alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Berdalih Tak Butuh Bantuan Luar, Pemerintah Usir Relawan Asing di Sulteng
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbe1153ded770f77c8b4574/berdalih-tak-butuh-bantuan-luar-pemerintah-usir-relawan-asing-di-sulteng

Berdalih Tak Butuh Bantuan Luar, Pemerintah Usir Relawan Asing di Sulteng

Berdalih Tak Butuh Bantuan Luar, Pemerintah Usir Relawan Asing di Sulteng
Oktober 10, 2018 20:46

Berdalih Tak Butuh Bantuan Luar, Pemerintah Usir Relawan Asing di Sulteng

Jakarta, Aktual.com – Relawan asing mengaku kecewa atas pengusiran yang dilakukan Pemerintah Indonesia, untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Pemerintah Indonesia telah menyatakan tidak membutuhkan bantuan relawan asing, meski membuka keran bantuan internasional hanya sepekan sebelumnya. “Semua anggota tim USAR (Urban Search and Rescue Team) harus kembali ke negaranya masing-masing. Mereka tidak dibutuhkan di Indonesia,” kata Ahmed Bham yang bekerja untuk LSM Afrika Selatan, Gift of the Givers, seperti dikutip dari AFP, Rabu (10/10).


Ahmed mengungkapkan, relawan USAR yang beranggotakan 27 orang tiba dari Johannesburg tiga hari silam di Indonesia, untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami Palu yang hingga kini sudah mencatat lebih dari 2.000 korban jiwa, 5.000 orang hilang dan sekitar 200.000 penduduk yang kehilangan tempat tinggal itu, sudah sangat berpengalaman dengan peralatan khusus. “Banyak hari terbuang. Padahal kami bisa membantu dan menggunakan kemampuan atau skill kami,” katanya menyesal.


Ahmed Bahm menilai kebijakan tersebut justru tidak lazim di negara lain. “Kami tidak pernah mengalami perlakuan seperti ini dalam sebuah bencana besar,” imbuhnya. Hal serupa diungkapkan Direktur World Vision Australia, Tim Costello. Kepada stasiun televisi ABC dia menilai adalah hal “aneh jika wartawan asing bisa bergerak bebas. Inilah yang sangat aneh.” Pengusiran bagi relawan asing diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Selasa (9/10). Menurut BNPB, LSM asing hanya bisa terjun ke lapangan dengan dampingan ormas lokal, harus mendaftarkan diri ke kementerian terkait dan diminta memulangkan relawannya yang telah berada di lokasi bencana.


Selain itu BNPB juga akan mengawasi semua aktivitas relawan asing di Sulawesi. “Relawan asing diatur, tidak bisa nyelonong seenaknya ke mana-mana. Karena beda kultur, bahasa, dan lainnya. Hal itu biasa terjadi, diatur di semua negara,” kata Jurubicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho. “Presiden sudah mengatakan kita tidak lagi membutuhkan bantuan asing, tapi mereka tetap datang.”

http://www.aktual.com/berdalih-tak-b...ng-di-sulteng/

Ini Alasan Relawan dan Tenaga Medis Asing Dilarang Masuk Palu dan Donggala
10/10/2018, 13:14 WIB 

Berdalih Tak Butuh Bantuan Luar, Pemerintah Usir Relawan Asing di Sulteng
Jenasah korban gempa bumi ditemukan di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) 

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ada larangan bagi relawan asing untuk ikut terjun secara langsung dalam penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.  

Alasannya, Sutopo menuturkan, relawan asing memiliki kultur kerja yang berbeda dari Indonesia. Untuk itu, perlu waktu penyesuaian dan adaptasi yang cukup lama bagi mereka untuk dapat menangani korban bencana dengan kondisi dan ketentuan yang ada. 

"Relawan asing diatur, tidak bisa nyelonong seenaknya ke mana-mana. Karena beda kultur, bahasa, dan lainnya. Hal itu biasa terjadi, diatur di semua negara," kata Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018). Baca juga: RI Batasi Bantuan Luar Negeri untuk Gempa Palu Hanya Berupa Barang Meski demikian, relawan maupun organisasi masyarakat luar negeri yang ingin memberikan bantuan untuk bencana Sulawesi Tengah tetap difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). 

