alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
SFTH ~ FILLEA CHAVALI ~
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbee49892523337798b4588/sfth--fillea-chavali

SFTH ~ FILLEA CHAVALI ~

Mohon izin buka lapak. Disini gue akan coba berbagi kisah tentang gue dan orang di sekeliling gue. Maaf jika ada kesamaan nama, tempat, maupun adegan. Namun, sebisa mungkin gue akan menyamarkan nama di setiap tokoh yg ada di cerita gue ini.

Ini merupakan Thread pertama gue. So buat agan, sist dan para sesepuh SFTH di kaskus mohon maaf atas segala kekurangan dalam cerita gue nantinya.

Dan buat SR, mohon meninggalkan jejak setelah membaca, agar TS semangat nulisnya hehehe..

Be a smart Reader!

Quote:


CHAPTER 1



Goncangan yg teramat kuat memaksaku untuk sadar dari alam mimpi. Goncangan yang tak lain dan tak bukan pasti berasal dari gerakan tangan emakku. Sudah menjadi rutinitasnya di setiap pagi untuk membangunkan ku dengan cara seperti ini, sebenarnya ada satu cara lagi sih, jika aku dalam keadaan susah bangun. Beliau dengan tidak segan akan mengguyurku dengan segayung air.
Mungkin kalian merasa aku bodoh, karna tidak menyetel alarm. Aku punya alasan untuk tidak melakukannya. Aku itu orangnya kagetan dan suka refleks! Waktu kelas 5 SD, emak pernah meletakkan jam weker di kamarku. Beliau menyetel alarm lalu menaruhnya tepat di nakas sebelah tempat tidurku. Alhasil aku memang bangun, namun si weker yang tak bersalah itu hancur karna ku banting, saking kagetnya aku. Hasilnya aku mendapat omelan oleh emak karna kejadian itu. Dan semenjak itu juga aku jadi malas menggunakan alarm dan meminta emak untuk membangunkanku di setiap harinya.

Oh iya, perkenalan, emakku bernama Layla dan ayahku bernama Majni. Bukan Majnun ya! Ayah meninggal 3 tahun yang lalu dan sekarang emaklah yang menjadi tulang punggung di keluarga kecil kami. Emak bekerja sebagai pegawai di Bank Swasta, sedangkan ayahku dulunya adalah seorang polisi.

Lanjut!

Setelah aku bangun, aku langsung bergegas ke kamar mandi. Kulucuti semua pakaian tidurku dan langsung mengguyur tubuh ini dengan air. Tidak lupa menggosok gigi.

Habis mandi aku berpakaian, tidak seperti lagu kanak-kanak yg dulu sering ku dengar..

.. Habis mandi ku tolong ibu
Membersihkan tempat tidurku


Masa habis mandi langsung beberes kasur! Sempakan dulu dong!

Oke abaikan guyonan di atas.

Setelah berpakaian selesai, gak lupa kutabur bedak bayi di wajahku yg bebas jerawat, alias mulus seperti bokong bayi hahaha. Setelah itu kurapikan rambut pendekku.

Aku gak pernah beberes buku setiap harinya. Kenapa? Karna semua buku-buku yg kupunya sengaja ku tinggal di laci, bangku ku di sekolah. Aku hanya akan membawa beberapa buku ke rumah jika hanya ada PR saja. Selain itu aku malas kali!

Sejurus kemudian, ku lihat pantulan diriku di depan cermin lemari, seragam yg tidak kumasukan ke dalam, kedua belah lengan seragam yg kulipat sedikit keatas, serta dasi dan ikat pinggang yg tidak ku pakai.

Aku hanya berpenampilan rapi di saat hari Senin saja, hari dimana upacara bendera berlangsung. Dan sekarang adalah hari selasa. Aku jauh dari kata rapi. Melihat penampilanku yg sudah cukup keren, segera ku sambar jaket denim serta tas yg sudah bertengger manis di meja belajar. Setelah itu aku langsung keluar kamar bergegas untuk sarapan.

Kulihat di meja makan sudah duduk emak dan seseorang yg sebenarnya malas untuk ku sebutkan, namun mengingat dia saudara ku, mau tak mau harus ku perkenalkan.

