alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Daftar Proyek Strategis Jokowi yang Kelar hingga Oktober 2018
3.91 stars - based on 11 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc00b0756e6afb4288b4567/daftar-proyek-strategis-jokowi-yang-kelar-hingga-oktober-2018

Daftar Proyek Strategis Jokowi yang Kelar hingga Oktober 2018

Jakarta - Pemerintah terus menggenjot pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini ada sebanyak 223 proyek dan tiga program pemerintah yang masuk dalam daftar PSN.

Mengutip data Komite Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPI) yang diterima detikFinance, Rabu (10/10/2018), selama kuartal III atau hingga Oktober 2018, pemerintah telah menyelesaikan sebanyak dua proyek strategis.

Dua proyek tersebut ialah Kereta Api Prabumulih-Kertapati dan Bendungan Raknamo, NTT. Dengan begitu, bila dihitung sejak tahun 2016 lalu, maka secara total pemerintah telah menyelesaikan sebanyak 32 PSN.

Baca juga: BUMN Teken Kesepakatan Investasi Rp202 T di Pertemuan IMF-WB

"KPPIP sendiri telah menargetkan 10 PSN selesai pada akhir tahun 2018. Bila semua berjalan sesuai target, secara kumulatif terdapat 40 PSN yang akan selesai dalam kurun waktu 2016-2018," tulis data tersebut.

KPPIP menargetkan estimasi pada kuartal ke III tahun 2019, akan ada total 66 PSN akan selesai serta 93 proyek + 2 program mulai beroperasi dengan kondisi seluruh PSN sudah masuk dalam tahap konstruksi.



Dalam catatannya, sebanyak 44 proyek dan 1 program ketenagalistrikan telah mulai beroperasi dan dapat digunakan oleh masyarakat meskipun belum mendapat status selesai. Contohnya Bandara Kertajati, Bendungan Tanju, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Palapa Ring Paket Barat, Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, dan Jalan Tol Bogor Ring Road. Juga Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo dan sebagainya yang bakal selesai 2019 tapi lebaran 2018 telah fungsional atau dapat diakses masyarakat untuk mudik.

Baca juga: Membawa Indonesia Naik Kelas Lewat MRT Jakarta

"Beberapa contoh proyek yang disebutkan adalah contoh proyek yang telah mulai beroperasi dan mulai digunakan untuk kepentingan masyarakat, hanya saja masih ada beberapa bagian/fase/paket/ruas dari proyek tersebut yang belum sepenuhnya selesai pengerjaannya karena bisa jadi sebuah proyek memakan pengerjaan waktu yang cukup lama sehingga KPPIP belum melabeli proyek tersebut selesai," terang KPPIP.

Baca: Dari 10 Bali Baru, Menpar Sebut Mandalika Paling Ngebut

Tercatat juga, hingga akhir 2016 sebanyak 20 proyek strategis nasional telah selesai dengan nilai Rp 33,3 triliun. Kemudian di akhir 2017 ada 10 proyek yang selesai dengan nilai Rp 61,5 triliun. Dengan begitu, total nilai proyek dari 2016 dan 2017 sekitar 94,8 triliun.

Sementara untuk rincian pencapaian hingga saat ini ialah, 2 PSN telah selesai dan 44 proyek dan 1 program ketenagalistrikan akan masuk dalam tahap konstruksi dan mulai beroperasi. Kemudian ada juga 28 proyek konstruksi akan mulai beroperasi di 2018.

Baca: Sirkuit MotoGP di Mandalika Dibangun Akhir Tahun Ini

Kemudian untuk di 2019, ada 49 proyek konstruksi dan akan mulai beroperasi di 2019. Kemudian, ada 41 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi setelah 2019. Selain itu, 6 proyek juga sedang dalam tahap transaksi, dan 53 proyek serta 1 program industri pesawat dalam tahap penyiapan.

Estimasi kebutuhan investasi untuk 223 proyek dan 3 program yang masuk dalam daftar PSN ini diperkirakan mencapai Rp 4.150 triliun. Nilai itu berasal dari APBN Rp 428 triliun, BUMN/D Rp 1.273 triliun, dan swasta Rp 2.449 triliun.

Baca: AIIB Kucurkan Pinjaman 248,4 Juta Dolar AS untuk Pariwisata Mandalika


Berikut rincian 68 PSN yang rampung dan beroperasi di 2019 dengan nilai Rp 260,46 triliun.

