alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ekonomi Indonesia sedang Dirawat Jalan oleh IMF?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbeb76cded770c1718b4567/ekonomi-indonesia-sedang-dirawat-jalan-oleh-imf

Ekonomi Indonesia sedang Dirawat Jalan oleh IMF?

Ekonomi Indonesia sedang Dirawat Jalan oleh IMF?
Rabu, 10/10/2018

Saat ini sedang berlangsung Annual Meeting 2018 yang digelar IMF (International Monetary Fund atau Dana Moneter Internasional) dan Word Bank Group di Bali, Indonesia, Senin-Ahad (8-14/10/2018).

IMF demikian akrab bagi Indonesia terutama sejak terjadi krisis moneter tahun 1997. IMF kemudian dikaitkan dengan berakhirnya rezim Orde Baru yang kokoh sejak 1967 hingga Orde Reformasi 1998. Pada awal Orde Baru Indonesia dibantu IMF sebagai advisor untuk pulih dari krisis ekonomi 1965-1966.

Setelah mengalami inflasi sekitar 600 persen pada tahun 1965-1966 perlahan kehidupan ekonomi masyarakat berangsur membaik. Puncak rehabilitasi ekonomi terjadi setelah pergantian kepemimpinan nasional tahun 1967.

Pada tahun 1968 APBN baru dapat diseimbangkan menggunakan prinsip anggaran belanja berimbang. Inflasi berangsur-angsur turun menjadi 85 persen pada 1968 berlanjut tinggal 9,9 persen pada 1969.

Ekonomi Orde Baru menjadi makin “perkasa” dan “meroket” dengan hadirnya rezeki minyak tahun 1969-1981. Harga ekspor minyak bumi yang meningkat 4 kali hingga 8 kali lipat memungkinkan pemerintah Orde Baru memperluas program-program pembangunan.

Selain rezeki minyak, ekonomi Orde Baru ditandai dengan makin dibukanya modal asing dalam bentuk investasi dan utang. Bisa jadi kebijakan utang luar negeri yang demikian berani atas dasar saran IMF.

PT. Freeport Indonesia yang akhir-akhir ini sering bikin “heboh” pada setiap perpanjangan kontraknya, pertama kali masuk Papua pada tahun 1967 di awal Orde Baru. Periode 1967-1997 selama 30 tahun dikenang sebagai periode “emas” ekonomi Indonesia.
Tidak sedikit orang Indonesia yang lahir dan menikmati masa itu, rindu kembali pada masa Orde Baru. Seluruh kebijakan Orde Baru semakin diyakini sebagai “berkah” ekonomi dan politik Indonesia.

Tanpa terasa kemudian pada tahun 1997 terjadi angin perubahan ekonomi dunia. Krisis moneter di Korea dan Thailand lambat laun merembet ke Malaysia dan Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika yang sebelumnya pada kisaran Rp 2.500-an menjadi sekitar Rp17.000-an pada 1998.

Krisis moneter berujung pada krisis ekonomi dan politik yang ditandai dengan pergantian kepemimpinan nasional. Gelombang reformasi yang dimotori Prof Dr Amien Rais MA beserta segenap aktivis pro demokrasi membawa perubahan baru dalam tata kelola ekonomi dan politik nasional.

Ekonomi Orde Baru yang demikian “perkasa” selama 30 tahun ternyata tidak mampu mengantisipasi arus keuangan global—sebuah wabah ekonomi yang diyakini sebagai “wabah” ekonomi baru.

Terbukti gerakan reformasi yang berhasil melakukan pergantian kepemimpinan nasional berhasil pula memulihkan ekonomi nasional. Presiden BJ Habibie yang menggantikan Presiden Soeharto secara bertahap berhasil menurunkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika menjadi Rp 6000-an pada tahun 1999.

Presiden BJ Habibie tetap berhubungan dengan IMF, dengan penggunaan skala prioritas yang jelas terhadap pinjaman dari IMF. Bantuan IMF baik tidaknya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggunakannya.

