alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
4.2 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbec672902cfed82e8b4569/profesor-kok-gitu

Profesor Kok Gitu

Profesor Kok Gitu


Membaca berita ini kok saya miris ya. Entah kenapa, nalar dan akal sehat saya tidak bisa menerima tindakan yang dilakukan Profesor, orang tua, begawan, satu ini. Sebagai seorang dengan predikat mulia seperti yang saya tulis di awal, jelas level berfikirnya harus di atas rata-rata masyarakat awam.

Masak diperiksa penyidik sebagai saksi saja kok membuat gaduh republik ini. Kalau didampingi penasehat hukum silahkan, karena itu hak sebagai warga negara. Tapi kalau didampingi kelompok yang menamakan diri ormas? Apa pentingnya mbah? "Mereka memaksa ikut mas." Lha gimana dong? Sebagai orang tua, sebagai begawan, sebagai orang yang didengar petuahnya. Masak iya omongan anda tidak didengarkan mbah? Anda bilang lah, tidak perlu kawalan, tidak perlu didampingi. Cukup doakan saja. Insya Allah saya kuat, kan gitu harusnya.



Tapi sampai lewat pemeriksaan anda, saya tidak menemukan berita dan pernyataan anda yang melarang atau paling tidak mencegah pendukung anda itu untuk tidak membuat aksi. Yang nampak adalah, anda sengaja dan menikmati untuk dikawal! Pertanyaan saya adalah, apa urgensinya anda dikawal mbah? Maaf, pertanyaan ini akan saya ulang lagi dan lagi. Karena memang saya tidak menemukan jawaban yang tepat mbah. Mohon bantu saya mencari jawabannya mbah.

Kalau anda penakut, jelas tidak! Bapak Rerormasi kok penakut? Mengkotakkan partai Allah dan Setan saja, si mbah tidak takut kok. Betul kan mbah? Jadi saya tidak percaya si mbah takut berurusan dengan penyidik polri. Mari cari alasan lainnya. Si mbah mau pamer pendukung? Ini lho masa pendukung saya. Untuk apa mbah? Si mbah kan tidak nyapres, tidak nyaleg. Jadi buat apa pamer pendukung? Agar eksis? Si mbah akan tetap eksis kok tanpa pamer masa. Apalagi bagi fans berat Gus Dur seperti saya. Karena dengkul mu mbah, Gus Dur jadi Presiden, hehehe. Sesuatu yang tidak bisa si mbah raih.

Profesor Kok Gitu

Jadi apa alasan mu mau dikawal mbah? Mohon pencerahannya. Saya sudah cari, tapi tidak ketemu mbah. Mau ikutan berprasangka jelek, takut dosa mbah. Jadi saya berpendapat saja mbah. Mohon maaf, nyuwun pangapunten ingkang sanget menawi salah njih mbah.

Sebagai anak muda yang pernah kuliah hukum, izinkan saya untuk berpendapat ya mbah. Apa yang si mbah lakukan adalah contoh BURUK dari seorang Profesor ketika menghadapi masalah hukum! Mbah pernah tidak membayangkan, jika ada orang diperiksa sebagai saksi, lalu karena alasan yang tidak jelas (setidaknya bagi saya) seperti yang mbah lakukan. Dikawal ribuan masa, apa yang akan terjadi mbah? Energinya polisi habis cuma buat ngurusin saksi mbah! Mengamankan pengawalnya! Padahal itu urusan sepele! Urusan itu tidak lebih penting dari pada urusan polisi menolong korban laka lantas misalnya!

Kalau nanti dilarang sama polisi saksi itu akan bilang, lho itu mbah Profesor Amien Rais kok boleh dikawal, apa bedanya saya dan mbah Amien sebagai warga negara? Apa tidak repot mbah? Nama anda jadi tameng nya para saksi. Tameng bikin huru-hara Hehehehe. Si mbah tentu tahu lah, yang namanya saksi itu belum tentu salah. Jangankan saksi mbah, tersangka saja belum tentu salah kok, sebelum ada putusan dan vonis hakim. Lalu untuk apa tho mbah pakai mau dikawal pasukan? Nah kan, saya tanyakan lagi.

