alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
Kecewa dengan DHL Indonesia, Beli Casing HP harus membayar pajak yang mahal.
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbf524cd675d4892b8b456b/kecewa-dengan-dhl-indonesia-beli-casing-hp-harus-membayar-pajak-yang-mahal

Kecewa dengan DHL Indonesia, Beli Casing HP harus membayar pajak yang mahal.

Saya membeli casing hp untuk keperluan pribadi, ada 2 item yang saya beli, totalnya adalah 80.99$ atau 81$, Free Shipping DHL Express. Hari ini tanggal 11 Oktober 2018, saya kedatangan kurir DHL, kurir tersebut memberikan invoice pajak dan services yang harus saya bayar, melihat nominal yang saya harus bayar, saya terkejut. barang saya hanya 81$ dan saya harus membayar 644.000 untuk pajaknya saja belum services charge yang dikenakan DHL.

Lalu saya browsing-browsing dan telp customer services DHL, pihak customer services DHL menyarankan untuk mentelfon BRAVO CUKAI 1500255.

Pihak Bravo Cukai menginformasikan bahwa yang menetapkan harga adalah pihak DHL, dan saya disuruh menanyakan mengapa memberi patokan harga seperti itu.

Lalu saya minta rincian perhitungan pajak saya melalui DHL customer services untuk dikirimkan ke email saya. dari sekitar pukul 18:00 - 18:30 WIB. saya telfon kembali untuk mengirimkan rincian tersebut ke email saya sekitar 19:30-19:45. namun hingga saat ini saya menuliskan thread ini 20:23-20:30, saya tidak kunjung mendapatkan email rincian perhitungan tersebut.

saya mencoba untuk menghitung sendiri dengan refrensi Pos Indonesia dan BCTEMAS BEA CUKAI .

ini hasil perhitungan saya. bea masuk, dan pph dapat salah. karena saya mendapatkan hitungan tersebut melalui pihak DHL customer services.

Barang = ($81 + 0 ) - 75 (sesuai aturan baru FOB menjadi 75$) = $6
Freight = 7.5% x 6 = $0.45
Asuransi = 0.5%x(6+0.45$)= $0.3225
Nilai Pabean = CIF($6 + $0.3225 + $0.45)/$6.7725 x KURS USD 15.100 = 102.265
Bea Masuk = 7.5% x 102.265 = 7.669
PPN = 10% x (Pabean + BM) = 10% x (102.265 + 7.669) atau 109.934 = 10.993
PPH = 20% x PB + BM = 20% x 109.934 = 21.986.8
PPnBM = 0%
BM + PPN + PPnBM + PPh = 7.669 + 10.993 + 0 + 21.986.8 = 40.648

saya mendapatkan bea masuk 7.5%, PPN 10% dan PPH 20% dari hasil pembicaraan saya dengan customer services DHL yang merincikan melalui telfon. meskipun kemungkinan besar hitungan Bea Masuk dan PPH salah, namun pajak yang saya harus bayar tidak sebesar Rp.644.000,00. Estimasi saya, saya harus membayar pajak dikisaran Rp.50.000 hingga Rp.100.000.

saya tidak mempermasalahkan biaya services dari pihak DHL, namun yang saya sangat sesalkan adalah perhitungan pajak yang tidak masuk diakal, dan ping pong antara DHL Customer Services dan Bravo Cukai.

