alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Apakah Prabowo memahami makna GINI index dalam pernyataanya?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc01c34947868a3338b4567/apakah-prabowo-memahami-makna-gini-index-dalam-pernyataanya

Apakah Prabowo memahami makna GINI index dalam pernyataanya?

Dalam bukunya di https://dedewijaya.files.wordpress.c...adok-id-ok.pdf

Prabowo mengclaim kalau GINI index kita .49. Artinya 1% orang menguasai 49% kekayaan.



Apakah Prabowo memahami makna GINI index dalam pernyataanya?


Ini kata orang bule



Quote:





Quote:




Nah, kalo toh betul 1% orang di indo menguasai kekayaan. Siapa itu? Pernah dengar keluarga Suharto? Salah satu anggotanya? Ya si Wowo. Jelas adeknya cukong.

Sebetulnya kalo kita lihat definisi GINI index di wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Gini_coefficient

Kita melihat kalau Prabowo jelas ngaco.

Apakah Prabowo memahami makna GINI index dalam pernyataanya?

Lihat gambar diatas.

Misal ada 2 level kepemilikan. u orang memiliki f kekayaan dan sisanya dibagi rata ke sisanya.

Gini indexnya adalah f-u.

Anda tarik garis dari pojok kiri atas segi empat D ke kiri tabrak bidang miring. Panjang garis itu adalah f-u karena segitiga yang besar adalah segitiga sama sisi siku siku. Nah ratio luas segitiga A dibanding segitiga yang lebih besar itu disebut GINI index.

Kalau 20% orang kaya di indo kekayannya sama semua dan menguasai 80% kekayaan kita dan sisanya dibagi rata dengan orang "miskin". GINI index kita .6, itu sudah lebih tinggi dari angka yang dikutip Wowo .49.

Ratio seperti itu normal dalam arti itu ratio pareto. Rata rata negara seperti itu.

Adanya perbedaan kekayaan tidak berarti negara tidak adil, meskipun kalau terlalu besar berarti ada sesuatu yang aneh juga. Yah kita lihat founder gojek dan grab bike. Tentu mereka jauh lebih kaya dari buruh pabrik.

Banyak ketimpangan sosial justru tumbuh dari campur tangan pemerintah yang berlebih. Regulasi berlebih, tidak jelas, dan enforcement yang tidak reasonable membuat banyak pengusaha kecil susah bersaing dengan pengusaha besar. Pengusaha besar justru ingin segala sesuatu di regulasi karena biaya regulasi relative kecil.

Contoh kita ingat kaksus seorang pedagang kecil yang seluruh produknya disita polisi karena surat surat kurang lengkap. Hal hal seperti ini yang menyebabkan kesenjangan sosial. Tentu saja patut diduga polisinya "meres" dan regulasinya memang sengaja dibuat rumit. Sesuatu yang bukan masalah untuk perusahaan besar yang tinggal bayar pengacara untuk membereskan ijin, tapi masalah besar buat pengusaha kecil yang harus memahami aturan itu sendiri.

Import sering kali tidak dibuka sebesar besarnya tetapi perlu ijin rumit. Ini memungkinkan korupsi. Pengusaha besar tinggal nyogok anggota DPR untuk dapat ijin dan tidak harus bersaing dengan pengusaha kecil.



Deregulasi dan kemudahan ijin memungkinkan pengusaha kecil bersaing dengan pengusaha besar. Lihat gojek, uber, dan grab bike. Pengusaha kecil dengan 1 motor saja mampu bersaing dengan bluebird (yang sebetulnya bagus juga).

Dengan tokopedia siapapun yang punya waktu cari barang di aliexpress dan banyak supplier bisa bersaing dengan supermarket maha besar.

Pengusaha kecil dengan satu rumah atau komplex apartment, dengan airbnb mampu bersaing dengan hotel hotel berbintang 10 sekalipun. Makanya di Hong Kong banyak pengusaha besar ingin mempersulit perijinan hotel supaya tidak harus bersaing dengan pengusaha airbnb. Jahat kan?

Orang yang anti kapitalisme itulah yang menyebabkan kesenjangan sosial. Dan golongan yang ngeyel anti kapitalisme selama ini siapa? Ya pendukungnya wowo itu.

Banyak di group pendukung wowo saya dengar mereka mau bangun khilafah dimana hanya ulama yang bisa vote. Kalo sudah gitu GINI index bakal naik atau turun? Ya pasti naik. Segelintir ulama yang mereka bayar bisa merubah kekuasaan di negara kita. Rakyat banyak yang tidak bisa vote lagi kepentingannya jadi kurang terwakili.

Agama juga bisa menaikkan GINI index lho. Itu mengapa Karl Marx nggak suka agama. Soalnya agama membuat rakyat kecil vote kepentingan pemimpin agama mereka yang cenderung lebih kaya. Lihat saja kasus Ahok. Gubernur yang menghemat duit rakyat malah dipenjara. Itu menaikkan GINI index. Makin orang nurut percaya saja kata pemimpin agama mereka tanpa mikir sendiri, makin banyak duit ke cukong yang tinggal bayar ulama atau pendeta yang pro mereka.



Diubah oleh shouphello
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tolong di check lagi. Calon presiden kok tidak tahu definisi GINI index. GINI index .41 TIDAK BERARTI 1 persen orang Indonesia memiliki 41 persen kekayaan.

Seperti yang sudah saya jelaskan. Apabila 61 persen kekayaan dikuasai 20% warga, misalnya, GINI index tetap .41. Misal ada 2 level kekayaan saja, misalnya, maka GINI index tepat .41.

Gini index hanya 1 variable dan tidak secara lengkap memprediksi probability density dari kekayaan/penghasilan/kepemilikan tanah.

https://nasional.kompas.com/read/201...yaan.Indonesia

Saya tidak menyebut Pak Prabowo goblok. Saya menghormati Pak Dhe dan Pak Prabowo. Tetapi kalo definisi GINI index saja tidak tahu, ya bagaimana? Apa saya yang salah paham atau bagaimana? Tolong di check.

Terima kasih.


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di