Namanya Ilham Al Fansha. Saudara laki-laki ku yang sering di sapa Al itu memang cowok sok ganteng yg ada di kehidupanku. Emang ganteng sih, tapi jahiliyah! Namanya saja yg Ilham. Tapi ia sangat menjauhi Ilham yg sebenarnya.

Sesampainya di meja makan, aku langsung menyunggingkan senyum manis kepada emak, lalu menyambar beberapa lembar roti, Al ku anggab tidak ada. Sebut saja aku adik yg jahat. Kalian tidak berada di posisiku, setiap hari aku terpaksa menjadi objek kejahilannya. Kurasa jika kalian berada di posisiku, kalian akan betindak lebih jahat dari pada apa yg kulakukan sekarang.

Aku langsung menyompol lembar roti yang sudah ku olesi selai stroberi kesukaan. Pipiku sampai mengembung akibat roti yg kumakan kebanyakan.

"Pelan2 Cha," kata Emak melihat cara makanku. Aku buru-buru mengambil gelas berisi susu. Merasa keselek.

Glukk.. Glukk.. Ahhh

Lega rasanya saat minum.

"Kayak gak pernah makan" celetuk mahluk tak kasat mata haha. Aku sontak melotot.

"Chaca berangkat bareng emak aja ya, atau di bonceng Al. Emak ngeri liat kamu sama si Duda"

"Chaca bareng duda aja mak hehe" jawabku sambil nyegir.

"Yasudah, hati-hati kamu. Jangan sampe kena tilang lagi"

bersambung..




Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Sorry...gw yg perawanin pejwan.
emoticon-Cool
Quote:


emoticon-Ngakak
Balasan post filleacha
Salah ya? yo wish ta ganti, gw yg perawani TS.
emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2
Diubah oleh cos44
Quote:


Sini pala mu tak lempar pake bata emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Ngakak
Balasan post filleacha
Ampun mak uwok...
........emoticon-Ngacir.......emoticon-Ngacir........emoticon-Ngacir
Diubah oleh cos44

CHAPTER 2

Selesai sarapan, aku bergegas pamit kepada emak untuk berangkat sekolah, Al sudah terlebih dulu berangkat. Aku dan abangku itu tidak satu sekolah, emak sengaja memisahkan kami, dengan alasan aku dan Al yang jarang sekali akur. Beliau takut jika kami satu sekolah akan terjadi perang saudara. Yaaaa, menurutku emak agak sedikit berlebihan.

Aku berangkat sekolah jik jam sudah menujukan pukul 6.50 , 10 menit sebelum bel berbunyi. Jarak antara rumah ku dan sekolah tidaklah terlalu jauh, hanya memerlukan waktu 5 menit untuk sampai kesana jika aku berangkat bersama duda kesanganku dengan kecepatan di atas 80km/jam emoticon-Big Grin

Oh, kalian pasti penasan dengan siapa duda.

Jadi, si Duda adalah motor kesayangan yang telah ku modifikasi sedemikian rupa. Mulai dari knalpotnya yg kuganti dengan knalpot racing HRP yg bunyinya empuk namun tetap menggelegar ketika di geber hehehe. Ban, velg, body, serta mesin sudah ku ganti semua. Kunamai duda karna motor itu bekas, ku beli dari temannya Al.

Dan sekarang aku sudah siap berangkat sekolah dengan duda tercinta hehehe
D

Jam pertama pelajaran sosiologi berlangsung, kujadikan sebagai penghantar lamunan di pagi hari itu. Aku sedang tidak mood belajar.

Aku sengaja melamun, aku menunggu teguran dari sang guru. Aku sudah sangat hafal, teguran apa yang akan di lontarkan oleh guru sosiologi itu. Teguran berupa sebuah pilihan. Antara serius belajar atau silahkan keluar kelas jika tidak mau mengikuti pelajarannya.

Ya, aku dengan senang hati akan memilih opsi kedua. Keluar kelas dan ngacir ke kantin atau paling tidak ke bangunan belakang sekolah.

Namun sial! Teguran itu tak kunjung di layangkan untukku. Tentu saja aku heran, aku lihat kedepan tidak ada guru. Kulirik kanan, kiri, dan juga belakang namun tidak ada beliau. Aku tidak melihat ke atas ya, karna guruku mustahil sekali berada di sana. Karna guruku bukan Cicakman emoticon-Big Grin

Lalu kucuil kepala teman sebangku ku yang asik menulis.

