alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Vonis Mati untuk Google Plus, Proyek Mercusuar Google Sejak 2011
4.75 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbf6be11a9975d64c8b4570/vonis-mati-untuk-google-plus-proyek-mercusuar-google-sejak-2011

Vonis Mati untuk Google Plus, Proyek Mercusuar Google Sejak 2011

Vonis Mati untuk Google Plus, Proyek Mercusuar Google Sejak 2011

Google akan segera mematikan layanan Google Plus menyusul rendahnya jumlah pengguna dan skandal kebocoran data.


tirto.id - Pepatah lama "Tidak semua niat baik berakhir baik" rupanya cocok untuk Google Plus. Akibat skandal kebocoran data, panggung media sosial yang digadang-gadang menyaingi Facebook itu diumumkan akan segera tutup usia.

Eksistensi Google Plus selama ini memang seperti hidup segan namun mati tak mau. Ia ada, tapi isinya bagai kota hantu. Hampir tak ada orang yang menggunakannya lagi.

Pada Senin (8/10/2018), laman blog resmi Google menyatakan mengumumkan akan menutup layanan ini dalam 10 bulan ke depan. Sayangnya, penutupan Google Plus diiringi skandal kebocoran data pengguna.

Vonis Mati untuk Google Plus, Proyek Mercusuar Google Sejak 2011

Google membuka pengumuman tersebut dengan statistik yang menyedihkan.


Mereka mengatakan, versi konsumen Google Plus memiliki tingkat penggunaan dan keterlibatan pengguna yang rendah; 90 persen sesi penggunaan Google Plus hanya berlangsung kurang dari lima detik. Durasi yang bahkan jauh lebih cepat daripada proses memasak mi instan atau membuat secangkir kopi.

Pengumuman tersebut juga menyebutkan bahwa sebuah bug telah ditemukan pada People API (Application Programing Interface) yang melekat pada aplikasi Google Plus. Bug ini membuat pihak ketiga dapat mengakses data pengguna meski lingkupnya masih terbatas nama, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin, dan usia.

Setelah analisis yang cukup menyeluruh, Google mengonfirmasi bahwa sekitar 500.000 akun Google Plus berpotensi terdampak bug. Diperkirakan juga bahwa API tersebut telah digunakan oleh lebih dari 438 aplikasi. Namun, Google berusaha meyakinkan pengguna bahwa data pribadi mereka tak jatuh ke tangan yang salah.

“Kami tidak menemukan bukti bahwa ada pengembang yang mengetahui bug ini atau menyalahgunakan API, dan kami tidak menemukan bukti bahwa ada data dari laman Profile yang disalahgunakan,” tulis Vice President of Engineering Google Ben Smith dalam keterangan resmi itu.

Pengguna masih bisa mengakses Google Plus hingga Agustus 2019. Google sengaja memberi tenggat 10 bulan agar pengguna bisa mengunduh dan memindahkan data pribadi mereka.

Meski demikian, versi enterprise Google Plus masih dapat digunakan. Google sendiri menyatakan akan fokus pada versi enterprise Google Plus untuk tahun-tahun mendatang.

Google: Sang Pelanggar Privasi?

Raksasa internet ini menemukan bug tersebut dan memperbaikinya pada Maret 2018. Artinya, sudah cukup lama potensi kebocoran data Google Plus dirahasiakan oleh Google dari amatan publik.

Menurut laporan Wall Street Journal, langkah itu diam-diam diambil karena Google takut potensi kebocoran data tersebut diendus oleh pengawas regulasi. Jika ketahuan, reputasi Google dipertaruhkan. Alasan itu dituangkan dalam sebuah memo yang beredar di lingkaran eksekutif senior Google.

Orang dalam perusahaan juga menyebutkan bahwa sebelumnya CEO Google Sundar Pichai telah mendapat pengarahan untuk tidak mengumumkan masalah ini kepada pengguna Google Plus.

Pada Maret lalu, tepat ketika Google menemukan bug tersebut, skandal privasi Facebook yang melibatkan Cambridge Analytica tengah ramai dibicarakan orang.

