alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Isu Kasus Kapolri, PB PMII: Pengalihan Isu Kasus Ratna Sarumpaet
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbee2f7925233ba458b4572/isu-kasus-kapolri-pb-pmii-pengalihan-isu-kasus-ratna-sarumpaet

Isu Kasus Kapolri, PB PMII: Pengalihan Isu Kasus Ratna Sarumpaet

JAKARTA, REQNews – Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang berpendapat beredarnya isu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menerima suap dari importir Basuki Hariman terkait kasus korupsi daging sapi, adalah upaya pengalihan isu penanganan kasus hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet yang tengah disidik Polri.

PB PMII mempertanyakan munculnya isu tersebut di saat Polri sedang menangani kasus hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet. Agus menduga ini adalah upaya untuk mengalihkan perhatian publik dengan memunculkan isu baru.

“Dengan adanya pemberitaan ini, membuat Polri tidak dapat bekerja secara fokus untuk menangani kasus-kasus yang masuk, terutama kasus hoax Ratna Sarumpaet. Hal ini sangat melemahkan posisi Polri sebagai penegak hukum,” ucap Agus di Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

Berita Menarik Lainnya Baca di REQNews- Isu Kasus Kapolri, PB PMII: Pengalihan Isu Kasus Ratna Sarumpaet

Terlebih, informasi keterlibatan Kapolri Tito dalam impor daging sapi, diungkit kembali ditengah-tengah masa kampanye Pilpres tahun 2019. Sebab, kata Agus, jika hal itu benar, seharusnya mantan Ketua MPR Amien Rais tidak mengatakan hal itu melalui rilis yang dibuatnya, namun langsung melaporkannya ke KPK.

“Tetapi, melaporkan langsung ke KPK atas keterlibatan Tito,” katanya.

Agus pun mengomentari ungkapan mantan Wakil Ketua KPK Bambang Wijayanto kepada media yang mendesak KPK untuk segera bertindak. Menurut Agus, Bambang sebagai salah satu mantan pimpinan KPK, seharusnya melaporkan langsung ke KPK jika memang benar Tito terlibat karena Bambang sangat mengerti prosedur penanganan kasus di KPK.

“Namun, lagi lagi disayangkan, Bambang hanya mengungkapkannya di depan media. Dan ini tindakan ini bersifat politis,” ujar Agus.

Berita Menarik Lainnya Baca di REQNews- Aduh! Terbongkar Ini yang di lakukan Habib Rizieq Shihab di Arab

Agus berharap agar Polri tetap fokus menangani berbagai kasus penting, terutama kasus berita bohong yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet.

“Saya kira biarkan publik yang menilai, dan saya yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dan mulai bosan dengan beragam skenario yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang menyudutkan Kapolri,” katanya.

Sebelumnya Indonesialeaks, jaringan media investigasi mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran dana pengusaha Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat negara, termasuk di antaranya kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. (Romeo)
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Enih ado : lanhut & lampha chau yin ni.

On sale di carousell , pak presiden.

Lbh urgent buat diurusin.wkwkwkwk

Kalau terguncang yg tertib , mending langsung protes ke carousell sana (jgn jadi bot warrior dunia maya doang = gak ngefek sama sekali)!!!!

Hurt fact in real world :

Isu Kasus Kapolri, PB PMII: Pengalihan Isu Kasus Ratna Sarumpaet


Nunggu nasbung kumpul kekuatan , buat meme, bikin flyer, bikin lagu, demo.... Baru nanti di buka lagi... hehehe


Isu ratna sarung kampret itu justru pengalihan isu penanganan bencana di palu yang acak kadut sekaligus pengalihan isu dollar naek 15rebu sekaligus pengalihan isu penjarahan di Palu, sekaligus pengalihan isu BBM naek.

Salam la kalaw kalaw kata AlpaTK

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
IndonesiaLeaks Hoaks, Wikileaks Masih Oke

INILAHCOM, Jakarta - Psikolog Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk menilai kemunculan IndonesiaLeaks yang menjadi sorotan publik belakangan ini tak lebih dari sekadar hoaks.

Adapun isu yang diangkat dalam IndonesiaLeaks ialah perusakan barang bukti yang kabarnya dilakukan oleh dua penyidik Polri.

Isu ini pun telah dimentahkan oleh Polri. Ditelaah lebih jauh pemunculan oleh IndonesiaLeaks ini mendorong KPK mengeluarkan SprinLidik baru atas buku catatan keuangan perusahaan Basuki Hariman (Terpidana Suap Hakim MK).

Menurut Hamdi, sejauh pengamatannya terlalu banyak opini yang dipaparkan IndonesiaLeaks di dalam catatan mereka, dibandingkan fakta pemberitaan.

"IndoLeaks menurut saya kebanyakan opini, terlalu sedikit yang bisa ditelusuri pembuktiannya," ucapnya kepada INILAHCOM, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dalam IndonesiaLeaks relatif tidak ketahuan siapa penulisnya, meski diketahui yang menulisnya adalah sejumlah wartawan. Namun tidak jelas siapa saja mereka.

"Kalau WikiLeaks masih oke. Masih agak respek karena nama-nama yang ikut di dalamnya disebut. Kalo IndonesiaLeaks, cuma konon kabarnya dilakukan wartawan. Menurut saya, ini statusnya sama dengan hoaks," katanya.

Menurutnya, ada indikasi juga IndonesiaLeaks muncul karena dibuat untuk kepentingan politik, utamanya yang ingin menurunkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Pasalnya, dalam catatan IndonesiaLeaks, nama Kapolri juga diseret-seret. Namun tidak ada penjelasan faktual yang mendukung catatan tulisan itu.

"Siapa yg membuat hoaks ini? Untuk kepentingan siapa? Jangan-jangan dibuat oleh oknum di kalangan polisi juga yang dilakukan dalam rangka ingin pergantian Kapolri? Bisa saja. Bisa juga dari karena Kapolri bagian dari pemerintahan, bisa saja ada yang yang ingin mendiskriditkan pemerintahan," tandasnya. [rok]


https://nasional.inilah.com/read/detail/2485163/indonesialeaks-hoaks-wikileaks-masih-oke
Jurus nasbung dipake ma nastak
Ngoahahaha
emoticon-Imlek
Balasan post penjaga.warnet
Quote:



emoticon-cystg



penjualan warga Indonesia kah ???


emoticon-Turut Berduka


Takut kejadian BG terulang lagi..
Mana ada yg berani...

emoticon-Ngakak
pengalihan isu atau tidak,bila hukum menemukan pelanggaran dimanapun siapapun dan kapanpun wajib ditindak emoticon-Mad
mengapa mereka mentargetkan tito? apa karena tito termasuk yg sulit mereka intimidasi?


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di