alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Terlalu Prematur, Sandiaga Uno Disebut Lebih Populer dibandingkan Ma'ruf Amin
3.86 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbfd4f6d44f9f0d358b4567/terlalu-prematur--sandiaga-uno-disebut-lebih-populer-dibandingkan-maruf-amin

Terlalu Prematur, Sandiaga Uno Disebut Lebih Populer dibandingkan Ma'ruf Amin

Terlalu Prematur, Sandiaga Uno Disebut Lebih Populer dibandingkan Ma'ruf Amin

Belakangan ini sebagian orang meyakini bahwa cawapres Sandiaga Uno merupakan sosok yang lebih dikenal dan populer di masyarakat dibandingkan lawannya, KH. Ma'ruf Amin. Meski demikian, itu bukan jawaban final, mengingat masa kampanye masih panjang.

Cawapres Sandiaga Uno dikatakan lebih unggul dibandingkan Ma'ruf Amin, sebab mantan Ketua MUI itu belum melakukan safari politik ke daerah-daerah. Sehingga sangat wajar bila Sandiaga saat ini lebih dikenal masyarakat.

Apalagi, mantan Wagub DKI Jakarta itu telah memulai safari ke daerah-daerah saat masa kampanye belum dimulai. Artinya, dia sudah curi start untuk berkampanye dengan turun ke masyarakat, dimana tindakan itu sebenarnya tidak menaati aturan resmi KPU.

Meski demikian, menurut survei Indikator Politik Indonesia, jarak popularitas Sandiaga dan Ma'ruf Amin sangat tipis, sekitar 3 persen saja. Selisih itu kemungkinan besar akan disalip oleh KH. Ma'ruf Amin ketika sudah mulai terjun ke lapangan.

Apabila Rais 'Aam PBNU itu semakin sering melakukan safari politik, maka dipastikan akan meningkatkan popularitasnya. Tim kampanye Jokowi-Ma’ruf saat ini sudah menyusun agenda untuk turun ke masyarakat, dan hal itu akan mampu mengungguli elektabilitas Sandiaga Uno di hari pemilihan.

Dalam beberapa kesempatan mengunjungi masyarakat di berbagai daeerah, Sandiaga Uno kerap melakukan kampanye dengan cara yang sedikit 'norak'. Ia memulai pencitraan dengan memanfaatkan isu ekonomi dan memberikan janji palsu tentang perbaikan ekonomi.

Sebenarnya bila diamati, banyak pernyataan Sandiaga Uno soal perekonomian yang meleset dari kenyataan di lapangan. Misalnya, dia menyebutkan tempe saat ini setipis atm, belanja 100 ribu rupiah hanya dapat beberapa barang kebutuhan pokok, dan lain sebagainya.

Pernyataan itu, akhirnya banyak dibantah sendiri oleh masyarakat. Ibu-ibu telah membantah bahwa tempe saat ini setipis atm. Faktanya ketika berkunjung ke Pasar Tradisional Tanjung Jember, Jawa Timur, dia justru mendapati tempe berukuran besar.

Selain itu, kampanye Sandiaga juga kerap menginggung-nyinggung soal isu SARA. Kehadiran Sandiaga Uno dalam acara Tabligh Akbar di Monas adalh salah satu usahanya menarik simpati umat Islam dan mulai memainkan isu SARA,

Ketika itu, Gatot Nurmantyo disebut sebagai Jenderal Umat Islam. Pemanggilan istilah tersebut jelas sangat politis karena tidak ada istilah tersebut. Sedangkan Sandiaga Uno yang tak pernah belajar agama Islam secara formal tiba-tiba dipanggil Ustadz.

Masa kampanye harus diwaspadai masyarakat dengan tanda banyaknya informasi yang dipelintir. Kita harus mampu berpikir secara jernih dan obyektif agar tidak mudah tergiring dalam pengalihan wacana.

sumur: kumparan
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Lebih muda dan fresh juga sih
ahg gituh ajah sesnsi
ngambing terus emoticon-thumbsup
Terlalu Prematur, Sandiaga Uno Disebut Lebih Populer dibandingkan Ma'ruf Amin
Diubah oleh kasbos
wowok bilangnya gk butuh dukungan ulama, nyatanya wak doyok sibuk safari pesantren ngemis dukungan kyai & ulama emoticon-Wkwkwk
Terlalu Prematur, Sandiaga Uno Disebut Lebih Populer dibandingkan Ma'ruf Amin
Diubah oleh cipokan.yuk
ya jelaslah mesin politiknya kenceng.. sandi banyak duit dan ga pelit keluarin duit buat dana kampanye, apalagi prabowo juga pengusaha. itupun mereka juga cerdas menghimbau tiap2 para pendukung nyumbang minimal 20rb buat dana kampanye

lah jokowi??? ga jelas punya duit apa kaga, apalagi ma'ruf amin??? kalaupun punya duit juga kaga bakalan mau dikeluarin buat modal kampanye

jelas kan???
sudah tua kemaruk jabatan
Balasan post Juvenjingk
Quote:


Saingan Ema ema emoticon-Cool

Terlalu Prematur, Sandiaga Uno Disebut Lebih Populer dibandingkan Ma'ruf Amin
Terlalu Prematur, Sandiaga Uno Disebut Lebih Populer dibandingkan Ma'ruf Amin
Balasan post Juvenjingk
Ngoahaha

Orang ini emang pengen sering dibahas
Biar namanya naik
Balasan post cipokan.yuk
Quote:


Coba kasih link videonya die ngomong gitu, saya bukan tipe orang yang suka Telen berita mentah2 emoticon-Imlek
Emang bener tempeh sdh tipis, tp jgn dibanding dg ATM, bilang sj Tempeh setipis sandal jepit....
Quote:


Terlalu Prematur, Sandiaga Uno Disebut Lebih Populer dibandingkan Ma'ruf Amin
Populer kalo gak dicoblos buat apa ? Prabowo juga populer tapi 2014 kalah juga toh emoticon-Traveller
Quote:


Betul orang kaya duit unlimited, cm kurang sedikit sj...pemilu lalu nasib blm beruntung..... Mungkin th depan kalo nasib lg mujur bisa keangkut jd presiden.

ini sandi ipnya tinggi loh... gak <2
Kan pernah doi nantang renang pada MA...
Nah kalau belum bunyi aba2 start, jika doi duluan start nyemplung masuk kolam renang langsung didiskualifikasi, di-out-kan, gak boleh ikut lagi start ulang. Kalah DO gara2 curi start tuh

Cawapres 2-2nya sesama ulama emoticon-Malu


Terlalu Prematur, Sandiaga Uno Disebut Lebih Populer dibandingkan Ma'ruf Amin
Diubah oleh qavir
Kenyataan memang pahit
Quote:
Quote:


Jendral yg katanya kekar gagah kalah ama tukang kayu krempengemoticon-Leh Uga
Pak yai terkenal kok di kalangan santri. Terutama santri pondok-pondok NU, cuma buat masyarakat perkotaan sandi lebih populer. Bahkan dengan dibully nya dia dan sering banget dijadiin meme, malah bikin naik nama dia. Sebenernya sandi pake strategi yang sama kayak pakde Wiwi. Sengaja menjadikan dirinya sebagai bahan perbincangan dengan tingkah konyol nya. Cuma bedanya di muka aja sih. Pakde Wiwi mau dibuat semilenial mungkin masih kalah sama sandi cuma diem garuk-garuk pala emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di