alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kilang Minyak RI: Tua, Langka, Hobi Mati Mendadak Pula
2.33 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbee6411a9975591d8b4568/kilang-minyak-ri-tua-langka-hobi-mati-mendadak-pula

Kilang Minyak RI: Tua, Langka, Hobi Mati Mendadak Pula

Kilang Minyak RI: Tua, Langka, Hobi Mati Mendadak Pula


Kilang Minyak RI: Tua, Langka, Hobi Mati Mendadak Pula


Kilang Minyak RI: Tua, Langka, Hobi Mati Mendadak Pula

ibarat kakek-kakek yang setiap hari disuruh lari maraton, begitu kira-kira gambaran soal kondisi kilang minyak Indonesia saat ini.

Sampai saat ini, Indonesia cuma punya 6 kilang dengan kapasitas produksi paling banyak 800 ribu - 885 ribu barel per hari. Kapasitas ini jauh di bawah kebutuhan atau konsumi minyak RI yang seharinya bisa mencapai 1,6 juta barel per hari, menurut data Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas).

Sementara dari sisi hulu, rata-rata produksi minyak makin merosot yakni di kisaran 750 ribu - 770 ribu barel per hari. Artinya, lebih dari separuh minyak yang dikonsumsi RI harus diimpor. Baik berupa BBM maupun impor minyak mentah.

Dari dokumen Pertamina seusai melaksanakan rapat dengar pendapat tingkat panja, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (26/9/2018), tercatat rata-rata harian impor BBM Pertamina sampai pada Agustus 2018 sebesar 393 ribu barel per hari.

CNBC Indonesia coba membandingkan kondisi tersebut dengan negara tetangga Singapura, yang luasnya bahkan tidak lebih besar dari Provinsi Jakarta. Singapura, dengan populasi penduduk hanya sekitar 5,6 juta jiwa, konsumsi BBMnya pada tahun 2016 ternyata tercatat cukup besar, yakni 1,38 juta bph. Namun demikian, Singapura memiliki kilang minyak berkapasitas 1,51 juta bph, sehingga sisanya dapat diekspor ke negara lain, termasuk ke Indonesia.


https://www.cnbcindonesia.com/news/2...-mendadak-pula

Alhamdulillah Puji Tuhan janji jokowi jadi kenyataan emoticon-Malu


Terimakasih pak jokowi emoticon-2 Jempol
hmmmm...
nasib nasib nasib
moga bisa bikin yg baru
Terus kalo wowok jadi presiden, tuh kilang minyak bakal muda, banyak, dan ga hobi mati?

Ngoahaha

emoticon-Ngakak
Kilang Minyak RI: Tua, Langka, Hobi Mati Mendadak Pula
Quote:
ahg bohong itu justru skrng kilang indonesia pakai tenaga roket semua
Janji yang tidak realistis. Awal-awal idealis sangat, sekarang realis sangat (kompromi bagi2 kursi dimana2)
makanya , HENTIKAN gathering2 ga penting,
yg udah pensiun ya pensiun aja,
ga usah lagi ditarik2 utk kerja lagi emoticon-Cape d...
shell super 92 Rp 10.500
pertamina pertamax 92 Rp 10.400
cuma selisih cepek, yah mending pilih shell super ajalah


Quote:


Jangan dong, dikit banyak acara2 itu jadi mata pencaharian gw.. hahahahah..

Ayo sering2 buat gathering, hidup IMf meeting... apapun acaranya.. hub ane emoticon-Smilie hahahhaah.

Quote:


Yang pasti2 aja, skrg apa iya semua seperti yg dijanjikan. Ngapain ngarep si wowo? Lha wong yg dulu janji kan wiwi.. mending tagih janji dulu. emoticon-Smilie
ngibul mulu luh tong..
Indonesia memang defisit BBM jadi.
Ini sudah lama sebenarnya, dan entah mengapa SBY dulu tidak fokus untuk membangun refinery baru sejak dulu-dulu, sampai banyak yang curiga ini memang "permainan" mafia minyak.

Namun pemerintah sekarang sudah mencanangkan program revitalisasi 5 refinery lama agar kapasitas produksinya dapat meningkat.
Baca dulu tentang proyek RDMP, agar sedikit melek.

https://kppip.go.id/en/priority-proj...ter-plan-rdmp/

Ini termasuk program unggulannya Jokowi, namun karena harga minyak mungkin rendah di tahun-tahun 2015-2017, program ini agak ketinggalan. Target awalnya 2021 jalan, tapi kayaknya mundur ke 2023.

Disaat harga minyak tinggi begini, baru kerasa betul kalau kita memang butuh peningkatan kapasitas refinery secepatnya.
Kalau tidak cadangan devisa akan selalu terkuras oleh BBM ini, karena kita sudah net importir minyak mentah dan minyak jadi (BBM) sejak 2008.
Diubah oleh kts1994


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di