Spoiler for bukti:

Diubah oleh: Piscesboy
Halaman 1 dari 2
Free shippingnya di luar negeri, udah masuk sini beda lagi gan

Pake free express air mail juga kena cas kok, tapi gak segede itu sih..
DHL emang udah ratusan kasusnya tentang cukai yg se enaknya. Mending china air post. Atau ems... saya sih beberapa kali pake itu sama sekali ga kena cass lagi. 2 minggu barang sampe indo ( beli di aliexpress )
Kalo g lihat, nilai invoice yg dipake sebagai dasar adalah usd 105.29 x kurs 15.100 = idr 1.589.879 + idr 122.000 (bea masuk) = idr 1.711.879

Kurs mungkin ada selisih dikit, tapi dari situ dapat ppn nya 10% x idr 1.711.878, mendekati ppn impor 174.000

Nilai-nilai yg g bold ada di ss yang di share ama kamu.
Diubah oleh cloning.ortillo
Balasan Post cloning.ortillo
Quote:


bedanya dimana ya gan?
seharusnya mengikuti harga invoices saya kan, apabila tidak ada invoices dari pengirim maka bea cukai berhak untuk adjust barang saya.
yang saya bingung hitungan 105.29 tersebut dari mana.. dalam kartu kredit saya, saya ditagih 81$ saja. dengan perhitungan yang saya berikan di atas dengan referensi pos indonesia dan refensi bea cukai tidak lah sama. pos indonesia baru mengupdate situsnya 8 Oktober 2018.

Quote:


sayangnya pilihan shippingnya hanya DHL, dengan perhitungan seperti ini saya sangat dirugikan.

Quote:


105.29 tersebut dari mana ya?
Kalau dari Call Center BRAVO CUKAI, pihak DHL yang memberikan nominal tersebut,
Kalau dari Customer Services DHL, pihak bea cukai yang menetapkan harga tersebut.
lah loh yang bener yang mana? kok saya di ping-pong.

Cost yang saya keluarkan hanya 81$ diminus FOB 75$ hanya 6$ plus Asuransi dan plus Freight seperti hitungan saya diatas hanya sekitar $6.7725, hasil akhir yang diberikan 105.29 .

Kapan hari saya membeli produk yang sama dengan perusahaan yang sama seharga 61.94$ pada bulan january 2018 yang dimana peraturan FOB 100$, saya asumsikan bahwa apabila FOB tidak dihitung maka produk saya sebelumnya juga tidak akan di release oleh cukai.

Sehingga kelebihan 6$ dari aturan yang ada saat ini membuat tagihan saya bengkak hingga 11 hingga 13x lipat dari perhitungan saya.3

saya menggunakan refrensi contoh perhitungan dari Pos Indonesia dan Situs Bea Cukai, sangat disesalkan pihak DHL mempunyai perhitungan sendiri.
Diubah oleh Piscesboy
Nilai Pabean = Cost/FOB (nilai barang) + Freight (ongkos kirim) + Insurance (asuransi)

Coba kamu minta billing DJBC dari DHL.
Total idr 644.000 itu (BM + PPN impor + PPH impor) yg mengantongi adalah bea cukai dan ditalangi dahulu oleh DHL.
Diubah oleh cloning.ortillo
Balasan Post cloning.ortillo
Quote:


Referensi : Pos Indonesia
• Jika nilai atau harga barang lebih dari USD 75 maka kiriman pos dikenakan pungutan impor dengan memperhitungkan ongkos kirim dan asuransinya setelah dikurangi dengan USD 75.

• Jika nilai lebih dari USD 75 maka kiriman pos dikenakan pungutan impor dengan memperhitungkan ongkos kirim dan asuransinya setelah dikurangi dengan USD 75.
Diubah oleh Piscesboy
Balasan Post Piscesboy
Quote:


Naif sekali kalau dasar kamu cuma link dari pos Indonesia.
G pernah handle sample yang dikirimkan supplier dari India. Invoice tertera nilai usd cuma sekitar usd 11 (no commercial value; declared for custom purpose) + freight usd 218.5.

