alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Banjir terjang sejumlah daerah di Sumatra
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbf271ce05227c2758b4575/banjir-terjang-sejumlah-daerah-di-sumatra

Banjir terjang sejumlah daerah di Sumatra

Banjir terjang sejumlah daerah di Sumatra
Pengedara memanfaatkan jasa angkut kendaraan roda dua untuk menembus jalan yang terendam banjir di Desa Layung, Bubon, Aceh Barat, Aceh, Rabu (10/10/2018). Warga yang berada di kawasan tersebut memanfaatkan banjir untuk menyewakan jasa angkut kendaraan melintasi banjir dengan tarif Rp10.000 per sekali angkut kendaraan.
Tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra membuat beberapa daerah di sisi barat Indonesia itu diterjang banjir. Akibatnya, ribuan kepala keluarga terdampak, ratusan hektare tanaman padi gagal panen.

Banjir terparah terjadi di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara. Di wilayah yang terakhir disebut, bahkan memakan korban jiwa. Sepasang suami istri, Daulat Siagian dan Yusnita Sitorus, dilaporkan meninggal akibat banjir bah di daerahnya, pinggiran Sungai Bah Bolon, Simalungun, Sumatra Utara.

"Banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum dan lahan pertanian. Bahkan, (banjir) menggenangi seluruh rumah warga di beberapa tempat," ucap Kapolres Simalungun, AKBP Liberty Panjaitan, kepada Kumparan.

Beberapa rumah yang terlalap air tersebut ada di Huta III/IV Tetap Rejo Nagori Totap Majawa, Nagori Nah Jambi II, dan Nagori Bah Jambi III, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungung.

Menurut Liberty, sejak beberapa hari terakhir, intensitas hujan di daerah Simalungun memang tinggi. Selain menyebabkan banjir bah dari Sungai Bah Bolon, jalan umum Tanah Jawa juga mengalami penyempitan akibat terjadi tanah longsor.

Agar tak menimbulkan korban lebih banyak, jalur tersebut kini hanya diperuntukkan kendaraan kecil. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, hingga saat ini pihaknya tengah mendata infrastruktur yang rusak.

Sedangkan untuk bantuan, BPBD belum bisa menjanjikan. "Anggarannya tidak ada. Belum ada bantuan untuk korban banjir. Masih akan dikoordinasikan dulu dengan pimpinan," ucap Kepala BPBD Pemkab Simalungun, Mudahalam Purba dalam Sindonews.com.

Bukan hanya Kabupaten Simalungun saja yang direndam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di Sumut. Demikian juga dengan Kabupaten Langkat. Menurut BPBD Langkat kepada Suara.com, ada empat kecamatan setidaknya yang terkena dampak banjir.

Kecamatan-kecamatan tersebut yakni Stabat, Binjai, Secanggang dan Tanjungpura. Berdasarkan keterangan Irwan Sahri, Kepala Pelaksana Harian BPBD Langkat, banjir tersebut disebabkan sungai tidak lagi mampu menampung debit air hujan.

Hingga kini, menurut laporan BPBD Langkat terdapat 2.870 Kepala Keluarga di daerah tersebut yang terdampak bencana.

Dari sisi pangan, banjir di Langkat juga menganggu panen di daerah mereka. Berdasarkan keterangan Kordinator Pengamat Organisme Pengganggu Hama Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat, Miswandi, terdapat 648 hektare sawah yang terdampak.

Parahnya lagi, di Kecamatan Secanggang, padi yang terendam tak lama lagi bakal panen. "Tanaman padi yang terendam banjir tersebut sudah mau dipanen oleh petani, tapi kini terendam banjir," ungkap Miswandi dalam Republika.co.id.

Sementara itu, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), di wilayah Serambi Mekkah tersebut banjir terjadi di beberapa tempat: Kabupaten Aceh Barat, Aceh Tamiang, Bireun, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Kabupaten Aceh Barat Daya.

Sedangkan di Sumatra Barat, tujuh kecamatan di Kabupaten Pasaman juga terdampak banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi. Ratusan rumah terendam dengan ketinggian air berkisar 50 centimeter hingga 1,5 meter.

Kepala BPBD Pasaman, Masfet Kenedi, mengatakan kepada Kumparan, dampak banjir terasa di Kecamatan Panti, Padang Gelugur, Rao Selatan, Rao, Rao Utara, Mapattunggul, dan Mapattunggul Selatan.
Sebab banjir
Banjir di beberapa daerah Sumatra yang disebut di atas bukan kali ini saja terjadi. Hampir saban tahun, daerah-daerah tersebut kerap diterjang banjir, khususnya pada akhir tahun.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, kebiasaan banjir di Indonesia, secara umum disebabkan kebiasaan masyarakat yang kerap membuang sampah sembarang.

"Balai Besar Wilayah Sungai sebagai water manager harus bertindak tegas apabila ada orang yang buang sampah sembarangan ke sungai," ucap Basuki kala melakukan kunjungan ke Palembang, Sumatra Selatan untuk meninjak normalisasi Sungai Bendung, dilansir Republika.co.id.

Sebenarnya, bukan hanya itu saja masalah yang harus dihadapi. Terkadang, pemerintah juga memiliki keterbatasan anggaran untuk melakukan perawatan infrastruktur pencegah banjir.

Misalnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V, yang mengurus pemeliharaan infrastruktur sumber daya air wilayah Sumatra Barat.

"Kami di BWS Sumatra V mengelola dana yang sangat terbatas untuk operasi dan pemeliharaan embung, irigasi, sungai, pantai dan drainase," kata Kepala BWS Sumatra V, Maryadi Utama, dalam Beritasatu.com.

"Dana dan sumber daya manusia kita memang masih kurang, tapi masih bisa kami sikapi."
Banjir terjang sejumlah daerah di Sumatra


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rah-di-sumatra

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Banjir terjang sejumlah daerah di Sumatra Kebutuhan susu nasional tak sebanding dengan produksinya

- Banjir terjang sejumlah daerah di Sumatra Masa darurat diperpanjang, evakuasi tersisa 1 hari

- Banjir terjang sejumlah daerah di Sumatra Indonesia-Singapura sepakat perkuat mata uang lokal

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di