alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengimaji Fakta pada Jakarta 2039
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc056556208812b0d8b4567/mengimaji-fakta-pada-jakarta-2039

Mengimaji Fakta pada Jakarta 2039

Mengimaji Fakta pada Jakarta 2039


Salam Sejahtera Para Kreator Sekalian
Mengimaji Fakta pada Jakarta 2039


JAKARTA 2039
Apa yang kita bayangkan jika kita mendengar Jakarta pada tahun 2039? Warga Jakarta lebih sejahtera? atau justru makin sengsara? Gedung-gedung pencakar langit kian menampakkan keangkuhannya? atau rumah-rumah kumuh kian merajalela tanpa ada yang sanggup mengatasinya? atau bahkan kendaraan yang kita punya hanya bisa terparkir di depan rumah tanpa bisa kita gunakan walau hanya keluar gang dikarenakan tumpukan besi tua yang diotaki ego manusia-manusia tak bermoral?

Bukan, bukan soal bagaimana keadaan Jakarta nantinya, apakah lebih maju atau tidak, tetapi ini berbicara soal refleksi moralitas atas kejadian beberapa tahun silam. Refleksi dari perbuatan tak bermoral yang dilakukan atas nama kelompok yang berkuasa. Jakarta, 1998. Tepatnya pada 14 Februari 1998. Apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu hingga Seno Gumira Ajidarma dengan apiknya menggambarkan hal tersebut melalui cerpen yang kemudian dialihwahanakan ke dalam naskah drama berjudul Jakarta 2039.

Clara, seorang wanita keturunan Tionghoa yang menjadi korban tindakan biadab pada saat itu. Malam itu, ia datang menemui polisi dan mencoba membeberkan apa yang telah dialaminya di jalan raya dengan maksud meminta perlindungan kepada yang berwajib. 

Mengimaji Fakta pada Jakarta 2039


Malam itu, Clara mendapat telpon dari orang tuanya, ia mendengar ibu, ayah, dan adiknya berbicara dengan suara terisak dan ketakutan. Clara diminta untuk tidak pulang ke rumah. Dengan penuh keheranan, dan penuh pertanyaan antara ia lanjut pulang ke rumah atau mengikuti perkataan ayahnya untuk lenjut ke Bandara dan pergi ke luar negeri untuk menyelamatkan diri.
Clara memutuskan untuk melaju mobilnya, ia melihat di sekitar telah terjadi penjarahan dan pengerusakan yang dilakukan secara sistematis dan terencana. Hingga akhirnya ia melihat segerombolan laki-laki mencoba menghadang laju kendaraannya itu di tengah tol, gejolak batin terjadi, antara harus berhenti atau menabrak orang-orang tersebut karena tidak dibenarkan seseorang berdiri di tengah jalan tol. Ia memutuskan untuk perlahan memberhentikan kendaraannya tersebut. Dilihatnya sekitar 27 orang laki-laki dengan badan penuh daki mencoba menjarahnya. Perlahan ia buka kaca jendela dan teriakan kata-kata kasar yang sangat melukai telinganya ketika mereka melihat Clara dan berkata "Cina!!!". Dipecahkannya kaca depan mobilnya itu oleh mereka, dibongkar seluruh isi tas , diambil uang yang ada di dompet Clara kemudian dibagikan. Clara ditarik keluar mobil terjadi di bawah kaki laki-laki yang hitam dan penuh debu yang hanya memakai sandal jepit. Terjadilah pemerkosaan yang begitu keji pada Clara, dilakukan secara paksa dan bergiliran.

Dari kejadian tersebut, dengan pakaian yang compang-camping ia mendatangi polisi saat itu dan melaporkan apa yang terjadi, namun, kebiadaban belum usai, tiap perkataannya tak mengubah apa-apa dan tidak menggetarkan diri polisi. Ia bergeming di balik seragam dan kata-kata manis. Habislah Clara dijamahi kembali.

Seno Gumira Ajidarma dengan sangat sadar melihat peristiwa tersebut sebagai situasi yang bertentangan dengan kemanusiaan dan kebiadaban sejarah dan negara dalam memposisikan peristiwa kekerasan dan pemerkosaan terhadap entis Cina.

Kemarin, 11 Oktober 2018. Teater Rekat berhasil memvisualiasikan konsep refleksi dari peristiwa tersebut. Kebiadaban, kelicikan, caci maki, hingga penyesalan bertumpuk menjadi satu. Mengantarkan kita sebagai penonton mengimajikan peristiwa 98 menuju Jakarta 2039 yang mana penyesalan dan kebencian semakin kuat nantinya ketika terungkit persitiwa yang tidak manusiawi tersebut. Mereka membagi tiga dimensi waktu berbeda dalam pementasan tersebut, pertama adalah pada si pembawa cerita (saat ini), kedua adalah saat Clara menceritakan apa yang terjadi pada dirinya malam itu tepat pada tahun 1998, dan yang terakhir adalah saat semua telah berlalu Clara semakin tua, korban dan pelaku kekejian itu nampak dalam gulatan emosi penyesalan dan kesedihan tepat pada tahun 2039.

