alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbf4e20529a45e46d8b456a/kisah-kelahiranku

Kisah Kelahiranku

Pada pagi hari yang cerah, di sebuah kampung bernama Kampung Makasar yang terletak di Jakarta Timur, ibu saya yang saat itu tengah hamil tua sedang menjemur pakaian seperti biasa.  Namun tak disangka seketika itu juga ketuban ibu saya pecah dan airnya tumpah.  Ibu saya sempat tidak langsung sadar, karena dikira beliau tetesan air di lantai adalah air sisa perasan jemuran.  Ibu saya dengan terhuyung-huyung menghampiri meja telepon (karena saat itu belum ada telepon genggam) dan berusaha menghubungi ayah saya yang tengah bekerja di sebuah kantor di Jakarta Pusat.  Namun nasib berkata lain, ayah saya tak kunjung mengangkat telepon.  Kondisi ibu saya semakin memburuk.  Hanya satu yang ada di pikiran beliau, yaitu pertolongan segera.  Beliau ingat bahwa ada seorang tetangga yang baru saja pensiun, bernama Pak Adi. Beliau biasa ada di rumah yang letaknya tak jauh dari rumah saya. 

Begitu ibu saya menghubungi Pak Adi, beliau ternyata orang yang sangat sigap.  Tiba-tiba Pak Adi muncul di depan rumah bersama seorang tukang becak.  Ibu saya diminta untuk segera naik, sembari Pak Adi meminta nomor kantor ayah saya. Pak Adi mempercayai tukang becak tersebut karena sudah biasa mengantarkan istri Pak Adi ke pasar dan untuk keperluan lainnya. Dalam perjalanan menuju rumah sakit bersalin yang ternyata cukup jauh, ayah saya mendadak muncul di perempatan tidak jauh dari rumah sakit. Ternyata ayah saya diberitahu oleh resepsionis kantor bahwa ada kabar darurat yang disampaikan Pak Adi bahwa ibu saya sudah saatnya melahirkan.  Ayah saya mendekati tukang becak. Namun yang dilakukan beliau bukan membantu, tapi justru memarahi tukang becak karena dianggap tidak dapat menjaga keamanan ibu saya yang berada dalam kondisi hamil mengingat kendaraannya tidak tertutup seperti mobil.

"Guncangannya bisa berbahaya, kalau istri saya keguguran bagaimana?!" Hardik ayah saya kepada tukang becak yang mau tidak mau memberhentikan becaknya dan mendekati ayah saya di pinggir jalan.  Namun nasib tak disangka, becak yang ditumpangi ibu saya dan didiamkan di pinggir jalan ternyata berjalan sendiri meluncur, penyebabnya karena jalanan di daerah itu adalah turunan curam, dan becak tidak diganjal rodanya saat berhenti.  Ayah saya yang sedang sibuk memarahi tukang becak kaget dan sekejab berusaha mengejar becak yang tengah meluncur,  Sang tukang becak pun ikut lari menyusul.  Entah dapat disebut keberuntungan atau tidak, di ujung turunan curam terdapat tiang listrik dan becak yang ditumpangi ibu saya menabrak tiang listrik tersebut sehingga becak terhenti seketika.  Ibu saya segera dibopong oleh ayah saya dibantu oleh tukang becak yang wajahnya pucat pasi menuju rumah sakit bersalin yang dekat jaraknya.  Dan pada akhirya setelah beberapa saat dikabarkan bahwa bayinya lahir dengan selamat, bayi laki-laki, yaitu saya. Ayah saya menangis bahagia mendengar berita tersebut.  Begitulah sekelumit cerita proses kelahiran saya, cukup unik bukan? emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Shakehand2
Diubah oleh: DaveP
Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di