Selanjutnya era baru politik multipartai hingga saat ini belum menghasilkan “lompatan” besar yang berarti dalam bidang ekonomi sebagaimana masa Orde Baru. Gerakan reformasi yang menumbangkan Orde Baru bukan biang keladi krisis ekonomi pasca-Orde Baru.

Ketidakkonsistenan pada agenda reformasi adalah biang keladi utama krisis ekonomi dan politik saat ini. Jargon anti-KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) yang kencang diteriakkan aktivis gerakan reformasi lambat laun “redup” pascapemulihan ekonomi dan politik oleh Presiden BJ Habibie.

KKN kembali marak dan cenderung telah akrab dengan perilaku partai politik dan birokrasi. Putusan Mahkamah Agung yang mengizinkan bekas napi korupror boleh nyaleg menjadi bukti bahwa agenda reformasi telah dilupakan. Keseriusan memberantas KKN sampai ke akar-akarnya belum seheroik Orde Baru memberantas ideologi komunis.

Pertemuan tahunan IMF di Bali perlu dicermati sejauh mana dampaknya bagi ekonomi Indonesia, termasuk agenda politik 2019.

Harapan semua pihak, agar pemerintah tidak menambah utang lagi pada IMF sehingga menambah beban lagi bagi anak cucu bangsa. Hal itu sama seperti keadaan ekonomi Indonesia yang sedang sakit dan dalam perawatan jalan IMF.

High economic and politics Muhammadiyah harus kembali hadir secara aktif sebagaimana keterlibatan Kokamtahun 1965 dan Amien Rais cs tahun 1998. 
http://www.neraca.co.id/article/1073...jalan-oleh-imf

Ekonomi Indonesia sedang Dirawat Jalan oleh IMF?
Kisah Bos IMF Bersedekap, Pujian, dan Jatuhnya Soeharto. Presiden Soeharto menandatangi perjanjian dengan IMF. Michel Camdessus terlihat memandanginya dengan bersedekap. Foto legendaris diatas itu diambil di Jakarta pada 15 Januari 1998. Foto Republika

Benarkah Ekonomi Indonesia Membaik?
Oktober 10, 2018 19:15

Bank Indonesia memprediksikan Indonesia akan mengahadapi membengkaknya defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang diprediksi akan melebihi USD25 Miliar. Angka defisit ini lebih buruk 44,5% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD17,5 Miliar. Jika memang kondisi ekonomi Indonesia membaik, tentunya selaras dengan data ekonomi yang disampaikan BI.

Sejumlah ekonom berkumpul di kediaman Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto, Jumat (5/10) malam. Dari sekian ekonom yang ada dalam pertemuan tersebut, Rizal Ramli mengungkapkan, ekonomi Indonesia tengah berada pada lampu merah pada saat ini.

“Memang hari ini kita lampu merah ekonominya, krisisnya, dan masih akan berlanjut karena badan kita tidak sehat. Antibodi kita kurang kuat, kena virus apa saja bisa sakit,” ujar Rizal usai pertemuan.

Ia menilai, sangat tak adil jika terdapat pihak-pihak yang mengkambinghitamkan faktor-faktor eksternal, seperti kondisi Italia, Turki atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

“Kita juga harus introspeksi bahwa diri kita sendiri harus kita bikin sehat. Kita harus ambil langkah-langkah agar krisis ini berkurang,” sambung pria yang kerap disapa RR ini.

Menurutnya, ada sejumlah cara untuk memulihkan kondisi ekonomi Indonesia.

Pertama, kurangi defisit current account dan impor. Namun, ia menekankan jika pengurangan ini harus terfokus pada komoditas impor yang memiliki nominal tinggi.

Rizal mencatat, terdapat 1.147 komoditas impor yang nilai hanya mencapai 5 miliar dolar AS per tahun. Komoditas-komoditas ini, katanya, bukanlah prioritas dalam pengurangan defisit impor.