Dalam pendistribusiannya, mereka diwajibkan untuk menggandeng mitra lokal. "Ormas asing yang sudah terlanjur membeli atau menyiapkan bahan dukungan dan material di Indonesia harus didaftar menjadi mitra kementerian/lembaga dan wajib menggunakan mitra lokal untuk melaksanakan distribusi," ujar Sutopo. 

Selain relawan asing, bantuan tenaga kesehatan asing dan obat-obatan juga tidak diizinkan. Plt Kepala Pusat Kritis Kesehatan Kemenkes Eka Jusuf Singka sebelumnya mengatakan, pelarangan itu dikarenakan adanya standar yang berbeda antara tenaga medis dan obat-obatan di Indonesia dengan luar negeri. 

Selain itu, tenaga kesehatan dalam negeri untuk penanggulangan bencana Sulteng hingga saat ini juga masih mencukupi. "Karena perlu kita lihat sertifikasinya dan tingkatan dari dokternya. Kita punya tenaga kesehatan cukup banyak. Sudah banyak sekali yang mau ke sana (lokasi terdampak bencana), tenaga kesehatan sudah terstandardisasi," ujar Eka. 

Sutopo menegaskan, meskipun Pemerintah Indonesia menerima bantuan internasional untuk penanggulangan gempa dan tsunami Sulteng, bantuan tersebut sifatnya hanya suplemen, bukan instrumen utama penanggulangan. "Bantuan internasional hanya suplemen, bukan utama," ujar Sutopo. 

Gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Jumat (8/10/2018), mengakibatkan 2.010 orang meninggal dunia. BNPB juga mencatat ada 671 korban hilang, 10.679 orang luka berat dan 82.775 warga mengungsi di sejumlah titik. Dilaporkan pula, 67.310 rumah dan 2.736 sekolah rusak. Ditambah lagi, terdapat 20 fasilitas kesehatan rusak berat.


https://nasional.kompas.com/read/201...u-dan-donggala

Relawan Asing Tak Bisa Sembarangan Langsung Masuk ke Palu dan Donggala
02/10/2018, 21:55 WIB

Berdalih Tak Butuh Bantuan Luar, Pemerintah Usir Relawan Asing di Sulteng
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (tengah) memberikan pemaparan mengenai dampak gempa bumi dan tsunami di kota Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (29/9/2018). Berdasarkan data BNPB hingga pukul 10.00 WIB menyatakan jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami di kota Palu sebanyak 48 orang, sementara untuk kota Donggala belum mendapatkan laporan dikarenakan terputusnya jaringan komunikasi, dan diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah.(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak delapan belas negara sudah mengajukan diri memberikan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Tawaran bantuan itu tak hanya berupa materi atau barang, tetapi juga bantuan sumber daya manusia untuk masuk ke lokasi bencana sebagai relawan internasional. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengingatkan, tak sembarangan relawan asing bisa masuk ke lokasi bencana. 

"Tidak sembarangan relawan-relawan (internasional) bisa masuk, harus tetap sesuai dengan kebutuhan," ujar Sutopo dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Selasa (2/10/2018). Ia mengatakan, bantuan dari negara lain untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala merupakan kerja sama antar pemerintahan atau government to government. 

Oleh karena itu, para relawan internasional yang ingin masuk ke lokasi bencana harus terdaftar secara resmi di Kementerian Luar Negeri. Secara detail, kata Sutopo, BNPB dan Kementerian Luar Negeri akan membuat aturannya. Selain itu, nantinya, AHA Centre, lembaga internasional khusus menangani masalah kemanusiaan juga akan dilibatkan. 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, semua bantuan asing untuk korban gempa Palu dan Donggala akan dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri. "Organisasi, negara atau apapun semua dikoordinasikan kepada kementerian luar negeri. Prioritasnya adalah satu transportasi, karena ini penting bagi kita. Kami sangat apresiasi tawaran-tawaran itu," kata dia. . . 