Yang dijadikan dasar perhitungan adalah usd 11 + usd 218.5 = usd 229.5 (gak ada tuh dikurangi usd 75 dulu atau apa; entahlah ini peraturan dari mana). Total biaya custom yang harus g bayar waktu itu (diluar jasa pengiriman) adalah idr 613.000

Balasan Post cloning.ortillo
$75 itu pembebasan bea masuk. Semua kiriman pst dpt... kalau nilai impor di bawah $75 ya ga usah bayar bea cukai sama sekali. Cuma ini masalahnya TS cm lebih $6 dr bebas bea masuk tp di getok sama DHL cetiaw, kan sue
Balasan Post cassiera
Quote:


G sampe ngecek ke bagian impor di kantor g, katanya gak ada tuh pembebasan bea masuk. Payung hukumnya apa?
Kalo memang ada pembebasan bea masuk, berarti kemarin sample g juga dapat donk, wong nilai invoice cuman usd 11.
Memangnya kamu pernah dapat? Sini share buktinya, biar mata g dan bagian impor di kantor g bisa terbuka.



Balasan Post cloning.ortillo
Balasan Post danu.bentol
Quote:


Dodol, kalau g baca dari link yang kamu kasih:
Jika nilai barang dibawah usd 75, maka dikenakan pembebasan.
Nilai invoice ts saja sudah berapa.

"Contohnya, kalau seseorang dalam sehari melakukan tiga transaksi, pertama 50 dolar AS, kedua 20 dolar AS, ketiga 100 dolar AS, maka yang diberikan pembebasan hanya transaksi pertama dan kedua," kata Heru.

Makanya jangan koar-koar kalau gak pernah punya pengalaman dengan transaksi seperti ini.
Balasan Post cloning.ortillo
Quote:


nyet elu minta bukti pembebasan 75 itu gw kasih link
sapa yang koar2 ?

songong amat baru ngerti gituan
Balasan Post danu.bentol
Quote:


Jing, g minta bukti konkret, bukannya link hasil google.
Kamu gak punya pengalaman handle transaksi seperti ini sudah berlagak kayak yang paling tahu.

Makanya g bilang ke ts untuk minta billing DJBC ke DHL. Karena yang mengantongi idr 644.000 (duties) itu bukan DHL, tolol, tapi bea cukai!
Kamu tahu gak dasar pengenaan bea cukai itu apa? Bukan hanya nilai invoice, goblok, tapi nilai invoice + freight + insurance.
Dan gak ada tuh di transaksi sample g, usd 229.5 dipotong lagi usd 75, baru dihitung bea masuknya.

Goblok maksimal.
Maaf gan, ane juga cuma baca2 di salah satu forum di kaskus..

https://www.kaskus.co.id/thread/0000...-rangka-impor/

Kalo di situ memang harga invoice dikurangi FOB.. CMIIW...

Ane dulu juga sering impor dari India sih di kantor.. Tapi gak pernah mikir ginian.. Yang penting direktur acc buat pembayarannya, beres deh...


Ralat :
Setelah ane baca2 di sini
https://www.google.co.id/url?sa=t&so...SO1seK3PIRA0nS
Ternyata sekarang aturannya gak ada pemotongan sebesar FOB, untuk nilai barang yang melebihi FOB.. Jadi dihitung total nilai barang..
Diubah oleh qumiozo
Balasan Post cloning.ortillo
Quote:


Nah ini yg benar perhitungan nya... Krn harga FOB udah lebih dari 75 USD utk saat ini, maka bea masuk dihitung termasuk ongkir DHL yg benar2x real. ( Free ongkir cuma di luar aja bro shg ente ngak bayar , tapi si seller yg bayar ongkir DHL ). jadi dasar perhitungan Bea masuk dari angka 105.29 USD itu dikalikan flat Bea import 7,5%...

Utk link post indo jika tidak ada revisi perhitungan terbaru krn dirjen pajak pernah bilang tidak ada pengurangan 75 USD... Alias flat 7,5% utk semua barang..

Selanjutnya harga barang + ongkir + Bea masuk akan dikalikan 10% buat PPN... Dan kalikan 20% utk pph krn selama itu barang transit otw bro tidak kasih bukti NPWP ke DHL shg pajak pph bisa 10% aja..