Selain itu, kalau pajaknya dinaikkan 2,5-7,5% dampaknya hanya akan mengurangi impor 500 juta dolar AS. Ada memang pembatalan-pembatalan proyek besar, tapi kata RR itu saja tidak cukup.

Dia menyarankan pemerintah fokus mengurangi impor komoditas besar, baja misalnya.

“China baja kebanyakan dan banyak dijual ke Indonesia dengan harga murah. Kami minta pemerintah laksanakan memberikan tarif anti dumping sebesar 25% terhadap produk baja dan turunannya. Otomatis impor baja akan turun, impor kita akan turun US$ 5 miliar. Produksi dalam negeri naik, Krakatau Steel dan swasta akan untung,” papar Rizal.

Kemudian, menurut Rizal, pemerintah perlu menaikkan tarif pajak untuk mobil impor.

Cara kedua adalah mewajibkan para pengusaha membawa pulang devisa hasil ekspor. Menurutnya, hanya 20% devisa ekspor yang dimasukkan Indonesia.

Sisa devisa itu, jelas RR, ditaruh para pengusaha di luar negeri seperti Singapura dan Hongkong.

“Kita wajibkan supaya semua eksportir masuk ke dalam. Saya tahu pemerintah mengajak beberapa pengusaha untuk memakai rupiah, tapi itu tidak memadai, kita harus ada di depan kurva untuk bisa keluar dari krisis ini,” tutur Rizal.

Sebagai informasi, Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore bergerak menguat sebesar 37 poin menjadi Rp15.182 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.219 per dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merasa bangga terkait hasil survei tersebut. Menurutnya hal yang patut diperhatikan dalam hasil survei ekonomi Indonesia oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) 2018 adalah keadaan ekonomi Indonesia menunjukkan hasil pertumbuhan positif meski sedang mengalami tekanan penurunan ekonomi global.

“Saya senang pandangan umum OECD terhadap ekonomi Indonesia sangat positif dan menginspirasi,” katanya.

Pemerintah pada 2019 menargetkan peningkatan pemasukan pajak 16,4%. Ada juga sejumlah program peningkatan kapasitas pemuda, seperti pendidikan anak usia dini (PAUD) an akses terhadap sertifikasi guru dan dana operasional sekolah. Di bidang pariwisata, pemerintah mengalokasikan dana khusus, dan melakukan pendekatan holistik sesuai strategi nasional pariwisata.

Menurutnya, kemitraan dengan OECD ini adalah kesempatan untuk membagi pengalaman secara dua arah mengenai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,

“Pengalaman pembangunan segenap negara maju OECD banyak lessons learned yang bisa digali untuk Indonesia, kita bisa ambil pengalaman mereka yang evidence based bisa digali,” jelasnya.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa, Indonesia menjalin kerjasama dengan OECD karena sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia yang senang belajar dan senang berbagi pengalaman.

Kerjasama Indonesia dan OECD meliputi area kebijakan ekonomi dan pembangunan yang meliputi administrasi dan kepatuhan perpajakan, pembangunan infrastruktur, perlindungan lingkungan, pengembangan UKM, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

JK: Mengapa di Luar Negeri Dipuji, di Dalam Negeri Dimaki

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hadir di sela-sela acara IMF-World Bank Meeting di Bali dalam sambutannya sempat mengatakan di dalam negeri banyak kritikan terhadap kondisi ekonomi Indonesia, sebaliknya upaya menjaga kondisi ekonomi Indonesia justru mendapat penilaian baik di luar negeri.

“Di dalam negeri kadang-kadang penilaiannya lebih negatif dibanding yang lain. Inilah Indonesia, di luar dipuji, di dalam dikritik, tapi tanpa kritik yang positif ekonomi kita juga tidak akan bisa berkembang baik,” kata JK.