"Cah, mana gurunya?" tanyaku pada Cahaya selaku teman sebangku.

"Makanya jangan ngelamun terus. Bu Santi masuk cuma ngasih itu tugas." jawab cahaya seraya menujun papan tulis di depan sana.

"Tidur dulu dah gue, bilangin sam yg lain jangan ganggu gue ya Cah, sama itu tugas, ntar gue ngumpulinnya nyusul" kataku kemudian berdiri lalu menjuku bangku di pojokan yg sering sekali kosong. Ya aku tau yg punya bangku sedang bolos, kenapa aku tau? Karna yg bolos temanku hahaha

Aku tidur di pojokan kelas, sedangkan yg lain sibuk dengan urusannya masing-masing. Bodo amat lah, yg penting aku bisa tidur. cd

Di sekolah aku mempunyai teman yang kelakuannya tak kalah absurd. Mereka menganggab pertemanan kami seperti sebuah geng yang personelnya ada 5. Ah kayak girlband aja emoticon-Cape d... namun aku hanya ikut saja, yg penting mereka senang. Aku teman yg baik bukan?

Sedikit mengenai teman -temanku.
Ada Lala yang suaranya ngalahin suara toa mushola sekolah, kalo ngomong gak bisa pelan, always nyanring, udah gitu cempreng banget gan! Anaknya suka heboh sendiri, walaupun yg dihebohkan itu adalah hal yang kelewat biasa aja. Kayak waktu itu aku nemu uang koin di pelataran sekolah dan dia heboh bukan main, sampe mau bikin sukuran. Setdahh itu bocah.

Selanjutnya ada Aya si biang gosib nan hoby nyinyir, salah satu dari sekian banyak followers dari akun lambe-lambe. Segala berita terbaru dia tau. Dia juga merupakan sosok yg banyak membuat akun kloningan di IG, katanya biar bebas nyinyir. Selain di dunia maya Aya juga aktif bergosip di dunia nyata. Di sekolah contohnya, Aya sangat dinanti kehadirannya oleh beberapa siswi yg mempunyai kesamaan hoby dengan Aya, karna Aya selalu menyajikan gosip teraktual dan terpecaya. Katanya yg sering kudengar no pict = hoax mbuhhlah Ya.. Ya.. hahaha

Lalu Kayla si anak skateboard. Orangny lumayan asik, aku kadang ikut main skate bareng dia. Aku bisa main, tapi tidak sejago Kayla tentunya. Kayla mempunyai pergaulan yg luas, terbukti diman dia berada disitu pasti ada yg mengenalnya. Di samping itu, dalam urusan bolos membolos, Kayla itu si ratu bolos gan, bahkan catatan bolosku aja jauh dibawahnya.

Lalu yang terakhir, ada Rere yanh keliatan kalem banget, tapi sering banget tercyduk nonton hentai di pojokan kelas gak lupa dia pake earphone, biar gak ketahuan. Rere mempunyai imajinasi yg luar biasa banget, luar biasa liar hahaha

Kadang aku merasa tidak enak dengan mereka, gimana gak enak gan! Mereka sering ketiban sial kalo lagi deket aku. Hahaha

Contoh aja nih ya, mereka pernah seharian berjemur di lapangan sekolah gara-gara kelakuan ku. Ya aku ijin ke kantin dan gak balik-balik ke kelas, mereka penasaran kemana aku pergi, jadilah mereka ikut keluar, aku sempet heran bagaimana bisa mereka keluar ber 4 sekaligus, tapi bodo amat lah haha. Mereka menemukanku tengah asik makan di kantin, mereka yg nampaknya kelaperan tanpa banyak tanya langsung pesen makanan. Aku berfirasat buruk saat mereka memesan makanan. Dan ya, firasat ku benar. Pak Kumis datang dengan menenteng penggaris kayu. Alhasil kami di hukum dengan berjemur di lapangan sampai pulang sekolah, kebanyang gak gimana item nya kami saat itu haha.
Yah...tritnya panen kentang.
emoticon-Wkwkwk


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di