alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kritikan ekonomi kebodohan justru tunjukkan "kebodohan" berkampanye
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc0053960e24b9a428b4572/kritikan-ekonomi-kebodohan-justru-tunjukkan-quotkebodohanquot-berkampanye

Kritikan ekonomi kebodohan justru tunjukkan "kebodohan" berkampanye

Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan kritikan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bahwa sistem perekonomian yang diterapkan Indonesia saat ini sama dengan ekonomi kebodohan justru menunjukkan "kebodohan" berkampanye.

"Inilah contoh dari kebodohan itu sendiri. Capres negarawan seharusnya menyampaikan narasi positif untuk Indonesia Raya, bukan malah merendahkan martabat bangsa dan rakyatnya sendiri, dengan membodoh-bodohkan ekonomi bangsanya," kata Hasto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, evaluasi kritis bahkan cenderung otopis yang dituduhkan oleh Prabowo bahwa sistem ekonomi Indonesia saat ini melebihi neo-liberal dan dikatakan ekonomi kebodohan hanyalah klaim sepihak tanpa dasar.

Hasto juga menilai calon Presiden nomor urut 02 ini seharusnya paham bahwa saat orde baru ekonomi kekuasaan ditopang oleh sistem otoriter.

"Dalam sistem itu mereka yang kritis dipenjara, bahkan diculik dan terkadang dimusnahkan. Ketika terjadi krisis, kedaulatan negara digadaikan melalui Letter of Intent IMF, dan Pak Prabowo memahami hal ini dan segala akibatnya tidak bisa cuci tangan," katanya.

Bahkan Hasto menyatakan pihaknya akan siap berdebat sekiranya yang disampaikan adalah konsepsi ekonomi Indonesia yang sesuai konstitusi yang selama ini terus diperjuangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Hasto Kristiyanto mengatakan tindakan pemerintahan Presiden Joko Widodo membangun infrastruktur secara masif bukanlah kebodohan. Ia mengatakan berbagai program pemerintah merupakan kebijakan ekonomi yang mencerdaskan bangsa.

Hasto menyebut program-program pemerintah lainnya, yakni jaminan sistem kesehatan nasional, sertifikasi tanah rakyat, program kerakyatan melalui Kartu Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar. Pengambilalihan Freeport, Blok Rokan, dan Blok Mahakam, dan berbagai prestasi lainnya.

"Bagi kami, banteng-banteng PDI Perjuangan, konsepsi ekonomi Pak Jokowi justru mencerdaskan bangsa. Hanya orang-orang yang tertutup mata hatinya yang melihat segala sesuatu dari perspektif negatif," kata Hasto.

Hal ini diungkapkan Hasto menanggapi pidato Prabowo saat Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyebut sistem perekonomian saat ini bukan lagi ekonomi ala neoliberal, tetapi lebih parah dari pada itu.

"Ini menurut saya bukan ekonomi neolib lagi, ini lebih parah dari neolib. Ini menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," kata Prabowo.

Prabowo juga menganggap konsep neoliberal baik saat Indonesia masih di bawah payung rezim Orde Baru atau saat dirinya masih menjadi tentara.

"Lihat saja yang kaya sedikit dulu, nanti lama-lama akan menetes ke bawah kekayaan itu. Trickle down katanya. Ternyata yang kaya tambah kaya. Enggak trickle trickle. Netesnya netes tik tik tik. Tidak turun," kata Prabowo.


sumber https://www.antaranews.com/berita/75...an-berkampanye
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Baka na ijo
Pidato wowo elit bodoh saya elit jadi wowo? emoticon-Big Grin
Bukannya adu program
malah adu bacot
Jenderal bodoh yang tertipu nenek nenek Kritikan ekonomi kebodohan justru tunjukkan "kebodohan" berkampanye
Ngelempar sembako dari mobil
Dan tebak-tebakan nama ikan berhadiah sepeda itulah kebodohan tunjukan "kebodohan" dalam berkampanye

Ane bikin judul baru ya

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Di belakang kementrian2 itu ada staff ahli, ada akademisi2 dan peneliti2.
Prabowo punya tim seolah2 lebih hebat dari mereka semua
Publik diuji emosinya setiap hari wkwkwk

.

Di skak mat tuh statementnya wowo sama hasto
Balasan post gembalaonta212
Quote:


Sesama orang bodoh pernah ketipu mending salaman aja deh
01 pernah ketipu plagiator yang nyontek karya orang sampe diundang ke Istana diajak selfie makan2
02 pernah ketipu nenek2 rempong caper bikin hoax
Sesama goblok pernah ketipu salaman aja ya
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2


emoticon-Peace
Ekonomi kebodohan itu saat indonesia di pimpin mertuanya. Rakyat di didik malas dgn subsidi hasil hutang
Quote:


Lapor polisi sono Kritikan ekonomi kebodohan justru tunjukkan "kebodohan" berkampanye
sebenarnya banyak orang pinter dipemerintahan,yg buat ekonomi semakin jelas,Krn arahan dari atasan yg ga jelas,bingung,akhirnya miskomunikasi,spt kenaikan harga bbm,
Ekonomi kebodohan... ? Macam bahasanya vicky prasetyo aja lau wok... emoticon-Leh Uga
Quote:


iya sama2 ketipu....hayo ngopi bareng emoticon-Leh Uga
Balasan post selldomba
Quote:


Jendral dungu ketifu tiga kali

Kritikan ekonomi kebodohan justru tunjukkan "kebodohan" berkampanye

emoticon-Big Grin
"Dalam sistem itu mereka yang kritis dipenjara, bahkan diculik dan terkadang dimusnahkan. Ketika terjadi krisis, kedaulatan negara digadaikan melalui Letter of Intent IMF, dan Pak Prabowo memahami hal ini dan segala akibatnya tidak bisa cuci tangan," katanya.



anggap saja prabowo amnesia...
anak 2000 mana tau hal kek ginian...
.
Quote:
Quote:


Jadi gak sabar inih kapan sih debat capres perdana? Harusnya kpu bikin debat capres rutin minimal 1 bulan sekali mulai skrg nih. Nanti semakin dekat pilpres bikin debat 2-3x sebulan. Biar gak jadi bacot liar kyk gini.

Atau bikin acara semacam ILC satu episode khusus utk masing2 capres bwt menjelaskan visi misinya. 2-3 jam full tanpa ada debat. Itu malah sy suka.
Bowo paling gampang bilang bodoh... padahal dia ndiri dungu mudah ditipu..
Kritik terus tanpa solusi. Males denger capres bocor.
Yang bikin kesenjangan parah ya jaman Orba korupsi habis2an. Solusinya sekarang apa?
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di