Dalam keterangan resminya, Google mengatakan bahwa mereka punya beberapa pertimbangan sebelum memutuskan untuk memberitahu pengguna akan insiden terkait data pribadi.

“Jawatan Privasi & Perlindungan Data kami meninjau masalah ini, melihat jenis data yang terdampak, mempelajari apakah kami dapat mengidentifikasi pengguna secara akurat untuk memberitahukan masalah ini, adakah bukti penyalahgunaan data, dan mempertimbangkan tindakan yang dapat diambil oleh pengembang atau pengguna sebagai tanggapan,” jelas Ben Smith.

Alasan-alasan itulah yang kemudian dijadikan dasar oleh Google untuk tidak segera memberitahu pengguna tentang risiko kebocoran data.

Bukan sekali ini saja Google bermasalah dengan privasi. Pada April 2018, sebuah koalisi yang terdiri dari gabungan 23 kelompok perlindungan privasi dan hak konsumen serta advokasi anak mengajukan komplain ke Komisi Perdagangan Federal AS. Dilaporkan oleh Guardian, mereka menduga YouTube, anak perusahaan Google, telah mengumpulkan data dari pengguna anak-anak usia di bawah 13 tahun.

Pada Juli lalu, Wall Street Journal menemukan fakta bahwa karyawan sejumlah perusahaan pengembang pihak ketiga bahkan dapat mengakses Gmail, layanan surat elektronik Google.

Agustus tahun ini, Associated Press melaporkan bahwa Google mengumpulkan data lokasi dari pengguna Android meskipun mereka telah mematikan fitur location history pada gawai digital mereka.

Model bisnis Google yang berpusat pada data untuk meraup pendapatan dari iklan telah banyak dikritik.

“Mereka membangun informasi iklan dari data,” kata Peter Lenz, analis geospasial senior di Dstillery, perusahaan teknologi iklan dan salah satu kompetitor Google, sebagaimana dilansir Associated Press. “Makan banyak data, makin banyak keuntungan buat mereka.”

Ditakdirkan untuk Mati

Vonis Mati untuk Google Plus, Proyek Mercusuar Google Sejak 2011

Terlepas dari kontroversi seputar privasi dan kebocoran data, Google Plus memang sudah lama diramalkan mati.

Awalnya kelahiran Google Plus pada 2011 disambut meriah. Banyak orang terkesima akan fitur Google Plus yang tampak inovatif dan berbeda dari wahana media sosial lain seperti Facebook. Pengguna dapat mengelompokkan lingkaran pertemanannya sendiri. Lewat fitur bernama Circle ini pula pengguna dapat memilah konten apa yang mau mereka bagikan berikut penerimanya.

Selain itu, terdapat pula Hangout, fasilitas video dan chat yang terintegrasi pada Google Plus dan dapat digunakan oleh 10 orang dalam satu grup. Ada pula Google Photos yang memungkinkan pengguna langsung mengunggah foto dari kamera gawai sekaligus mengeditnya.

Kedua fitur ini dikembangkan terpisah dari Google Plus dan menjadi produk sendiri.

Bagi Google, dua pekan pertama setelah peluncuran Google Plus adalah masa yang menggembirakan. Dikutip dari Lifewire, Larry Page, CEO Google saat itu, mengumumkan bahwa Google Plus berhasil menggaet 10 juta pengguna hanya dalam waktu dua pekan.

Pertumbuhan Google Plus terus berlanjut hingga akhir 2011 dengan jumlah pengguna 90 juta pengguna.

Meski demikian, isu spam terus menghantui perjalanan Google Plus dan membuat penggunanya kian tidak betah. Sayangnya, seperti yang dilaporkan Tech Crunch, solusi yang diambil Google malah tak masuk akal: memaksa orang untuk punya akun Google Plus jika mereka ingin membuat email. Pada 2013, mereka memaksa pengguna YouTube memakai Google Plus untuk memberikan komentar pada video-video di kanal video tersebut.

