alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Basuki Hadimuljono: Kami harus relokasi penduduk Palu
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc0216e56e6afd6288b456b/basuki-hadimuljono-kami-harus-relokasi-penduduk-palu

Basuki Hadimuljono: Kami harus relokasi penduduk Palu

Basuki Hadimuljono: Kami harus relokasi penduduk Palu
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memberikan materi pada forum Tri Hita Kirana (THK) dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) di area penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).
Selang dua hari pascabencana gempa bumi dan tsunami melanda Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 28 September lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, langsung membuka kantor darurat di Palu.

Ia langsung memetakan lokasi mana saja yang terdampak gempa dengan parah. Basuki menyadari betul, pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai standar menjadi salah satu penyebab timbulnya korban jiwa setiap bencana melanda.

Padahal pemerintah telah mengeluarkan regulasi terkait standar keamanan bangunan infrastruktur, termasuk di dalamnya antisipasi terhadap bencana seperti pada gedung, jalan, jembatan bentang panjang, dan bendungan.

Ia pun ingin pendekatan Build Back Better juga berperan dalam mitigasi karena tidak hanya sekadar membangun kembali rumah atau bangunan yang hancur, tapi membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

Oleh karenanya rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Palu dan sekitarnya tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak. Ia telah merencanakan untuk membangun kembali Kota Palu yang tangguh terhadap bencana. Masterplan-nya tengah disusun bersama Kementerian PUPR, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, serta Bappenas.

Beritagar.id menemui Basuki, Kamis (11/10/2018). Ia pun menyempatkan diri melayani pertanyaan kami meski tengah sibuk di sela padatnya rangkaian acara pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali.

Berapa lama daerah terdampak bencana masuk ke tahap rekonstruksi dan pemulihan?Tergantung. Kalau di Sulteng ini, kita melihat kondisi magnitude dan luasan yang terdampak, kita diberi waktu dua tahun. Kita pegangannya tsunami di Aceh (2004), itu waktu pemulihannya empat tahun. Karena memang kerusakannya sangat parah. Dengan perbandingan Aceh, di Sulawesi Tengah ini kami rencanakan di Sulteng akan selesai dua tahun.

Apa ada rencana pemerintah untuk merelokasi penduduk Palu ke daerah yang lebih aman?Iya. Makanya ini kami sedang buat rencana induk (masterplan) yang baru untuk relokasi penduduk. Draft-nya sedang saya susun.

Berapa lama target relokasinya?Kita diminta Pak Wapres (Jusuf Kalla) untuk segera kasih draft kasar masterplan relokasi Palu dan segera dikirim. Dalam rencana itu, kita ingin dua tahun masa relokasi selesai.

Dalam masterplan baru itu ada peta-peta daerah yang terdampak, tentang kondisi awal tata ruang di sana, dan ada rencana tata ruang baru. Draft ini harus selesai dalam dua bulan, baru kita masuk ke proses rekonstruksi, dan yang paling berat adalah sosialisasi kepada masyarakat.

Penduduk yang tinggal di daerah terdampak likuifaksi seperti Petobo dan Balaroa harus pindah. Kita akan jadikan daerah likuifaksi itu Liquefaction Memorial Park.

Apa lokasi relokasinya sudah ditemukan?Sudah ada tanahnya, sekitar 70 hektar. Namun kita harus bicara dulu dengan Badan Geologi dan para pakar. Mereka sekarang sudah ada di lapangan. Daerah relokasinya sekitar 20 kilometer dari Palu.

Lalu apa yang jadi fokus pemerintah saat proses rekonstruksi dan rehabilitasi nanti?Sosialiasi ke masyarakat. Itu sangat penting. Bagaimana kita harus meyakinkan penduduk agar mau pindah ke tempat yang baru dan lebih aman.

Enggak gampang, kita lahir di suatu tempat lalu harus pindah itu enggak gampang. Saya merasakan sendiri. Saya ini enggak punya kampung halaman. Karena rumah Bapak dan Ibu saya dijual. Itu tidak mudah, tercerabut dari tempat kelahiran kampung halaman. Jadi kita harus diskusi dengan masyarakat.

Apakah pemerintah punya strategi atau rencana supaya pembangunan infrastruktur lebih tahan bencana?Sudah. Kita sudah punya peta rentan gempa, kita sudah punya tata ruang detailnya. Mungkin baru sampai tingkat Kabupaten, Kota. Itu sudah ada zonasinya. Tapi memang kita belum disiplin dalam mengikuti tata ruang. Makanya nanti seperti Palu, kita bikin masterplan baru, nanti untuk seluruh Indonesia akan kita sosialisasikan.

Semua sudah ada zonasinya. Namanya micro zonasi untuk pembangunan kewilayahan.

Apa yang harus diperhatikan masyarakat soal tata ruang tahan bencana?Pertama, masyarakat yang ingin bangun infrastruktur itu harus mengikuti zona tata ruang. Harus itu. Mungkin sekarang aturan ini akan lebih diketatkan lagi.

Yang kedua, building code. Building code itu sebuah perangkat aturan mengenai desain, kontruksi dan cara pemeliharaan bangunan yang sesuai dengan karakteristik kawasannya. Itu harus dipatuhi. Itu yang utama yang harus dipatuhi kalau mau membangun permukiman, perumahan yang tahan terhadap bencana.

Daerah mana saja yang memang rawan bencana sehingga harus ditegakkan lagi aturan tersebut?Kita sebetulnya sudah punya peta lama yang memetakan mana daerah yang rawan gempa dan sebagainya. Ini harus diingatkan lagi ke masyarakat. Ini kita sudah punya peta lama soal Sesar Palu Koro, itu semua sudah ada. Cuma sekarang kita harus disiplinkan lagi. Masyarakat harus sadar mereka tinggal di daerah rawan bencana.

Selama ini, bagaimana koordinasi Pusat dan Pemerintah Daerah soal tata ruang?Kalau tata ruang, itu dari pusat yang menentukan. Pusat yang menentukan tata ruang nasional, tata ruang pulau, tata ruang provinsi, kabupaten, kota. Baru detailnya, seperti desain, itu diserahkan ke pemerintah daerah. Detail itu yang setiap lima tahun sekali boleh berubah.

Seberapa penting asuransi bencana?Selama ini pembangunan aset tidak memperhitungkan asuransi. Apabila terjadi bencana semua menjadi beban APBN atau dari bantuan. Di Palu sekolah yang rusak berjumlah 2.000 sekolah dan 60 ribu rumah. Tentunya memerlukan biaya yang besar.

Kita (Indonesia) merupakan daerah rawan bencana, jadi kita harus menyiapkan infrastruktur yang siap mengadopsi kondisi-kondisi di daerah bencana. Risikonya bertambah, bukan untuk menakut-nakuti, akan tetapi bagaimana mitigasi terhadap risiko itu yang harus kita lakukan.
Basuki Hadimuljono: Kami harus relokasi penduduk Palu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-penduduk-palu

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Basuki Hadimuljono: Kami harus relokasi penduduk Palu Melinda Gates dan Sri Mulyani satu suara soal teknologi

- Basuki Hadimuljono: Kami harus relokasi penduduk Palu Indeks modal manusia Indonesia di bawah Vietnam dan Filipina

- Basuki Hadimuljono: Kami harus relokasi penduduk Palu Bupati Rendra tersangka dan kemalangan di Malang Raya

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di