alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Seminar 'Kiri' Dibatalkan, UM: Bukan Karena Larangan Militer
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc040331cbfaa563f8b4567/seminar-kiri-dibatalkan-um-bukan-karena-larangan-militer

Seminar 'Kiri' Dibatalkan, UM: Bukan Karena Larangan Militer

Seminar 'Kiri' Dibatalkan, UM: Bukan Karena Larangan Militer


Kamis 11 Oktober 2018, 18:55 WIB

Malang - Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM) resmi menunda seminar yang mengangkat tema Perubahan dan Kesinambungan Historis dalam Perspektif Keilmuan dan Pembelajaran. Penundaan murni hasil rapat dewan dosen merespon perkembangan di media sosial. Bukan karena intervensi militer.

"Bisa kami tegaskan penundaan murni karena keputusan rapat dewan dosen. Bukan karena intervensi pihak lain ataupun militer," ungkap Kepala Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang Ari Sapto saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Kamis (11/10/2018).

Ari mengaku dalam surat pemberitahuan penundaan kepada empat narasumber termasuk dirinya, dia tak menyebut bahwa instansi militer telah melakukan pelarangan. 

"Tidak ada kalimat itu, makanya kami heran ada pemberitaan seperti itu. Surat pemberitahuan penundaan kami kirim 10 Oktober kemarin kepada empat narasumber termasuk saya oleh panitia," bebernya.

Dijelaskan, pada Jumat (5/10/2018), panitia meng-upload pamflet terkait seminar tersebut sebagai informasi kepada publik melalui media sosial. Pro kontra akhirnya bermunculan sampai muncul anggapan miring bahwa seminar digelar dan diikuti kelompok kiri atau komunis.

"Karena banyak pandangan negatif, saya sebagai Kajur Sejarah mengajak dewan dosen rapat hari Senin-nya. Dan diputuskan seminar ditunda atau dibatalkan, panitia kemudian membuat surat pemberitahuan pembatalan kepada narasumber, karena etikanya kan begitu," paparnya.

Seminar rencananya digelar pada 24 Oktober 2018 di Universitas Negeri Malang. Dalam seminar itu, Asvi Warman Adam sejarahwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sri Margana sejarahwan Universitas Gajah Mada, Abdul Syukur sejarahwan Universitas Negeri Jakarta dan Ari Sapto Kajur Sejarah Universitas Negeri Malang, menjadi narasumbernya.

"Tidak tahu kemudian ada interpresentasi lain dari surat pemberitahuan itu. Hingga muncul pemberitaan di salah satu media online," tandasnya.

Korem 083 Baladhika Jaya turut angkat bicara untuk menanggapi persoalan tersebut. "Tidak ada seperti itu. Pembatalan murni keputusan panitia, kami sudah melakukan klarifikasi kepada panitia soal pencatutan nama instansi kami dan Kodim seperti dalam sebuah pemberitaan yang beredar," ungkap Kepala Penerangan Korem 083 Baladhika Jaya Mayor (infanteri) Prasetya saat dikonfirmasi detikcom terpisah.

Ditegaskan, bahwa Korem 083 tak memiliki kewenangan untuk mencegah ataupun melarang digelarnya seminar tersebut. 

"Sekali lagi ini bukan ranah kami, untuk melarang. Karena kami tahu betul amanat Undang-Undang 12 tahun 2012 Pasal 8 ayat 3 tentang kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otoritas keilmuan perguruan tinggi yang merupakan tanggung jawab civitas akademika," tandas Prasetya. 

Sumber Berita

==============================================================
Komen TS

Inilah contoh seminar kaum pseudo kiri..
Kaum yang sok kiri, tapi prakteknya NOL

Ini yang ikut seminar-seminar gini tu cuma Kiri Bacot...


Dari dulu seminar terus, ga ada implementasi sama sekali di kehidupan nyata.

Menjadi kiri itu sangat simple, cukup redistribusi kepemilikan aset perusahaan lo secara merata ke semua karyawan.

