alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Misteri hilangnya Khashoggi dan tekanan pada Arab Saudi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc03ef714088db1278b456c/misteri-hilangnya-khashoggi-dan-tekanan-pada-arab-saudi

Misteri hilangnya Khashoggi dan tekanan pada Arab Saudi

Misteri hilangnya Khashoggi dan tekanan pada Arab Saudi
Seorang demonstran membawa foto Jamal Khashoggi dalam unjuk rasa di depan Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki (8/10/2018). Khashoggi hilang saat mengurus surat di konsulat tersebut pada 2 Oktober 2018.
Pada 2 Oktober 2018, pukul 13.14 waktu Istanbul, Turki, Jamal Khashoggi terekam CCTV masuk ke dalam kantor konsulat Kerajaan Arab Saudi. Tapi hingga hari ini Khashoggi tak terlihat keluar dari kantor tersebut dan keributan pun dimulai.

Ia datang untuk mengambil surat yang menjadi syarat untuk bisa segera menikahi tunangannya, Hatice Cengiz. Pada hari itu sang tunangan menemaninya ke kantor konsulat dan menunggu di luar tapi hingga malam tiba Khashoggi tak terlihat batang hidungnya.

Perhatian dunia segera tertuju ke Istanbul dan penguasa Arab Saudi.
Siapakah Khashoggi?
Khashoggi (59) adalah warga negara Arab Saudi. Ia seorang wartawan senior lulusan Indiana State University, Amerika Serikat.

Sebagai wartawan, ia dikenal cukup vokal mengkritisi kebijakan pemerintah, hingga beberapa kali kehilangan pekerjaannya. Walau demikian, ia tetap berteman baik dengan beberapa tokoh penting di kerajaan itu.

Namun semua berubah ketika Muhammad bin Salman diangkat sebagai putra mahkota kerajaan tersebut.

Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud memang masih berkuasa, tetapi sudah menjadi rahasia umum bahwa penguasa Arab Saudi saat ini adalah MBS, sapaan akrab sang putra mahkota yang berusia 33 tahun.

Khashoggi tidak selalu menyetujui tindakan MBS dan ia berani mengutarakan pendapatnya itu. Dalam wawancara dengan Aljazeera, ia meminta MBS untuk memberi ruang bagi para pengkritik kebijakannya, bukan malah memenjarakan para intelektual.

Ketika MBS menjadi semakin kuat--penangkapan puluhan orang kaya dan berpengaruh lalu "memenjarakan" mereka di Hotel Ritz-Carlton Riyadh atas tuduhan korupsi jadi salah satu bukti kekuasaan sang pangeran--Khashoggi memutuskan untuk "mengasingkan diri" ke AS.

Dia, dikutip Vox, menyatakan takut pemerintah Saudi melabelinya sebagai pembangkang dan menahannya.

Kebetulan, walau belum jadi warga negara, ia berstatus penduduk tetap (permanent resident) negeri adi daya itu.

Ia lalu menjadi penulis kolom di The Washington Post. Pada kolom perdananya ia memaparkan alasannya mengasingkan diri. Ia juga kerap mengutarakan kritiknya pada kebijakan pemerintah Saudi melalui tulisan-tulisannya.

Namun koran AS itu menyatakan ada juga tulisan Khashoggi yang justru memuji kebijakan MBS, terutama keputusannya untuk membuka pintu lebih lebar bagi para perempuan Saudi; menyopir mobil di jalanan, misalnya.

MBS, dikabarkan Daily Beast, menginginkan agar Khashoggi kembali ke Arab Saudi. Ia meminta penasihatnya, Saud al-Qahtani, untuk membujuk sang wartawan pulang. Beberapa teman pun menghubungi Khashoggi dan menjanjikan perlindungan dan pekerjaan jika ia kembali ke Saudi.

"Kalian bercanda? Saya tidak mempercayai mereka sedikitpun," jawab Khashoggi, menurut rekannya, Khaled Saffuri, kepada The Washington Post.

Akan tetapi, ketidakpercayaan terhadap pemerintah itu tidak menghalangi Khashoggi untuk mendatangi Konsulat Arab Saudi di Istanbul.
Misteri hilangnya Khashoggi dan tekanan pada Arab Saudi
Kamera CCTV polisi memperlihatkan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi (kanan) sedang masuk ke Konsulat Arab Saudi pada 2 Oktober 2018. Khashoggi tak keluar lagi dari pintu yang sama.
"Dia mempercayai kompatriotnya," kata Abdulrahman Elshayyal, jurnalis dan rekan Khashoggi, kepada BBC. "Ia menunjukkan pendiriannya, seperti ingin menyatakan: 'Kalau sesuatu terjadi, orang akan tahu bahwa saya mempercayai rekan senegara saya dan mereka takkan melukai saya.'"