Selesai di 2016:

1. Jalan Tol Gempol-Pandaan, Jatim 14km (Rp 1,47 triliun)
2. Bandara Sentani, Jayapura, Papua (Rp 1,47 triliun)
3. Bandara Juwata, Tarakan, Kaltara (Rp 1,39 triliun)
4. Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (Rp 1,67 triliun)
5. Bandara Mutiara, Palu (Rp 1,39 triliun)
6. Bandara Matahora, Wakatobi, Sultra (Rp 662 miliar)
7. Bandara Labuan Bajo, Pulau Komodo, NTT (Rp 662 miliar)
8. Pengembangan Bandara Soekarno Hatta (Termasuk Terminal 3), Banten
(Rp 4,7 triliun)
9. Pelabuhan Kalibaru, DKI Jakarta (Rp 12,0 triliun)
10. Pipa Gas Belawan-Sei Mengkei kapasitas 75 mmscfd, Sumut (Rp 1,21 triliun)
11. PLBN & SP Entikong, Kab. Sanggau, Kalbar (Rp 152 miliar)
12. PLBN & SP Mota'ain, Kab. Belu, NTT (Rp 82 miliar)
13. PLBN & SP Motamassin, Kab. Malaka, NTT (Rp 128 miliar)
14. PLBN & SP Skouw, Kota Jayapura, Papua (Rp 166 miliar)
15. Bendungan Paya Seunara, Kota Sabang, NAD (Rp 57 miliar)
16. Bendungan Rajui, Kab. Pidie, NAD (Rp 138 miliar)
17. Bendungan Jatigede, Kota Sumedang, Jabar (Rp 4,82 triliun)
18. Bendungan Bajulmati, Banyuwangi, Jatim (Rp 454 miliar)
19. Bendungan Nipah, Madura, Jatim (Rp 213 miliar)
20. Bendungan Titab, Kab. Buleleng, Bali (Rp 496 miliar)

Selesai di 2017:

1. Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, Jabar 11km (Rp 1,51 triliun)
2. Jalan Tol Mojokerto-Surabaya, Jatim 36,3km (Rp 4,98 triliun)
3. Jalan Akses Tanjung Priok, DKI Jakarta 16,7km (Rp 6,27 triliun)
4. Bandara Raden Inten II, Lampung (Rp 1,47 triliun)
5. Pengembangan Lapangan Jangkrik dan Jangkrik
North East Wilayah Kerja Muara Bakau, Kaltim (Rp 45,5 triliun)
6. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Nanga Badau, Kab Kapuas Hulu, Kalbar (Rp 154 miliar)
7. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Aruk, Kab Sambas, Kalbar (Rp 131 miliar)
8. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Wini, Kab Timor Tengah Utara, NTT
(Rp 130 miliar)
9. Bendungan Teritip, Kaltim (Rp 262 miliar)
10. Pembangunan Saluran Suplesi Daerah Irigasi Umpu Sistem (Way Besai), Lampung (Rp 1,078 triliun)

Baca juga: Proyek Pemerintah Senilai Rp 94,8 T yang Rampung 2016/2017

Selesai di 2018:

1. Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (21,04km) Rp 7,20 triliun
2. Jalan Tol Bogor Ring Road (11km) Rp 983 miliar
3. Kereta Api Prabumulih-Kertapati (bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera) Rp 1,13 triliun
4. Kereta Api Tebing Tinggi-Kuala Tanjung (mendukung KEK Sei Mangkei, bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera) Rp 750 miliar
5. Bandara Sultan Babullah, Ternate Rp 1,35 triliun
6. Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya Rp 323 miliar
7. Pengembangan Pelabuhan Kupang Rp 223 miliar
8. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Jambo Aye Kanan Rp 240 miliar
9. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Leuwigoong Kabupaten Garut Rp 300 miliar
10. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Gumbasa Rp 159 miliar
11. Pembangunan Smelter Morowali Rp 34,00 triliun
12. Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Talaud Rp 106 miliar
13. Palapa Ring Broadband di 457 Kab/ Kota melalui Pola Non KPBU (Rp -)

Selesai di 2019:

