoax, gembar gembor yg pertama eh ........ ternyata dipecundangin ma cewe ......... emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwk


* ada nasbung yg kaing2 ............
Diubah oleh lonelywolve
sera banyak yang komenin gayalu pas pidato berapi api ser....dah ngibul gemulai pula.
Tidak mengambil sertifikat bukti sudah mencapai puncak everest kah?

Di nepal, di dekat gunung everest, bisa meminta sertifikat tanda sudah mencapai puncak everest dengan menunjukkan bukti foto saat sedang berada di puncak everest.
Diubah oleh app.developer
lagian yg manjat kan anak buahnya bukan si wowokemoticon-Ngakak
kasiaaaaan wowoer
Lagian blunder banget, bukti foto-foto di puncak everest kok masih pakai masker. Kalau ingin diakui ya harus punya bukti kuat bahwa pernah ke puncak everest.


Dulu Leibniz mempublikasikan penemuannya yang bernama "Kalkulus" dan menjadi sangat terkenal, Newton menuduh Leibniz mencontek idenya, karena Newton merasa lebih dulu menemukan Kalkulus tapi dia belum mempublikasikannya. Untuk mengakhiri perseteruan akhirnya penemu Kalkulus ditetapkan dua orang, yaitu Newton dan Leibniz. Sejak saat itu Newton dan Leibniz tidak pernah saling berbicara lagi.
Diubah oleh app.developer
mardance emoticon-Betty
Quote:


dipastikan lewat jember utara yg banyak pohonnya gan
tukang bohong juga merupakah prestasi lah
Quote:
emoticon-Wakaka
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di