alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Relawan Asing Mengaku Diusir dari Palu Jadi Sorotan Dunia, BNPB Beri Penjelasan Terka
1 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbee60ec1d770c9768b4567/relawan-asing-mengaku-diusir-dari-palu-jadi-sorotan-dunia-bnpb-beri-penjelasan-terka

Relawan Asing Mengaku Diusir dari Palu Jadi Sorotan Dunia, BNPB Beri Penjelasan Terka

Relawan Asing Mengaku Diusir dari Palu Jadi Sorotan Dunia, BNPB Beri Penjelasan Terkait Bantuan

TRIBUN-VIDEO.COM - Terkait bantuan relawan asing, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Sutopo Purwo Nugroho berikan penjelasan.

Dilansir Tribun Video dari Kompas, Sutopo mengungkapkan memang ada larangan bagi relawan asing untuk ikut terjun secara langsung dalam penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Sutopo menuturkan alasan larangan tersebut karena relawan asing memiliki kultur kerja yang berbeda dari Indonesia.

"Relawan asing diatur, tidak bisa nyelonong seenaknya ke mana-mana. Karena beda kultur, bahasa, dan lainnya. Hal itu biasa terjadi, diatur di semua negara," kata Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Meski demikian, relawan maupun organisasi masyarakat luar negeri yang ingin memberikan bantuan untuk bencana Sulawesi Tengah tetap difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Namun ada catatan khusus, yakni dalam pendistribusiannya, relawan asing harus menggandeng mitra lokal.

"Ormas asing yang sudah terlanjur membeli atau menyiapkan bahan dukungan dan material di Indonesia harus didaftar menjadi mitra kementerian/lembaga dan wajib menggunakan mitra lokal untuk melaksanakan distribusi," ujar Sutopo.

Sutopo juga menegaskan, meskipun Pemerintah Indonesia menerima bantuan internasional untuk penanggulangan gempa dan tsunami Sulteng, bantuan tersebut sifatnya hanya suplemen, bukan instrumen utama penanggulangan.

"Bantuan internasional hanya suplemen, bukan utama," ujar Sutopo.

Baca: Kami Tak Pernah Diperlakukan Begini, Relawan Asing Mengaku Diusir dari Palu Jadi Sorotan Dunia

Diberitakan sebelumnya, sejumlah relawan asing yang menangani korban gempa di palu mengaku diusir oleh pihak BNPB.

Mereka mengaku diusir dengan alasan tenaga mereka tidak dibutuhkan.

Kabar pengusiran itu pun menjadi sorotan dunia dan diberitakan media internasional.

Hal tersebut dialami aktivis LSM asal Afrika Selatan, Gift of the Givers.

Ahmed Bham ketua tim Gift of the Givers mengaku mendapat kabar bahwa Indonesia melarang anggota Urban Search and Rescue Team (USAR) mengangkut jenazah korban.

"Semua anggota tim USAR harus kembali ke negaranya masing-masing. Mereka tidak dibutuhkan di Indonesia," kisah Ahmed dalam wawancara video kepada AFP, Rabu (10/10/2018).

http://video.tribunnews.com/view/63250/relawan-asing-mengaku-diusir-dari-palu-jadi-sorotan-dunia-bnpb-beri-penjelasan-terkait-bantuan?_ga=2.241463303.463363549.1538793794-1267658637.1538793794

RELAWAN ASING IKUTI ATURAN, KABARNYA ADA RELAWAN YG NYOLONG BARANG2 PEMDA SULSEL


BNPB bantah ada pengusiran relawan di Palu
Rabu, 10 Oktober 2018 9:25 WIB

Arsip Foto. Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers terkait penanganan gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (5/10/2018). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai kejadian pengusiran sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari halaman Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu.

"Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir, tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi, dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel Aparatur Sipil Negara," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers, Rabu.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, menurut dia, juga telah memastikan bahwa tidak ada pengusiran terhadap sukarelawan BPBD dari berbagai daerah.

"Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober 2018," ujar Sutopo.

"Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," ia menegaskan.

Menurut BNPB, sejumlah sukarelawan mendirikan tenda di halaman Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk sukarelawan dari BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan yang membangun tenda di bagian belakang kantor Bappeda dan mendirikan dapur umum.

Sementara BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Bolsel dan BPBD Bitung mendirikan tenda di halaman depan Kantor Bappeda dan membantu penanganan bencana sejak 1 Oktober.

Sutopo menjelaskan kondisi keamanan dan ketertiban pascagempa di sebagian Kota Palu memang terganggu, dan hingga 30 September kondisi keamanan dan lingkungan di Kota Palu agak rawan.

Polisi telah menangkap beberapa pencuri yang melakukan tindakan kriminal. Para sukarelawan juga ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang ingin melakukan tindakan kriminal.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah menginformasikan mengenai hilangnya barang milik Bappeda, yang kantornya memang kosong pascagempa.

Kepala Bappeda setempat telah melaporkan dan menjelaskan kehilangan aset kantor itu ke gubernur setempat, dan memutuskan untuk mengosongkan halaman Kantor Bappeda.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mengajak sukarelawan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan Bolsel untuk menempati halaman kantor BPBD Provinsi Sulawesi Tengah karena kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan untuk aktivitas pegawai dan apel.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah katakan tidak ada pengusiran relawan BPBD


https://makassar.antaranews.com/nasional/berita/756869/bnpb-bantah-ada-pengusiran-relawan-di-palu?utm_source=antaranews&utm_medium=nasional&utm_campaign=antaranews

duit atau barangnya diterima, tapi orangnya diusir

untung cuma terjadi di indonesia saja
Gw dh baca dan gak percaya mang taik ledik, biarkan mereka mati dengan kebodohanny sendiri akibat ulah pemimpinny, cem arab mau peduli aj...
jadi initnya suruh daftar atau direlokasi??
Quote:
hmmmm...
kagag ada pengusiran klo dr bnpb
terus yg ngusir siapa itu hayo??
monggo diusut.
ini menyangkut nama baik bangsa jg lho.
jangan sampai ada yg mancing di aer keruh
Emangnya kalo orang asing harus diperlakukan istimewa gitu..?, semua harus ikut aturan tanpa terkecuali, buang jauh-jauh tuh mental masa kolonial yang selalu mengistimewakan orang asing
tanya yg benar siapa
Quote:


emoticon-Traveller
Info nya blm jelas.... jgn kemakan hoax lg sama berita... kaya nganuuuu yg kena hoax massal, malu massal, minta maaf massal...

Pokok nya berani nya cuma massal
Diubah oleh purefied
Balasan Post kempez
Quote:


qatar sdh kirim bantuan pakai pesawat dari kemarin emoticon-Peace
Balasan Post masmomon
Quote:


banyak kok beritanya di internet , coba aja google " Indonesia tells foreign aid workers to go home".

tapi untungnya di semua berita tersebut ngga ada yang komen.
jadi bukan berita penting.emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:


Jgn relawan asing Yg dri israel ?
ada org susah lu malah grecokin..
Balasan Post kosong56
Quote:


kalau itu entahlah, tapi beritanya banyak sih situs luar negeri.

yang ane maksud , di berita2 tersebut ngga ada yang komen. jadi mungkin bukan berita penting bagi masyarakat luar negeri. emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di