1. Palapa Ring Broadband di 57 Kab/Kota melalui Pola Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (KPBU) Rp 5,84 triliun
2. Pembangunan Smelter Bantaeng Rp 2,22 triliun
3. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Lematang Rp 279 miliar
4. Jalan Tol Manado-Bitung (39km) Rp 5,12 triliun
5.Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (99km) Rp 9,97 triliun
6. Jalan Tol Medan-Binjai (16km)-bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Rp 1,604 triliun
7. Jalan Tol Palembang-Simpang Indralaya (22km)-bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Rp 3,30 triliun
8. Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (140,9km)-bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Rp 16,79 triliun
9. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Lubuk Pakam-Tebing Tinggi (62km) Rp 4,07 triliun
10. Jalan Tol Pejagan-Pemalang (57,5km) Rp 6,84 triliun
11. Jalan Tol Pemalang-Batang (39,2km) Rp 4,08 triliun
12. Jalan Tol Batang-Semarang (75km) Rp 11,05 triliun
13. Jalan Tol Semarang-Solo (72,6km) Rp 7,44 triliun
14. Jalan Tol Solo-Ngawi (90,1km) Rp 11,34 triliun
15. Jalan Tol Ngawi-Kertosono (87km) Rp 3,83 triliun
16. Jalan Tol Kertosono-Mojokerto (40,5km) Rp 5,50 triliun
17. Jalan Tol Gempol-Pasuruan (34,2km) Rp 2,76 triliun
18. Jalan Tol Kunciran-Serpong (11,2km) Rp 3,48 triliun
19. Pembangunan Fly Over Dari dan Menuju Terminal Teluk Lamong (2,4km) Rp 900 miliar
20. Kereta Api Akses Bandara Adi Soemarmo Rp 925 miliar
21. Bandara Syamsuddin Noor Rp 2,31 triliun
22. Bandara Kertajati Rp 4,91 triliun
23. Pengembangan Bandara Ahmad Yani, Semarang Rp 2,18 triliun
24. Pelabuhan KEK Maloy Rp 204 miliar
25. Makassar New Port Rp 1,89 triliun

sumber https://finance.detik.com/infrastruk...a-oktober-2018


Ini Daftar 223 Proyek Strategis Nasional

Sebanyak 225 proyek masuk daftar Proyek Strategis Nasional, di antaranya:

1. Proyek pembangunan infrastruktur jalan tol
2. Proyek jalan nasional atau strategis nasional non-tol
3. Proyek sarana dan prasarana transportasi dan kereta api antarkota
4. Proyek kereta api dalam kota
5. Proyek revitalisasi bandara
6. Pembangunan bandara baru
7. Proyek pembangunan bandara strategis lain
8. Pembangunan pelabuhan baru dan pengembangan kapasitas
9. Program satu juta rumah
10. Pembangunan kilang minyak
11. Proyek pipa gas atau terminal LPG
12. Proyek energi asal sampah
13. Proyek penyediaan infrastruktur air minum
14. Proyek penyediaan sistem air limbah komunal
15. Pembangunan tanggul penahan banjir
16. Proyek pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) dan sarana penunjang
17. Proyek bendungan
18. Program peningkatan jangkauan broadband
19. Proyek infrastruktur IPTEK strategis lainnya
20. Pembangunan kawasan industri prioritas atau kawasan ekonomi khusus
21. Proyek pariwisata
22. Proyek pembangunan smelter
23. Proyek pertanian dan kelautan

Di luar proyek tersebut, pemerintah juga memasukkan program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Daftar proyek itu merujuk pada daftar proyek pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi yang diatur dalam Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

progres

Konektivitas

Terkait konektivitas, Kementerian PUPR setiap tahunnya melakukan pemeliharaan rutin dan rehabilitasi jalan nasional sepanjang 40 ribu kilometer. Seperti pembangunan jalan baru 2015-2017 sepanjang 2.621 km, yang terus bertambah pada 2018 sepanjang 811 km dan 2019 sepanjang 556 km. Jumlah ini melampaui target Renstra Kementerian PUPR 2015-2019 sepanjang 2.650 Km.

Pembangunan Jalan tol 2015-Juli 2018, tambahan panjang tol yang telah dioperasikan adalah 443 km, dengan rincian pada akhir 2015 sepanjang 132 km, 2016 sepanjang 44 km, 2017 sepanjang 156 km, dan hingga 15 Juli 2018 telah mencapai 110 km.
Baca: Agustus 2018, Salah satu pembangkit terbesar proyek 35.000 MW senilai Rp 6,1 T mulai beroperasi

Bendungan

Di sektor infrastruktur sumber daya air, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan pada tahun 2015-2019. Hingga Agustus 2018, 9 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan telah rampung dan beroperasi. Pada 2019, ditargetkan 29 bendungan akan selesai dengan kapasitas tampung 2,16 miliar m3 dan akan menambah luas irigasi yang mendapat air dari bendungan (irigasi premium) dari 10,7 persen menjadi 14,28 persen dari luas jaringan irigasi Indonesia seluas 7,1 juta hektare.

Program Satu Juta Rumah

Terkait Program Satu Juta Rumah, pembangunan rumah oleh Pemerintah Pusat dan Daerah, para pengembang perumahan, dana sosial perusahaan pada periode 2015-2017 sebanyak 2.469.538 unit dengan rincian tahun 2015 sebanyak 699.769 unit, tahun 2016 sebanyak 867.950 unit, tahun 2017 sebanyak 902.000 unit. Tahun 2018 ditargetkan bisa dibangun 1 juta unit baru.

Infrastruktur dasar seperti air minum, sanitasi dan penataan kawasan kumuh, Kementerian PUPR bersama stakeholeder lainnya berupaya mencapai target 100-0-100, yakni 100 persen akses aman air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi layak pada 2019.