Berdalih Tak Butuh Bantuan Luar, Pemerintah Usir Relawan Asing di Sulteng
Infografik: Bantuan Untuk Donggala-Palu (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)


https://nasional.kompas.com/read/2018/10/02/21551511/relawan-asing-tak-bisa-sembarangan-langsung-masuk-ke-palu-dan-donggala

---------------------------------

Mungkin karena Pemerintah mempertimbangkan tempramen masyarakat setempat yang agak beda dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia saat ditimpa bencana, antara lain kisah penjarahan dan perampokan yang marak itu, baik terhadap sesama warga mereka disana ataua atas bantuan yang dibawa tim relawan. 

Bayangin kalau tim relawan asing itu kena begal oleh penduduk disana, tentu urusan Pemerintah akan semakin direpotkan karena nyawa relawan asing itu terancam. Sementara tim relawan dari berbagai ormas di Indonesia itu, jumlahnya bejibun, dan umumnya mereka sudah berpengalaman dalam menangani dan menolong korban gempa atau bencana alam lainnya di berbagai wilayah di tanah air, sebutlah seperti FPI itu misalnya.

emoticon-No Hope

Diubah oleh naniharyono2018
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Quote:
jangan relawan asing, yg lokal aja kalo mau ke sana bantu ya mesti lapor dulu ke pos BPNB/sejenisnya di sana.. biar bisa terdata n bisa dikoordinir..

gak bisa juga orang asing langsung nyelonong masuk ke daerah2.. kalo ada apa2 dgn mereka, yg ada bukan bantuin tp malah nyusahin..

Ana ga setuju loh ya kalau atas nama bantuan untuk korban bencana di palu dijadikan kesempatan pihak asing untuk menyusupkan misonaris misonaris berkedok relawan
Quote:


up ini aja yang sesui di lapangan emoticon-shakehand
Balasan post ndoromuda
Quote:


Astajim, kurang ajar banget pake misionaris emoticon-Mad

Harusnya pake inquisitor ya akhi emoticon-Kagets
Kalo ini sih grup wowo ga bisa manas"in
Karena mereka kadung lempar isu anti asing
Balasan post ferina.
Quote:


ane gak di TKP jg, gan.. emoticon-Hammer
tp ane ngerti dikitlah mitigasi bencana alam.. emoticon-Peace
Quote:


maksudnya komen anda lebih masuk akal dari pada orang laknat sok tau disini emoticon-Big Grin contoh saja bisa di liat komen atas bawah anda
Ini tentang relawan asing...atau ad maksud promosikan FPI nih???
Suruh pergi saja kafirun-kafirun itu...

emoticon-Marah
Yg dibutuhkan sebenernya peralatan/perlengkapan sih, klo relawannya ya udah banyak, datang silih berganti ke sana.. Wa kemaren, keluar dari Palu setelah tim dari UGM dan Unhas dateng..

Klo gak ada peralatan/perlengkapan yg sesuai dengan apa yg mau dikerjakan, ya tetep gak bakalan bisa berbuat banyak di sana emoticon-Hammer (S)
kurang dikomunikasikan saja. memang relawan asing harus menggandeng mitra lokal klo mau terjun langsung. klo ga ntar malah tumpang tindih kerjanya malah bisa berantem ntar klo sampe miskom di lapangan

kerja begini resiko tinggi, ga bisa seenaknya masuk langsung bantu" contoh tuh jepang yg ngirim pesawat dan personilnya itu bisa langsung masuk karena ngurusin supply ga di lapangan langsungemoticon-Traveller
Diubah oleh kudo212
emoticon-Kolombia terimakasih atas bantuannya
butuh macem chinook atau c130 hercules yg agak banyak, kalo bisa globemaster buat angkutin peralatan berat.
kata nya hoaxs gan
ya intinya ga bisa maen nyelonong, minta izin dulu atuh...bantu orang mesti permisi dulu lah, ga sopan amad emoticon-Big Grin
Jembut
Relawan asing udah terlanjur masuk palu baru diusir
kalo niat, kenapa g dilarang sekalian pas mau masuk indonesia?
Mencla mencle
Balasan post rickreckt
Quote:


dan heretic pun di babat abis ya emoticon-Wakaka
Balasan post masjunaedicakep
Quote:


Berdalih Tak Butuh Bantuan Luar, Pemerintah Usir Relawan Asing di Sulteng

sudah ada aturannya
jd patuhi saja
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di