“Saya sendiri juga kadang-kadang terkejut bahwa luar negeri memandang cara kita mengatur ekonomi kita termasuk yang baik, termasuk negara-negara yang lainnya,” tambah JK.

JK menambahkan pemerintah memang pernah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 6%-7%, namun kenyataannya hanya bisa tercapai di kisaran 5%. 

“Rencana kita bisa tumbuh 6% sampai 7%, tapi keadaan dunia dan juga keadaan dalam negeri kita tumbuh di lingkaran 5 yang sebenarnya dibanding banyak negara, di level menengah. Level menengah tentu mudah naik, tapi apabila kita tidak manage dengan baik bisa juga (turun),” tutur JK.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksi ekonomi Indonesia akan tumbuh di di level 5,1% pada 2018. Berdasarkan laporan World Economic Outlook (WEO) Oktober 2018, angka pertumbuhan ekonomi ini menurun dari proyeksi April 2018 sebesar 5,3%.

Kepala Ekonom IMF Maurice Obstfeld mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia turun karena ada pengaruh dari perkembangan ekonomi global yang diperkirakan turun dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen pada tahun ini.

Kendati demikian, JK mengakui ekonomi Indonesia memang mengalami banyak tantangan. Menurut dia, di era keterbukaan saat ini, ekonomi Indonesia tentu sangat terpengaruh oleh kondisi perekonomian global.

Ketegangan perdagangan antara dua negara raksasa ekonomi dunia, yakni Amerika Serikat dan China dinilai turut menyeret negara berkembang, termasuk Indonesia ke dalam lubang hitam pelemahan ekonomi.

“Bagaimana perang dagang, konsumsi dunia, gejolak di pasar uang yang menyebabkan rupiah melemah dari global, itu juga pengaruh,” sebutnya.

Maka itu, lanjutnya, dibutuhkan informasi yang terpercaya dari media agar pelaku kebijakan mampu mengambil kebijakan dengan baik berdasarkan data yang akurat.

Benarkah Ekonomi Indonesia Membaik?

Bank Indonesia memprediksikan Indonesia akan mengahadapi membengkaknya defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang diprediksi akan melebihi USD25 Miliar. Angka defisit ini lebih buruk 44,5% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD17,5 Miliar. Jika memang kondisi ekonomi Indonesia membaik, tentunya selaras dengan data ekonomi yang disampaikan BI.

Sejumlah ekonom berkumpul di kediaman Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto, Jumat (5/10) malam. Dari sekian ekonom yang ada dalam pertemuan tersebut, Rizal Ramli mengungkapkan, ekonomi Indonesia tengah berada pada lampu merah pada saat ini.

“Memang hari ini kita lampu merah ekonominya, krisisnya, dan masih akan berlanjut karena badan kita tidak sehat. Antibodi kita kurang kuat, kena virus apa saja bisa sakit,” ujar Rizal usai pertemuan.

Ia menilai, sangat tak adil jika terdapat pihak-pihak yang mengkambinghitamkan faktor-faktor eksternal, seperti kondisi Italia, Turki atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

“Kita juga harus introspeksi bahwa diri kita sendiri harus kita bikin sehat. Kita harus ambil langkah-langkah agar krisis ini berkurang,” sambung pria yang kerap disapa RR ini.

Menurutnya, ada sejumlah cara untuk memulihkan kondisi ekonomi Indonesia.

Pertama, kurangi defisit current account dan impor. Namun, ia menekankan jika pengurangan ini harus terfokus pada komoditas impor yang memiliki nominal tinggi.

Rizal mencatat, terdapat 1.147 komoditas impor yang nilai hanya mencapai 5 miliar dolar AS per tahun. Komoditas-komoditas ini, katanya, bukanlah prioritas dalam pengurangan defisit impor.

Selain itu, kalau pajaknya dinaikkan 2,5-7,5% dampaknya hanya akan mengurangi impor 500 juta dolar AS. Ada memang pembatalan-pembatalan proyek besar, tapi kata RR itu saja tidak cukup.