Kalau mbah-mbah merepotkan keluarga itu biasa mbah. Nikmat bagi kami anak cucunya. Tapi kalau ada mbah-mbah yang nyusahin orang, dan seneng bikin gaduh satu republik, lama-lama jengah juga mbah. Nasi sudah jadi bubur ya mba? Orang-orang di sana sudah menuduh si mbah pengecut. Tapi tenang mbah, saya tidak. Saya lebih setuju jika mbah lagi ingin diperhatikan. Sama dengan anak saya yang paling kecil. Kalau tidak diperhatikan, suka cari perhatian. Jadi ente samakan si mbah dengan anak kecil coek? Bukan saya yang bilang ya. Maafkan cucu mu mbah kalau salah dalam berpendapat. Salam Damai.


Ciao.


Sumber Referensi : sini, sini, Pemikiran Sendiri
Sumber Gambar : sini, sini
Sumber Video : sini
Halaman 1 dari 3
Profesor Kok Gitu

nostalgia emoticon-Leh Uga
Quote:

Ini apaan om??? emoticon-Bingung
Quote:

Kemarin bawa klipingan koran juga om, ga tau apa isinya... emoticon-Leh Uga
bawa pasukan agar kalau si mbah tiba "waktunya" banyak yang nolongin gan ...emoticon-Sorry
eh gelar nya dah prof ya? wah baru tau ane emoticon-Hammer (S)
Quote:

Jangan gitu om, masih lama dia waktunya... emoticon-Leh Uga
Quote:

Cek aja om... Guru besar lho... emoticon-Big Grin
Balasan Post londo.046
Quote:


Itu gelar sebelum pikun gan
Quote:

Emang sekarang sudah pikun om??? emoticon-Big Grin
Nepotisme di negara ini kental banget. Jijik!

Ente berkoar koar disini juga percuma. Si Tua Bangka mana main Kaskus. Bikin aja artikel untuk dimuat dikoran.
Quote:

Tenang om, matanya banyak kok... Kalau artikel media cetak, tetap ada yang action... emoticon-Big Grin
ya begitulah perbedaan orang terpandang diperlakukan seperti itu 😐
Quote:

Siapa yang mandang dia selain laskarnya om??? emoticon-Big Grin
Ya namanya jg politik...

Profesor Kok Gitu
sok tau ente
Quote:

Apakah berpolitik harus selalu dengan menghalalkan segala cara??? emoticon-Big Grin
Quote:

Salam buat Mbah Amin Rais om... emoticon-Leh Uga
Belom aja si mbah kena ultinya jhonsonemoticon-Cool
No komen emoticon-Ngacir ra ngurusi politik, usume kompor mleduk emoticon-Hammer


Jadi apa alasan mu mau dikawal mbah? Mohon pencerahannya. Saya sudah cari, tapi tidak ketemu mbah. Mau ikutan berprasangka jelek, takut dosa mbah. Jadi saya berpendapat saja mbah. Mohon maaf, nyuwun pangapunten ingkang sanget menawi salah njih mbah.


Londo iso boso jowo toh emoticon-Big Grin
Diubah oleh amikurnia
Quote:


ntar disalamin bre. ok oce emoticon-Cool
Quote:


Awalnya gue mikir sama kaya Ente Bang, seolah nanya sama "Rumput Bergoyang".., tapi gw kira media Untuk menyampaikan Uneg - Uneg terkait Publik Figur, Tokoh dan lainnya juga tidak mesti harus media Cetak kan..?!
Toh, Nanti pun Thread ini bakalan ada yang Share ke Media Sosial lainnya.

Maaf oot :
Sama hal dengan Cerita Misteri Tak Kasat Mata, yang awalnya dari Thread biasa, thread yang Original di buat di kaskus (CMIIW) dan nyampe jadi Movie bang.
--------------------------------------------------------------

Poin nya Maaf - Maaf bang, Bukan Jawaban dari pihak terkait "JIKALAU" pun yang Bersangkutan Menanggapi Itu Bonus. Tapi tujuan utama ya mengeluarkan pendapat saja
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di