Tapi Khashoggi tetap waspada. Sebelum masuk ke gedung, The New York Times menuturkan, ia menitipkan dua ponsel kepada Hatice Cengiz dan menyatakan agar tunangannya itu menghubungi nomor yang tertera pada ponsel jika Khashoggi tidak juga keluar dari konsulat.

Dan, itulah yang kemudian terjadi.
Kabar pembunuhan dan mutilasi
Sumber anonim di pemerintahan Turki yang dikutip banyak media menyatakan Khashoggi telah dibunuh oleh orang-orang suruhan penguasa Saudi. Bahkan sumber tersebut secara detail menyatakan tubuh Khashoggi dimutilasi agar tak ada jejaknya.

Pernyataan itu diperkuat dengan munculnya bukti datangnya 15 orang yang diduga agen-agen pemerintah Saudi ke Istanbul pada pagi hari hilangnya sang jurnalis, 2 Oktober. Salah satunya disebut sebagai ahli bedah forensik, sementara satunya kepala intelijen yang berbasis di Kedutaan Arab Saudi di Inggris.
Misteri hilangnya Khashoggi dan tekanan pada Arab Saudi
Gabungan foto dari CCTV polisi yang disebarkan melalui koran Turki, Sabah (10/10/2018), menunjukkan wajah 15 warga Arab Saudi yang diduga terlibat dalam menghilangnya Jamal Khashoggi.
Mereka memesan kamar di dua hotel dekat konsulat untuk dua malam, tetapi mereka hanya tinggal beberapa jam saja lalu pulang ke Saudi pada 2 Oktober malam.

Rekaman CCTV juga menunjukkan masuknya sebuah mobil van hitam ke halaman konsulat beberapa saat sebelum Khashoggi masuk ke gedung itu. Beberapa jam kemudian, pada pukul 15.04, mobil itu pergi dan banyak yang menduga membawa jenazah Khashoggi di dalamnya.

Pemerintah Arab Saudi, tentu saja, membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menyatakan Khashoggi keluar dari pintu belakang konsulat setelah menerima dokumen yang ia butuhkan. Namun, baik konsulat maupun pemerintah Saudi tidak (belum) menunjukkan bukti bahwa sang jurnalis memang telah keluar dari gedung.

Walau sumber yang menyebutkan Khashoggi telah terbunuh datang dari dalam pemerintah Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan tidak pernah secara terbuka menyatakan sang jurnalis telah dibunuh. Ia hanya meminta agar Saudi membuktikan bahwa Jamal Khashoggi masih hidup.
Tekanan kepada Saudi
Tekanan kepada Saudi untuk mengungkap kasus hilangnya Khashoggi pun datang dari berbagai negara. Selain mengancam reputasi MBS, kasus ini juga bisa merusak hubungan Saudi dengan negara-negara lain di dunia.

Asosiasi Hak Asasi Manusia Turki juga terus berdemonstrasi di depan gedung konsulat setiap hari sejak Khashoggi dinyatakan menghilang.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya seperti enggan berkomentar soal kasus ini, akhirnya menyatakan penyelidik AS akan ikut meneliti masalah itu. Keraguan Trump untuk bertindak itu diperkirakan karena hubungan baik keluarganya dengan Kerajaan Saudi dan juga besarnya penjualan senjata AS ke negara itu.

Trump telah menegaskan bahwa penyelidikan kasus Khashoggi takkan menghentikan ekspor senjata AS ke Saudi walau ada desakan dari Kongres untuk bertindak tegas kepada mereka, salah satunya dengan menghentikan penjualan senjata.

"Saya tidak suka menghentikan masuknya banyak uang ke negara kita. Mereka menghabiskan 110 miliar dolar AS untuk perlengkapan militer dan barang-barang lain yang menciptakan pekerjaan di negara ini," kata Trump.

Turki dan Arab Saudi dikabarkan telah sepakat untuk membuat tim gabungan untuk menyelidiki hilangnya Khashoggi dan dugaan terjadinya pembunuhan di dalam konsulat Saudi di Istanbul.

Dunia bisa dipastikan bakal mengawasi dari dekat penyelidikan tersebut.
Misteri hilangnya Khashoggi dan tekanan pada Arab Saudi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ada-arab-saudi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Misteri hilangnya Khashoggi dan tekanan pada Arab Saudi Ekonomi Asia cukup solid, meski tak sepenuhnya aman

- Misteri hilangnya Khashoggi dan tekanan pada Arab Saudi Aktivitas di Situbondo langsung normal pascagempa 6,3 SR

- Misteri hilangnya Khashoggi dan tekanan pada Arab Saudi Basuki Hadimuljono: Kita belum disiplin dalam mengikuti tata ruang

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di