Dia menyarankan pemerintah fokus mengurangi impor komoditas besar, baja misalnya.

“China baja kebanyakan dan banyak dijual ke Indonesia dengan harga murah. Kami minta pemerintah laksanakan memberikan tarif anti dumping sebesar 25% terhadap produk baja dan turunannya. Otomatis impor baja akan turun, impor kita akan turun US$ 5 miliar. Produksi dalam negeri naik, Krakatau Steel dan swasta akan untung,” papar Rizal.

Kemudian, menurut Rizal, pemerintah perlu menaikkan tarif pajak untuk mobil impor.

Cara kedua adalah mewajibkan para pengusaha membawa pulang devisa hasil ekspor. Menurutnya, hanya 20% devisa ekspor yang dimasukkan Indonesia.

Sisa devisa itu, jelas RR, ditaruh para pengusaha di luar negeri seperti Singapura dan Hongkong.

“Kita wajibkan supaya semua eksportir masuk ke dalam. Saya tahu pemerintah mengajak beberapa pengusaha untuk memakai rupiah, tapi itu tidak memadai, kita harus ada di depan kurva untuk bisa keluar dari krisis ini,” tutur Rizal.

Sebagai informasi, Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore bergerak menguat sebesar 37 poin menjadi Rp15.182 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.219 per dolar AS.
http://www.aktual.com/benarkah-ekono...sia-membaik/4/

Ekonomi Indonesia sedang Dirawat Jalan oleh IMF?
source: https://kursdollar.net/grafik/USD/


Quote:


---------------------------

Ekonomi Indonesia sedang Dirawat Jalan oleh IMF?


Tenang ... harga bakso masih Rp 10.000 semangkok ...

emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh: madcabonger2018
Urutan Terlama
yang bikin gorengan ini kan kubu wowo. gak ada kubu wowo negara ini aman damai sentosa
Diubah oleh unicorn.phenex
Quote:
Pdhal kita udah bisa lepas dari imf kemaren. Masa mau di cengkram lagi.

moga segera membaik ya gan dan meroket
begitu tau yang diwawancarai si RR, ya gitu deh emoticon-Leh Uga
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 03
gw lbh suka kelompok nasbung d suruh pindah ke turki ato venezuela aja yg krisis beneran....
nyimak gan
Balasan Post bethhoven
Indonesia nggak minjem duit IMF, justru Indonesia punya penyertaan modal di IMF, yg artinya kalo ada negara laen minjem IMF, kita dapet untung dari bunga nya
mulai hidup sederhana,,jangan paksakan kemajuan,,gua yakin rupiah balik lagi ke 3000

negara2 afrika saja gak separah Indonesia kurs nya
Kalau mau pinjem uang IMF ya gapapa asal yg bener ngelolanya


contohnya thailand tahun 1990-1996 kurs masih stabil 25 thb tdh dollar, karena krisis 1997 menjadi 60an thb, tetapi pemerintah sana lebih sigap + dengan bantuan IMF berhasil berangsur pulih hingga 2018 me jadi 32 thb per usd

Thailand 1990-2018 inflasi 40% terhadap usd
Ekonomi Indonesia sedang Dirawat Jalan oleh IMF?



Bandingkan dengan Indo thn 1990 masih rp 1500 an hingga thn 1997 rp 3000 an, ketika krisis moneter 1998 rp ambruk mjd 10rb, walau sudah mendapat suntikan dana IMF berkali2 rp tetap loyo, hingga gonta-ganti pemerintahan rp stagnan melemah tiap tahunnya hingga 2018 mjd 15.200 rupiah

Indonesia 1990-2018 inflasi hampir 1000% thd usd
Ekonomi Indonesia sedang Dirawat Jalan oleh IMF?
Diubah oleh inpoman
Post ini telah di hapus oleh kaskus.support16


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di