Perlahan namun pasti, Google Plus akhirnya ditinggalkan para penggunanya. Masih menurut Lifewire, Google disebut-sebut gagal membaca arah pasar dan kehilangan tokoh-tokoh yang mampu memberikan inspirasi bagi perusahaan tersebut. Pada 2014, sang pendiri Google Plus, Vic Gundotra mengundurkan diri.

Dari sana sebetulnya Google Plus telah mati pelan-pelan. Vonis mati bagi panggung media sosial itu hanya mengingatkan orang banyak bahwa ia pernah ada.

sumber
Diubah oleh BowoSan
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
googel plus bakal dimatikan emoticon-Cendol Gan

Makasih momod akhirnya bisa HT

emoticon-2 Jempol

Pertama , pernah pakai app G+ tahun 2014-2015 , kurang menarik krn tampilan interface dan penggunannya sedikit, bahkan temen dilingkaran kebanyakan tidak menggunakan fitur lingkaran sebagian yg dilingkaran tidak saling mengenal. emoticon-Cape d...

Kedua, notif berasa spam karena informasi notif kebanyakan akan dialihkan ke website, seperti misal mengikuti bola.net maka setiap berita dan artikel akan masuk, jika mengikuti media lainnya juga sama, intinya notif ini malah jd persoalan.emoticon-No Hope

Ketiga, kurang responsif, jika posting segala postingan akan sulit postingan dibaca atau di like, karena tidak ada yg membaca.emoticon-Bingung

Keempat, ini paling parah berbagai forum atau group bermuatan pornografi, sangat mudah tinggal ketik nama familiar dan akan diarahkan forum tertentuemoticon-Cape d...
Diubah oleh BowoSan
Kemunculan gplus ini disaingi oleh twitter dll, dan sedikit negara yg paham gplus
dulu pernah pake sih
interface susah, bikin bingungemoticon-Nohope
ga tau klo skrg menjelang tutup
Interface ribet, kurang sosialisasi dan banyak yang gak terlalu minat.
Google Plus ditutup pada Agustus 2019.
pindah ke Facebook ya.
belom pernah pk google+ tp minta update mulu emoticon-Big Grin
Balasan post Azusa.Nakano.
Quote:


Quote:


Bener yg bikin kesel notif nya itu klunting klunting emoticon-Leh Uga
Pernah beberapa kali buka, cuma menurut ane gak terlalu menarik user interfacenya lagian belum banyak yang pakai akhirnya ya gak pernah buka lagi emoticon-Big Grin
pernah punya google+ , uinya ribet mending twitter
facebook,twitter dan instagram tetap raja nya sosmed dan punya potensi si pake ratusan taun kedepan emoticon-Toast
UI dan settingnya ribet banget. males pakailah.
Loh, Google+ itu media social toh,baru tau emoticon-Ngakak

Kirain apaan, soalnya bkin gmail aja wajib punga akun G+ emoticon-Big Grin
Bagus cuma ribet....Tapi user yg aktif kebanyakan elegan. emoticon-army
nga laku Gan jadi dimatiin..
Bulan nya orang yg buat akun gugel otomatis biat g+ juga ya? Cuma pindah tab aja dah bisa tuh
facebook sama google hari gini privat?
ga usah ditutup laa
mana ada privasi di penyimpanan mereka berdua
semua juga tau, ga bakal privat klo nyimpen di lemari orang
klo mau privat ya bikin aja server sendiri, bikin aja sosmed sendiri
Diubah oleh heykas
Quote:


Suhu ini sepertinya tidak asing...

Raja kegelapan emoticon-Bingung jurus yang paling ampuh sy lupa ...
Diubah oleh BowoSan
hmm pada nggak pake g+ sih, ya jadinya di matiin
GEMBOK GAN

Vonis Mati untuk Google Plus, Proyek Mercusuar Google Sejak 2011
Diubah oleh BowoSan
kurang paham cara pakai google plus.. emoticon-Tepar
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di