alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gubernur BI: Tenang Saja, Ekonomi Indonesia Masih Kuat Walau Rupiah Alami Pelemahan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbe9414d44f9fad4e8b4567/gubernur-bi-tenang-saja-ekonomi-indonesia-masih-kuat-walau-rupiah-alami-pelemahan

Gubernur BI: Tenang Saja, Ekonomi Indonesia Masih Kuat Walau Rupiah Alami Pelemahan

Sudah berminggu-minggu, bahkan beberapa bulan, kurs rupiah begitu tertekan dolar Amerika Serikat. Sedikit-banyak, kejatuhan mata uang ini tentu menyerempet pada laju inflasi. Namun, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan dampak nilai tukar terhadap inflasi, terutama inflasi barang impor atau imported inflation,  masih terkendali.

Menurut Perry, ada tiga faktor yang membuat inflasi terjaga. Tiga hal ini menunjukkan pengaruh nilai tukar terhadap imported inflation dalam batas teratasi, tidak terlalu liar volatilitasnya. Hal itu ia tegaskan pada Jumat (24/8) kemarin, usai rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Gubernur BI: Tenang Saja, Ekonomi Indonesia Masih Kuat Walau Rupiah Alami Pelemahan


Faktor pertama, tingkat pelemahan nilai tukar rupiah dari awal tahun atau year to date (ytd) sekitar 7 %. Angka ini relatif lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2013 atau 2015. Jika dibandingkan dengan negara lain, posisi Indonesia pun masih lebih baik, seperti ketika disandingkan dengan rupee India yang merosot 9 %, Afrika Selatan 13,7 %, dan Brasil 18,2 %.

Faktor kedua, tingkat suplai barang lebih besar dari permintaan, atau kesenjangan ouput masih negatif. “Meskipun ekonomi kita naik, kita masih berada di bawah kapasitas produksi nasional. Sehingga kami tidak melihat tekanan-tekanan permintaan terhadap inflasi tadi,” kata Perry.

Faktor terakhir yang membuat inflasi barang impor masih terkendali yaitu ekspektasi inflasi masih berjangkar secara baik. Ekspektasi inflasi, dalam beberapa survei, masih terjaga di dalam kisaran sasaran inflasi yaitu 3,5 % tahun ini dan tahun depan. Dengan indikator-indikator tersebut, Perry meyakini bisa mengendalikan inflasi inti hingga akhir 2018 dan sepanjang 2019 berada di level aman yakni 3,5 % plus minus 1 %.

Apalagi, barang-barang komponen inflasi inti, dari bulan ke bulan tidak ada kenaikan harga karena pelemahan nilai tukar. Barang-barang yang mengalami kenaikan harga hanya terkait barang sekolah dan biaya sewa rumah. “Kalau biaya sekolah dan sewa rumah itu ada kaitannya dengan nilai tukar tidak? Kan tidak ada,” ujarnya.

Optimisme akan terkendalinya inflasi juga disampaikan oleh pemerintah yang berkomitmen menjaga inflasi hingga akhir 2018 di level 3,5 %. Agar tercapai, pemerintah akan berfokus pada tiga komponen pembentuk inflasi yang dibahas dalam rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat tadi.

Menteri  Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah berfokus pada masing-masing inflasi yaitu, inflasi inti (core inflation), inflasi yang dikontribusikan dari harga pangan (volatileI food), dan inflasi yang diperkirakan berasal dari nilai tukar dalam bentuk inflasi impor (imported inflation).


Quote:



Gubernur BI Perry Warjiyo ikut menambahkan bahwa akan mengendalikan inflasi harga pangan dengan menjaga posisi cadangan beras maupun pasokan komoditas daging, ayam ras, maupun telur. Juga, beberapa hal lain, termasuk kerja sama antardaerah.


Spoiler for Sumber:

Urutan Terlama
PERTAMAXXX DIAMANKAN!!! emoticon-Ngakak


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di