alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pemerintahan Jokowi Gandeng 4 Raksasa TI Latih 40 Ribu Pemuda
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbf6003de2cf2b3668b456b/pemerintahan-jokowi-gandeng-4-raksasa-ti-latih-40-ribu-pemuda

Pemerintahan Jokowi Gandeng 4 Raksasa TI Latih 40 Ribu Pemuda

Quote:




Quote:
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
2 minggu kelar
buat bikin airbag esemka..
untuk mewujudkan "panggil programmer 2 minggu jadi" ya akhi. mari kita dukung. emoticon-Imlek
Ga jelas
wah tambahan pasukan terlatih baru
Reinforcement pasukan hoax nasional emoticon-Cendol (S)
Quote:
40 ribu pemuda dilatih jadi Buzzer...

emoticon-Ngakak
Dia menuturkan Kominfo juga memberikan beasiswa dengan mengirimkan insan itu ke China dan India.

Ati2 nanti diblowup sama nasbung dan kampret kok melibatkan aseng emoticon-Ngakak
Daripada Microsoft, saya kok lebih prefer redhat atau ubuntu.

Seharusnya sistem operasi untuk negara khususnya untuk menangani data yg sensitif dan untuk militer. Bukan merupakan sistem operasi closed source ready to use, yg sangat bergantung dg vendor. Krn dampaknya negara akan tunduk kpd vendor.
Seharusnya Indonesia punya tim IT yg mandiri yg bisa membuat sistem operasi custom, penanganan data dg partisi custom, dbms custom, backend net protocol layer custom yg di interface ke net protocol publik, dll dsb dst.

Kalo mau jujur, sekalian transparansi dana tim IT, transparansi job desk, transparansi progres kerja, dan transparansi perekrutan calon generasi penerus yg ketat dan mendapat pendidikan khusus krn sistem IT-nya tdk sama dg yg beredar dikalangan publik.

Tetapi seperti biasa.
Mungkin ide2 semacam ini hanya akan terealisasi dg sumber daya pribadi, dana pribadi, pembentukan tim pribadi, pengelolaan manajemen n perancangan kerja secara pribadi dll dsb dst, kemudian coba diajukan untuk didonasikan kpd negara, tetapi belum tentu juga tembus "hibah/donasinya", krn didlm sebuah negara sangat banyak "kepentingan2" ini n itu. Apalagi jika bukan hibah/donasi, hampir tidak mungkin membentuk tim IT independent, yg ada hanya kepentingan masing2.

Belakangan sering gw berpikir tdk perlu lagi mengibarkan bendera merah putih, krn secara filsafat negara Indonesia itu sudah punah, yg ada hanyalah kepentingan, atau bahkan mungkin negara Indonesia itu sebenarnya tdk pernah ada, yg ada hanyalah kepentingan.
Quote:


Biasalah biar di bilang kerja kerja kerja,
Emang dah punah
Yg ada cmn slogan, bisa jadi dr jaman negara ini blum ada udah salah bentuk
Sistim kenegaraan
Balasan post localfutures
Quote:


ya mungkin yang bersedia kerjasama cuma microsoft?
dan juga redhat atau ubuntu itu pasarnya terbatas, penggunannya juga biasanya cuma jadi server...

realistis aja sih, microsoft mau kerjasama pasti mikirnya supaya ntar pada pake produk microsoft = otoamtis beli lisensi = keuntungan.

nah misal kalau kerjasama dengan redhat, misal diajarin coding python/pearl/c++/mariadb/mysql atau bahasa pemrograman dan dbms open source lainnya, apakah ada jaminan mereka nantinya akan memakai produk dari redhat? apa yang mencegah mereka untuk tidak memakai CentOS atau scientific linux aja yang gratis? toh secara teori sama aja itu isinya redhat redhat juga yang cuma diganti nama dan logo doang? emoticon-Leh Uga

dan juga, microsoft tidak melulu sistem operasi kok,
kan ada sql server, visual studio, office suite, azure, dll
Diubah oleh yagamiclan
Quote:


Maaf nih, ini sekedar chit-chat atau adu argumentasi untuk mencari solusi?

