alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Health /
Memahami, Mencegah, dan Mengobati Penyakit Jantung Bawaan Pada Bayi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbfbe9f9e7404e4328b4567/memahami-mencegah-dan-mengobati-penyakit-jantung-bawaan-pada-bayi

Memahami, Mencegah, dan Mengobati Penyakit Jantung Bawaan Pada Bayi

Source : Ir. Hassan Harahap - Director RS GR Setra Canon Medicinae Indonesia

Yuk disimak pemahaman tentang penyakit jantung pada bayi, siapa tau anda atau orang sekitar anda membutuhkan emoticon-Smilie 

Penyakit jantung bawaan memang dapat bertahan hingga dewasa, tetapi biasanya muncul ketika kita dilahirkan. Penyakit yang disebabkan oleh masalah perkembangan dengan struktur serta fungsi jantung yang terlalu awal, biasanya akan mengganggu aliran darah melalui jantung dan mengganggu pernapasan. Dengan pengobatan saat ini yang lebih canggih serta tindak lanjut yang tepat, banyak bayi yang hampir meninggal akibat penyakit jantung bawaan mampu bertahan hidup hingga dewasa.


Penyakit jantung bawaan ini disebabkan oleh cacat jantung bawaan. Sering kali, kedua istilah ini digunakan secara bergantian. Bahkan, hal ini merupakan peristiwa yang biasa terjadi pada semua bayi dengan cacat lahir. Walaupun dokter kadang kala tidak mengetahui penyebab kelainan jantung, diduga penyebabnya yaitu:

·       Genetika: cacat yang diwariskan dalam keluarga
·       Obat-obatan: beberapa obat yang diambil selama kehamilan dapat meningkatkan risiko, seperti obat anti-kejang
·       Alkohol atau penyalahgunaan narkoba selama kehamilan
·       Infeksi: jika ibu terkena infeksi virus pada trimester pertama, hal ini dapat meningkatkan risiko anak lahir dengan cacat jantung
·       Diabetes: dapat mempengaruhi perkembangan anak. Diabetes gestasional sejauh ini belum dikaitkan dengan penyakit jantung kongestif
Meskipun terdapat berbagai jenis cacat jantung bawaan, terdapat tiga kategori utama, yaitu:
·       Cacat katup jantung. Katup di dalam jantung yang mengarahkan aliran darah dapat menutup atau mengalami kebocoran sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan benar.
·       Cacat dinding jantung. Dinding yang terdapat di antara ruang kiri dan kanan serta atas dan bawah di dalam jantung tidak berkembang dengan benar, sehingga darah mengalir kembali ke dalam jantung atau mengalir ke tempat yang tidak seharusnya. Cacat ini membuat jantung harus bekerja ekstra dan dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi.
·       Cacat pembuluh darah. Arteri dan vena tidak berfungsi dengan benar yang mengakibatkan aliran darah terhalang atau menjadi lamban.

Banyak dokter yang mengklasifikasikan kelainan jantung kongestif ke dalam dua jenis: yang disebabkan oleh rendahnya tingkat oksigen dan yang tidak. Bayi yang menderita sesak napas atau jika kulitnya berubah warna kebiru-biruan, artinya bayi tidak mendapatkan cukup darah karena jantung tidak memompa sebagaimana mestinya. Ini disebut “penyakit jantung sianotik”. Bayi yang memperoleh cukup oksigen namun kemudian menderita tekanan darah tinggi atau tanda-tanda jantung bekerja terlalu keras artinya bayi memiliki “penyakit jantung asianotik”.

Apa Saja Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan?


Cacat jantung bawaan dapat terdeteksi dengan USG selama kehamilan. Ketika dokter mendengar murmur jantung (jantung berdebar) misalnya, dokter selanjutnya akan melakukan penelitian lebih lanjut melalui tes seperti ekokardiogram, sinar X dada, atau MRI. Jika hasil diagnosis telah keluar, dokter mempunyai spesialis yang tepat saat melahirkan. Gejala awal cacat jantung bawaan meliputi:

·       Kebiruan pada bibir, kulit, jari, dan jari kaki
·       Sesak napas atau kesulitan bernapas
·       Tidak nafsu makan (bayi tampak tidak tertarik untuk meminum ASI)
·       Berat lahir kecil
·       Kadar oksigen rendah atau pingsan
·       Sakit dada
·       Terhambatnya pertumbuhan

Kadang kala, terutama pada bayi dengan penyakit jantung asianotik yang mendapatkan cukup oksigen, gejala tidak muncul hingga beberapa tahun kemudian. Dalam hal ini, gejala meliputi :

·       Irama jantung abnormal
·       Pusing
·       Kesulitan bernapas
·       Pingsan
·       Pembengkakan pada organ atau jaringan tubuh
·       Kadar oksigen rendah
·       Mudah lelah

Bagaimana Mengobati Penyakit Jantung Bawaan?


