alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc03c6bdbd770c42b8b4567/indie-newbie

Indie Newbie

Hobi yang saya geluti ini masih terhitung baru, dimulai akhir tahun 2013. Sesuai dengan judul, tentu saja hobi saya berkaitan dengan musik. Agan-agan pasti sudah tau dan paham apa itu indie bukan ?hehe. Pertama kali saya tentang hal-hal berbau indie ketika sedang liburan ke Sragen, saat itu ada tetangga yang gemar sekali membeli cd musik indie baik bergenre metal, pop, folk, dll. Lagu indie pertama yang saya dengarkan milik Payung Teduh "Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan". Tidak banyak saat itu yang saya dengarkan, karena harus kembali ke Fakfak, Papua Barat. Disana istilah band/musisi indie tidak begitu popular, karena masyarakat di sana lebih menyukai hiphop, R&B yang diadopsi dari luar.

Kecintaan indie mulai bertambah ketika tetangga saya hijrah juga ke Fakfak, emoticon-Big Grin. Di situ saya kaget, dia membawa satu tas penuh cd koleksi miliknya. Dari situ saya mulai kenal Sore, Efek Rumah Kaca, Burgerkill, Jasad, Seringai, Ghaust st, Dead Vertical, dsb. Sebagai catatan, koleksi cd yang teman saya lebih banyak bergenre Metal. Pada awalnya terasa aneh ditelinga, karena sebelumnya belum pernah dengerin lagu sekeras atau seaneh ini. Saat itu belum banyak juga yang benar-benar saya dengarkan, kebanyakan hanya tau nama band nya saja. Lagu yang menjadi hari-harian saya yaitu milik Burgerkill di album Venomous dan Beyond Coma and Despair. Kemudian berlanjut ke Seringai dan juga unit grindcore Rajasinga (terfavorit). Dan di tahun 2014 saat kakak saya liburan ke Sragen, untuk pertama kalinya saya membeli kaos band Metal (tetap indie, karna indie bukanlah genre). Kaos yang saya beli milik Burgerkill, Down For Life, dan juga Forgotten.

Kemudian saya mulai aktif membeli merchandise dari band-band yang saya sukai saat berkuliah di Yogyakarta hingga saat ini (karena belum lulus emoticon-Big Grin). Untuk pertama kali saya membeli cd, cd pertama yang saya beli milik Efek Rumah Kaca "Sinestesia" , dan Deugalih & Folks. Alasan saya membeli cd pertama biar tidak dibilang soks-sok indie. Jadi biar tau lagu-lagunya, sekalian juga buat koleksi. Akan tetapi, semakin ke sini itu menjadi kebiasaan dan kebutuhan. Kenapa kebiasaan ? karena saya juga sedang ngegigs bareng (istilah untuk anak-anak indie yang nonton konser gitu emoticon-Big Grin ), jadi ketika band yang kmu suka sedang manggung, otomatis juga harus nyanyi kan bayangin ajah ketika nonton konser cuman bengong kan percuma hehe. Alasan lain untuk persiapan juga ketika ada band indie baru, jadi harus tau lagunya sebelum nonton konsernya, itu sudah menjadi habbit buat saya. Kemudian kenapa menjadi kebutuhan ? karena saya tidak biasa dan suka ketika harus mendengarkan lewat joox, spotify, dsb. Kali ini berkaitan dengan kualitas, rasanya beda ketika mendengarkan langsung dari kepingan cd. Lagu yang didengar lebih clean, dan tidak ada suara-suara seperti noise kalau download manual hasil kompresi via internet. Sebagai catatan, minimal saya kalau dengerin lagu yang format mp3 harus memiliki bitrate 320kbps, jika tidak biasanya langsung auto delete. Tapi untuk kepuasaan telinga (biasanya dibilang eargasme), biasanya saya kopmresi ke format flac. Karena jika dengan format flac kualitas nya lebih baik lagi dengan bitrate skala 900 - lebih dari 1000 kbps. Dengan bitrate yang sebesar itu, jika volume pc/laptop max dan speaker/sound max, lagu yang dihasilkan tidak akan pecah, melainkan akan tetap detail dan clean.

Demikian asal mulai hobi saya dimulai, dan masih berlanjut hingga sekarang. Kenapa newbie ?, karena masih banyak band-band indie lokal maupaun internasional yang masih belum banyak saya ketahui. Contonnya kalau lokal The Adams, Pure Saturday, The Upstairs, saya baru tau akhir-akIndie Newbiehir ini. Padahal band-band tersebut sudah sejak lama berdiri dan terkenal di kalangan anak indie.
Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di