Mengimaji Fakta pada Jakarta 2039


Jakarta pada 2039. Penyesalan dan kebencian masih menyelimuti diri para korban, termasuk Clara. Teater Rekat juga memabagi dua dimensi ruang berbeda secara bersamaan, yakni ketika Clara telah menua dan di sisi lain adalah Clara muda (anak Clara dari hasil pemerkosaan). Keduanya saling mencari dalam batin yang terikat akan peristiwa yang tak beradab. Di sisi lain, seorang laki-laki tua bersama seorang anaknya, Lelaki tua itu mencoba mengungkapkan apa yang tidak pernah terdengar oleh anaknya, yakni tentang peristiwa 1998 tersebut. Lelaki yang pada tahun 2039 ini sedang sakit-sakitan, berusaha menjelaskan apa yang terjadi dengan sangat hati-hati. Dengan tatapan penuh rasa ingin tahu, anaknya mendengar pengakuan mengejutkan bahwa seorang ayah yang saat itu berada di hadapannya adalah seorang pemerkosa, penjarah, dan pembakaran.

Dari gambaran pementasan tersebut, kita bisa melihat bagaimana Seno Gumira Ajidarma berusaha menampilkan persoalan kekerasan dan tragedi pemerkosaan terhadap perempuan Cina sebagai ingatan atau memori peristiwa yang pernah terjadi melalui penghadiran dalam bentuk medium yang berbeda. Dengan cara seperti itu kita bisa pahami betapa kuatnya unsur sara dan radikalisme yang terjadi pada saat itu, jika kita baca karyanya secara keseluruhan baik itu dari Komik, Cerpen, dan Naskah Dramanya, kita dapat menyimpulkan 3 hal penting yang coba disampaikan oleh Mas Seno:


1. Penggambaran peristiwa Kota Jakarta di masa kejatuhan Orde Baru
2. Kerusakan dan pemerkosaan terhadap wanita keturunan Cina
3. Gambaran masa depan yang traumatis dari para korban peristiwa 1998


Lantas untuk apa kita besusah payah mengingat dan menyajikan sebuah pertunjukan yang sudah berlalu? Kita tahu bahwa sejarah itu penting, dan peristiwa ini merupakan peristiwa bersejarah yang seharusnya mampu untuk menyadarkan kita bahwa sejatinya tidak ada perbedaan antara mereka yang keturunan tionghoa atau kalian yang keturunan pribumi. Belakangan ini isu sara semakin kuat, apakah nantinya jika isu tersebut tetap dibiarkan maka akan hadir Clara baru? Inilah pentingnya sebuah seni memorial.

... Selesai ...

Mengimaji Fakta pada Jakarta 2039

Kunjungi juga Thread Ane berikut ini gan:
SULIT MENDAPAT IDE MENULIS? YUK JAMAH PENGALAMAN - HT
INGIN MENJADI PENULIS YANG BRILIAN? INI DIA CARANYA - HT
NIKMATNYA NASIB ATLET PERAIH MEDALI SEKARANG - HT
SENI BETAWI MASIH MEMILIKI TEMPAT DI HATI ANAK MUDA - HT
PIKTORIAL MENYADARKAN KITA BAHWA SETAN BISA SANGAT MENGUASAI NAFSU - HT
Pilih Mana, Voucher atau Kupon - HT
HAL PENTING YANG BIASA DILAKUKAN TUAN RUMAH JELANG PIALA DUNIA - HT
POSTER PERTUNJUKAN MENJADI KOLEKSI YANG PENUH NILAI SEJARAH
ALASAN MENGAPA PERJALANAN MUDIK NAIK BUS LEBIH MENYENANGKAN - HT
ALASAN KENAPA KAMU LALAI DARI TANGGUNG JAWAB - HT
INI ALASAN MENGAPA TEATER ADALAH SENI YANG PALING LENGKAP - HT
FESTIVAL TEATER BUKAN SEKADAR PENCARIAN HADIAH - HT
KALIAN PASTI BELUM TAHU, INI KUNCI SUKSES FILM BIOGRAFI INDONESIA - HT
RAHASIA CEPAT SAMPAI RUMAH SAAT PULANG KANTOR DENGAN TRANSJAKARTA - HT
BEGINILAH WAJAH KAMPUNG WARNA WARNI KATULAMPA [INSTAGRAMABLE] - HT
4 TINDAKAN MANUSIA DALAM BERMASYARAKAT - HT
AWKWARD MOMENT YANG TERJADI DI DALAM LIFT - HT
[i]AKIBAT TERPENGARUH, IBU INI DINOBATKAN MENJADI IBU TERKEJAM DI DUNIA - HT


Diubah oleh az.freak
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Mantapp
nyimak
Teater toh ane kira apa emoticon-Big Grin
Jakarta tenggelem mungkin ky yg di rumorin ._.
Hmemoticon-Nohope
Semoga ini bisa di jadikan bahan refleksi agar tak terulang lagi sejarah kelam bangsa ini di masa depan
emoticon-I Love Indonesia (S)
wuhh idolaa emoticon-Kiss (S)
Kalau gak kiamat tahun 2030 emoticon-Ngakak:
Mantap.. ane punya lengkap koleksi SGA
numpang mejeng aja emoticon-Cool
gw mo nanya sama elu
Ok fix ini teater
nyimak aja
Walo cuma teater tapi dari komengnya ada yang sensitif ya

ada apa ini kira-kira emoticon-Traveller
Turut bersedih gan
Terkadang ekspresi terhadap peristiwa di masa lampau cukup apik dijelaskan dalam naskah, tapi apakah tidak ada hal yang positif dan optimis. Kenyataan sudah pahit, setidaknya imajinasi harus lebih manis. Hanya pendapat ane wkwk
Kirain tentang wan anis
jaah,baru mau ngatain wan abud ternyata....
Diubah oleh mamarnr
kata siapa gotu 2030 dah ancur indonesia.
gimana jakarta ntar??
ane sendiri blm pernah nonton teater emoticon-Hammer (S)
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di