Jadi, misal nilai total aset perusahaan lo itu 10 Miliar dan lo punya 19 Karyawan.. maka tiap-tiap karyawan seharusnya memiliki saham senilai Rp 500 juta.

Saat lo melakukannya, baru itu namanya Kiri Sejatiemoticon-Recommended Seller

Percuma lo seminar dan ikut forum kiri rutin, kalo masih mendukung ekonomi pasar bebas..

Gw lebih yakin seminar gini bukan bertujuan untuk menegakkan Sosialisme dalam kehidupan, Seminar kiri ini hanya bagian dari usaha meraup keuntungan politik untuk meraih suara rakyat miskin pada konstestasi pilkada, pileg dan pilpres.

Diubah oleh: l4d13put
Halaman 1 dari 2
Quote:
coba para simpatisan kiri, leftist, SJW: jelasken kenapa ziarah ke makam Nabi orang2 kismin yaitu Sunan Karl Marx harus membayar tiket yg cukup mahal? emoticon-Big Grin

kenapa buku Kitab Suci orang2 mizkiner Das Kapital diperjualbelikan?

ya Comrades..! ternyata Tuhannya umat Komunis dan Sosialis melakukan Kapitalisme emoticon-Wkwkwk

support #RightWingPopulism #SmallGovernement #FreeMarket #AntiGlobalist #DeusVult emoticon-I Love Indonesia
Diubah oleh tiyorahmat
Dulu ane jaman mahosiswa,ane sering bikin seminar seminar gaje gitu,selain karena ada duit sponsor,nasi kotak,ma uang saku kalo acaranya anggota dewan masa reses emoticon-Ngakak (S)

Dua taun pertama pasca wisuda,ane herman ngapain ane buang buang waktu buat acara gaje ginian dulu

Lalu ane sadar
Ada ilmu yg dapat dipetik yaitu kemampuan publik speakingnya. Persetan ma implikasinya yg penting bacot dulu, bacot ada seninya juga lho dan ini bekal penting buat ente yg minat terjun ke dunia politikemoticon-Ngakak (S)


Ott
Ts Dah lari keliling Monas sempakas blom
emoticon-Wkwkwk
Balasan Post tiyorahmat
Quote:


Seminar 'Kiri' Dibatalkan, UM: Bukan Karena Larangan Militer

#DeusCunt
Quote:


ironis! semua tokoh2 komunis sosialis justru mempraktekkan kapitalisme untuk kepentingan pribadi. bukti ideologi kiri adalah ideologi gagal emoticon-Cool
Balasan Post khloekarmike
Nah.. bener kan apa yang gw bilang..

Temen2 gw dulu yang juga sering bikin seminar ginian juga gw liat akhir-akhir ini ganti tema.. Seminar Digital Marketing..

Pas ketemu gw,, mereka senyum2 malu.. gw bilang: nyet, lo ga jadi orang kiri lagi nyet???.. Dia cuma senyam-senyum kyak orang sinting.. sambil bilang.. Namanya juga cari duit bro..hehe
nih bedanya komunis, sosialis, demokratis, dan kapitalis

komunis:

perusahaan lu punya aset 10 M, karyawan 19 orang
masing-masing karyawan punya saham 500 juta
karyawannya kerja keras
tapi si CEO yg dapet deviden


sosialis:

perusahaan lu punya aset 10 M, karyawan 19 orang
sahamnya private eksklusif hanya untuk eksekutif
karyawannya kerja
nanti si eksekutif bikin program atau produk yg mana hasil kerja karyawannya dinikmati mereka


demokratis:

perusahaan lu punya aset 10 M, karyawan 19 orang
tapi orang lain yg memutuskan kebijakan perusahaan lu


kapitalis:

perusahaan lu punya aset 10 M, karyawan 19 orang
lu jual perusahaan lu melalui IPO pake letter of credit melalui temen lu yg kerja di bank
terus tambahin pengubahan utang menjadi penyertaan modal
sekarang aset perusahaan lu jadi 20 M
sekarang lu deketin pemerintah, minta pengecualin pajak
lalu lu panggil yg punya saham lu, orang-orang kaya yg punya perusahaan fiktif di Cayman Island
mereka punya hak atas aset perusahaan lu yg sekarang jadi 40 M
nanti ketika perusahaan lu di-audit, di pembukuan tercantum aset perusahaan lu 60 M, ditambah 40 M aset tetap tak berwujud

emoticon-Wakaka
Balasan Post 1965.1998.2019
Untuk sosialis, deviden tetap dibagi ke semua pemilik saham, bray
Balasan Post 1965.1998.2019
Quote:


Contoh terbodoh yang gw denger ngaco bener
Balasan Post tiyorahmat
Quote:

Kapitalisme yang gak pakai sosialisme dan komunisme mana ada berarti kapitalisme gagal begitu, dongok.
Balasan Post slider88
Cuma konsep kiri gw yang bisa bikin rakyat Indonesia menjadi sejahtera

Inti daripada kesejahteraan rakyat adalah modal yang merata..

Setiap warga negara mempunyai modal yang sama, sehingga punya peluang yang sama untuk mengeksploitasi sumber daya yang ada.
Diubah oleh l4d13put
Balasan Post l4d13put
Quote:


Lah kalau modalnya dipakai foya foya di luar negeri gimana kan habis. Kalau yang punya modalnya kelilit hutang masak perusahaan digadai buat bayar hutang?
Kalau mau jujur keynes itu penyelamat kapitalisme sekaligus pengkhianat kapitalisme. Karena dia mengkhianati dewanya kapitalisme yaitu pasar dan mau pengaruh pemerintah untuk mempengaruhi dan 'menyelamatkan' pasar.
Balasan Post slider88
Lebih berbahaya kalo yang punya modal 1 orang, gimana kalo modalnya dipakai foya-foya di luar negeri

Trus gimana 1 orang pemilik modal itu kalo kelilit hutang, masak perusahaan digadai buat bayar hutang?
Balasan Post l4d13put
Quote:


Kan cuman 1 orang tinggal masukin penjara aja sisanya jangan sampai foya-foya dan hancur juga. Lain klo bareng-bareng mati satu mati semua.
Balasan Post slider88
kalo bareng2 kan modal yang dimiliki tiap orang cuma dikit..

kalo cuma 1 pemilik modal, jelas langsung hancur semua
Balasan Post l4d13put
Quote:


Tetep aja klo salah satu pemilik modal kolaps semua pasti kolaps. Ibarat kata loe punya hak di rumah warisan. Karena tu anak harus bayar hutang terpaksa tuh rumah dijual masak mau dibelah rumahnya. Apalagi kalau hutangnya sangat besar yang lainya pasti disuruh urunan nanggung kurangnya.
Diubah oleh slider88
Balasan Post slider88
Ga perlu dibelah, cukup modal tersebut dibeli pemilik saham lainnya..

Lagian di konsep gw tuh, tu saham permanen.. Ga bisa diperdagangkan..

Jadi ga bisa dipakai untuk keperluan di luar kegiatan usaha


Jadi tetep aman..

Beda dengan sistem saham mayoritas yang akan bikin perusahaan hancur kalo pemilik sahamnya punya hutang

Diubah oleh l4d13put
Balasan Post l4d13put
Quote:


Kok dibeli yang lainya itu klo ada yang mau beli dan punya duit klo gak ada gimana terlepas dari itu klo dibeli maka distribusi modal gak seimbang berarti gak boleh dibeli.
Balasan Post slider88
Yup maksud gw gitu.. Modal gak seimbang kalo di sistem nya ada Trading..

Jadi untuk mengatasi dan melunasi hutang pribadi, ada beberapa solusinya:

1. Deviden yang menjadi jatah debitur tsb digunakan untuk melunasi hutang.
2. Properti pribadi disita dan dilelang untuk melunasi hutang
3. Negara sebagai Welfare state menalangi dulu hutangnya (bantuan likuiditas), kemudian orang tsb akan mendapat skema cicilan ringan dengan tenor panjang.
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di