Saya tdk awam IT, loh redhat n ubuntu memang bukan tujuan utama, mereka juga pasti tahu itu.
Misal saya sekolah di SD A, SMP B, dll dsb
Ketika sudah lulus, saya "tdk punya kewajiban" membayar royalti kpd "guru"2, saya. Tetapi secara sisi kemanusiaan, setelah lulus saya lebih baik tetap terhubung dg guru2 saya dan bersedekah seihklasnya (bukan royalti).
Dah maaf, jangan diterusin emoticon-Big Grin
Kalo saya komentar saya mengganggu periuk kamu, saya minta maaf emoticon-Big Grin
Balasan post localfutures
Quote:


iseng aja komen, lagi ga ada kerjaan,
periuk ga terpengaruh juga,
cuma ngasih opini aja kenapa itu perusahaan perusahaan mau kerjasama,
ya ujung ujungnya ngejar profit jangka panjang
Ribuan cebong cyber terlatih utk hoax membangun


emoticon-Leh Uga
Quote:


emoticon-shakehand:
Balasan post localfutures
Quote:


tapi memang agak ke trigger sih emoticon-Leh Uga ,
soalnya dari komennya cenderung anti closed source gituh emoticon-Leh Uga

saya juga pemakai keduanya kok (open dan closed source),
ya... dipake sesuai kebutuhan/tuntutan pekerjaan aja sih emoticon-Leh Uga
Quote:


Bukan anti. Tetapi pangsanya hanya sebatas penjual, dan akan sulit jadi pengembang. Begitu juga dalih "rahasia perusahaan" berpotensi "pembodohan", krn semakin banyak yg bisa malah makin gak laku. Dari pada desktop based apps, saya lebih prefer mobile based apps n menggandeng android (google) akan lebih baik. Sedangkan untuk big data n data2 sensitif, belajarnya dari open source, ingat hanya belajar, yg diimplementasikan adalah build from scratch atau mengkoding ulang semuanya dari nol yg hanya diketahui oleh instansi pemerintah n militer, bukan open source lagi namanya.
Dan saya rasa ada jutaan programmer indonesia yg sudah mampu build everything from scratch, minimal custom everything yg harapannya adalah independent dari kepentingan vendor atau mandiri sendiri.

Dan lagi, untuk pasar/jualan, lebih baik mobil based n web based (javascript), dmn lebih mengarah kpd google dr pada vendor itu.
banyak lulusan IT ga bisa ngoding, itu karena kurikulumnya yg terlalu teoritis. harusnya tiap kuliah setiap mahasiswa disuruh ngoding tp yg terjadi dikelas mereka malah dikasih omong kosong teori oleh dosen.

selain kurikulum, dosen skrg terutama yg muda" malas untuk ngajarin coding dikelas. waktu di kelas mereka cuma bahas teori dan segala omong kosongnya. pulang baru dikasih tugas ngoding. sementara dimateri sama sekali tidak diajari ngoding

alhasil karena mereka ga tau gmn ngerjainn, ngubek" di google pun makin bingung. akhirnya pilih cara instan copas deh. begitu lulus tuh mahasiswa ga ada yg mau kerja di dunia coding

hal ini masih diperparah dengan industri IT yg sok jual mahal yg mensyaratkan pengalaman kerja minimal 2 tahun. lha namanya fresh graduate cari kerja ya mana ada pengalaman lah tolol. gmn mereka bisa dapat pengalaman klo syarat kerjanya harus punya pengalaman???

jadi ya jgn salahkan klo gelar S.Kom itu akhirnya cuma gelar doank. karena mulai dari pemerintah sampe industrinya kek emoticon-anjing smua yg maunya terima jadi. emoticon-Busa

Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di