Untuk pemenuhan kebutuhan air minum, perkiraan capaian dari tahun 2015-2018 sebesar 20.438 liter per detik dari target hingga 2019 sebesar 34.319 liter per detik dan penanganan kawasan kumuh 13.556 hektare dari target 38.431 hektare.Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur sanitasi dan persampahan telah bisa melayani tambahan 9.616.334 Kepala Keluarga (KK) dari target hingga 2019 sebesar 12.163.334 KK.

https://www.liputan6.com/bisnis/read...-di-era-jokowi

20.000 MW Pembangkit Listrik Beroperasi 2019

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan pelaksanaan proyek ketenagalistrikan 35.000 megawatt (MW) masih sesuai target yang telah ditetapkan. Sekitar 20.000 MW akan beroperasi pada 2019, selebihnya pada 2024-2025.

Hingga 1 Februari 2018, tercatat pembangkit listik yang telah beroperasi adalah sebesar 1.362 MW dan yang sedang tahap konstruksi sebesar 17.116 MW dengan progres mencapai 50%.

"Yang dalam tahap konstruksi tetap berjalan. Tidak ada masalah," kata Jonan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Jonan meyakini 20.000 MW pembangkit yang akan beroperasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sedangkan sisanya akan beroperasi di 2024-2025 mendatang.

"Tambahan kapasitas sebesar itu sudah cukup untuk menjawab peningkatan kebutuhan listrik di tahun 2019," ucap Jonan.

Asal mula target 35.000 MW di 2019 dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional di atas 7%. Padahal realisasi pertumbuhan ekonomi beberapa tahun terakhir dan beberapa tahun ke depan diperkirakan sekitar 5%, sehingga peningkatan tambahan kebutuhan listrik hingga tahun 2019 sekitar 20.000 MW.

https://finance.detik.com/energi/d-3...eroperasi-2019
Diubah oleh ikardus
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
semua nya terbuat dari kardus
Ngapain ada pembangunan nanti kena gempa dan tsunami hancur juga

(kampret logic)
wah g ada program sanitasi nasional ya ?

WC umum dan pengelolaannya , hanya di daerah kumuh aja

contoh dehh ,

sudah berapa lama tuh septitank nggak di sedot di rumah masing masing ??

hahaha
Diubah oleh ksatriabajaputi
kan enak nyebut apa prestasinya, bukan naklukin gunung everest yg oot namanya....
Quote:


ada gan. didaftar proyek strategis nasional no #14
Balasan post suralia
ohh , sudah termasuk sedot tinja per wilayah ya ??

ok ok . ane pikir limbah komunal hanya untuk limbah pabrik aja

yg mangkrak gak disebutin, jaman beye disebutin loh
Quote:


limbah komunal = limbah warga.

kalo mnrt ane, pembangunan septik tank yg terpadu. bisa jd nanti nyambungnya bt energi yg terbarukan.
Quote:


mangkrak itu beda dg tertunda gan.
Moga2 jd tepat waktu biar bisa cekrek2 emoticon-Big Grin
Balasan post suralia
Quote:


Klo sdh beda pemerintahaan disebut mangkrak.. kalo msh dalam kendali pemerintah disebut tertunda emoticon-Ngakak (S)
Quote:


ya liat aja nanti kedepan, diterusin ga? dg catatan yg megang masih org yg sama ya. kalo orgnya beda pasti beda lg ceritanya. contohnya, rptra kalijodo yg terbengkalai. pdhal udah jd d serius/bagus bikinnya. sekarang liat ditangan anis? pdhal tgl dirawat doang. ngerawatpun anis ogah.... apalg yg belum kelar....itu yg nantinya ente ngakak sambil bilang mangkrak - maunya gitu kan?
kalo yg sby bikin, kondisi tanahnya ga bs diterusin (herannya kenapa dibikin?). kalo ngga pasti bakal diterusin krn mubazir bangunan segede itu cuman bt tpt jajal nyali doang. mending jadiin sarang burung walet kalo ane mah..
Diubah oleh suralia
Yg proyek Rel kereta d Sulawesi masuk ga gan?
lanjutkan
Quote:
Sirkuit motoGP kpn itu kelarnya..keren jg tuh di lombok..
itu semua proyek kira2 bisa bertahan brp lama dan gmn dgn kualitasnya? emoticon-Takut (S)
Quote:


Too good to be true punya sirkuit motogpemoticon-Big Grin
Balasan post suralia
Quote:


Mksd lu hambalang ?
https://m.detik.com/news/berita/3176...-mm-tiap-tahun
nasbung ga bakal mau masuk trid beginian...

alerginya kumat, maklum orang govlogemoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di