Hasil akhir pajak kisaran 630-640 rb bergantung kurs plus harga lain Dari DHL misal handling, bank charges dll... Ketentuan Bea flat ini 7.5% sama seperti sebelumnya waktu FOB 100USD itu
Diubah oleh unitedforone07
Ini 2 orang di atas kok malah ribut sendiri sih.

Gini ya, berdasarkan peraturan menteri keuangan tentang barang kiriman yang terbaru (gw ga apal nomornya berapa), batas pembebasan adalah $75 dolar.
Artinya, kalo harga di bawah $75, ga kena bea masuk dan pajak.
Kalo harga di atas $75, kena bea masuk dan pajak.
Tapi, nilai $75 itu bukan sebagai pengurang.
Jadi kalo di atas $75, bea masuk dihitung dari total harga, nggak dikurangi $75 dulu.


@TS
Bisa lihat history barang kiriman yg lebih lengkap?
Itu ada 2 kemungkinan:
1. DHL memberitahukan harga ke Bea Cukai $105 dolar, jadi Bea Cukainya ngikut apa yang diberitahukan itu.
2. DHL memberitahukan harga $81 (sesuai invoice), kemudian Bea Cukai menetapkan harga jadi $105.
Kayanya itu bisa dilihat di history di webnya Bea Cukai, apakah yang 1 atau yang 2.

Kita coba exercise ya, perhitungannya gimana.
Sesuai penjelasan gw di atas, nilai $75 itu bukan sebagai pengurang.
Kurs pake hari ini (Rp15.193)

a. $105
Nilai impor: 105 x 15.193 = 1.595.265,00
Bea Masuk: 7,5% x 1.595.265,00 = 119.644,88
PPN: 10% x (1.595.265,00 + 119.644,88) = 171.490,99
PPh: 20% x (1.595.265,00 + 119.644,88) = 342.981,98

Total: 119.644,88 + 171.490,99 + 342.981,98 = 634.117,84

b. $81
Nilai impor: 81x 15.193 = 1.230.633,00
Bea Masuk: 7,5% x 1.230.633,00 = 92.297,48
PPN: 10% x ( 1.230.633,00 + 92.297,48) = 132.293,05
PPh: 20% x ( 1.230.633,00 + 92.297,48) = 264.586,10

Total: 92.297,48 + 132.293,05 + 264.586,10 = 489.176,62


Jadi, memang TS dikenakan Bea Masuk dan Pajak lebih besar dari seharusnya.
Seharusnya dengan harga $81, totalnya adalah 489.176,62 , bukan 600ribu sekian.

Tapi kembali lagi ada 2 kemungkinan tadi, entah DHL salah memberitahukan harga, atau Bea Cukai salah menetapkan harga.
intinya dhl ama bea cukai kerja sama untuk meres kita semua dengan tambahin biaya2 bullshit.
Balasan Post unitedforone07
Quote:


Yah bener g lah. Orang g uda pernah. Bayangin aja bre sample gratis aja g bayar bea cukai idr 613.000. Ini diluar ongkos freight forwarder-nya ya. Kalo gak salah inget total habis 2 juta lebih. Mana kata konsultan pajak, itu ppn ama pph impor g jadiin biaya aja, gak boleh klaim, takut belibet urusannya. Tsk.
Balasan Post febrigaz
Quote:


Bre, dasar pengenaan ts bukan usd 81, karena dia fob. Jadi nilai invoice + freight lagi.
DHL gak bisa nentuin bre, karena dari bea cukai kan dimintain dokumen invoicenya.
Lagian ngapain juga DHL ngede-gedein nilai invoice, duties itu kan masuk ke kantong bea cukai, DHL mah cuma nalangin doank.
Balasan Post redharbingerid
Quote:


Kelihatan jelas kamu ini bukan orang kantoran.
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di