Pengobatan untuk cacat jantung bawaan tergantung pada jenis serta tingkat keparahannya. Beberapa bayi memiliki cacat jantung ringan yang sembuh sendiri seiring dengan waktu. Beberapa bayi mungkin perlu menjalani pengobatan. Bayi lainnya mungkin harus menjalani operasi jantung. Termasuk prosedur kateter, operasi jantung terbuka atau transplantasi jantung (untuk kasus yang sangat parah).

Penyakit Jantung Kongestif Pada Orang Dewasa


Tergantung pada cacatnya, diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan segera pasca kelahiran, selama masa kanak-kanak, atau hingga usia sebelum dewasa. Beberapa jenis cacat tidak menunjukkan gejala sampai si pasien tumbuh dewasa, dan sebab itulah tidak diobati sesegera mungkin. Dalam kasus ini, gejala cacat jantung bawaan yang baru ditemukan mencakup:

·       Sesak napas
·       Sakit dada
·       Berkurangnya kemampuan berolahraga (kelelahan di awal)

Layaknya pengobatan pada anak-anak, pengobatan untuk orang dewasa bervariasi mulai dari pemantauan hingga pengobatan serta operasi. Cacat yang sudah dipulihkan pada saat kecil dapat kambuh lagi saat dewasa. Perbaikan sudah tidak efektif lagi atau mungkin cacat menjadi lebih buruk seiring waktu. Jaringan parut yang berkembang di sekitar area perbaikan akan menyebabkan masalah seperti aritmia. Kadang-kadang, cacat “ringan” pada masa kanak-kanak yang tidak membutuhkan pengobatan bisa menjadi semakin buruk di kemudian hari.
Terlepas dari situasi tersebut, mereka yang memiliki penyakit bawaan harus rutin menemui ahli jantung untuk memperoleh perawatan lanjutan. Pengobatan untuk penyakit jantung bawaan bukanlah obat. Metode ini hanya memperbaiki kondisi jantung untuk membantu pasien hidup normal. Risiko komplikasi seperti tekanan darah dalam paru-paru yang begitu tinggi, infeksi jantung, stroke, gagal jantung justru lebih tinggi pada individu yang memiliki kelainan jantung kongestif, sehingga hal terbaik yang dapat dilakukan ialah dengan secara rutin mengunjungi dokter berpengalaman dalam penyakit jantung.

Bagaimana Cara Mencegah Bayi Saya Dari Penyakit Jantung Kongestif?


Wanita hamil dapat melakukan beberapa tindakan untuk menurunkan risiko bayi lahir dengan cacat jantung kongestif:
·       Jika Anda berencana hamil, bicarakan dengan dokter mengenai obat-obatan yang Anda gunakan.
·       Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang selama kehamilan.
·       Jika Anda memiliki diabetes, pastikan kadar gula darah Anda terkontrol sebelum hamil dan mintalah bantuan dokter untuk mengatasi penyakit ini saat hamil.
·       Jika Anda tidak mendapatkan vaksin virus rubella (campak Jerman), hindari terkena paparan virus ini dan bicarakan dengan dokter mengenai pilihan pencegahan.

SEMOGA BERMANFAAT GANemoticon-Cipok

JANGAN  LUPA CENDOLKAN AKU YAAAAemoticon-Ngacir2emoticon-Cipok
Urutan Terlama
UP UPemoticon-Wowemoticon-Wow
nice trit gan moga bermanfaat ya
Balasan Post dhede23
makasih gan, mohon bimbingannya suhu emoticon-Smilie
Quote:


siap gan ane akan selalu bimbing ente
Balasan Post dhede23
bimbing pamungkas apa buah bimbing suhu emoticon-Big Grin


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di