alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Timnas senior menjanjikan, tapi belum cekatan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbebda4ddd770e8618b4577/timnas-senior-menjanjikan-tapi-belum-cekatan

Timnas senior menjanjikan, tapi belum cekatan

Timnas senior menjanjikan, tapi belum cekatan
Pemain timnas senior Indonesia Irfan Jaya (kanan) disambut Alberto Goncalves (tengah) usai mencetak gol dalam kemenangan 3-0 atas Myanmar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).
Pelatih Bima Sakti tak bisa menyembunyikan raut wajah gembira setelah tim asuhannya, timnas senior Indonesia, berhasil menang telak 3-0 atas Myanmar dalam latih tanding di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).

Seluruh gol kemenangan dicetak pada babak pertama. Penyerang Alberto "Beto" Goncalves melakukannya pada menit 19 dan pemain depan Irfan Jaya memborong dua gol lainnya, masing-masing pada menit 25 dan 39.

Ini adalah kemenangan kedua timnas senior setelah mengalahkan Mauritius 1-0 dalam latih tanding pada bulan lalu. Kebetulan Bima menjadi asisten pelatih ketika itu.

Laman PSSI menyebut permainan timnas menjanjikan. Tidak salah memang karena selama 45 menit pertama, para pemain tampil dengan kolektivitas yang baik.

Tiga pemain di lini depan; Beto, Irfan, dan Febri Haryadi, cukup fasih bekerja sama. Belum lagi dukungan Evan Dimas dan Stefano Lilipaly di lini kedua yang menjaga tempo dan ritme permainan relatif apik.

Mereka memainkan pressing forward ke pertahanan Myanmar. Alhasil dalam setiap serangan, Indonesia bisa menempatkan minimal lima pemain di jantung pertahanan lawan.

Walau demikian, timnas senior belum cukup cekatan menyelesaikan aliran bola menjadi peluang emas. Ada delapan kejadian pada babak pertama yang sebenarnya bisa menjadi peluang dan bahkan gol, tapi hanya tiga yang terwujud.

Sementara pada babak kedua, Indonesia lebih sering ditekan Myanmar sehingga peluang pun menipis. Ini bisa menjadi ujian pertahanan Indonesia yang masih mudah terbuka ketika diserang lawan.

Jadi, pertahanan Indonesia memang tak cukup teruji pada laga ini karena lini depan Myanmar tak cukup berbahaya. Pelatih Myanmar, Antoine Hey, mengatakan para pemainnya mendapat pelajaran berharga dari Indonesia.

Pelatih asal Jerman merujuk pada kemampuan pemain Indonesia dalam memanfaatkan serangan balik. "Serangan balik mereka terlihat terencana dengan baik. Kami berulangkali kewalahan menghadapinya," ucap Hey dalam Bola.com.

Secara keseluruhan, permainan Indonesia cukup kondusif. Meski tidak dominan, mereka bisa menguasai permainan hingga 51 persen.

Dan ini adalah sebuah modal berharga untuk mempersiapkan diri demi ajang Piala AFF 2018 pada November dan Desember nanti. Indonesia juga masih memiliki satu latih tanding lagi dalam masa kalender internasional ini dengan melawan Hong Kong (16/10).

Satu lagi, Bima mengatakan seluruh pemain sudah berhasil mempraktikkan semua yang dilatih. Apalagi ini semua adalah hasil konsultasi Bima dengan pelatih Luis Milla Aspas yang hingga saat ini belum definitif melakoni kontrak baru bersama PSSI.

"Gol-gol yang tercipta menegaskan kalau skenario permainan yang disiapkan saat latihan berjalan. Strategi permainan yang disiapkan merupakan hasil diskusi saya dengan coach Luis Milla," kata Bima.

Indonesia sebenarnya menggunakan laga ini untuk mencoba sejumlah pemain baru, terutama pada babak kedua. Misalnya Irfan yang digantikan debutan naturalisasi Esteban Vizcarra. Ada pula Alfin Tuasalamony, pemain lama yang kembali lagi ke timnas setelah sempat cedera patah kaki beberapa waktu lalu.

Irfan menyambut gembira permainannya yang menghasilkan dua gol. Pemain asal Persebaya Surabaya ini cuma bermain dalam satu babak alias 45 menit, tapi berhasil melepas tiga tembakan ke gawang Myanmar -- dua di antaranya menjadi gol.

"Ini semua berkat kerja keras seluruh pemain," tutur Irfan dalam jumpa pers yang dilansir Kompas.com.

Menurut Bima, para pemain anyar atau lama yang baru kembali menjadi indikasi andalan timnas pada masa depan. Selain nama yang sudah disebut di atas, ada pula Alfath Fathier di sisi bek kiri. Lantas Bima menyebut pua Abdul Rahman dan Dedi Kusnandar.

Khusus posisi bek kiri, Indonesia menjadi punya stok. Selain Alfath kini, timnas memiliki Rizki Pora, Ricky Fajrin, dan Rezladi Hehanussa yang juga bisa bermain sebagai bek kanan.

"Pemain-pemain baru bisa memahami skenario permainan yang kami usung. Saya senang karena semua pemain yang turun ke lapangan menjalankan instruksi dengan baik. Untuk Altafh, dia menunjukkan performa bagus, menyerang dan bertahan. Semoga dia bisa lebih baik lagi untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," tukas Bima.
Timnas senior menjanjikan, tapi belum cekatan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-belum-cekatan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Timnas senior menjanjikan, tapi belum cekatan Alasan pentingnya pembiayaan dan asuransi untuk bencana

- Timnas senior menjanjikan, tapi belum cekatan Misteri arahan naik dan tunda harga Premium

- Timnas senior menjanjikan, tapi belum cekatan Oh panasnya, Monas lenyap bayangannya

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di